LensaDaily - Dua orang pemancing tenggelam di Danau Toba saat memancing di Jembatan Tano Ponggol, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Sabtu petang, 20 September 2025. Kedua korban hanyut itu, yakni Jendri Pardede (25) dan Owen Siregar (26).
Berdasarkan kronologi peristiwa dua pria itu tenggelam, pada hari kejadian tersebut sekitar pukul 18.10 WIB. Kedua korban sedang memancing di perairan Danau Toba, tepatnya di Jembatan Tano Ponggol.
Tidak berselang lama korban Jendri Pardede terpeleset dan jatuh ke danau, sontak rekan korban Owen Siregar bersiniatif mencoba menolong. Namun naas, keduanya tenggelam dan hilang di lokasi tersebut.
"Warga sekitar, telah berusaha melakukan pencarian korban. Namun, korban tak kunjung ditemukan hingga akhirnya kejadian tersebut, dilaporkan ke Pos SAR Danau Toba," sebut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika, Minggu malam, 21 September 2025.
Pada Sabtu malam, tim SAR gabungan turun melakukan pencarian korban di sekitar kedua pria itu terpeleset. Namun membuahkan hasil. Proses pencarian dilanjutkan, Minggu pagi dengan menurunkan peralatan dimiliki Tim SAR.
Hery mengatakan pencarian korban tenggelam menggunakan Kapal SAR jenis Rigid Boyancy Boat (RBB) dan tim penyelam. Ia menjelaskan bahwa pencarian di hari kedua ini Tim SAR Gabungan menerapkan beberapa teknik pencarian untuk memaksimalkan peluang menemukan korban, antara lain pencarian visual udara menggunakan drone.
Lalu, pelaksanaan sweep visual menggunakan perahu dan Kapal di permukaan dengan jarak antar sweep yang disesuaikan kondisi cuaca dan gelombang di area yang diperkirakan menjadi lokasi kejadian berdasarkan keterangan saksi, pencarian menggunakan alat pendeteksi scan sonar Aqua Eyes hingga Penyelaman dengan kedalaman penyelaman antara 5-10 meter.
"Namun hingga (Minggu) sore ini, pencarian belum membuahkan hasil, pencarian akan dilanjutkan kembali esok pagi dengan harapan korban secepatnya bisa ditemukan selanjutnya tim juga berkoordinasi dengan tim SAR lainnya untuk malam ini tim tetap ada yang bersiaga disekitar lokasi," kata Hery.
Hery mengungkapkan bahwa pencarian akan dilanjutkan pada Senin pagi, 22 September 2025, dengan melakukan pemetaan arus lokal untuk menyesuaikan pola pencarian kedua korban tenggelam tersebut.
“Pencarian dilaksanakan dengan prosedur operasi standar, berkoordinasi penuh dengan instansi terkait. Kami memohon doa dan dukungan kepada masyarakat dan pemerintah agar korban secepatnya ditemukan," ucap Hery.
Hery juga mengimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di perairan Danau Toba agar selalu Menggunakan alat keselamatan atau pelampung saat berada di perahu atau berenang.
Kemudian, memperhatikan tanda peringatan keselamatan dan kondisi cuaca, Tidak berenang di area arus kuat atau malam hari, Segera melapor ke pos SAR terdekat atau instansi terkait jika melihat orang dalam bahaya.
'Kami juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Seluruh sumber daya SAR, yang tersedia telah dan terus dikerahkan untuk mencari dua warga tersebut," ungkap Hery.



Belum Ada Komentar Untuk Postingan Ini