icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: polisi


Polda Sumut Gagalkan Pengiriman 2,7 Kilogram Sabu ke Jakarta, Dua Kurir Ditangkap di Persawahan

LensaDaily - Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut berhasil menggagalkan upaya pengiriman narkotika jenis sabu seberat 2.780,6 gram brutto dan mengamankan dua orang pelaku yang diduga berperan sebagai kurir, di wilayah Kabupaten Deli Serdang, Senin (22/12/2025).Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan adanya rencana pengiriman sabu menggunakan jalur darat. Merespons informasi tersebut, Unit 3 Subdit I Ditresnarkoba Polda Sumut langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan dan pemantauan intensif di Desa Sukamandi Hilir, Kecamatan Pagar Merbau.Sekira pukul 13.00 WIB, petugas mendapati sebuah mobil Daihatsu Xenia warna putih yang sesuai dengan ciri-ciri target melintas di lokasi. Saat akan dilakukan penyergapan, pengemudi justru berupaya melarikan diri. Dalam aksi kejar-kejaran tersebut, pelaku sempat membuang sebuah bungkusan plastik berwarna biru dari dalam kendaraan untuk menghilangkan barang bukti.Upaya melarikan diri berakhir ketika kendaraan pelaku masuk ke area persawahan, sehingga petugas berhasil mengamankan dua pria yang kemudian diketahui berinisial K (48) dan MD (36). Setelah dilakukan pencarian di lokasi, petugas menemukan kembali bungkusan plastik yang dibuang, yang berisi tiga paket narkotika jenis sabu dengan total berat 2.780,6 gram brutto.Selain narkotika, polisi juga menyita satu unit mobil Xenia, serta dua unit telepon genggam yang diduga digunakan pelaku dalam menjalankan aksinya. Di hadapan petugas, kedua tersangka mengakui bahwa barang haram tersebut merupakan milik mereka.Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol. Andy Arisandi, S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa berdasarkan hasil interogasi awal, sabu tersebut diterima dari seseorang berinisial BOY (lidik) dan rencananya akan dibawa ke Jakarta melalui jalur darat. Untuk sekali pengiriman, para pelaku dijanjikan upah sebesar Rp50 juta, atas perintah seorang berinisial RUDI (lidik). Keduanya juga mengaku telah lebih dari satu kali melakukan perbuatan serupa.“Pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan Polda Sumut dalam memberantas peredaran narkotika, khususnya jaringan antarprovinsi yang menjadikan Sumatera Utara sebagai jalur lintasan,” ujar Kombes Pol. Andy Arisandi.Saat ini, kedua tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Kantor Ditresnarkoba Polda Sumut untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Penyidik akan terus mengembangkan kasus ini guna mengungkap jaringan di atasnya, termasuk melakukan pemeriksaan lanjutan, pengiriman barang bukti ke laboratorium forensik, serta gelar perkara.Polda Sumatera Utara mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian. Sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum menjadi kunci utama dalam melindungi generasi bangsa dari ancaman bahaya narkoba.(Medan)

25 Desember 2025

Kabid Propam Polda Sumut Dicopot

LensaDaily - Kabid Propam Polda Sumut, Kombes Pol Julihan Muntaha dicopot Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto dan menjalani pemeriksaan internal buntut dugaan penyalahgunaan wewenang di lingkungan Bidpropam. Tak hanya Kombes Pol Julihan Muntaha, seorang anak buahnya Kasubbid Paminal Kompol Agustinus CP pun turut dinonaktifkan, guna memastikan proses klarifikasi dan pemeriksaan berlangsung objektif, transparan, dan tanpa intervensi.Kabid Humas Polda Sumut, Kombespol Ferry Walintukan menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari mekanisme penegakan disiplin dan pengawasan internal Polri yang berlaku secara menyeluruh.“Keputusan menonaktifkan sementara Kabid Propam J.M. dan Kasubbid Paminal A.C.P. adalah langkah organisasi yang diperlukan agar pemeriksaan berjalan lebih objektif. Ini bukan bentuk penghukuman, tetapi bagian dari proses klarifikasi yang sedang berlangsung,” ujar Kabid Humas.Dalam proses ini, Kabid Propam J.M. menjalani pemeriksaan di Mabes Polri, sedangkan Kasubbid Paminal A.C.P. menjalani pemeriksaan di Polda Sumut. Langkah pemisahan lokasi pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan proses berjalan lebih profesional, independen, dan bebas dari potensi konflik kepentingan.Kabid Humas Polda Sumut menambahkan bahwa nonaktif sementara ini berlaku sejak keputusan ditetapkan dan akan dikembalikan sesuai hasil pemeriksaan yang dilakukan.“Polda Sumut berkomitmen menyelesaikan setiap isu secara transparan. Begitu proses pemeriksaan selesai dan hasilnya diperoleh, kami akan menyampaikan secara terbuka kepada publik,” jelasnya.Polda Sumut juga mengimbau masyarakat agar tidak terpancing oleh informasi yang belum diverifikasi.“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan mempercayakan proses ini kepada tim yang bekerja. Penanganan dilakukan secara profesional sesuai aturan yang berlaku,” pungkas Kabid Humas.Langkah ini menunjukkan bahwa Polda Sumut terus menjaga integritas institusi dan memberikan kepastian bahwa setiap informasi yang berkembang akan direspons secara cepat, terarah, dan dapat dipertanggungjawabkan.Sebelumnya Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto perintahkan bentuk Tim Audit Dengan Tujuan Tertentu oleh Inspektorat Pengawasan Umum (Itwatsum) Polda Sumut untuk melakukan klarifikasi dan verifikasi menyeluruh terkait dugaan pemerasan atau penyalahgunaan wewenang dilakukan oknum pejabat Bidang Propam Polda Sumut terhadap sejumlah polisi.Tudingan ini viral di media sosial, yang di unggah akun tiktok @tan_jhonson88. Dalam akun media sosial @tan_jhonson88, terlihat berisi video bernarasikan tentang Bid Propam Polda Sumut melakukan pemerasan terhadap sejumlah kasus. Akun tersebut, mengunggah pesan yang memuat berbagai keluhan dugaan pemerasan yang dialami oleh personel polisi di bawah jajaran Polda Sumut.

25 November 2025

Ketua NasDem Sumut Terima Maaf Insiden Salah Tangkap: Jaga Kondusifitas

LensaDaily - Insiden salah tangkap yang dilakukan sejumlah aparat kepolisian dari Satreskrim Polrestabes Medan terhadap Ketua DPD NasDem Sumut Iskandar ST sudah selesai. Iskandar menerima permintaan maaf pihak kepolisian dan juga personel yang terlibat dalam insiden tersebut kini dalam pemeriksaan internal.Ketua NasDem Sumut Iskandar ST menegaskan telah menerima permohonan maaf dari pihak kepolisian atas insiden cek identitas di dalam pesawat Garuda Indonesia GA 193. Saat ini Yang terpenting adalah menjaga kondusifitas Medan, Sumut. Hal ini disampaikan Iskandar ST ketika dihubungi wartawan lewat selular, Jumat 17 Oktober 2025 petang. Ia mengatakan pihak kepolisian sudah beritikad baik menyelesaikan polemik cek identitas ini.  "(Polisi) sudah minta maaf, sudah berkomunikasi dengan baik," ujarnya.Iskandar menjelaskan selain meminta maaf, pihak kepolisian juga telah mengambil langkah tegas dengan memeriksa 4 orang anggota Sat Reskrim Polrestabes Medan."Selain minta maaf, juga sudah ada yang diperiksa," ungkapnya.Oleh sebab itu, Ketua NasDem Sumut ini menjelaskan dirinya bersama Polrestabes Medan dan pihak terkait berkomitmen untuk menyelesaikan kejadian cek identitas ini secara baik. "Kita sudah berkomitmen menyelesaikan dengan baik," ucapnya.Iskandar menjelaskan yang paling penting saat ini adalah menjaga kondusifitas di Medan, Sumut."Sudah berkomunikasi dengan baik, dan yang paling penting menjaga kondusifitas di Medan," tandasnya.Iskandar menyampaikan dirinya juga akan duduk bersama dengan pihak kepolisian, Avsec, dan maskapai Garuda untuk menjernihkan insiden cek identitas tersebut."Harapan kita kejadian ini tidak terulang lagi, jadi pelajaran juga untuk pihak bandara dan maskapai," tukasnya.Diketahui, Ketua DPD Partai NasDem Sumatera Utara, Iskandar ST mengaku sempat diperiksa identitas saat berada di dalam pesawat Garuda Indonesia GA 193 rute Kualanamu–Soekarno Hatta, Rabu petang, 15 Oktober 2025.Pada saat itu, sempat terjadi miskomunikasi antara petugas dan Iskandar. Namun masalah itu kini sudah tuntas. Para pihak sudah saling berkomunikasi untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik.

17 Oktober 2025

Warga Geram, Minta Polisi Tindak Peredaran Narkoba di Gang Cempedak Pasar VII Tembung

LensaDaily - Polisi diminta tindak tegas peredaran narkoba di Gang Cempedak Pasar VII Tembung Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, yang telah membuat  resah. Kapolrestabes Medan Kombes Pol Gidion Arif Setyawan telah menerima laporan warga tersebut.“Kami khawatir anak-anak muda di sini terjerumus. Polisi harus segera bertindak sebelum semakin parah,” kata Aris Nasution, salah seorang warga sekitar, di Deli Serdang, Senin 25 Agustus 2025.Menurut dia, aktivitas jual-beli narkotika di lingkungan tersebut sangat meresahkan masyarakat. Karena itu, warga berharap kepolisian, khususnya Polrestabes Medan bersama Polsek Percut Sei Tuan, meningkatkan patroli sekaligus melakukan penindakan berkelanjutan.Menanggapi hal itu, Kaolrestabes Medan Kombes Pol Gidion Arif Setyawan menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti informasi dari masyarakat. â€śOke, terima kasih infonya,” ujar Gidion singkat.Selain dugaan peredaraan narkoba di Gang Cempedak Pasar VII Beringin Tembung, Satres Narkoba Polrestabes Medan sebelumnya pernah melakukan penggerebekan di bantaran rel Kereta Api (KA) Tembung, pada Sabtu (15/3).Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan dua pria berinisial F (46) yang diduga sebagai bandar dan rekannya B (37). Dari lokasi, turut disita sejumlah barang bukti, serta uang ratusan ribu rupiah yang diduga hasil transaksi narkoba.“Kita mengamankan dua pria dengan barang bukti sabu dan perlengkapan lainnya. Untuk memberantas narkoba secara menyeluruh, peran aktif masyarakat sangat diperlukan,” kata Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Thommy Aruan.Pihaknya mengimbau masyarakat agar melaporkan informasi terkait narkoba melalui hotline maupun pesan di media sosial Instagram resmi  Polrestabes Medan.“Informasi yang disampaikan pasti kami tindaklanjuti,” tegasnya.

25 Agustus 2025

Viral, Mobil Propam Polres Tapsel Dikemudikan Remaja Diduga Tabrak Lari

LensaDaily - Video viral di media sosial yang merekam mobil bertuliskan 'Propam' diduga milik Polres Tapanuli Selatan kabur usai tabrak lari. Hal ini direkam seorang wanita yang diduga korban dari tabrak mobil Propam Polres Tapsel tersebut.Video tersebut memperlihatkan seorang pengemudi mobil mengejar mobil Propam Polres Tapsel. Mobil dinas polisi itu, diduga melakukan tabrak lari. Kedua mobil itu, sempat kejar-kejaran di jalan raya dengan kondisi jalan licin dan baru turun hujan, dan saling kejar sekitar Jalan Pemuda persimpangan Jalan Suprapto, Kota Medan, Minggu malam, 6 Juli 2025."Gak nyangka mobil dinas Propam polisi dibawa oleh pasangan remaja," tulis dalam narasi video viral di akun Instagram @apacerita_medan dikutip Senin 7 Juli 2025.Berdasarkan video viral, bahwa korban Fifie Wijaya membagikan video dalam akun Instagramnya, yang pertama kali dan sontak video tersebut, viral di media sosial. Dalam keterangannya, Fifie Wijaya mobilnya menjadi korban tabrak lari. Ternyata, bukan dikendarai oleh polisi melainkan pemuda dan satu orang penumpang perempuan. Satu unit mobil Propam Polres Tapanuli Selatan mendadak viral di media sosial lantaran diduga menabrak pengendara lain di Kota Medan. Dalam video yang beredar, mobil patroli milik kepolisian itu.“Wah gila sudah menabrak lari, sial. Gila ya, aduh,” sebut Fifie Wijaya, sambil merekam aksi kejar-kejaran itu dari dalam mobilnya. Fifie bahkan terlihat emosi dengan aksi tabrak lari yang dilakukan mobil Propam Polres Tapanuli Selatan. Amarahnya memuncak usai mengetahui pengemudi mobil dinas polisi itu masih anak-anak. â€śIni sepertinya yang bawa anak-anak. Ini mobilnya sudah tabrak lari. Mobil Propam tabrak orang habis itu lari,” ujarnya. Aksi kejar-kejaran itu akhirnya berhenti di Jalan Cut Mutia, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan.Lalu, Fifie langsung turun dari mobilnya dan meminta pemuda yang di dalam mobil Propam Polres Tapanuli Selatan itu untuk turun. Beberapa saat kemudian, pemuda itu langsung membuka jendela mobilnya.“Minta nomor bapak kalian. Mana nomor bapak kalian kasih ke aku. Cepat aku bilang hujan ini,” ucap Fifie. Selanjutnya, seorang perempuan keluar dari mobil tersebut. Mereka mengaku tidak kabur.“Enggak lari kami,” ujar perempuan yang belum diketahui identitasnya itu. Atas kejadian ini, baik Polres Tapsel dan Polda Sumut, belum memberikan keterangan resmi terkait video viral mobil dinas Propam Polres Tapsel.Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Tapsel, AKP Maria Marpaung membenarkan kejadian kecelakaan tersebut dan juga tak membantah jika mobil pikap tersebut dari kesatuan Propam Polres Tapsel. Ia mengatakan pihaknya melakukan penanganan peristiwa terkait video viral itu."Benar (mobil Propam Polres Tapsel)," kata Maria Senin siang, 7 Juli 2025.Maria mengatakan bahwa saat ini, dilakukan mediasi antara kedua belah pihak, menyelesaikan peristiwa ini."Sekarang sedang upaya mediasi. Segera kami kirim rilisnya ya," tutur AKP Maria.

07 Juli 2025