icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: mwausu


Dihadapan Wamen PTST, Bobby Nasution Titipkan Nasib Mahasiswa Sumut Korban Bencana

LensaDaily - Mahasiswa yang terdampak bencana banjir dan longsor Sumatera yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada November 2025 lalu diharapkan mendapat relaksasi biaya pendidikan dari pemerintah. Dampak bencana tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap keberlangsungan pendidikan generasi muda.Hal ini dikatakan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution saat pelantikan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) periode 2026–2031 di Auditorium USU, Jalan Dr Mansyur, Medan, Rabu 28 Januari 2026. Muryanto Amin kembali dipercaya memimpin USU untuk periode kedua dan dilantik langsung oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USU Agus Andrianto. Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen PTST) Prof Dr Fauzan."Kita ketahui bukan hanya nyawa yang hilang, namun harta benda juga hilang. Oleh karena itu, kami meminta pada Bapak Wamen untuk dapat memberikan relaksasi pada mahasiswa yang tertimpa bencana. Kami mohon ada keringanan membayar uang kuliah bagi warga kami yang terdampak," ujar Bobby di hadapan Wamen PTST Fauzan.Menurut Bobby, kebijakan tersebut sangat krusial agar semangat belajar mahasiswa tidak surut akibat kondisi ekonomi pascabencana. "Mudah-mudahan ini dapat meningkatkan semangat belajar untuk anak kami di Sumut, untuk terus menimba ilmu dan memajukan bangsa negara ini ke depan," tambahnya.Kepada rektor yang baru dilantik, Bobby juga menyampaikan ucapan selamat sekaligus menekankan pentingnya integrasi antara dunia akademik dan kebutuhan dunia kerja di Sumut, terutama dalam mendukung sektor hilirisasi."Lulusan perguruan tinggi ke depan tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tetapi juga harus siap kerja, siap berinovasi, bahkan siap menciptakan lapangan kerja. Kita membutuhkan tenaga ahli untuk mendukung industri pengolahan agar hasil perkebunan kita tidak lagi dijual mentah, tetapi menjadi produk bernilai tambah tinggi," katanya.Sementara itu, Wamen PTST Prof Dr Fauzan dalam arahannya memberikan tantangan bagi kepemimpinan USU ke depan. Ia menegaskan bahwa universitas harus mampu menjadi jawaban atas kegelisahan masyarakat."USU tidak bisa hanya dijalankan dengan leadership yang biasa-biasa saja. Gerak langkah tidak boleh sama dengan kemarin, mesti hari ini lebih baik dari kemarin. Kampus harus menjadi ekosistem sosial yang menjawab perkembangan persoalan masyarakat," tutur Fauzan.Sebelumnya, Ketua MWA USU Agus Andrianto meminta agar seluruh perbedaan selama proses pemilihan rektor segera diakhiri demi kemajuan institusi. Menurutnya, pemilihan rektor merupakan ruang demokrasi, namun seluruh proses tersebut bermuara pada tujuan yang sama, yakni membangun USU agar semakin baik. Perguruan tinggi, lanjutnya, harus menjadi lokomotif teknologi yang berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi."Keberhasilan tidak lahir dari hanya peran individu namun diperkuat dengan kerja sama oleh seluruh civitas dalam melahirkan ide baru untuk memajukan dan memberikan pengabdian pada bangsa dan negara," katanya.Menanggapi berbagai harapan tersebut, Rektor USU Muryanto Amin menyatakan komitmennya untuk menjadikan USU sebagai pusat solusi di tengah masyarakat melalui penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi."Dunia tidak berhenti berpacu. Kita harus mengajak kerja sama seluruh pihak agar USU dapat menjadi lokomotif untuk menjawab semua permasalahan di tengah masyarakat," pungkas Muryanto.Pelantikan tersebut turut disaksikan oleh Wakil Gubernur Sumut Surya, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap, unsur Forkopimda, jajaran civitas akademika USU, serta tamu undangan lainnya

29 Januari 2026

Muryanto Amin Rektor USU Periode 2026-2031

LensaDaily - Universitas Sumatera Utara (USU) kembali dipimpin Prof Dr Muryanto Amin, S.Sos, M.Si, sebagai rektor periode 2026-2031. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USU, Jenderal Polisi (Purn.) Agus Andrianto, SH, MH, bertempat di Auditorium USU, Rabu 28 Januari 2026.Ketua MWA yang juga menjabat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia tersebut melantik Prof Dr Muryanto Amin sebagai Rektor USU ke-17 untuk masa jabatan kedua berdasarkan Surat Keputusan MWA Nomor 9/UN5.1.MWA/SK/TP.00.00/2025 Tanggal 18 November 2025 Tentang Pemberhentian Rektor Universitas Sumatera Utara Periode 2021-2026 dan Pengangkatan Rektor Universitas Sumatera Utara Periode 2026-2031. Turut hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah pejabat penting negara, para kepala daerah, anggota DPR/DPD RI, konsulat negara sahabat, para rektor USU periode sebelumnya, pimpinan perguruan tinggi, alumni, mitra industri dan tokoh masyarakat/agama/adat. Di antaranya Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia Prof Dr Fauzan, M.Pd, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, serta unsur Forkopimda Sumut.Dalam sambutannya, Ketua MWA USU menyampaikan ucapan selamat sekaligus bersyukur atas selesainya seluruh rangkaian proses penjaringan, penyaringan dan pemilihan Rektor USU yang dilaksanakan dengan baik. Di mana hal tersebut telah menunjukkan komitmen USU sebagai PTNBH dalam menjaga tata kelola yang tertib, transparan, dan sah secara kelembagaan.“Pemilihan rektor adalah ruang demokrasi akademik yang wajar menghadirkan dinamika dan perbedaan gagasan, namun semuanya bermuara pada tujuan yang sama yakni membangun USU yang lebih baik,” ujarnya Agus Andrianto.Ia menandaskan, bahwa rektor bukan hanya pemegang mandat administratif, tetapi juga penjaga marwah akademik, pengarah peradaban ilmu pengetahuan, dan penentu arah masa depan universitas. â€śKarena itu, pelantikan hari ini adalah awal babak penting bagi penguatan institusi serta peningkatan kontribusi USU bagi kemajuan bangsa. Hari ini kita tegaskan kembali, tidak ada pihak yang kalah dan tidak ada pihak yang menang, karena yang harus menang adalah Universitas Sumatera Utara. Mari kita tutup perbedaan yang tidak produktif dan membuka lembaran baru kebersamaan. Kita adalah satu USU, satu komunitas ilmiah, satu rumah besar akademik yang harus bergerak bersama untuk kemajuan universitas,” tandas Ketua MWA USU.Agus Andrianto menitipkan pesan strategis kepada Rektor USU, yaitu perkuat tata kelola universitas yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. Perkuat kualitas tridarma agar relevan dan berdampak. Dorong riset dan inovasi yang solutif, tidak hanya publikatif. Bangun kolaborasi kuat dengan pemerintah, industri, mitra global, alumni, dan masyarakat. Rajut kembali soliditas internal, karena universitas besar hanya tumbuh dengan kebersamaan.Sementara itu, Prof Dr Muryanto Amin dalam sambutannya seusai dilantik, menyampaikan ucapan terima kasih kepada MWA dan Senat Akademik USU yang telah melaksanakan proses pemilihan Rektor Universitas Sumatera Utara Periode 2026-2031.“Lima tahun lalu, tepatnya tanggal 28 Januari 2021, saya dilantik sebagai Rektor Universitas Sumatera Utara periode 2021-2026. Saat itu, tidak mudah melakukan konsolidasi program karena terhalang masa pandemi Covid. Tetapi, dengan niat, tekad, dan usaha yang terus-menerus, Universitas Sumatera Utara telah meletakkan fondasi yang kuat menjadi universitas kelas dunia," tutur Muryanto mengisahkan perjalanan USU saat pertama kali ia menjabat sebagai rektor.Tahun 2021 itulah, QS WUR menempatkan posisi USU pertama sekali di peringkat 1201+ dan sudah beranjak ke peringkat 1001. Kemudian disusul, THE WUR di peringkat 1500, THE Impact di peringkat 601, dan berbagai pemeringkatan internasional lainnya selama kurun waktu 5 tahun (2021-2026),” tambah Muryanto.Menurutnya, jika dianalogikan sebagai balapan mobil, USU telah menyelesaikan lap pertama, dari start 2021 hingga finish di 2026. Di era yang disebut sebagai hyper competition ini, dunia tidak pernah berhenti berpacu dan antar negara selalu berkompetisi seperti dalam sirkuit.“Tentu kita akan kesulitan jika kita ingin mengikuti negara-negara besar dan kampus besar dunia dengan gaya yang sama. Kita harus tetap berada di dalam arena sirkuit sekaligus meletakkan diferensiasi lokal sebagai keunggulan yang harus ditampilkan secara global. Semua kita harus menjadi satu kesatuan yang utuh, menciptakan inovasi tentang race stretegist. Itulah pentingnya team work,” ujar Prof Muryanto, optimis.Ditegaskannya, bahwa saat ini, setiap perubahan yang terjadi di dunia sangat sulit diprediksi. Maka kita semua harus menggunakan momentum tersebut melakukan transformasi sekaligus membangun Indonesia inkorporasi. Indonesia yang bersatu, yang mengkonsolidasikan semua kekuatan, mengkonsolidasikan semua keunggulan profesi untuk bersama-sama memacu diri memenangkan kompetisi dalam arena sirkuit. Hanya dengan inovasi, cara-cara baru, kerja keras, dan disiplin yang tidak pernah berhenti, kita akan tetap diperhitungkan.“Pada lap ke-2 arena sirkuit berikutnya di tahun 2026-2031, mari kita secara bersama-sama memanfaatkan momentum perubahan dunia ini sebagai kawah candradimuka untuk kita bertransformasi, memanfaatkan semua kekuatan yang ada, membangun Indonesia inkorporasi untuk menjadi champions di hiper kompetisi. Niat dan kerja keras kita, bukan hanya untuk membangun Universitas Sumatera Utara, tetapi kita juga membangun Negara Pancasila, Merah Putih, dan NKRI,” tandas Muryanto. Muryanto Amin juga berterima kasih kepada seluruh unsur pimpinan, civitas akademika dan alumni yang selama ini telah mendukung dan membantunya sepanjang periode pertama dan berharap dukungan yang sama untuk lima tahun ke depan.Dalam kesempatan tersebut juga sekaligus dilakukan peluncuran Konsorsium Nasional Perguruan Tinggi untuk Ketahanan Bencana Alam oleh para rektor dari 10 perguruan tinggi, yakni Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Sumatera Utara, Universitas Syiah Kuala, Universitas Malikusaleh, Universitas Samudera, Universitas Andalas, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Teuku Umar, Institut Pertanian Bogor dan Universitas Negeri Semarang.Rektor Universitas Gorontalo selaku Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri menyerahkan rompi secara simbolis kepada Rektor USU sebagai ketua konsorsium, disaksikan oleh Wamen Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof Dr Fauzan, M.Pd dan Dirjen Riset dan Pengembangan Pendidikan Dr Fauzan Adziman, ST., M.Eng.

28 Januari 2026

Ini Alasan Kemendiktisaintek Tunda Pemilihan Rektor USU Periode 2026-2031

LensaDaily - Pemilihan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) periode 2026-2031 tingkat Majelis Wali Amanat (MWA) ditunda Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI. Penundaan ini dikabarkan terkait dugaan kecurangan pemilihan Rektor USU periode 2026-2031 dan Kemendiktisaintek menurunkan Tim Investigasi. Hal ini dikatakan Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor USU Prof. Dr. Tamrin, M.Sc. Ia mengatakan dugaan kecurangan tersebut saat proses pemilihan berdasarkan informasi dari pemberitaan media. "Mungkin yang ada berita di media yang berkaitan dengan kecurangan," sebut Prof. Tamrin, Kamis malam, 2 Oktober 2025.Disinggung dugaan kecurangan Pemilihan Rektor USU periode 2026-2031 di tingkat Senat Akademik (Akademik) tidak membantahnya. Prof. Tamrin menyerahkan proses penyelidikan dari tim investigasi Kemendiktisaintek."Ia mungkin, biarlah pihak Kementrian (Kemendiktisaintek) menjalankan tugasnya demi mencari kebenaran," ucap Prof. Tamrin. Sedangkan, Majelis Wali Amanat (MWA) USU menggelar rapat pleno menyikapi surat Kemendiktisaintek RI, terkait ditunda atau diundur pemilihan Rektor USU. Rapat tersebut digelar di Jakarta, Kamis 2 Oktober 2025. Rapat itu, dihadiri oleh Mendiktisaintek, Brian Yuliarto dan Ketua MWA USU, Agus Andrianto dan seluruh anggota MWA USU."Tadi sudah rapat pleno MWA hadir Mentri Pendidikan disamping ketua MWA," ungkap Prof. Tamrin.Tamrin mengatakan hasil putusan rapat pleno MWA USU, Pemilihan Rektor USU ditunda sekitar 2 pekan atau 3 pekan mendatang."Hasil rapat memutuskan pemilihan rektor ditunda 2 atau 3 minggu setelah diadakan investigasi," kata Prof Tamrin. Diberitakan sebelumnya, dalam surat Kemendiktisaintek, dengan nomor surat : 2354/A/HÎś.00.00/2025. Hal : Tanggapan terkait Konfirmasi Jadwal Rapat MWA untuk Pemilihan Rektor USU Periode 2026-2031, tertanggal 30 September 2025."Menindaklanjuti surat dari Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Sumatera Utara (USU) dengan Nomor Surat 116/UN5.1.MWA/TP.00.03/2025 tanggal 15 September 2025 perihal Konfirmasi Jadwal Rapat MWA untuk Pemilihan Rektor USU Periode 2026-2031, dengan ini kami sampaikan permohonan maaf bahwa kegiatan pemilihan tersebut belum dapat dilakukan pada tanggal yang diajukan yaitu Kamis, 2 Oktober 2025 bertempat di Gedung A, Lt. 2 Komplek Kemendikbud," tulis dalam surat itu, dikutip wartawan, Rabu malam, 1 Oktober 2025.Surat tersebut, beredar dikalangan jurnalis di Kota Medan. Dalam surat itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, meminta pemilihan Rektor USU diundur sementara. "Sehubungan dengan hal tersebut, Pemilihan Rektor USU akan diundur dengan mencari alternatif waktu lainnya yang akan diinformasikan langsung," tulis dalam surat itu.Diberitakan sebelumnya, pemilihan Rektor USU, ditingkat Senat Akademik (SA) USU, Setelah melakukan voting (one man one vote), sebanyak 112 anggota senat melaksanakan pemilihan yang demokratis, jujur dan adil.Hasil rekapitulasi pemilihan Rektor USU tersebut, suara tertinggi diperoleh Prof. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., yang meraih 53 suara, nomor urut dua suara terbanyak adalah Prof. Poppy Anjelisa Z Hasibuan yang mendapat 18 suara dan suara ketiga terbanyak adalah Prof. Isfenti Sadalia sebanyak 16 suara.

03 Oktober 2025

Kemendiktisaintek Tunda Pemilihan Rektor USU Periode 2026-2031

LensaDaily - Pemilihan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Periode 2026 2031 tingkat Majelis Wali Amanat (MWA) USU ditunda. Sesuai jadwal, pemilihan tingkat MWA tersebut digelar di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI hari ini, Kamis 2 Oktober 2025.Hal ini diketahui beredarnya surat dari Kemendiktisaintek soal pembatalan jadwal Rapat MWA untuk pemilihan Rektor USU periode 2026-2031. Tidak diketahui alasan penundaan atau mundurnya pemilihan Rektor USU periode 2026-2031 oleh Kemendiktisaintek yang ditandatangani Sekjen, Togar Mangihut Simatupang."Iya, memang benar informasinya kalo Pemilihan Rektor oleh MWA ditunda," kata Kepala Humas, Promosi, dan Protokoler USU, Amalia Meutia, dalam keterangan tertulis, Kamis pagi, 2 Oktober 2025.Disinggung apa alasan Kemendiktisaintek menunda pelaksanaan pemilihan Rektor USU tingkat MWA diundur. Amalia mengaku tidak tahu alasan pengunduran tersebut. "Saya tidak mengetahui sebabnya apa. Penyebabnya tidak dijelaskan dalam surat yang dikirimkan oleh Kementerian. USU masih menunggu informasi selanjutnya dari Kementerian," jelas Amalia. Amalia mengatakan bahwa jajaran MWA USU akan menggelar rapat internal membahas surat dikeluarkan Kemendiktisaintek terkait dengan penundaan atau diundur pemilihan Rektor USU itu."Hari ini, akan ada rapat MWA di Jakarta membahas perihal penundaan Pemilihan Rektor. Kita tunggu saja hasilnya ya," ungkap Amalia. Diberitakan sebelumnya, dalam surat Kemendiktisaintek, dengan nomor surat : 2354/A/HÎś.00.00/2025. Hal : Tanggapan terkait Konfirmasi Jadwal Rapat MWA untuk Pemilihan Rektor USU Periode 2026-2031, tertanggal 30 September 2025."Menindaklanjuti surat dari Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Sumatera Utara (USU) dengan Nomor Surat 116/UN5.1.MWA/TP.00.03/2025 tanggal 15 September 2025 perihal Konfirmasi Jadwal Rapat MWA untuk Pemilihan Rektor USU Periode 2026-2031, dengan ini kami sampaikan permohonan maaf bahwa kegiatan pemilihan tersebut belum dapat dilakukan pada tanggal yang diajukan yaitu Kamis, 2 Oktober 2025 bertempat di Gedung A, Lt. 2 Komplek Kemendikbud," tulis dalam surat itu, dikutip wartawan, Rabu malam, 1 Oktober 2025.Surat tersebut, beredar dikalangan jurnalis di Kota Medan. Dalam surat itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, meminta pemilihan Rektor USU diundur sementara. "Sehubungan dengan hal tersebut, Pemilihan Rektor USU akan diundur dengan mencari alternatif waktu lainnya yang akan diinformasikan langsung," tulis dalam surat itu.Diberitakan sebelumnya, pemilihan Rektor USU, ditingkat Senat Akademik (SA) USU, Setelah melakukan voting (one man one vote), sebanyak 112 anggota senat melaksanakan pemilihan yang demokratis, jujur dan adil.Hasil rekapitulasi pemilihan Rektor USU tersebut, suara tertinggi diperoleh Prof. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., yang meraih 53 suara, nomor urut dua suara terbanyak adalah Prof. Poppy Anjelisa Z Hasibuan yang mendapat 18 suara dan suara ketiga terbanyak adalah Prof. Isfenti Sadalia sebanyak 16 suara.Sementara calon rektor lainnya yang mendapat suara keempat terbanyak dan berturut-turut adalah Prof. Himsar Ambarita dengan 13 suara, Dr. Dr. Johny Marpaung meraih 9 suara, Prof. Hasim Purba meraih 2 suara, sisanya yakni Dr. Firman Syarif dan Prof. Syahril Efendi mendapatkan 0 suara. Adapula 1 suara yang dianggap batal. Setelah pemilihan Rektor USU di tingkat Senat Akademik, dilanjutkan dengan pemilihan di tingkat MWA oleh 21 anggota MWA USU.

02 Oktober 2025

3 Calon Rektor USU 2026-2031 Suara Terbanyak Resmi Terpilih, Ditentukan MWA di Kemendiktisaintek

LensaDaily - Tiga calon Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Periode 2026-2031 resmi terpilih dari delapan calon yang lolos penjaringan untuk audisi. Hasil pemilihan itu sendiri telah menetapkan tiga calon yang kemudian akan dipilih oleh 21 Anggota Majelis Wali Amanat (MWA) di Jakarta.Pemilihan yang dilakukan Senat Akademik USU ini dengan melakukan voting (one man one vote), sebanyak 112 anggota senat melaksanakan pemilihan yang demokratis, jujur dan adil. Tiga calon tersebut adalah Prof. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., yang meraih 53 suara, nomor urut dua suara terbanyak adalah Prof. Poppy Anjelisa Z Hasibuan yang mendapat 18 suara dan suara ketiga terbanyak adalah Prof. Isfenti Sadalia sebanyak 16 suara.Sementara calon rektor lainnya yang mendapat suara keempat terbanyak dan berturut-turut adalah Prof. Himsar Ambarita dengan 13 suara, Dr. Dr. Johny Marpaung meraih 9 suara, Prof. Hasim Purba meraih 2 suara, sisanya yakni Dr. Firman Syarif dan Prof. Syahril Efendi mendapatkan 0 suara. Adapula 1 suara yang dianggap batal. Ketua Senat Akademik USU, Prof. Budi Agustono yang membuka acara mengapresiasi seluruh Senat Akademik (SA) yang hadir untuk menyukseskan agenda pemilihan rektor periode mendatang. “Ini adalah agenda penting, karena suara kita akan menentukan nasib USU ke depan dalam memilih orang-orang terbaik yang akan nantinya menduduki jabatan rektor,” ujarnya.Setelah pemilihan oleh Senat Akademik, Prof. Budi Agustono menjelaskan bahwa masih ada satu proses lagi yang harus dijalankan, yakni pemilihan oleh MWA USU. “Jadi yang tiga besar calon rektor tadi akan dipilih di Kemendiktisaintek oleh anggota-anggota MWA pada tanggal 2 Oktober 2025,” katanya.Prof. Budi Agustono berharap hasil pemerolehan suara dari Senat Akademik adalah hasil yang terbaik untuk kemajuan USU. Ia mengatakan, para calon yang mengikuti kontestasi sejatinya adalah  orang-orang yang peduli untuk kemajuan USU, namun para anggota Senat Akademik harus memilih siapa yang menurut mereka terbaik dari yang baik.“Saya berharap proses pemilihan ke depan yang dilakukan oleh MWA bisa berjalan dengan lancar. Kita juga meminta semua pihak untuk menghormati hasil dari pemilihan yang telah dilakukan dan mendukung penuh siapapun yang nantinya akan menjadi nakhoda USU periode berikutnya,” tegas Guru Besar Ilmu Sejarah ini.

25 September 2025