LensaDaily - Dua orang meninggal dunia dalam kecelakaan Toyota Avanza putih BK 1269 ZI yang tercebur ke aliran sungai di Jalan Umum, tepatnya di jembatan Desa Dusun XI, Desa Sungai Parit, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).Kedua korban tewas bernama Desi Ariyanti (30) warga Desa Sei Rejo, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Sergai dan M Wahyudi Ray (28) warga Desa Pekan Dolok Masihul Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Sergai.Kepala Seksi Humas Polres Sergai, AKP Bringin Jaya, mengungkapkan kecelakaan tersebut, pada Rabu pagi, 6 Mei 2026, sekitar pukul 09.30 WIB. Mobil dengan nomor polisi BK 1269 ZI dikemudikan oleh Desi Ariyanti. AKP Bringin menjelaskan bahwa mobil itu, melaju dari arah Desa Dolok masihul menuju Desa Firdaus, Kabupaten Sergai, dengan kondisi cuaca cerah saat kejadian tersebut. "Sesampainya di TKP, tidak hati-hati dan kurang kosentrasi lalu mendahului yang searah didepannya mobil dan nomor polisi identitasnya, tidak diketahui dari sebelah kanan dan memepet disamping jembatan, kemudian langsung terjatuh ke bawah sungai dari arah Desa Fidaus menuju Desa Dolok Masihul," kata AKP Bringin, Kamis 7 Mei 2026.Selanjutnya mobil warna putih tenggelam ke dalam parit dengan kondisi air berlumpur. Mengakibatkan sopir dan penumpang mobil Toyota Avanza itu, meninggal dunia di lokasi kejadian. "Desi Ariyanti mengalami luka lebam pada wajah karena terendam air dan meninggal dunia di TKP dan tidak ditemukan SIM dan STNK yang sah," kata AKP Bringin."Sedangkan, M Wahyudi Ray mengalami luka memar pada bagian dahi, karena terendam air dan meninggal dunia di TKP," ungkap AKP Bringin kembali. Menerima laporan kecelakaan tersebut, Satuan Lalu Lintas Polres Sergai turun. Dibantu warga sekitar, dilakukan evakuasi kedua korban ke RSUD Sultan Sulaiman, Kabupaten Sergai untuk menjalani visum jenazah.
07 Mei 2026Tag: toyota
LensaDaily - Sembilan orang dilaporkan meninggal dunia yang menjadi korban tabrakan kereta api dengan mobil minibus Toyota Avanza BK 1657 ABP di perlintasan kilometer 83+300, tepatnya di petak jalan antara Stasiun Laut Tador-Stasiun Tebing Tinggi, Rabu petang, 21 Januari 2026, sekitar pukul 18.24 WIB. Peristiwa nahas ini diduga akibat kelalaian sopir mobil yang meninggal dunia dalam kejadian tersebut.Plt. Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo mengatakan, tabrakan tersebut terjadi saat KA Sribilah Utama relasi dari Stasiun Rantau Prapat menuju Stasiun Medan. Namun, diduga sopir minibus kurang berhati-hati saat melihat perlintasan KA, sehingga tabrakan tidak terelakkan. Sebelum melintas masinis KA Sribilah Utama sudah membunyikan suling lokomotif berulang kali."Lalu, minibus tiba-tiba muncul dari arah samping melintas di lokasi perlintasan sebidang tanpa palang pintu tanpa sempat berhenti, diduga sopir tidak sempat menengok ke kanan dan kiri, sehingga insiden tidak terhindarkan," ucap Anwar Kamis pagi, 22 Januari 2026.Anwar mengatakan dampak atas kecelakaan tersebut membuat lokomotif dari KA Sribilah Utama mengalami kerusakan dan tidak bisa melanjutkan perjalanan sehingga harus dikirim lokomotif penolong dari Stasiun Tebing Tinggi. "Sedangkan masinis, para kru yang bertugas termasuk para penumpang KA Sribilah Utama selamat dan tidak mengalami luka-luka,” tutur Anwar.Selanjutnya petugas dari KAI bersama dengan polisi dibantu warga sekitar mengevakuasi kendaraan minibus agar bisa dijauhkan dari jalur kereta api. "Sedangkan penumpang minibus yang berjumlah delapan orang dievakusi menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi," kata Anwar. Atas kejadian ini, Anwar menyampaikan rasa duka cita atas kondisi para korban dan mengajak seluruh pengguna jalan untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan bersama."KAI Divre I Sumut menyampaikan simpati yang mendalam bagi para korban. Harapan kami, musibah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dan memastikan keamanan saat melintasi jalur kereta api," ucap Anwar.Anwar mengingatkan pengguna kendaraan bermotor, tidak ada waktu yang lebih berharga daripada nyawa manusia, sehingga lebih baik kehilangan satu menit untuk waspada, daripada kehilangan keselamatan dalam satu menit yang tidak bisa terulang kembali.Selain itu, Anwar mengimbau bagi para pengguna jalan yang melintas di perlintasan sebidang diingatkan untuk selalu memastikan jalur benar-benar aman. Sehingga kecelakaan tersebut, tidak terulang kembali dikemudian hari.“KAI Divre I Sumut mengajak peran serta seluruh masyarakat untuk turut peduli dan menjaga keselamatan dan keamanan bersama dengan lebih berhati-hati saat akan melewati perlintasan sebidang,” imbau Anwar.Delapan dari 9 penumpang minibus Avanza yang meninggal dunia tabrakan dengan kereta api di Tebing Tinggi:1. Sopir minibus, Abdul Kadir Al Jaelani (42) warga Lk. 7 Pasar IV Kel. Terjun Kac. Medan Marelan Kota Medan2. Rizal (59) warga Jalan Mutiara No 20 Desa Sigara gara Kec. Patumbak Kab. Deli Serdang.3. Daratul Lailla (40) warga Dusun III Jl. Satria Ujung Gang Sedulur Desa Mekar Sari Kec. Deli Tua Kab. Deli Serdang.4. Risnawati (57) warga JalanDeli Tua Gang Al Iman No 27 A Dsn I Desa Mekar Sari Kec. Deli Tua Kab. Deli Serdang.5. Muhammad Hafiz (4) warga Deli Tua Kab. Deli Serdang.6. Muhammad Rafka Attaqih (6) warga Deli Tua Kab. Deli Serdang.7. Asrah (80) warga Deli Tua Kab. Deli Serdang.8. Sri Devi (41) warga Medan Marelan Kota Medan.
22 Januari 2026LensaDaily - Tiga orang meninggal dunia dan 3 lainnya terluka dalam peristiwa kecelakaan maut Toyota Calya dengan Kereta Api Kisaran Express di perlintasan sebidang tanpa palang pintu Nanggar Bayu, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sabtu petang, 26 Juli 2025, sekitar pukul 17.30 WIB.Korban tewas kecelakaan maut tersebut merupakan penumpang mobil Calya. Yakni, Siti Marlina (40), M Alzam (2) dan Zulfiki (30). Sedangkan korban selamat, yakni Yusni Marzuki (43) yang merupakan sopir Toyota Calya, mengalami luka berat.Korban luka ringan, yaitu M Farel Ansori (16), Atha Nugraha (14), Adeeva Varisa Zahra Sinaga (10), Agus Joko Prayudi (30), Angki (32) dan Yasmin (2).Para korban tewas dan selamat ini, seluruhnya merupakan warga Jalan Gunung Kidul Lk XIV, Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Sumatera Utara.Kapolsek Perdagangan, AKP. Ibrahim Sopi menjelaskan menerima informasi kecelakaan tersebut, dari masyarakat. Pihaknya turun ke lokasi melakukan evakuasi seluruh korban meninggal dunia dan selamat ke Rumah Sakit (RS) Karya Husada, Kabupaten Simalungun. "Dalam kasus kecelakaan ini, meninggal dunia tiga orang dan luka-luka 7 orang, dengan kerugian materi Rp 75 juta," ungkap Ibrahim, dalam keterangan tertulis, Sabtu malam, 26 Juli 2025.Ibrahim mengungkapkan kronologi kejadian kecelakaan maut tersebut, mobil Toyota Calya yang dikemudikan Yusni Marzuki, datang dari arah Jalan Simpang Asam, Kecamatan Bandar menuju jalur utama Kabupaten Simalungun. "Lalu, mobil Toyota Calya setibanya di TKP menaiki perlintasan KA selanjutnya dari arah Asahan menuju Medan datang KA 2803 Kisaran Express/Kiss-LBU, kemudian terjadi tabrakan atau kecelakaan," kata Ibrahim. Kapolsek Perdagangan mengungkapkan kecelakaan tersebut, mengakibatkan mobil Toyota Calya terseret sekitar 50 meter dan tercampak ke sebelah kanan, dari lokasi kejadian tersebut. "Di lokasi kejadian, sopir Yusni Marzuki tidak sadarkan diri, Siti Marlina dan anaknya M. Alzam yang berada di samping sopir telah meninggal dunia. Sedangkan, Zulkifli berada di tengah kiri telah meninggal dunia, sedangkan penumpang lainnya mengalami luka-luka," jelas Ibrahim. Kini, kasus kecelakaan maut tengah dilakukan penyelidikan dan dilakukan proses oleh Satuan Lalu Lintas Polres Simalungun dan Polsek Perdagangan.
27 Juli 2025


