LensaDaily - Kapal nelayan yang mengangkut 62 wisatawan karam di perairan Pulau Salah Namo, Kabupaten Batubara, pada Senin 24 Maret 2026. Kapal nahas tersebut mengalami kerusakan menuju perjalanan ke Pulau Salah Namo, yang mengakibatkan air laut masuk ke dalam kapal hingga para penumpang terpaksa menyelamatkan diri ke pesisir pulau.Kejadian kapal tenggelam tersebut terjadi Senin 24 Maret 2026 pukul 16.00 WIB, yang diterima personel Polairud Tanjung Tiram. Menindaklanjuti laporan tersebut, sekira pukul 18.00 WIB personel Polairud Tanjung Tiram segera bergerak menuju lokasi dengan menyewa dua unit kapal milik nelayan setempat.Setibanya di lokasi, petugas mendapati satu unit kapal nelayan dalam kondisi karam, sementara seluruh penumpang telah berada di pesisir pantai dalam keadaan selamat. Selanjutnya, pada pukul 20.30 WIB, personel Polairud melaksanakan evakuasi terhadap seluruh penumpang yang terdampar menggunakan dua unit kapal nelayan. Setelah perjalanan laut yang cukup panjang, sekira pukul 02.30 WIB dini hari, seluruh penumpang berhasil tiba dengan selamat di Pelabuhan Tanjung Tiram. Kedatangan para penumpang disambut langsung oleh unsur Forkopimda Kabupaten Batu Bara, di antaranya Bupati Batu Bara, Kapolres Batu Bara, perwakilan Danlanal Tanjung Tiram, para pejabat utama Polres Batubara serta personel Polsek Labuhan Ruku.Para penumpang kemudian diberikan pertolongan berupa makanan, minuman, serta upah-upah sebagai bentuk kepedulian. Adapun jumlah penumpang yang berhasil dievakuasi sebanyak 64 orang, terdiri dari dua rombongan wisatawan asal Medan dan Pekanbaru, serta dua orang anak buah kapal (ABK). "Seluruh penumpang dipastikan dalam kondisi sehat dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut," kata Kepala Unit Polisi Air Batubara, Ipda Hendrico Kaban.Setelah dilakukan pendataan, para penumpang selanjutnya dipulangkan ke daerah masing-masing menggunakan bus yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Batubara maupun kendaraan pribadi.Sementara itu, kedua ABK kapal telah dimintai keterangan oleh personel Sat Reskrim Polres Batu Bara guna keperluan penyelidikan lebih lanjut.Polres Batubara mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang hendak melakukan perjalanan wisata laut, agar memastikan kondisi kapal dalam keadaan layak berlayar serta memperhatikan faktor keselamatan guna menghindari kejadian serupa.Dengan respon cepat dan sinergi antar instansi, situasi dapat ditangani dengan baik sehingga seluruh penumpang dapat diselamatkan tanpa adanya korban jiwa.
24 Maret 2026Tag: wisatawan
LensaDaily - Pengamanan di kawasan objek wisata dan jalur lalu lintas selama momentum libur Hari Raya Idulfitri 1447 H guna memastikan keamanan, kenyamanan, serta kelancaran mobilitas masyarakat diperkuat Polda Sumut dan seluruh jajaran.Pengamanan tersebut dilaksanakan secara terpadu melalui Operasi Ketupat Toba 2026 dengan melibatkan ribuan personel gabungan dari Polri, TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya yang ditempatkan di berbagai titik strategis, termasuk kawasan wisata unggulan dan jalur rawan kepadatan. Sejumlah destinasi wisata favorit seperti kawasan Danau Toba dan Brastagi menjadi prioritas pengamanan mengingat tingginya mobilitas masyarakat selama libur Lebaran. Personel kepolisian disiagakan untuk mengatur arus lalu lintas sekaligus memberikan pelayanan kepada wisatawan. Selain itu, pengamanan juga mencakup berbagai objek vital, mulai dari tempat ibadah, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, hingga lokasi wisata yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung selama periode libur panjang. Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan, pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya yang memanfaatkan libur Lebaran untuk berwisata maupun melakukan perjalanan.“Polda Sumut dan jajaran mengoptimalkan kehadiran personel di lapangan, baik di objek wisata maupun jalur lalu lintas, guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif serta arus kendaraan berjalan lancar,” katanya.Ia menjelaskan, pola pengamanan dilakukan secara humanis dan responsif, dengan menempatkan personel di titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan, serta meningkatkan patroli di kawasan wisata yang mengalami peningkatan jumlah pengunjung.“Kami juga mengedepankan langkah preemtif dan preventif, termasuk pengaturan lalu lintas, patroli rutin, serta edukasi kepada masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan maupun saat berada di lokasi wisata,” ujarnya.Lebih lanjut, Ferry mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, serta menjaga keselamatan diri dan keluarga saat berwisata.Upaya pengamanan yang dilakukan secara maksimal tersebut turut memberikan dampak positif, salah satunya terlihat dari penurunan angka kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan operasi, yang menunjukkan efektivitas kehadiran personel di lapangan. Dengan sinergi lintas sektoral dan kesiapsiagaan personel, Polda Sumut memastikan seluruh rangkaian libur Lebaran di wilayah Sumatera Utara dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar, sehingga masyarakat dapat menikmati momen kebersamaan dengan rasa nyaman.
22 Maret 2026LensaDaily - Besok Minggu 4 Januari 2026 diprediksi puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 di Sumut yang akan terjadi lonjakan volume kendaraan. Tiga daerah yakni Karo, Toba dan Samosir diprediksi terjadinya konsentrasi arus balik wisatawan.Dirlantas Polda Sumut, Kombes Pol Firman Darmansyah, S.I.K., menegaskan seluruh personel telah diinstruksikan untuk siaga penuh, khususnya di wilayah yang menjadi sentral mobilisasi arus balik dan destinasi wisata.“Kami memprediksi kepadatan lalu lintas akan meningkat pada Minggu besok. Oleh karena itu, seluruh jajaran Ditlantas dan Polres terkait kami minta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan di lapangan,” ujar Kombes Pol Firman, Sabtu 3 Januari 2026.Untuk memastikan pengamanan berjalan optimal, Ditlantas Polda Sumut juga melakukan koordinasi intensif dengan Kasat Lantas Polres Tanah Karo AKP Andita Sitepu, Kasat Lantas Polres Toba AKP Khairul Akbar Lubis, serta Kasat Lantas Polres Samosir AKP Natanail Surbakti. Ketiga wilayah tersebut diperkirakan menjadi titik konsentrasi arus balik wisatawan.Selain kekuatan personel, Ditlantas Polda Sumut turut menyiagakan Tim Urai Macet yang siap diterjunkan sewaktu-waktu ke titik-titik krusial guna mengurai kepadatan dan menangani hambatan lalu lintas secara cepat dan tepat.“Saya telah menginstruksikan para Kasat Lantas untuk waspada penuh terhadap potensi kepadatan. Tim Urai Macet juga sudah kami siapkan untuk mempercepat penanganan jika terjadi penumpukan kendaraan,” jelasnya.Di sisi lain, Kombes Pol Firman juga mengingatkan masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan arus balik, guna menekan angka kecelakaan lalu lintas.“Kami mengimbau masyarakat yang kembali dari mudik maupun objek wisata agar berkendara dengan tertib dan aman. Jangan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, jaga jarak aman, gunakan sabuk pengaman, dan bagi pengendara sepeda motor wajib menggunakan helm SNI,” imbaunya.Tak kalah penting, Dirlantas Polda Sumut menekankan manajemen kelelahan selama perjalanan jauh agar konsentrasi pengemudi tetap terjaga.“Apabila merasa lelah atau mengantuk, jangan dipaksakan. Silakan manfaatkan rest area atau tempat istirahat yang tersedia. Keselamatan masyarakat adalah prioritas kami, agar seluruh pengguna jalan dapat kembali ke rumah dengan selamat,” pungkas Kombes Pol Firman.
03 Januari 2026LensaDaily - Penerbangan perdana pesawat Amfibi atau Seaplane dari Bandara Silangit dan mendarat di Pelabuhan Mariana Resort, Danau Toba dilakukan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhamamd Bobby Afif Nasution, sebagai percobaan yang akan mulai beroperasional mulai tahun depan 2026. Transportasi baru di Danau Toba ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, pariwisata, dan pelayanan publik, terutama daerah kepulauan dan pesisir.Hal itu disampaikan Bobby Nasution usai melakukan Demo Flight Pesawat Amfibi (Seaplane) di Pelabuhan Mariana Resort, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Senin 22 September 2025. “Ini salah satu pendekatan transportasi menuju Danau Toba, khusus Pulau Samosir. Di sini ada penginapan yang kita tahu bintang lima, yang menjadi pendaratan untuk pesawat amfibi,” ujarnya.Setelah ini, lanjutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir serta instansi yang terkait akan melanjutkan ke Kementerian Perhubungan, guna menguruskan semua izin yang berkaitan. Karena meskipun mendarat di air, namun tidak boleh sembarangan.“Tadi kita sudah mencoba demo flight dari Bandara Silangit. Demo flight adalah salah satu syarat dimana tempat pendaratan. Rasa enak,” ungkap Bobby, saat ditanya wartawan.Bobby berharap, dengan bertambahnya moda transportasi yang ada di Provinsi Sumut, khususnya Kawasan Danau Toba, maka akan ada pertumbuhan kunjungan wisatawan.Seaplane sendiri ditargetkan bisa beroperasional di kawasan Danau Toba, secara komersil paling lambat tahun 2026. Pemprov Sumut nantinya juga mencoba untuk mengajak maskapai lainnya untuk berkolaborasi, agar para pengunjung Danau Toba bisa menggunakan seaplane atau pesawat amfibi tersebut.“Nanti kita coba sampaikan ke beberapa maskapai, agar penumpang yang menuju Danau Toba bisa langsung naik ini (Seaplane),” ucapnya.Sementara Direktur Utama (Dirut) PT Parna Raya Group Charles A Simbolon mengatakan, kehadiran pesawat amfibi ini diharapkan bisa memberikan kemudahan akses bagi wisatawan, serta mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.“Mudah-mudahan pengunjung pariwisata di kawasan Danau Toba semakin bertambah. Apalagi Badan Otoritas Danau Toba telah menargetkan kunjungan wisatawan dari 700.000 jiwa menjadi 1 juta wisatawan,” ujarnya.Diketahui bahwa PT Parna Raya Group merupakan salah satu investor penerbangan pesawat amfibi di Danau Toba. Pesawat yang digunakan saat demo flight di perairan Danau Toba adalah pesawat model baru buatan tahun 2023. Ini merupakan penerbangan pesawat Amfibi perdana yang mendarat di Danau Toba.“Ini inisiatif Gubernur Sumut bersama Bupati Samosir dan Samosir. Kalau semua lancar, paling lambat tahun depan sudah bisa digunakan masyarakat. Mengenai rute dan harga, nanti akan dilakukan pembahasan setelah ini,” ujarnya.Turut hadir pada demo flight tersebut Bupati Samosir Vandiko Gultom serta pimpinan OPD Pemprov dan Pemkab Samosir.
23 September 2025LensaDaily - Usai viral video wisatawan di palak di tengah hutan saat menuju Air Terjun Dua Warna, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, polisi mengamankan pelaku. Polisi menegaskan, aksi pelaku meresahkan wisatawan dan menimbulkan keresahan hingga merupakan aksi kriminal."Iya benar (pelaku ditangkap), Segala bentuk pungli, apapun alasannya, merupakan pelanggaran hukum dan menimbulkan keresahan," ungkap Kapolsek Pancur Batu, Kompol. Djanuarsa, Minggu 17 Agustus 2025.Surya Ginting diamankan petugas kepolisian saat berada di kawasan Kecamatan Pancur Batu dan langsung dilakukan pemeriksaan di kantor Polsek Pancur Batu."Kami mengapresiasi keberanian masyarakat melaporkan kejadian dengan cara memposting dan mengirimkanya ke media sosial," kata Kompol Djanuarsa.Sementara itu, pelaku pungli, Surya Ginting usai ditangkap polisi mengaku perbuatannya dan dia mengucapkan permohonan maaf kepada wisatawan yang di pungli dalam video viral itu."Sehubungan ada berita dan video viral di media sosial atas pungutan Air Terjun Dua Warna. Saya atas nama Surya Ginting bermohon maaf sebesar-besarnya kepada semua pihak, yang terutama kepada pengunjung yang sudah sempat saya minta uang masuk ke tempat objek wisata tersebut," kata Surya Ginting. Surya Ginting mengungkapkan dirinya berjanji tidak akan lagi melakukan pungli di lokasi objek wisata Air Terjun Dua Warna tersebut. Bila melakukan penguli siap dihukum dengan ketentuan berlaku. "Saya tidak akan melakukan pengutipan apa pun di objek wisata tersebut. Apa bila saya melakukan pengutipan atau masih melakukan pengutipan. Maka saya bersedia dituntut, diproses, dengan mana ketentuan yang berlaku," ucap Surya Ginting. Diberitakan sebelumnya, Video viral di media sosial, menampilkan sejumlah wisatawan kena pungli di tengah hutan menuju Air Terjun Dwi Warna, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang.Dalam video viral tersebut, terlihat sejumlah wisatawan laki-laki dan perempuan berjalan menjelajahi hutan tersebut. Tapi, di tengah hutan itu, seorang pria berkaos hijau muda, mendatangi dengan meminta uang retribusi masuk ke kawasan hutan menuju Air Terjun Dwi Warna itu."Bukan kita punya pak. Tapi, tanah dan air milik negara, tapi yang mengelola dan mengawasi kita," ucap pria yang melakukan pungli di dalam video viral dikutip @tkpmedan, Sabtu 16 Agustus 2025.Dimana pria paruh baya yang melakukan pungli meminta uang atau tiket masuk sekitar Rp 30 ribu per orang kepada wisatawan itu.“Ini (Rp 30 ribu) tiket masuk, kami kelompok tani, kami disini pekerjanya,” kata pria itu, sambil menulis di sebuah kwitansi sebagai bukti pembayaran tiket masuk kawasan hutan itu.Antara wisatawan dan pria pungli sempat adu mulut."Bapak jangan seperti itu, saya sudah bagus-bagus," ucap seorang wanita yang merupakan wisatawan di dalam video viral itu."Oke ibu, saya bisa mengklaim. Tidak boleh naik, kalau kami tidak mengizinkan bagaimana, kami tidak memfasilitasi mau bagaimana?. Kok megaskan kali," sebut pria pungli dengan keras.Kondisi miris dengan dunia pariwisata di Sumut ini. Sehingga Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, harus melakukan tindakan dengan mengamankan pelaku pungli di objek wisata Air Terjun Dua Warna tersebut, bersama aparat kepolisian.
18 Agustus 2025


