icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: kelapasawit


Dua Pelaku Pencurian TBS di PTPN-4 Bah Jambi Ditangkap Polres Simalungun

LensaDaily - Pencurian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang kerap terjadi di kawasan perkebunan PTPN-4 Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, akhirnya pelakunya terungkap. Polres Simalungun menangkap pelaku pencurian dan penadah TBS hasil pencurian tersebut.Peristiwa pencurian terjadi pada Minggu, 2 November 2025 sekira pukul 17.00 WIB di Nagori Moho, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun. Petugas kemudian mengamankan dua orang pelaku, yakni ARP (27) berperan sebagai pelaku utama pencurian TBS dan H alias Pitek (40), berperan sebagai penadah hasil curian dan dijerat Pasal 480 KUHP. Penangkapan berlangsung Minggu 2 November 2025.Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Herison Manulang, S.H., menjelaskan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras tim yang dipimpin langsung oleh Kanit Jatanras IPTU Ivan Purba, S.H.“Pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen dan pelayanan Polri dalam memberantas tindak pidana pencurian hasil perkebunan yang merugikan perusahaan dan negara,” ujar AKP Herison Manulang, Senin 3 November 2025.Menurutnya, kasus ini terkait tindak pidana memanen dan/atau memungut hasil perkebunan serta menadah hasil perkebunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 jo Pasal 111 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan.Dalam penangkapan tersebut, turut disita sejumlah barang bukti berupa 1 unit mobil Grandmax warna hitam BK 8962 TQ, 27 buah TBS kelapa sawit, dan 1 unit timbangan pikul kapasitas 100 kilogram.AKP Herison menjelaskan, pengungkapan bermula dari informasi masyarakat yang menyebut sering terjadi pencurian TBS di Blok 010 “J” Saben Afdeling II PTPN-4 Bah Jambi.“Menindaklanjuti laporan itu, pada pukul 16.30 WIB tim Opsnal melakukan penyelidikan di lokasi. Petugas melihat mobil pick up warna hitam sedang mengangkut TBS dari kebun PTPN-4 dan langsung membuntuti kendaraan tersebut,” tutur Kasat Reskrim.Mobil itu diketahui menuju UD Adil di Nagori Moho. Di lokasi tersebut, petugas kemudian melakukan penangkapan terhadap dua pelaku berikut barang bukti hasil curian.Kanit Jatanras IPTU Ivan Purba, S.H., yang memimpin langsung penangkapan tersebut, menyebut keberhasilan ini tak lepas dari kecepatan dan ketelitian anggota di lapangan.“Begitu barang bukti dan pelaku diamankan, keduanya langsung dibawa ke Mapolres Simalungun untuk proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.AKP Herison menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah perkebunan untuk menekan angka pencurian hasil sawit.“Kami mengimbau masyarakat agar tidak tergoda melakukan pencurian hasil perkebunan karena perbuatan tersebut merupakan tindak pidana yang akan diproses sesuai hukum. Kami juga berharap masyarakat aktif melaporkan setiap aktivitas mencurigakan demi terciptanya keamanan dan ketertiban bersama,” pungkasnya.

03 November 2025

Tulang Belulang Dalam Pohon Aren Hebohkan Warga Sergai Sumut

LensaDaily - Warga Desa Pematang Ganjang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) geger dengan temuan tulang belulang manusia di dalam pohon aren. Tulang belulang manusia dalam pohon aren yang telah tumbang yang sudah mati oleh dua orang saat akan mengambil kelapa sawit.Temuan tersebut lalu dilaporkan ke polisi. Menerima laporan ditemukan tulang belulang manusia tersebut, Tim Inafis Polres Sergai dan Polsek Firdaus turun melakukan pengecekan TKP dan pengumpulan barang bukti di lokasi itu pada Selasa sore, 9 September 2025, sekitar pukul 16.15 WIB.Ps Kasi Humas Polres Sergai, Iptu LB Manullang, menjelaskan hasil olah TKP di lokasi penemuan tulang belulang manusia itu, diamankan barang bukti berupa satu helai celana panjang warna hitam, satu helai baju warna biru dengan tulisan Justrun.Lalu, satu unit handphone merk Nokia warna hitam, 1 buah gelang terbuat dari aluminium warna silver, dan kerangka tulang belulang manusia. "Di Tempat kejadian ditemukan, bahwa kerangka tulang belulang manusia berada di dalam pohon aren yang telah tumbang," kata LB Manullang, dalam keterangan tertulis, Rabu 10 September 2025.Tulang belulang tersebut, pertama kali ditemukan oleh warga sekitar bernama Rian dan Aldi. Saat itu, kedua warga itu sedang mengambil buah sawit dan melihat pohon aren yang sudah mati."Saksi Rian menyebutkan bahwa pohon tersebut sudah mati sekitar empat tahun lalu. Namun baru tumbang akibat angin kencang kurang lebih semingguan yang lalu dan tampak retak. Dari retakan itu mereka terkejut terlihat ada tulang, yang mencurigakan kemudian di bongkar baru lah tampak tulang tersebut adalah bagian kerangka manusia," jelas LB Manullang. Atas temuan tulang belulang tersebut, LB Manullang mengatakan temuan ini, masih dibutuhkan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas korban. Belum bisa dipastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam kasus ini, termasuk dugaan korban pembunuhan."Kita juga belum tahu apakah tulang belulang ini merupakan korban pembunuhan atau bukan. Saat ini, kerangka tersebut di bawa ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi. Mari kita doakan agar identitasnya dapat segera terungkap," kata LB Manullang.

10 September 2025

Polres Labuhanbatu Amankan Pria yang Ancam Korbannya dengan Arit dan Palu di Lahan Sengketa Sawit

LensaDaily – Polres Labuhanbatu berhasil mengamankan seorang pria berinisial DN alias Dame (43), warga Desa Selat Beting, Kecamatan Panai Tengah, yang diduga melakukan pengancaman menggunakan senjata tajam dan palu di tengah konflik lahan sawit.DN ditangkap di sebuah gubuk miliknya di Dusun XIII, Desa Selat Beting, Kamis (8/5/25), sekitar pukul 18.00 WIB.Tidak hanya menangkap DN, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa sebilah arit dan sebuah palu, alat yang digunakan pelaku saat melakukan intimidasi terhadap korban.Kapolres Labuhanbatu, AKBP Choky Sentosa Meliala mengungkapkan bahwa aksi pengancaman terjadi sebulan sebelumnya, tepatnya pada Senin (7/4/2025), di areal ladang sawit seluas 10 hektare yang berlokasi di Dusun XI, Desa Bagan Bilah.“Saat korban bersama dua saksi sedang mengecek lokasi, pelaku tiba-tiba muncul dan mengacungkan senjata tajam sambil mengeluarkan ancaman keras dengan kata-kata tnggalkan tempat ini dalam waktu 1x24 jam. Kalau tidak, saya tidak bisa jamin keselamatan kalian,’” ungkap Kapolres.Meski DN mengklaim sebagai pemilik sah lahan tersebut, ia tidak dapat menunjukkan dokumen kepemilikan yang sah kepada petugas. Situasi yang membahayakan keselamatan ini kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.“Pelaku mengakui perbuatannya saat diinterogasi. Arit dan palu yang digunakan dalam aksi tersebut kini telah kami amankan sebagai barang bukti,” tegas AKBP Choky Sentosa Meliala.Ia juga menegaskan komitmen Polres Labuhanbatu dalam memberantas segala bentuk kekerasan dan upaya penguasaan lahan secara ilegal.“Tidak ada tempat bagi aksi premanisme bersenjata di wilayah Labuhanbatu. Kami mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan konflik agraria melalui jalur hukum, bukan dengan cara-cara yang mengintimidasi,” pungkasnya.Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, DN telah ditahan di Mapolres Labuhanbatu dan dijerat dengan pasal pengancaman serta kepemilikan senjata tajam tanpa izin. (Labuhanbatu)

09 Mei 2025

Dorong Ketahanan Energi, BioCNG Terbesar di Asia Tenggara Diluncurkan

LensaDaily - PT. KIS Biofuels Indonesia meresmikan proyek BioCNG komersial keduanya di Indonesia, dibangun melalui skema BOOM bersama PT. Tasik Raja (Anglo Eastern Plantation/AEP Group). Hasil produksi BioCNG dari proyek ini akan diserap oleh PT. Unilever Oleochemical Indonesia.Peresmian proyek di Labuhanbatu Selatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan pusat, termasuk Bupati Labuhanbatu Selatan, Deputi Bidang Pengembangan Iklim  Penanaman Modal kementerian investasi dan hilirisasi/BKPM Bapak Riyatno, serta perwakilan dari Kementerian ESDM dan pimpinan KIS Group dan AEP Group.K.R Raghunat, Presiden Director & CEO & Founder KIS Group mengatakan pihaknya bangga meresmikan pabrik  terbesar di Asia Tenggara. Dengan memanfaatkan limbah kelapa kelapa sawit (POME)  menjadi energi bersih.“Kami berkontribusi pada masa depan yang lebih hijau dan perekonomian yang berkelanjutan. Langkah hari ini bukan hanya untuk perusahaan, tetapi juga untuk masa depan energi berkelanjutan di Indonesia. Dengan bangga kami hadirkan pabrik CNG terbesar di Asia Tenggara ini,” ujarnya.Proyek ini diproyeksikan menghasilkan 182.000 MMBtu BioCNG per tahun dengan memanfaatkan limbah cair pabrik kelapa sawit. KIS Biofuels menargetkan total 25 proyek BioCNG beroperasi pada tahun 2027 dengan total investasi USD 125 juta, dan ambisi mencapai 100 proyek pada tahun 2030 dengan estimasi investasi USD 500 juta,” ujarnya.Langkah ini signifikan dalam mengurangi emisi gas metana (CHâ‚„) dan diperkirakan dapat menurunkan emisi karbon dioksida (COâ‚‚) hingga 52.000 ton per tahun, sekaligus menciptakan lapangan kerja hijau di IndonesiaHead Legal PT KIS Biofuels Indonesia Yasmine Surachman mengatakanBioCNG di kirim ke Unilever menggunakan truck berbahan bakar  BioCNG  sebagai pengganti diesel, ini adalah truck berbahan bakar BioCNG pertama di Indonesia untuk komersial katanya," Jumat (24/4/2025).“Menyusul keberhasilan proyek pertama, proyek kedua ini memperkuat posisi KIS Biofuels dalam pengembangan BioCNG di Indonesia,” ujarnya.Dikatakaannya, perusahaan saat ini tengah membangun proyek ketiga yang ditargetkan beroperasi pada Desember 2025, serta berencana membangun lima proyek lainnya pada tahun 2025. Wakil Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Syahdian Purba Siboro mengatakan sangat mendukung Pembangunan pabrik BioCNG yang ada di Labusel, bahwa Pembangunan pabrik ini harus menjadi pabrik yang dapat memberikan penambahan tenaga kerja di daerah kabupaten ini.“Saya sangat berharap pabrik ini dapat menyerap tenaga kerja sebanyak mungkin dari masyarakat Labuhanbatu Selatan. Bahkan, idealnya seluruh karyawannya adalah penduduk asli.,” katanya.Dikatakannya, potensi perkebunan di Labuhanbatu Selatan harus dioptimalkan untuk meningkatkan perekonomian daerah secara keseluruhan.(Labuhanbatu Selatan)

25 April 2025

Viral di Medsos "Prabowo Bapak Kelapa Sawit Indonesia" Ini Penjelasan Inisiatornya

LensaDaily - Viral dalam berbagai media sosial (medsos) baik dalam status maupun konten YouTube, Instagram dan TikTok  pada Rabu, 5 Februari  2025, yang berisi "Prabowo Bapak Kelapa Sawit Indonesia".Ternyata di inisiasi seorang anak muda warga Medan Sumatera Utara (Sumut) bernama Christian Orchard Perangin angin. Seorang Doktor Hukum yang aktif dalam menyuarakan hak buruh serta konsen dalam mengamati perkembangan hukum dan Budaya Perkebunan di Indonesia. Ketika ditanya alasan mengapa menginisiasi "Prabowo  sebagai Bapak Kelapa Sawit Indonesia?" Christian memberikan pendapat bahwa sebagai warga Masyarakat sekaligus sebagai pengamat Hukum dan Budaya  Perkebunan, bahwa tindakan Prabowo yang masif diserukan dan sangat patriotik kurang mendapat sambutan dari pelaku bisnis serta industri kelapa sawit di Indonesia. Padahal menurut Christian dalam berbagai kesempatan secara konsisten Prabowo baik didalam maupun diluar negeri selalu menunjukkan dukungan terhadap kelapa sawit sebagai aset negara. "Saya yakin bapak Prabowo juga tidak pernah berharap atas gelar yang saya inisiasi, karena saya yakin beliau melakukan ini secara spontan, iklas seperti yang selalu disampaikan beliau, bahwa apapun yang dikatakan dan dilakukan adalah apa adanya demi kepentingan rakyat Dan marwah  Bangsa Indonesia," sebut Christian.Christian yang juga merupakan Direktur Eksekutif  Center of Study plantation law and Culture Indonesia ( CeSPLAC Indonesia) menyatakan, bahwa ia juga tidak menyangka bawa inisiasinya mendapat respon positif dari para pengguna media sosial,walaupun tidak sedikit yang memandang sinis dan negatif terhadap inisiasi yang dilakukan nya. "Saya hanya spontan sebagai Masyarakat dan rakyat Indonesia mengapresiasi konsistensi dukungan Prabowo terhadap kelapa sawit, belum pernah secara masif dan terbuka serta konsisten seorang presiden menyatakan dukungan terhadap industri kelapa sawit. Bahkan tidak sedikit kelompok masyarakat yang  selalu menyudutkan dan menyebarkan berita negatif bahwa kelapa sawit memberikan dampak buruk bagi ekosistem. Padahal hal tersebut lebih bersifat tendensius dan kontraproduktif," ucapnya.Doktor Hukum ini mengatakan, bahwa jika ada yang kurang sependapat dengan nya, hal tersebut merupakan hal yang wajar dialam demokrasi ini. Dialektika terhadap suatu pandangan dan perspektif harus dihargai dalam kerangka kekeluargaan demi kepentingan bangsa.Christian berharap pelaku industri kelapa sawit memberikan respon terhadap konsistensi Prabowo tentang kelapa sawit. Respon tersebut dapat diberikan oleh pelaku industri kelapa sawit dengan mendukung program ketahanan pangan, ketahanan energi dan program asta cita pemerintah Prabowo. "Kesejahteraan masyarakat khususnya yang berada disekitar industri juga menjadi prioritas utama disamping tetap memperhatikan lingkungan, dan tata kelola (ESG)," pungkas Christian.Pernyataan dan inisiasi "Prabowo Bapak Kelapa Sawit Indonesia" secara Masif Disebarkan melalui media YouTube, Instagram dan TikTok DR CO Channel milik Dr Christian Orchard Perangin angin.*

06 Februari 2025