icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: pon


Miris! Honor Jauh dari UMP 2026, Atlet Sumut Pilih Eksodus

LensaDaily - Lebih dari 50 atlet dikabarkan mengajukan permohonan pindah ke provinsi lain dampak dari mulai kehilangan motivasi setelah merasa kurang dihargai secara finansial. Honor yang diterima atlet Pelatda yang Program Pembinaan Intensif (PPI) KONI Sumut  disebut hanya sekitar Rp1,966 juta per bulan.Angka itu dinilai jauh dari cukup untuk menunjang kebutuhan hidup, apalagi bagi atlet yang harus menjalani latihan intensif dan meninggalkan pekerjaan lain. “Iya, kali gaji segitu dengan aturan yang makin ribet,” ujar seorang atlet peraih medali PON 2024 yang enggan disebutkan namanya, Senin 11 Mei 2026.Kondisi ini memicu dilema. Di satu sisi, mereka ingin tetap membela daerah. Namun di sisi lain, kebutuhan hidup dan masa depan menjadi pertimbangan realistis. Tak sedikit yang mulai melirik provinsi lain yang dinilai lebih menjanjikan dari segi kesejahteraan dan pembinaan.Keresahan para atlet juga ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak yang menilai kepindahan atlet adalah hal wajar di tengah minimnya perhatian terhadap kesejahteraan.“Wajar atlet pindah, mereka cari yang jelas. Hidup gak ada yang gratis sekarang,” tulis salah satu netizen.Sedangkan Ketua Ikatan Atlet Nasional Indonesia (IANI) Sumatera Utara, Lamhot Simamora meminta agar KONI Sumut menambah honorium yang diterima atlet Program Pembinaan Intensif (PPI) tersebut. Sebab jumlah Rp1,96 juta dinilai jauh dari cukup."Saya sebagai mantan atlet sangat paham dengan kebutuhan atlet. Dengan Rp1,96 juta, apa yang bisa dilakukan atlet? Sangat kurang itu," tegas Lamhot ketika dihubungi, Senin 11 Mei 2026.Lamhot mengaku kaget bahwa atlet PPI KONI Sumut hanya menerima Rp1,96 juta per bulan. Jumlah itu jauh di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Utara Tahun 2026 sebesar Rp3,2 juta."Kondisi atlet Sumut sekarang ini tentu sangat memprihatinkan karena honor mereka jauh dari UMP," tegas mantan petinju juara Asia Pasifik (OPBF) tersebut.Dengan kondisi ini, Lamhot menilai wajar saja banyak atlet minta pindah dari Sumut. Sebab mereka merasa tidak dihargai. Apalagi ada provinsi lain yang menjanjikan lebih tinggi dari Sumut."Ini harus menjadi perhatian bagi pengurus KONI Sumut. KONI Sumut harus berjuang agar honor atlet PPI tersebut bisa ditambah," harapnya.Lamhot berharap agar KONI Sumut bisa fokus kepada program PPI tersebut. Anggaran-angaran yang tidak perlu berupa kegiatan seremoni bisa dialikan ke PPI."Kegiatan-kegiatan KONI Sumut yang bersifat seremoni dan honorium bisa dialihkan ke PPI. Atau mungkin bisa usulkan ke Pemprov Sumut untuk menambah anggaran," saran Lamhot. Sedangkan Ketua PPI KONI Sumut Prof Indra Kasih membenarkan honor atlet PPI Sumut sebesar Rp1,96 juta. "Para atlet sebenarnya menerima Rp2 juta, namun karena harus dipotong pajak maka menjadi Rp1,96 juta. Itu sesuai aturan Inspektorat dan BPK," ungkap Indra Kasih.Soal honor tersebut sangat minim dan jauh dari UMK, Indra Kasih menyebutkan jumlah itu sesuai dengan kemampuan anggaran yang ada. Anggaran yang ada harus dibagi dengan jumlah atlet yang menjalani program PPI. "Bukan asal-asalan kita tentukan itu besarannya. Tapi rasionya dari anggaran yang ada dibagi dengan jumlah atlet. Semua tergantung kemampuan anggaran yang ada," jelasnya.Indra Kasih menambahkan, jumlah atlet yang menjalani program PPI juga akan bertambah. Untuk tahap pertama ini sebanyak 14 cabor, kemudian bertambah 12 cabor pada Juni nanti, dan tambah cabor beregu pada Oktober."Jumlah atlet dan cabor akan bertambah nanti. Kita berharap honor atlet PPI bisa bertambah pada tahun 2027 mendatang," harapnya.

12 Mei 2026

Bobby Nasution Minta KONI Pertahankan Rangking Sumut di PON 2028

LensaDaily - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut diminta pertahankan posisi Sumatera Utara pada Pekan Olahraga Nasional (PON) NTB-NTT 2028 dan memperkuat pembinaan serta integritas atlet dalam menghadapi berbagai kejuaraan di seluruh cabang olahraga (cabor). Pembinaan atlet selama ini sudah berjalan baik dan menunjukkan hasil signifikan.Hal tersebut dikatakan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution saat menerima audiensi pengurus KONI Sumut di ruang kerjanya, Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa 7 April 2026. Turut hadir Ketua Umum KONI Sumut Hatunggal Siregar bersama jajaran pengurus, antara lain, Indra Kasih, Bambang Kencono, dan Irwan Pulungan.Dalam pertemuan itu, Bobby Nasution menilai pembinaan atlet selama ini sudah berjalan baik dan menunjukkan hasil signifikan. Hal tersebut terlihat dari capaian Sumut pada beberapa ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), yakni peringkat 8 pada PON Riau 2012, peringkat 9 pada PON Jawa Barat 2016, peringkat 12 pada PON Papua 2021, hingga menembus peringkat 4 nasional pada PON Aceh–Sumut 2024.“Untuk mendapatkan tren positif, setidaknya kita harus mempertahankan peringkat nasional sampai tiga atau empat kali. Tetapi untuk menjaga itu, perlu pembinaan atlet melalui cabang olahraga (cabor) yang intensif,” ujar Bobby Nasution.Ia juga menyoroti potensi perpindahan atlet berprestasi ke provinsi lain, meskipun sebelumnya dibina sebagai atlet asal Sumut. Menurutnya, capaian peringkat empat nasional pada PON 2024 harus diiringi dengan upaya menjaga agar atlet tidak berpindah atau “dibajak” daerah lain.“Bagaimana atlet kita tidak tertarik untuk pindah ke daerah lain, itu harus dijaga. Bila perlu ada semacam penyemangat agar mereka merasa senang di Sumut. Misalnya seperti menjadikan atlet kita brand ambassador sebuah produk nasional, atau memberikan keistimewaan seperti diskon khusus dan sebagainya,” jelasnya.Selain itu, Bobby Nasution juga mendorong KONI untuk melihat olahraga sebagai sektor potensial penggerak ekonomi. Ia menilai, olahraga dapat menjadi industri yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, sebagaimana yang terjadi di sejumlah negara.Sementara itu, Hatunggal Siregar menyampaikan pihaknya tengah merancang Program Pembinaan Intensif (PPI) 2026 untuk mempersiapkan atlet unggulan menuju PON 2028. Program tersebut meliputi latihan, try out, hingga training camp.PPI 2026 direncanakan terbagi dalam dua kelompok. Untuk kategori perorangan, sebanyak 118 atlet akan mengikuti tahap pertama dan 67 atlet tahap kedua. Sementara kategori beregu melibatkan 130 atlet, sehingga total mencapai 315 atlet. Program ini juga didukung 84 pelatih serta 52 tim pengawas dan pendamping, dan akan berlangsung pada April, Juli, serta Oktober 2026.Pihaknya pun mengapresiasi perhatian serta arahan Gubernur dalam memajukan olahraga di Sumatera Utara, termasuk melalui penyelenggaraan berbagai turnamen, baik tingkat profesional maupun umum.

08 April 2026

Gelombang Pertama Kontingen Sumut PON Bela Diri 2025 Berangkat, Terakhir Ju Jitsu

LensaDaily - Gelombang pertama 53 atlet, pelatih dan official Kontingen Sumut bertolak menuju Kudus, Jawa Tengah guna mengikuti PON Bela Diri II/2025 yang berlangsung 12 hingga 26 Oktober mendatang, Jumat 10 Oktober 2025.Ketua Umum KONI Sumut Kolonel (Purn) Hatunggal Siregar di sela-sela melepas keberangkatan kontingen menjelaskan, keberangkatan kontingen ke Kudus dibagi dalam tiga gelombang, setiap gelombang ada dua penerbangan.“Penerbangan perdana gelombang pertama berintikan atlet, pelatih dan manajer dari cabor judo dan taekwondo, plus pengurus KONI Sumut, total berjumlah 53 orang,” jelasnya.Selanjutnya penerbangan kedua Sabtu (11/10) Hatunggal Siregar akan langsung memimpin rombongan yang berjumlah 38 orang yang berintinkan atlet gulat serta taekwondo. Kemudian, penerbangan gelombang kedua 15 Oktober  memberangkatkan atlet pencak silat, dilanjutnya 16 Oktober berintikan atlet sambo dan kempo.Sedangkan gelombang terakhir, penerbangan pertama 21 Oktober diisi oleh atlet dan pelatih dari cabor wushu serta karate, dan terkahir 22 Oktober cabor Ju Jitsu.Hatunggal bersyukur, keberangkatan perdana kontingen Sumut berlangsung aman dan lancar. “Saya tadi baru komfirmasi ke official kita yang ada di Kudus, seluruh anggota kontingen telah tiba, semuanya dalam kondisi sehat dan happy,” jelas Ketua KONI Sumut itu.Pria yang senantiasa tampil energik ini berharap, kemudahan dan kelancaran kontingen Sumut tidak sekadar dalam perjalanan menuju Kudus, tetapi juga di arena pertandingan nanti.Secara terpisah Ketua Umum Pengprov PJSI Sumut Muhammad Arief Fadhillah ketika dihubungi via telepon memanjatkan syukur, perjalanan kontingen Sumut berjalan mulus, aman dan lancar.“Alhamdulillah, perjalanan lancar. Dari Medan, transit di Jakarta, untuk selanjutnya menuju Semarang. Rombongan selanjutnya dengan menggunakan bus menempuh perjalanan darat sekira dua jam menuju Kudus,” ujar Arief.Arief juga mengapresiasi KONI Sumut yang mengemas perjalanan kontingen dengan baik. “Soal komsumsi tidak ada masalah. Kami makan siang di bandara, disiapkan oleh KONI Sumut, dan setibanya di Kudus juga langsung disuguhi makan malam. Alhamdulillah semua lancar,” ujar Arief seraya menyebutkan, kondisi  pejudonya juga baik.

10 Oktober 2025

Tak Diserahkan ke Pengrov Cabor, Dispora Sumut Pastikan akan Kelola Peralatan PON 2024

LensaDaily - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) melalui  Dinas Pemuda dan Olahraga memastikan akan mengelola sarana dan prasarana peninggalan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 lalu. Hal ini termasuk peralatan yang digunakan pada perhelatan pesta olahraga nasional itu dengan Aceh dan Sumut yang menjadi tuan rumah juga akan dikelola, tidak diserahkan ke pengurus provinsi olahraga.Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Dispora) Sumatera Utara (Sumut) M Mahfullah Pratama Daulay yang menyebutkan pihaknya telah menyiapkan langkah strategis untuk mengoptimalkan kawasan olahraga milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, agar lebih produktif.Salah satunya dengan menerapkan sistem retribusi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada penggunaan venue. Pengelolaan venue olahraga dengan Sistem BLUD tersebut merupakan terobosan baru di Indonesia. Sumut akan menjadi pelopor pengelolaan venue olahraga pasca Pekan Olahraga Nasional (PON), dengan system BLUD.Hal itu disampaikannya saat temu pers yang diselenggaran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumut, dengan Tema ‘Pemberdayaan Generasi Muda, Peningkatan Prestasi Olahraga, dan Kolaborasi Menuju Sumut Berkah’. Acara tersebut diselenggarakan di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa 30 September 2025.“Ini sebagai terobosan baru di Indonesia. Cara ini akan berbeda dengan daerah lain dalam hal pemeliharaan venue olahraga pasca-penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON),” ujar Mahfullah.Mahfullah menjelaskan, ada beberapa langkah strategis yang disiapkan agar venue-venue olahraga tetap terjaga. Pertama, Gubernur Sumut telah menandatangani usulan revisi struktur organisasi kawasan olahraga. Nantinya, seluruh kawasan olahraga akan dikelola oleh satu unit pelaksana teknis (UPT) Pengelolaan Kawasan Olahraga. Kedua, terkait pembiayaan, Sumut akan menerapkan sistem retribusi BLUD.“Jika ditanya apakah Dispora sanggup mewakili Pemprovsu memelihara secara total venue-venue olahraga di Sumut? Jawabannya, kami sanggup,” tegas pria yang akrab disapa Ipung tersebut.Sistem BLUD ini, kata Ipung, sama halnya dengan yang diterapkan di rumah sakit. Setiap venue dan alat olahraga ditetapkan retribusinya, yang nantinya dipergunakan sebagai biaya perawatan.Kemudian, lanjut Ipung, Pemprov Sumut juga akan mengusulkan revisi Peraturan Daerah (Perda) tentang Retribusi. Dari delapan jenis retribusi yang ada saat ini, akan diperluas menjadi 29 jenis. “Kalau sudah masuk dalam pelayanan BLUD, kita optimis Sumatera Utara akan lebih baik dalam mengelola aset olahraga,” ujarnya.Dia menjelaskan, tujuan dari BLUD untuk meningkatkan efektifitas pengelolaan kawasan pusat olahraga, meningkatkan efektifitas pemanfaatan sarana prasarana olahraga di kawasan olahraga, meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.Dengan langkah ini, Mahfullah optimistis Sumut akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga keberlanjutan pemanfaatan venue olahraga, apalagi usai PON.Hadir pada kesempatan itu Kabid IKP Dinas Kominfo Harvina Zuhra, Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Budi Syahputra, Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Pusat Olahraga ⁠Dina Meifitri Ritonga.

01 Oktober 2025

Peringatan Haornas 2025 di Sumut Memprihatinkan, Tokoh Olahraga: 3 Tahun Tanpa Apresiasi

LensaDaily - Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-42 Tahun 2025 tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) disorot tokoh olahraga yang menilai terkesan kurang bergairah. Tiga tahun belakangan, peringatan Haornas hanya sebatas seremoni tanpa pemberian apresiasi dan juga menyatukan tekad meningkatkan prestasi olahraga provinsi ini di tingkat nasional.Ketua Umum KONI Sumut dua periode (2016-2021 dan 2021-2025) John Ismadi Lubis yang kini menjadi Staff Ahli Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, menyebutkan Haornas 2025 bagi Sumut ada duka mendalam, atas meninggalnya karateka masa depan provinsi ini asal Perguruan Shindoka, Muhammad Dhijey Lexsie (17) dan Fahri Akbar Asweet (11) akibat bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan usai mengikuti event di Padang.“Kepergiaan Lexsie dan Fahri merupakan duka bagi masyarakat olahraga Sumut. Kita doakan semoga mereka mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Masa Esa,” ujar pria setengah dari usianya berkecimpung di dunia olahraga ini.John bersama Guru Besar Olahraga FIK Unimed, Prof Agung Sunarno, dan dua pengurus KONI Sumut di masa kepengurusannya, Kisharianto Pasaribu serta Ramli Tarigan SH MH, juga mengapresiasi Pemprovsu memperingati Haornas dengan menggelar upacara di halaman kantor Gubsu, Selasa pagi.Hanya saja John, Agung, Kisharianto dan Ramli Tarigan, juga mengaku prihatian, peringatan Haornas tingkat Sumut kembali hanya sekadar seremony upacara, tidak disertakan dengan bentuk kegiatan yang sifatnya dapat menjadi stimulus bagi pelaku maupun pembina atau stakeholder olahraga, agar membuat olahraga provinsi ini lebih bergairah.“Haornas 2025 seharus menjadi momentum menjadikan Olahraga Sumut lebih bergairah guna mempertahankan prestasi menduduki empat besar pada PON XXII/2028 NTT/NTB mendatang,” ujar John.“Sepertinya sudah tiga tahun ini, Haornas di Sumut sekadar diperingati dalam bentuk upacara tanpa ada pemberian apresiasi bagi atlet, pelatih, wasit, pembina, tokoh maupun guru dan badan atau lembaga yang mendukung olahraga. Hal ini membuat kita prihatin, karena apresiasi dari pemerintah sesungguhnya sangat berarti bagi insan olahraga,” ujar John.Belum ada keterangan pasti dari Pemprovsu mengapa Haornas kembali tanpa pemberian penghargaan Pemerintah terhadap pelaku olahraga. Kalaupun efesiensi dijadikan alasan kiranya juga kurang tepat, karena hal ini bukan baru terjadi tahun ini saja, tapi sudah sejak tiga tahun terakhir.Ketika disebutkan kondisi  ini sepertinya tidak hanya terjadi di Sumut, tetapi dari tingkat pusat (Kemenpora) juga tidak seruan ke tingkat provinsi? Prof Agung Sunarno menambahkan, semestinya dalam hal ini perlu kebijakan atau kearifan lokal dari pimpinan provinsi. Apalagi Sumut di akhir 2024 sukses menjadi tuan rumah PON XXI bersama Aceh, bahkan menduduki posisi empat besar.Hanya saja, Pemprovsu memang dituntut bekerja ekstra keras karena pemberian apresiasi ini tidak terlepas dari anggaran.Begitu tambah Guru Besar FIK Unimed ini, pembangunan olahraga merupakan hal tidak dapat ditepikan. Olahraga tidak sekadar bicara kalah menang, tetapi yang terpenting adalah wadah untuk  membentuk watak dan karakter anak bangsa yang sportif, tangguh. memiliki daya saing dan berjiwa kompetitif.Di akhir komentarnya, John, Agung, Kisharianto dan Ramli kembali mengucapkan Selamat Hari Olahraga Nasional bagi seluruh insan olaraga provinsi ini.

10 September 2025