icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: tabrakan


16 Orang Meninggal Dunia Kecelakaan Bus ALS di Sumsel, Bobby Nasution Pastikan Penanganan Korban

LensaDaily - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengunjungi Kantor  PT Antar Lintas Sumatera (ALS) pasca kecelakaan Bus ALS nomor 346 BK 7778 DL di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis 7 Mei 2026. Total sementara korban meninggal dunia 16 orang dan korban luka masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Sumsel.Dalam kunjungan tersebut, Bobby berdialog dengan Direktur PT ALS, keluarga korban, pihak Organda, serta Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Sumut guna memastikan penanganan korban, mulai dari proses identifikasi hingga pemulangan ke kampung halaman masing-masing.“Kami turut berduka sedalam-dalamnya. Saat ini yang dibutuhkan keluarga adalah kesabaran. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara hadir untuk memastikan seluruh korban, baik yang selamat maupun yang meninggal dunia, dapat ditangani dan dipulangkan ke kampung halaman masing-masing. Artinya, Pemprov Sumut siap membantu para korban, baik yang berasal dari Sumatera Utara maupun dari luar Sumatera Utara,” ujar Bobby Nasution di Aula Kantor PT ALS, Jalan Sisingamangaraja, Medan.Bobby mengatakan, sejak malam kejadian pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terkait proses evakuasi korban dari Muratara menuju daerah asal masing-masing korban.Selain itu, Bobby menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi, termasuk pendataan manifest penumpang dan kontrol kendaraan.“Ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak, baik perusahaan otobus maupun pemerintah daerah. Manifest penumpang sangat penting untuk memudahkan identifikasi korban dan penanganan saat terjadi musibah,” katanya.Dalam kesempatan tersebut, Bobby juga menaiki salah satu bus tujuan Medan–Yogyakarta untuk berbincang dengan sopir dan penumpang. Ia mengingatkan para pengemudi agar selalu mengutamakan keselamatan berkendara serta mematuhi aturan lalu lintas.Direktur PT ALS Chandra Lubis menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan bus ALS rute Medan–Semarang yang terjadi di Sumatera Selatan. Menurutnya, pihak perusahaan telah turun langsung ke lokasi kejadian untuk memperoleh informasi terkait kondisi kru dan penumpang.“Saat ini perwakilan ALS di Sumsel sudah turun ke lapangan dan juga memberikan bantuan berupa akomodasi bagi keluarga korban yang ingin menuju Sumsel,” ujarnya.Chandra menjelaskan, total sementara korban meninggal dunia 16 orang. Ada juga korban luka masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Sumsel.Menurutnya, berdasarkan informasi awal, kondisi jalan yang kurang baik diduga menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan hingga bus mengambil jalur kanan sebelum tabrakan dengan truk tangki minyak.Ia juga menegaskan PT ALS akan bertanggung jawab terhadap keluarga korban dan memastikan santunan diberikan kepada para korban.Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sumatera Utara Nasjwin Andi Nurdin memastikan seluruh penumpang mendapatkan jaminan santunan. Namun, proses pendataan masih menunggu identifikasi korban karena sebagian korban mengalami luka bakar.“Seluruh penumpang dijamin Jasa Raharja. Namun kami masih menunggu proses identifikasi karena kondisi korban terbakar sehingga membutuhkan waktu,” katanya.Turut hadir Ketua Organda Sumut Haposan Sialagan, jajaran direksi PT ALS, serta keluarga korban, di antaranya Siti Khodijah, istri almarhum Zulfan Efendi selaku sopir Bus ALS, dan keluarga almarhum Syafruddin Nasution, kernet Bus ALS, yang diwakili kakak kandungnya, Ardeliana Nasution.

08 Mei 2026

Ambulan Bawa Mayat Tabrakan Beruntun dengan 2 Mobil di Toba, 6 Orang Terluka

LensaDaily - Tabrakan beruntun melibatkan  mobil ambulan yang membawa jenazah dengan dua mobil lainnya terjadi di ruas jalan lintas Medan - Tarutung tepatnya di Desa Gasaribu, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba, pada Senin 20 April 2026 sekira pukul 16.00 WIB. Akibat kecelakaan, enam orang mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.Kapolres Toba AKBP VJ Parapaga, melalui Kasat Lantas Iptu Janitra Giri Satya pada Selasa 21 April 2026, mengatakan, kecelakaan ini melibatkan satu unit ambulan membawa jenazah dan satu unit mobil bus serta satu unit mobil Daihatsu Terios. Kecelakaan berawal ambulan BK 8673 XL yang dikemudikan Hidupta Purba (40) warga Desa Jinabun, Kecamatan Hutabuloh, Kabupaten Karo, dengan penumpang 4 orang. Saat itu, kondisi cuaca hujan intensitas ringan.Menurut saksi yang berada di mobil ambulan, mobil tersebut berusaha mendahului kendaraan di depannya lalu berjalan terlalu ke kanan dan mengalami ban tergelincir serta hilang kendali sehingga bertabrakan dengan bus BB 7853 EA yang dikemudikan Cristiato Siahaan (19) warga Jalan Farel Pasaribu No.100, Kelurahan Sukamara, Kecamatan Siantar Marihat, Kota Pematang Siantar dengan penumpang 1 orang.Selanjutnya mobil Daihatsu Terios No Plat  BM 1873 OL yang dikemudikan oleh Erikson Bernando Hutapea (45) warga Sintong Marnipi, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba menabrak bagian Samping sebelah kanan ambulan yang datang dari arah bersamaan (Medan menuju Tarutung)."Akibat dari kecelakaan tersebut pengemudi mobil ambulan mengalami luka robek di kepala sebelah kanan, luka robek di kuping sebelah kiri dan luka memar di kaki sebelah kiri," ungkap Giri.Korban terluka lainnya, penumpang mobil ambulan yaitu Katrina Hutapea (39) warga Jalan Balige, Desa Narumonda IV, Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Toba mengalami luka robek di kepala sebelah kanan, luka robek di kuping sebelah kiri dan luka memar di kaki sebelah kiri.Endang Frida Hutahaean (40), benturan di kepala, luka lecet di kening dan benturan di kaki sebelah kiri, Jonggara Silalahi (69), luka robek di kepala sebelah kanan, luka robek di tangan sebelah kanan dan luka lecet di wajah dan Rori Divani Hutapea (23) mengalami luka memar di tangan sebelah kiri. Ketiga korban merupakan warga Desa Sintong Marnipi, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba.Pengemudi dan 4 Penumpang mobil ambulance langsung dibawa berobat ke RSU Balige. Sementara pengemudi mobil bus mengalami luka luka dan langsung dibawa berobat ke RSUD Porsea. Sedangkan pengemudi mobil Daihatsu Terios tidak mengalami luka."Kasus kecelakaan ini telah ditangani petugas unit laka lantas Polres Toba dan  ketiga kendaraan mengalami kerusakan dan sudah diamankan di Mako Polres Toba," pungkas Giri.

21 April 2026

9 Orang Tewas Tabrakan Kereta Api - Minibus di Tebing Tinggi

LensaDaily - Sembilan orang dilaporkan meninggal dunia yang menjadi korban tabrakan kereta api dengan mobil minibus Toyota Avanza BK 1657 ABP di perlintasan kilometer 83+300, tepatnya di petak jalan antara Stasiun Laut Tador-Stasiun Tebing Tinggi, Rabu petang, 21 Januari 2026, sekitar pukul 18.24 WIB. Peristiwa nahas ini diduga akibat kelalaian sopir mobil yang meninggal dunia dalam kejadian tersebut.Plt. Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo mengatakan, tabrakan tersebut terjadi saat KA Sribilah Utama relasi dari Stasiun Rantau Prapat menuju Stasiun Medan. Namun, diduga sopir minibus kurang berhati-hati saat melihat perlintasan KA, sehingga tabrakan tidak terelakkan. Sebelum melintas masinis KA Sribilah Utama sudah membunyikan suling lokomotif berulang kali."Lalu, minibus tiba-tiba muncul dari arah samping melintas di lokasi perlintasan sebidang tanpa palang pintu tanpa sempat berhenti, diduga sopir tidak sempat menengok ke kanan dan kiri, sehingga insiden tidak terhindarkan," ucap Anwar Kamis pagi, 22 Januari 2026.Anwar mengatakan dampak atas kecelakaan tersebut membuat lokomotif dari KA Sribilah Utama mengalami kerusakan dan tidak bisa melanjutkan perjalanan sehingga harus dikirim lokomotif penolong dari Stasiun Tebing Tinggi. "Sedangkan masinis, para kru yang bertugas termasuk para penumpang KA Sribilah Utama selamat dan tidak mengalami luka-luka,” tutur Anwar.Selanjutnya petugas dari KAI bersama dengan polisi dibantu warga sekitar mengevakuasi kendaraan minibus agar bisa dijauhkan dari jalur kereta api. "Sedangkan penumpang minibus yang berjumlah delapan orang dievakusi menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi," kata Anwar. Atas kejadian ini, Anwar menyampaikan rasa duka cita atas kondisi para korban dan mengajak seluruh pengguna jalan untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan bersama."KAI Divre I Sumut menyampaikan simpati yang mendalam bagi para korban. Harapan kami, musibah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dan memastikan keamanan saat melintasi jalur kereta api," ucap Anwar.Anwar mengingatkan pengguna kendaraan bermotor, tidak ada waktu yang lebih berharga daripada nyawa manusia, sehingga lebih baik kehilangan satu menit untuk waspada, daripada kehilangan keselamatan dalam satu menit yang tidak bisa terulang kembali.Selain itu, Anwar mengimbau bagi para pengguna jalan yang melintas di perlintasan sebidang diingatkan untuk selalu memastikan jalur benar-benar aman. Sehingga kecelakaan tersebut, tidak terulang kembali dikemudian hari.“KAI Divre I Sumut mengajak peran serta seluruh masyarakat untuk turut peduli dan menjaga keselamatan dan keamanan bersama dengan lebih berhati-hati saat akan melewati perlintasan sebidang,” imbau Anwar.Delapan dari 9 penumpang minibus Avanza yang meninggal dunia tabrakan dengan kereta api di Tebing Tinggi:1. Sopir minibus, Abdul Kadir Al Jaelani (42) warga Lk. 7 Pasar IV Kel. Terjun Kac. Medan Marelan Kota Medan2. Rizal (59) warga Jalan Mutiara No 20 Desa Sigara gara Kec. Patumbak Kab. Deli Serdang.3. Daratul Lailla (40) warga Dusun III Jl. Satria Ujung Gang Sedulur Desa Mekar Sari Kec. Deli Tua Kab. Deli Serdang.4. Risnawati (57) warga JalanDeli Tua Gang Al Iman No 27 A Dsn I Desa Mekar Sari Kec. Deli Tua Kab. Deli Serdang.5. Muhammad Hafiz (4) warga Deli Tua Kab. Deli Serdang.6. Muhammad Rafka Attaqih (6) warga Deli Tua Kab. Deli Serdang.7. Asrah (80) warga Deli Tua Kab. Deli Serdang.8. Sri Devi (41) warga Medan Marelan Kota Medan.

22 Januari 2026

Truk Muatan Pisang Tabrakan dengan Kereta Api di Kisaran, Palang Perlintasan Tidak Menutup

LensaDaily - Tabrakan tak terhindarkan antara truk yang mengangkut pisang dengan kereta api di perlintasan sebidang kilometer 158+1/2, tepatnya pada petak jalan di kawasan Air Joman atau antara antara Stasiun Kisaran Stasiun Tanjung Balai, Selasa petang, 13 Januari 2026. Tidak ada korban jiwa, namun truk juga lokomotif alami kerusakan dan perjalanan terlambat 2 jam.Plt Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo menjelaskan peristiwa tabrakan itu, terjadi sekitar pukul 18.09 WIB. Saat itu, KA Putri Deli relasi Medan-Tanjung Balai yang dilanggar oleh truk di lokasi kejadian itu.“Atas kejadian tersebut, masinis dan para kru yang bertugas termasuk para penumpang KA Putri Deli selamat dan tidak mengalami luka-luka,” ucap Anwar saat dikonfirmasi, Rabu pagi, 14 Januari 2026.Anwar menjelaskan berdasarkan informasi dari masyarakat, sebelum KA melintas masinis sudah membunyikan suling lokomotif berkali-kali. Datang mobil truk dengan nomor polisi BK 8323 GK dari arah Kisaran menuju Tanjung Balai. Namun, dari video yang beredar, terlihat palang perlintasan tidak menutup saat kereta api hendak melintas. "Diduga supir tidak mendengar dan melihat kanan dan kiri, sehingga insiden tidak terhindarkan," tutur Anwar.Anwar mengungkapkan meski insiden ini, tidak menimbulkan korban jiwa. Namun perjalanan kereta api mengalami keterlambatan sekitar 1 jam lebih atau 111 menit. Karena, lokomotif KA Putri Deli mengalami rusak berat dibagian depan akibat kecelakaan tersebut. "Akibat dari dari kejadian itu membuat lokomotif mengalami kerusakan parah hingga tidak bisa melanjutkan perjalanan," sebut Anwar.Anwar mengatakan dikarenakan lokomotif KA Putri Deli tidak dapat melanjutkan perjalanan, maka rangkaian ditarik ke Stasiun Kisaran dengan menggunakan lokomotif penolong. "Selanjutnya lokomotif KA Putri Deli yang semula menggunakan CC 201 83 28 diganti dengan CC 201 77 04 di Stasiun Kisaran," ucap Anwar. Anwar mengatakan KA Putri Deli baru bisa diberangkatkan kembali dari Stasiun Kisaran menuju Stasiun Tanjungbalai pukul 19.51 WIB dan mengalami kelambatan sebanyak 111 menit. "KA Putri Deli tersebut harusnya diberangkatkan kembali dari Tanjungbalai menuju Medan pukul 19.40 WIB, sehingga untuk keberangkatan kembali juga mengalami kelambatan," jelas Anwar. Atas kejadian ini, Anwar mewakili KAI Divre I Sumut meminta maaf atas kelambatan tersebut, semua pelanggan KA Putri Deli baik, yang menuju Tanjung Balai maupun yang akan berangkat ke Medan telah mendapatkan service recovery sesuai aturan yang berlaku."KAI Divre I Sumut menyesalkan masih adanya kejadian di perlintasan sebidang. Insiden semacam ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika pengguna jalan lebih waspada dan bersabar saat akan melewati perlintasan sebidang kereta api," kata Anwar.Anwar menjelaskan, bagi para pengguna jalan yang akan melewati perlintasan sebidang sudah diatur tata caranya sesuai dengan amanat Pasal 114 UU Nomor 22 Tahun 2009, setiap pengemudi kendaraan wajib berhenti sejenak ketika sinyal sudah berbunyi atau palang pintu kereta api mulai ditutup, hal ini dilakukan demi menjamin keselamatan pengguna jalan."Pengemudi juga diwajibkan untuk mendahulukan kereta api yang akan melintas agar tidak terjadi risiko kecelakaan di titik pertemuan sebidang tersebut. Kesadaran untuk memberikan hak utama kepada rangkaian kereta api merupakan kepatuhan hukum yang bersifat mutlak bagi seluruh pengendara," sebut Anwar. Terakhir, pengendara harus memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel sebelum melanjutkan perjalanan kembali secara hati-hati. Dengan mematuhi rambu dan isyarat yang ada, keamanan lalu lintas di perlintasan sebidang dapat senantiasa terjaga bagi semua pihak.“KAI Divre I Sumut mengajak peran serta seluruh masyarakat untuk turut peduli dan menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan lebih berhati-hati saat akan melewati perlintasan sebidang,” jelas Anwar.

14 Januari 2026

Kereta Api Temper Minibus di Perlintasan Liar di Deliserdang, 1 Tewas - 2 Terluka

LensaDaily - Satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan maut Kereta Api Sribilah Utama tertemper mobil Honda Mobilio di perlintasan liar tepatnya di km 27+2/3 petak jalan Stasiun Lubuk Pakam-Stasiun Araskabu, Kabupaten Deli Serdang, Jumat siang, 24 Oktober 2025, sekitar pukul 12.40 WIB.Korban tewas bernama Janry Sagala (34) warga Leuwi Bandung Desa Citeureup Kecamatan Dayehkolot Kabupaten Bandung. Janry merupakan sopir mobil Honda Mobilio D 1538 YBN naas itu.Selain korban tewas, insiden kecelakaan itu juga membuat dua korban luka-luka, yang merupakan penumpang tersebut, masing-masing bernama Deby Claudia Afrika (27) warga Pasar V Kebun Kelapa Kecamatan Beringin Kabupaten Deliserdang, dan Adelina Br Sinuraya (25) warga Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo. Berdasarkan kronologi kejadian, mobil Honda Mobilio dikemudikan Janry Sagala melintas dari lokasi kejadian menuju Jalan Lubuk Pakam-Batangkuis, Kabupaten Deli Serdang, menggunakan jalan alternatif melewati lintasan KA tanpa palang. Diduga pengemudi tidak memperhatikan adanya kereta api yang melintas, saat itu melintas KA (U51) Sribilah Utama relasi Rantau Prapat-Medan tertemper mobil tersebut. Tabrakan ini tidak dapat dihindari, mobil Honda Mobilio diseret hingga 1 Km lebih. Akibatnya, Janry Sagala tewas dilokasi kejadian. Sedangkan, 2 korban luka dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Patar Asih Kecaamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang. Kasus kecelakaan tersebut, kini ditangani oleh Satuan Lalu Lintas Polresta Deli Serdang, dengan melakukan evakuasi seluruh korban, memeriksa saksi-saksi dan olah TKP. Manager Humas PT KAI Divisi Regional I Sumut, M. As’ad Habibuddin menyampaikan duka yang mendalam bagi korban dan keluarga atas insiden ini. Lalu, turut prihatin dan menyayangkan atas kecelakaan tersebut. "Kami mengimbau agar masyarakat tidak melewati perlintasan sebidang liar. Sebab sangat berbahaya dan berpotensi fatal, seperti yang terjadi saat ini,” sebut As'ad.As'ad mengungkapkan akibat kecelakaan ini, perjalanan KA Sribilah Utama sempat terhenti 28 menit. Namun, seluruh kru dan penumpang kereta api selamat. Demi keselamatan bersama, As'ad mengatakan bahwa KAI Divre I Sumut akan segera menutup perlintasan liar tersebut. Masyarakat dipersilakan menggunakan perlintasan resmi yang tersedia palang pintu. As’ad mengingatkan kembali, bahwa seluruh pengguna jalan saat hendak melalui perlintasan sebidang wajib berhenti sejenak dan memastikan tidak ada kereta api yang akan lewat. "Kami menekankan agar masyarakat tidak membuat perlintasan sebidang liar karena membahayakan perjalanan kereta api dan masyarakat pengguna jalan," kata As'ad.

25 Oktober 2025