LensaDaily - Kondisi air Danau Toba yang belakangan keruh berwarna cokelat akhirnya terungkap penyebabnya. Air Danau Toba yang keruh tersebut di terpantau terjadi di Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara dan kondisi ini sempat viral di media sosial.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) sudah melakukan uji laboratorium terhadap kondisi air Danau Toba, yang keruh berwarna cokelat tersebut. Kondisi ini terjadi bersamaan dengan kemaran dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di daerah kawasan Danau Toba.
Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution mengungkapkan hasil uji laboratorium air Danau Toba keruh tersebut, tidak lepas dengan cuaca kemarau yang melanda kawasan Danau terbesar di Indonesia itu.
"Yang pasti kemarin saya sampaikan itu karena kekeringan (kemarau)," ungkap Bobby kepada wartawan di Kota Medan, Selasa 5 Agustus 2025.
Bobby Nasution mengatakan Pemprov Sumut sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mengembalikan kondisi air Danau Toba. Salah satunya, melakukan modifikasi cuaca dengan menurunkan hujan.
"Makanya kita buat kemarin rekayasa cuaca. Itu juga kemarin keluar sumber-sumber belerang yang masuk ke area wilayah air Danau Toba," kata Bobby Nasution.
Bobby Nasution mengaku tidak paham dengan cuaca kemarau membuat air Danau Toba keruh. Karena, harus dijelaskan oleh pihak-pihak yang berkompeten di bidangnya.
"Belum (bisa) disampaikan secara lugas, nanti kalau saya sampaikan gak pakai data (bisa) salah ya," ucap mantan Walikota Medan itu.



Belum Ada Komentar Untuk Postingan Ini