LensaDaily - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Utara (BPBD Sumut) menetapkan tujuh daerah kabupaten/kota status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Tujuh Kabupaten tersebut yang mengelilingi kawasan Danau Toba.
Tujuh daerah status siaga darurat Karhutla yang ditetapkan BPBD Sumut, yaitu Kabupaten Toba, Kabupaten Samosir, Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Humbang Hasundutan. Kemudian, Kabupaten Karo, Kabupaten Dairi dan Kabupaten Tapanuli Utara.
Kepala BPBD Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih menjelaskan bahwa penetapan status darurat tersebut, berdasarkan arahan dan petunjuk dari Gubernur Sumut Bobby Nasution, agar masalah kebakaran dan kekeringan bisa diatasi.
"Ini adalah bagian dari upaya kita menaikkan air permukaan. Langkah-langkah antisipasi, kita sudah mensiagakan petugas kita disana, untuk memadamkan api api yang muncul, juga mendistribusikan air bersih," ucap Tuahta kepada wartawan, Kamis 24 Juli 2025.
Berdasarkan data BPBD Sumut itu, 80 kejadian kebakaran, dengan luas yang terbakar mencapai 1.804,95 hektare itu. Tercatat 40 kejadian berada di wilayah Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, yang meliputi 7 Kabupaten tersebut.
Sisanya, 40 kejadian lagi berada di luar wilayah KSPN, yang meliputi 14 Kabupaten/Kota, di Sumut ini. Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Sumut periode Januari-Juli 2025.
"Dan ini juga sudah berlangsung cukup lama ya. Januari-Juli 2025 total kebakaran hutan dan lahan sebanyak 80 kejadian. Luas yang terdampak 1.804, 95 hektare," sebut Tuahta.
Lebih lanjut, Tuahta menyebutkan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga puncak kemarau itu, akan berlangsung pada bulan Juli ini sampai dengan akhir Agustus 2025.
"Jadi berdasarkan itu, dan fakta dilapangan juga itu memang, hampir benar terjadi ya, kekeringan dan kebakaran hutan. Apalagi memang saat ini sedang revalidasi geopark kaldera toba dari Unesco. Jadi ini juga bentuk komitmen pak gubernur dan 7 kepala daerah, untuk menjaga bahwa geopark ini tetap green card nanti," jelasnya.
Karena itu, Tuahta berharap kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BMKG membuat modifikasi cuaca atau hujan buatan di tujuh daerah yang rawan terjadi kebakaran tersebut.
"Ini hanya siaga darurat, selain memang kobarasi dengan BMK, BNBP soal pembuatan hujan, juga kita harap untuk menyiapakan steakholder di kabupaten dan provinsi untuk masa kekeringan sampai dengan agustus nanti," kata Tuahta.



Belum Ada Komentar Untuk Postingan Ini