icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: penerbangan


Salah Tangkap Ketua NasDem Sumut Dikira Tersangka Judol, 4 Personel Satreskrim Polrestabes Medan Jalani Patsus

LensaDaily - Insiden dugaan salah tangkap Ketua DPD NasDem Sumut Iskandar ST berbuntut pada penahanan terhadap empat personel yang menjalani penempatan khusus (Patsus) oleh Bidang Propam Polda Sumut. Hal ini buntut dari pemeriksaan identitas Iskandar ST.Salah satu yang kini menjalani pemeriksaan internal tersebut, seorang perwira berinisial Iptu J. Keempat personel Satreskrim Polrestabes Medan ini diduga yang mengamankan Iskandar ST dan memerintahkannya keluar dari pesawat saat akan lepas landas dari Bandara Kualanam-Bandara Soekarno Hatta. Hal ini karena mereka mencari target operasi dengan nama yang sama."Keempat personil itu, yakni Iptu J, Aiptu JP, Aiptu AS dan Briptu ES," ungkap Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Sumut, AKBP Siti Rohani Tampubolon, Sabtu 18 Oktober 2025.Iptu J itu, berdasarkan data dihimpun bertugas sebagai Pembantu Unit (Panit) Vice Control/Judi Asusila Satreskrim Polrestabes Medan. Keempat personel Satreskrim Polrestabes Medan itu, tengah menjalani penahanan dan proses selanjutnya di Bidang Propam Polda Sumut. "Iya di Patsus di Polda Sumut," sebut Siti melalui pesan WhatsApp. Pasca insiden diduga salah tangkap terhadap Iskandar ST, di Bandara Kualanamu, pada Rabu malam, 15 Oktober 2025, sekitar pukul 19.25 WIB. Bidang Propam Polda Sumut, melakukan pemeriksaan terhadap 4 personil Satreskrim Polrestabes Medan itu."Sekarang, kami sedang memproses 4 anggota kami itu ya. Saat ini, sedang dalam proses pemeriksaan di Bidang Propam Polda Sumut," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Ferry Walintukan, di Mako Polda Sumut, Kota Medan, Jumat 17 Oktober 2025.Ferry mengungkapkan 4 personil Satreskrim Polrestabes Medan yang diperiksa berstatus penyidik pembantu, tidak ada perwira. Pihak Propam Polda Sumut mendalami ada atau tidak kelalaian atau kesalahan dalam prosedur dari anggota tersebut, yang mengakibatkan perbuatan tidak menyenangkan masyarakat seperti itu."Semua penyidik pembantu, untuk Kasat Reskrim Polrestabes Medan saat kejadian itu, berada di Polrestabes Medan. Surat tugas diteken oleh Kasat Reskrim," jelas Ferry. Ferry menegaskan bila ada indikasi kesalahan prosedur dalam insiden tersebut, pihak Polda Sumut akan memproses 4 personil Satreskrim Polrestabes Medan, sesuai dengan prosedur yang ada.Ferry menambahkan pasca kejadian tersebut, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak sudah berkomunikasi langsung dengan Iskandar ST. "Pak Kapolrestabes Medan sudah berlangsung bertelpon bersangkutan (Iskandar ST)," sebut Kabid Humas Polda Sumut itu.Ferry mengatakan insiden tersebut, berawal Satreskrim Polrestabes Medan melakukan penyidikan dan pengembangan kasus scamming dan Judi Online. "Itu benar, saat itu terjadi dari Polrestabes Medan tengah melakukan penanganan kasus scaming dan Judi Online," kata Ferry.

18 Oktober 2025

Ketua Nasdem Sumut Korban Salah Tangkap Dikira Pelaku Judol, Diamankan di Pesawat

LensaDaily - Korban salah tangkap dialami Ketua DPD NasDem Sumut, Iskandar ST, yang terjadi saat dirinya hendak terbang dari Bandara Kualanamu-Soekarno Hatta yang terjadi pada Rabu 15 Oktober 2025. Kejadian tersebut terjadi saat pesawat Garuda Indonesia, dengan nomor penerbangan GA 193 rute yang ia tumpangi bersiap lepas landas."Benar (sempat diamankan sementara di dalam pesawat Garuda Indonesia)," ungkap Iskandar ST kepada wartawan, Kamis siang, 16 Oktober 2025.Iskandar menjelaskan dengan jam penerbangan pukul 19.25 WIB. Seluruh penumpang sudah berada di dalam pesawat dan persiapan untuk lepas landas. Lalu, datang sejumlah polisi berpakaian sipil, bersama Avsec Bandara Kualanamu dan kru pesawat.Iskandar mengungkapkan bahwa petugas kepolisian itu, akan melakukan penangkapan terhadap seorang pelaku judi online yang kebetulan namanya sama, yakni Iskandar. Jadi, diduga petugas melakukan salah tangkap."Di dalam pesawat avsec dan kru Garuda. Polisi beberapa orang di garbarata setelah tau salah, langsung pergi bahkan yang pakaian preman tak ada yang ngaku sebagai polisi. Anehnya, ada surat penangkapannya," sebut Iskandar ST. Iskandar mengungkapkan bahwa polisi diduga salah tangkap itu, berasal dari Polrestabes Medan. Tapi, harus dilakukan kroscek kembali. "Benar, informasi dari Polrestabes Medan coba dicrosscheck," katanya. Selain dilakukan pemeriksaan sementara, Iskandar mengaku dirinya sempat diturunkan dari pesawat. Sehingga penerbangan juga sempat delay. "Hanya karena sama nama Iskandar (jadi target penangkapan) dan sempat diturunkan (dari pesawat)," kata Iskandar.

16 Oktober 2025

Gubernur Sumut Bobby Penerbangan Perdana Pesawat Amfibi ke Danau Toba, 2026 Resmi Beroperasi

LensaDaily - Penerbangan perdana pesawat Amfibi atau Seaplane dari Bandara Silangit dan mendarat di Pelabuhan Mariana Resort, Danau Toba dilakukan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhamamd Bobby Afif Nasution, sebagai percobaan yang akan mulai beroperasional mulai tahun depan 2026. Transportasi baru di Danau Toba ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, pariwisata, dan pelayanan publik, terutama daerah kepulauan dan pesisir.Hal itu disampaikan Bobby Nasution usai melakukan Demo Flight Pesawat Amfibi (Seaplane) di Pelabuhan Mariana Resort, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Senin 22 September 2025. “Ini salah satu pendekatan transportasi menuju Danau Toba, khusus Pulau Samosir. Di sini ada penginapan yang kita tahu bintang lima, yang menjadi pendaratan untuk pesawat amfibi,” ujarnya.Setelah ini, lanjutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir serta instansi yang terkait akan melanjutkan ke Kementerian Perhubungan, guna menguruskan semua izin yang berkaitan. Karena meskipun mendarat di air, namun tidak boleh sembarangan.“Tadi kita sudah mencoba demo flight dari Bandara Silangit. Demo flight adalah salah satu syarat dimana tempat pendaratan. Rasa enak,” ungkap Bobby, saat ditanya wartawan.Bobby berharap, dengan bertambahnya moda transportasi yang ada di Provinsi Sumut, khususnya Kawasan Danau Toba, maka akan ada pertumbuhan kunjungan wisatawan.Seaplane sendiri ditargetkan bisa beroperasional di kawasan Danau Toba, secara komersil paling lambat tahun 2026. Pemprov Sumut nantinya juga mencoba untuk mengajak maskapai lainnya untuk berkolaborasi, agar para pengunjung Danau Toba bisa menggunakan seaplane atau pesawat amfibi tersebut.“Nanti kita coba sampaikan ke beberapa maskapai, agar penumpang yang menuju Danau Toba bisa langsung naik ini (Seaplane),” ucapnya.Sementara Direktur Utama (Dirut) PT Parna Raya Group Charles A Simbolon mengatakan, kehadiran pesawat amfibi ini diharapkan bisa memberikan kemudahan akses bagi wisatawan, serta mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.“Mudah-mudahan pengunjung pariwisata di kawasan Danau Toba semakin bertambah. Apalagi Badan Otoritas Danau Toba telah menargetkan kunjungan wisatawan dari 700.000 jiwa menjadi 1 juta wisatawan,” ujarnya.Diketahui bahwa PT Parna Raya Group merupakan salah satu investor penerbangan pesawat amfibi di Danau Toba. Pesawat yang digunakan saat demo flight di perairan Danau Toba adalah pesawat model baru buatan tahun 2023. Ini merupakan penerbangan pesawat Amfibi perdana yang mendarat di Danau Toba.“Ini inisiatif Gubernur Sumut bersama Bupati Samosir dan Samosir. Kalau semua lancar, paling lambat tahun depan sudah bisa digunakan masyarakat. Mengenai rute dan harga, nanti akan dilakukan pembahasan setelah ini,” ujarnya.Turut hadir pada demo flight tersebut Bupati Samosir Vandiko Gultom serta pimpinan OPD Pemprov dan Pemkab Samosir.

23 September 2025