LensaDaily - Seorang pria di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) membakar rumah orang tuanya gegara sakit hati ucapan kepada anaknya yang juga cucu korban. Aksi tersebut tak hanya membakar rumah orang tua pelaku saja, rumah tetangga pun ikut hangus terbakar.
Pria tersebut bernama Jumadi Sirait yang tega membakar rumah orang tuanya di Nagori Buntu Turunan, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, pada Jumat malam, 17 Oktober 2025, sekitar pukul 20.00 WIB
Menerima laporan, Polsek Tanah Jawa turun membantu memadamkan api bersama petugas Damkar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun. Lalu, petugas kepolisian melakukan olah TKP dan penyelidikan kebakaran di rumah milik Sairo Sirait.
Kapolsek Tanah Jawa, Kompol. Asmon Bufitra menjelaskan dari pemeriksaan saksi-saksi dan olah TKP. Ternyata rumah Sairo Sirait dibakar oleh anak kandungnya sendiri, yakni Jumadi Sirait.
Polisi langsung bergerak mengamankan pelaku, berada tidak jauh dari lokasi kebakaran tersebut, Sabtu dini hari, 18 Oktober 2025, sekitar pukul 02.00 WIB. Jumadi Sirait langsung diamankan ke Polsek Tanah Jawa, untuk dilakukan pemeriksaan.
"Motif pembakaran ini sangat disayangkan. Pelaku melakukan aksi destruktif akibat sakit hati terhadap perkataan korban Sairo Sirait kepada cucu mereka, yang tidak lain adalah anak kandung pelaku," sebut Asmon, dalam keterangan persnya, Sabtu malam, 18 Oktober 2025.
Dipicu sakit hati tersebut, Jumadi Sirait nekat membakar rumah orang tuanya, diduga menggunakan bensin dengan menyiram bahan bakar minyak (BBM) itu, ke bagian dinding rumah lalu dibakar menggunakan korek api. Sehingga terjadi kebakaran besar di lokasi kejadian.
"Rasa dendam ini membuat Jumadi nekat membakar rumah hingga rata dengan tanah," ucap Asmon.
Asmon mengungkapkan aksi pembakaran pelaku itu, membuat rumah sebelah milik Lentina Br Togatorop (62) atau tetangga korban, ikut dilalap sijago merah dalam peristiwa tersebut.
"Akibat perbuatan pelaku, kedua korban mengalami kerugian material yang sangat besar, ditaksir mencapai Rp300 juta," sebut Asmon.
Atas kejadian ini, Asmon mengimbau masyarakat selalu menjaga keharmonisan keluarga. Mari selesaikan masalah dengan kepala dingin dan tanpa disertai dendam serta emosi, yang mengakibatkan merugikan orang lain dan melanggar hukum.
"Jangan sampai emosi sesaat menghancurkan masa depan dan merugikan orang lain. Polsek Tanah Jawa akan terus hadir cepat dan profesional dalam menegakkan keadilan," tutur Kapolsek Tanah Jawa.



Belum Ada Komentar Untuk Postingan Ini