icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: polrestaput


Longsor di Taput Timbun Mobil Sayur, 2 Tewas Tertimbun - 1 Saat Menolong

LensaDaily - Tiga orang dilaporkan meninggal dunia yang menjadi korban bencana longsor yang menerjang jalan lintas di Desa Hutabarat, Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Selasa sore, 5 Mei 2026, sekitar pukul 16.30 WIB. Dua korban diantaranya penumpang mobil pikap yang tertimbun longsor, sedangkan satu korban lagi tertimbun saat berusaha menyelamatkan.Tiga korban tewas tersebut, masing-masing berinisial BN (34) warga Sitaputapu Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), DH (38) Hutagodang Kabupaten Labusel dan DS (14) Dusun Hopong, Desa Muara Tolang kecamatan Simangumban, Kabupaten Taput.Kepala Seksi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Barimbing menjelaskan sebelum terjadi tanah longsor, sekitar lokasi kejadian dilanda hujan. Saat itu melintas mobil bak terbuka yang mengangkut sayur dan langsung terseret material longsoran itu. "Tak di ketahui secara tiba-tiba longsor tebing gunung yang berada di pinggir jalan pun terjadi lalu mendorong mobil tersebut hingga ke sungai yang berada di bawah jalan," kata Walpon saat dikonfirmasi Rabu siang, 6 Mei 2026.Walpon mengungkapkan mobil pikap itu, dikemudikan oleh FA (34). Sang sopir bisa di selamatkan walau mengalami luka berat. Sedangkan, dua penumpang mobil itu, BN dan DH tak berhasil menyelamatkan diri dan meninggal dunia."Sedangkan korban meninggal dunia yang satu orang lagi berinisial DS. Menurut keterangan saksi, saat kejadian tersebut, korban saat melintas di lokasi kejadian merasa prihatin dan turun ke sungai untuk menolong mengeluarkan korban dari mobil," kata Walpon."Tiba-tiba longsor susulan pun terjadi, sehingga turut terdorong tanah dan menjepit ke mobil yang terjatuh dan nyawanya DS pun tidak terselamatkan," ucap Walpon.Walpon mengungkapkan pihaknya menerima laporan bencana alam itu, turun langsung melakukan evakuasi seluruh korban, yang selamat dan meninggal dunia tersebut. "Kini ketiga korban pun, sudah di evakuasi ke Rumah Sakit Umum (RSU) Tarutung menunggu keluarga masing-masing," ungkap Walpon.

06 Mei 2026

Update Bencana Alam di Sumut: 9 Warga di Taput Meninggal - 31 Masih Dicari

LensaDaily - Tim gabungan menemukan 9 orang dalam keadaan meninggal dunia korban bencana alam di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Berdasarkan laporan terbaru Polres Tapanuli Utara, hingga Kamis 27 November 2025 tercatat 54 kejadian bencana, terdiri dari 40 longsor, 12 banjir, serta 2 kejadian pohon tumbang akibat curah hujan tinggi sejak Senin 24 November 2025.Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Ernis Sitinjak, menjelaskan bahwa hingga saat ini 9 warga ditemukan meninggal dunia, 1 orang mengalami luka-luka, dan 31 warga masih dalam pencarian. Sementara itu, sebanyak 134 warga terpaksa mengungsi ke lokasi aman karena rumah mereka terdampak longsor maupun banjir.“Sebanyak 93 personel telah kami kerahkan untuk melakukan pencarian, evakuasi, hingga pendistribusian bantuan. Situasi di lapangan cukup menantang, namun seluruh tim bekerja maksimal dan solid bersama Basarnas, TNI, BPBD, pemerintah daerah, dan relawan. Fokus kami adalah keselamatan warga,” ujar AKBP Ernis Sitinjak.Personel Polres Taput bersama Tim Gabungan masih mempercepat pencarian di beberapa titik prioritas, terutama di Kecamatan Adiankoting dan Parmonangan yang terdampak paling parah. Pengamanan jalur, pembukaan akses tertutup material longsor, serta pendataan kebutuhan pengungsi terus dilakukan.Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombespol Ferry Walintukan menyampaikan bahwa Polda Sumatera Utara terus memperkuat langkah penanganan bencana alam dengan mengerahkan personel tambahan dan memastikan koordinasi antarlembaga berjalan optimal.“Polda Sumut memberikan perhatian serius dalam penanganan bencana ini. Kami mengapresiasi kerja keras seluruh personel dan elemen masyarakat yang terlibat langsung di lapangan. Upaya pencarian korban, evakuasi, dan penyaluran bantuan terus dipercepat. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat cuaca masih berpotensi ekstrem,” ujarnya.Hingga kini, seluruh unsur penanganan bencana tetap siaga penuh. Pemerintah daerah bersama Polri dan stakeholder terkait juga mulai menyiapkan langkah pemulihan awal bagi masyarakat yang terdampak.

27 November 2025

Polres Taput Intensif Tangani 27 Titik Bencana Banjir dan Longsor

LensaDaily - Penanganan bencana alam di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara terus dilakukan secara maksimal oleh jajaran Polres Taput bersama unsur TNI, BPBD, PUPR, Dishub, tenaga kesehatan, dan BKO Brimob Polda Sumut. Tercatat 27 titik bencana meliputi banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang, hingga Rabu pagi, 26 November 2025, pukul 10.30 WIB.Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Ernis Sitinjak, menyampaikan bahwa seluruh personel dikerahkan untuk membuka akses, mengevakuasi warga, serta memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas.Sebanyak 10 titik banjir tersebar di Kecamatan Purbatua, Pahae Jae, Siatas Barita, dan Tarutung. Ketinggian air bervariasi mulai dari 70 cm hingga mencapai 4 meter. Lebih dari 98 rumah warga terdampak, serta puluhan hektare lahan pertanian mengalami gagal panen.Beberapa akses jalan juga terputus total, khususnya di Desa Siraja Oloan, Desa Hutauruk, dan ruas Aek Siansimun–Siandorandor.Meski demikian, tidak ada korban jiwa akibat banjir di seluruh titik. Curah hujan intensitas tinggi mengakibatkan 16 titik longsor, sebagian besar berada di Jalinsum Tarutung–Sibolga dan Kecamatan Parmonangan.Satu warga atas nama Haratua Sipahutar (50) mengalami luka pada bagian kepala dan telah dirawat intensif. Sementara empat warga lainnya mengalami luka-luka akibat rumah tertimpa longsor di Desa Sitolu Ompu.Sejumlah ruas jalan nasional sempat tertutup total, namun beberapa titik sudah berhasil dibuka setelah alat berat diturunkan sejak dini hari.Di Dusun 2 Sialang, Desa Simangumban Julu, satu pohon tumbang menutupi badan jalan, menyebabkan kemacetan. Personel segera mengevakuasi batang pohon sehingga arus lalu lintas kembali normal.Dalam operasi kemanusiaan ini, diturunkan 90 personel Polres Taput, 16 personel BKO Brimob, 20 personel TNI, 7 petugas PUPR, 15 personel BPBD, 10 petugas Dishub dan 10 tenaga medis.Operasi pencarian sempat dihentikan Selasa malam dan dilanjutkan Rabu pagi karena hujan deras, angin kencang, dan minimnya pencahayaan yang membahayakan keselamatan petugas.Di beberapa wilayah, personel tetap bertahan untuk membantu warga yang mengungsi di Kecamatan Adiankoting dan Pahae Jae.Kapolres Taput, AKBP Ernis Sitinjak, menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.“Fokus kami adalah keselamatan masyarakat. Petugas di lapangan terus bekerja untuk membuka akses, mengevakuasi warga, dan memastikan titik-titik rawan tetap dimonitor. Meski cuaca masih ekstrem, kami pastikan seluruh upaya penanganan berjalan terukur dan aman,” ujarnya.Melihat intensitas hujan yang masih tinggi, Polres Taput meningkatkan patroli siaga bencana dan membuka posko informasi untuk memudahkan masyarakat mendapatkan bantuan cepat.

26 November 2025

Minum Tuak Bersama, Pria di Taput Tewas Ditikam Teman Mabuknya

LensaDaily - Gara-gara mabuk tuak, seorang pria tua di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) menikam temannya hingga tewas. Pelaku menunggu temannya itu di jalan saat hendak pulang ke rumah, usai tak terima dan sakit hati korban memukulnya di warung tuak saat keduanya cekcok mulut.Pelaku penikaman adalah Holong Hutapea (60), sedangkan korban Benget Hutauruk (58). Peristiwa pembunuhan itu, terjadi di warung tuak milik S di Jalan Umum, Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, Sabtu dini hari, 2 Agustus 2025, sekitar pukul 02.00 WIB.Berdasarkan data diperoleh, kasus pembunuhan itu bermula pelaku yang merupakan Dusun 2 Martimbang, Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Taput datang ke warung tuak tersebut, Jumat malam, 1 Agustus 2025, sekitar pukul 20.00 WIB.Tidak berselang korban yang merupakan warga Bahal Nagodang, Dusun 3 yang sama tinggal satu Desa dengan pelaku juga datang warung tuak itu. Antara pelaku dan korban merupakan teman, saat itu sama-sama menikmati tuak tersebut. Tapi, terjadi cekcok mulut Holong dan Benget. "Sekitar pukul 23.00 WIB malam itu, terjadi cekcok antara korban dan pelaku di dalam warung tuak hingga korban memukul pelaku 1 kali," kata Kasi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing, Sabtu sore, 2 Agustus 2025.Setelah itu, korban terlebih dahulu pulang kerumahnya. Sekira pukul 01.30 WIB, Benget pulang sendirian dari warung tuak menuju rumahnya berjalan kaki. Diduga sakit hati atas perbuatan korban yang memukul pelaku sebelumnya. Pelaku sudah mengintai korban dengan membawa pisau dari rumahnya."Selanjutnya, pelaku menusuk korban dengan pisaunya di bagian dada hingga korban terkapar, di jalan dan berlumuran darah hingga meninggal dunia," jelas Walpon.Pelaku melarikan diri dari lokasi kejadian. Menerima laporan peristiwa itu, petugas kepolisian turun melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi serta mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit untuk di otopasi."Pelaku berhasil diamankan tiga jam setelah kejadian. Saat itu, pelaku di Aek Ristop Tarutung sedang menunggu bus untuk melarikan diri," ungkap Walpon. Lalu, pelaku digelandang ke Mako Polres Taput untuk dilakukan pemeriksaan dan penahanan."Hasil pemeriksaan pelaku mengakui perbuatan tersebut, yang telah membunuh korban," ucap Walpon.

03 Agustus 2025

Empat Pelaku Pencuri Kerbau Ditangkap Polres Taput

LensaDaily - Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Tapanuli Utara (Taput) dibantu Polsek Siborongborong berhasil meringkus 4 pelaku pencurian ternak 2 ekor kerbau dari tempat berbeda-beda.Ke 4 pelaku pencuri kerbau tersebut yaitu Ipan (30), warga Dusun Urat Nihuta, Desa Hutabulu, Kecamatan Siborongborong, Taput, Freddi Sopian Simanjuntak (43), warga Urat Nihuta Desa Hutabulu, Kecamatan Siborongborong, Taput, Tambang Rosario Siahaan (43), warga Desa Pohan Tonga,  Kecamatan Siborong, Taput dan Iwan Denny  Boyke  Siringoringo (57),  warga Desa Sipinggan, Kecamatan  Nainggolan, Kabupaten Samosir.Penangkapan itu dibenarkan oleh Kapolres AKBP Ernis Sitinjak melalui Kasi Humas Polres Taput, Aiptu W. Baringbing, Minggu (25/5/2025).Keberhasilan tim gabungan Sat Reskrim Polres Taput dan Polsek Siborongborong mengungkap para pelaku pencurian kerbau ini, atas laporan pemilik kerbau yaitu Hariyadi Simanjuntak dan Nangkok Tampubolon di Polsek Siborongborong, Sabtu (3/5).Dalam laporan itu, kedua orang korban melaporkan bahwa  mereka kehilangan kerbau masing-masing 1 ekor yang diikat di perladangan Urat Nihuta, Desa Hutabulu, Kamis (1/5).Mereka mengetahui kehilangan kerbau yaitu esok harinya pada Jumat ( 2/5) pagi sekira 08.00 WIB, ketika mereka hendak memindahkan kerbau tersebut.Setelah tiba di tempat, tiba- tiba kedua korban pun heran kerbaunya sudah hilang. Kemudian mereka melaporkan kejadian itu ke Polsek Siborongborong.Selanjutnya Polsek Siborongborong dan Sat Reskrim Polres Taput pun melakukan penyelidikan.Satu minggu diselidiki, petunjuk dan alat bukti pun minim ditemukan oleh penyidik.Hari ke 12 setelah penyelidikan, ada informasi didapat polisi dari salah seorang saksi pemilik warung  yang bernama Mega Hutasoit.Saksi menjelaskan, pada saat kejadian, salah seorang tersangka yaitu Freddi Simanjuntak datang membeli kopi ke warungnya saat hendak mau tutup.Lalu saksi pun membungkus 2 gelas kopi di dalam plastik dan selanjutnya tersangka pergi.Mendengar informasi tersebut polisi mengembangkan keterangan saksi pemilik warung serta menyisir ulang TKP tempat hilangnya kerbau.Setelah keterangan tersebut diakui saksi, di TKP petugas pun menemukan bungkusan plastik tempat kopi tersebut.Selanjutnya pada Kamis (15/5) polisi pun menjemput tersangka Freddi Sofian Simanjuntak dan diperiksa.Lima jam diperiksa,  Freddi pun sempat mengelak namun akhirnya mengakui bahwa merekalah yang mencuri kerbau tersebut.Dalam keterangannya, Freddi Simanjuntak mengakui bahwa mereka bertiga bersama-sama dengan tersangka Ipan dan Tambang Rosario Siahaan yang mencuri kerbau tetsebut.Selanjutnya kerbau itu dijual kepada salah seorang ASN di Kabupaten Samosir yang bernama Iwan Denny  Boyke  Siringoringo.Setelah mendapat keterangan tersebut lalu polisi pun menangkap Ipan dan Tambang Rosario Siahaan hari itu dari kediamanya masing-masing.Setelah diperiksa keduanya mengakui perbuatannya.Mereka bertiga secara bersama mencuri kerbau tersebut dan menjualnya ke Iwan Denny boy Siringoringo seharga Rp22.000.000.,  dan uangnya sudah diterima dan sudah dibagi - bagi.Setelah mengamankan 3 tersangka pencurian, pada 18 mei 2025, Iwan Denny Boyke Siringoringo pun ditangkap dari rumahnya di Desa Sipinggan kecamatan Nainggolan Samosir.Saat diinterogasi di rumahnya, Iwan Siringoringo pun mengakui membeli kerbau tersebut dan diangkut dengan mobilnya. Namun kerbau tersebut sudah sempat dijual 1 ekor ke Balige Kabupaten Toba dan 1 ekor lagi masih dipeliharanya.Lalu petugas pun membawa Iwan Siringoringo bersama mobil colt diesel pengangkut kerbau tersebut serta 1 ekor kerbau ke Polsek Siborongborong untuk pemeriksaan dan pengamanan barang bukti.Lalu kerbau yang sempat dijualnya ke Balige pun dijemput petugas dari pembelinya untuk barang bukti.Saat ini 4 pelaku yang terlibat dalam pencurian dan pembeli barang curian tersebut sudah ditahan di polsek. (Darwin Nainggolan)(Tapanuli Utara)

25 Mei 2025