LensaDaily - Sopir truk Fuso yang mengangkut galon air mineral ditetapkan sebagai tersangka atas tabrakan maut beruntun yang menewaskan empat orang dan 8 korban lainnya di Jalan Jamin Ginting Km. 44-45, di Desa Suka Makmur, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Jumat siang, 17 Juli 2026, sekitar pukul 10.30 WIB.Sopir maut tersebut berinisial BS (50) yang mengendarai truk Fuso Hino hijau BK 8453 SG. Penyidik Satuan Lalu Lintas Polrestabes Medan kini menahan BS untuk pemeriksaan dan proses hukum selanjutnya."Untuk sopir truk itu, sudah jadi tersangka dan sudah ditahan," ucap Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Medan, AKBP Widodo SL, saat dikonfirmasi, Minggu siang, 19 Juli 2026.Dalam kasus kecelakaan ini, polisi menjelaskan menjerat tersangka, dengan Pasal 310 ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), mengatur sanksi bagi pengemudi yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas hingga korban meninggal dunia dan terancam hukuman 6 tahun penjara.Polisi juga terus melakukan penyidikan dan termasuk sudah meminta keterangan saksi-saksi. Baik dari korban selamat dan masyarakat sekitar, yang melihat kejadian tersebut. Barang bukti juga diamankan dan petugas kepolisian sudah melakukan olah TKP.AKBP Widodo SL, menjelaskan bahwa tabrakan tersebut, terjadi diduga karena sebuah truk mengalami rem blong menyebabkan kecelakaan lalu lintas tidak terhelakan dan melibatkan sejumlah kendaraan bermotor lainnya. "Adanya Truk Fuso memuat air mineral mengalami rem blong dari arah Tanah Karo menuju Arah Medan. Saat di TKP, adanya perlambatan kendaraan dari arah Kabupaten Karo menuju Medan. Tepatnya, di pintu keluar Grand Hill sehingga menabrak kendaraan yang berjalan pelan searah dan berlawanan di lokasi," kata AKBP Widodo SL.Peristiwa kecelakaan lalu lintas itu, melibatkan sembilan kendaraan bermotor yang terlibat dalam tabrakan maut itu, yakni Truk Bok Colt Diesel isuzu Panter warna Putih BK 8691 XK, Truk Colt Diesel Mitsubhisi warna Kuning BL 8609 TB, Daihatsu Xenia Warna Hitam BK 1169 SZ, Avanza warna Merah BK Tanpa Nopol.Kemudian truk Fuso Hino hijau BK 8453 SG, Pajero Warna Hitam BK 1092 AFH, Suzuki Escudo warna biru BK 1745 ZO, sepeda motor tanpa plat nopol, bus Sampri Mitsubishi warna Hijau BK 1905 EH.AKBP Widodo SL, menjelaskan bahwa tabrakan terjadi di ruas jalan Medan-Karo, mengakibatkan 4 orang tewas dan 8 orang mengalami luka ringan."Korban tabrakan beruntun di Sibolangit sebanyak 12 orang. Empat korban meninggal dunia dan 8 korban lainnya terluka," jelas AKBP Widodo SL.Peristiwa ini sempat membuat jalan lintas Medan - Karo tak bisa dilalui. Kemacetan panjang tak terhindarkan hingga seluruh kendaraan yang terlibat dalam tabrakan beruntun tersebut dievakuasi dari jalan. Sedangkan semua korban dievakuasi ke rumah sakit. ***
2 hari yang laluTag: kecelakaan
LensaDaily - Tabrakan maut beruntun di Jalan Jamin Ginting Km 44–45, tepatnya di depan Rumah Makan Garuda Grand Hill, Desa Suka Makmur Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang Jumat 17 Juli 2026 sekitar pukul 10.30 WIB, disebabkan truk Fuso mengalami rem blong. Nahas, truk maut tersebut menabrak 8 kendaraan lain yang berada di depan hingga menyebabkan 4 korban meninggal dunia.Aparat gabungan dari Polrestabes Medan, Polsek Pancur Batu, dan personel Ditlantas Polda Sumatera Utara bergerak cepat melakukan evakuasi korban serta pengaturan arus lalu lintas pascakecelakaan beruntun tersebut.Proses penanganan di lokasi dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak yang turun ke lapangan untuk memimpin evakuasi korban, memastikan seluruh personel bekerja secara terpadu, serta mengoordinasikan percepatan pembukaan jalur Medan - Karo agar kembali dapat dilalui masyarakat.Peristiwa tersebut diduga dipicu sebuah truk Fuso bermuatan galon air mineral yang mengalami rem blong saat melaju dari arah Tanah Karo menuju Medan. Truk kemudian menabrak delapan kendaraan lain yang berada di depannya, terdiri dari dua truk colt diesel, lima minibus, dan satu sepeda motor.Begitu menerima laporan, personel kepolisian langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban, mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), serta mengatur arus lalu lintas yang sempat mengalami kepadatan akibat proses penanganan.Berkat respons cepat petugas bersama instansi terkait, seluruh korban berhasil dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis. Kendaraan yang terlibat kecelakaan juga segera dipindahkan ke bahu jalan sehingga akses dari arah Medan menuju Berastagi maupun sebaliknya dapat kembali dibuka dan arus lalu lintas berangsur normal.Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, mengatakan fokus utama kepolisian sejak awal kejadian adalah menyelamatkan korban sekaligus memulihkan kelancaran lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan panjang."Prioritas kami adalah menyelamatkan korban, mengamankan TKP, serta memastikan jalur Medan–Berastagi dapat kembali dibuka secepat mungkin agar aktivitas masyarakat tidak terganggu," ujar Ferry.Ia menambahkan, seluruh kendaraan yang terlibat telah berhasil dievakuasi ke sisi jalan dan arus lalu lintas dua arah kini telah kembali berjalan normal. Sementara itu, pengemudi truk Fuso yang diduga menjadi penyebab kecelakaan telah diamankan di Polsek Pancur Batu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.Polda Sumut juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia serta memastikan proses penyelidikan penyebab pasti kecelakaan masih terus dilakukan oleh penyidik bersama Unit Gakkum Satlantas.Berdasarkan data sementara, kecelakaan tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan delapan orang mengalami luka-luka yang saat ini menjalani perawatan di fasilitas kesehatan, termasuk sejumlah korban yang dirujuk ke RSUP H. Adam Malik Medan. Situasi di lokasi kejadian saat ini telah kondusif dan lalu lintas kembali normal.***
4 hari yang laluLensaDaily - Kecelakaan maut di Jalan Jamin Ginting Km 44-45 Desa Suka Makmur, Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang, tepatnya di depan rumah makan Garuda Grand Hill, menewaskan empat orang dan 8 lainnya terluka yang terjadi pada Jumat 17 Juli 2026 pukul 10.30 WIB."Korban tabrakan beruntun di Sibolangit sebanyak 12 orang. Empat korban meninggal dunia dan 8 korban lainnya terluka" ungkap Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan.Ferry menambahkan, seluruh korban terluka sudah dievakuasi ke dari lokasi kejadian ke Puskesmas terdekat dan RSU Pusat Haji Adam Malik Medan untuk penanganan medis.Dalam keterangannya, Ferry menyebutkan kecelakaan maut tersebut melibatkan 9 kendaraan. Di lokasi kejadian, terlihat kondisi kendaraan yang rusak parah. Terlihat pula warga mengevakuasi para korban dari kendaraan ke pinggir jalan. Kondisi korban, terjepit di kendaraan yang ringsek akibat hantaman tabrakan beruntun tersebut."Kendaraan yang mengalami tabrakan beruntun tersebut melibatkan 9 kendaraan. Satu truk Fuso, dua truk colt diesel, 5 minibus dan satu sepeda motor," jelas Ferry.Kondisi terkini, seluruh kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan beruntun tersebut sudah dievakuasi dari lokasi kejadian. Arus lalu lintas Medan - Tanah Karo pun kembali normal, dengan dua sisi dapat dilintasi kendaraan.Identitas korban tabrakan beruntun di Sibolangit:Korban Meninggal Dunia:1. Heppi Sitinjak (60), pria, warga Sidikalang, Kabupaten Dairi2. Dinaria Manik (60), wanita, warga Sidikalang, Kabupaten Dairi3. Samsir Sitinjak (30), pria, warga Sidikalang, Kabupaten Dairi4. Anton SimorangkirKorban terluka:Dievakuasi ke Puskesmas:1. Siti Mawan (61) warga Sidikalang, Kabupaten Dairi 2. Pebrianto Siburian (31), pria, warga Sidikalang, Kabupaten DairiDievakuasi ke RSUP Haji Adam Malik Medan:1. Rafika Lince (41), perempuan, warga Desa Sugihen Brastagi2. Harta Ulina (50) perempuan , warga Desa Sugihen Brastagi3. Seventri Amandasari Manihuruk (27) perempuan, warga Kabupaten Dairi4. Five Sitinjak ( 11 ) pria, warga Kabupaten Dairi5. Gabe Roida Sitinjak (18) perempuan, warga Kabupaten Dairi6. Rinto Sitinjak (23) pria , warga Kabupaten Dairi
4 hari yang laluLensaDaily - Tabrakan maut beruntun yang diduga melibatkan 7 mobil minibus dan truk terjadi di jalan lintas Medan - Karo, tepatnya di Desa Suka Makmur, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Jumat 17 Juli 2026 pagi. Kondisi kendaraan ringsek hingga rusak parah dan satu orang dilaporkan meninggal dunia.Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Medan, AKBP Widodo SL membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan sudah dilokasi kejadian bersama tim guna mengevakusi korban dan kendaraan dari jalan, juga melakukan penyelidikan penyebab tabrakan maut beruntun tersebut. "Iya benar terjadi kecelakaan di Sibolangit," sebut Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Medan, AKBP Widodo SL, Jumat siang, 17 Juli 2026.Proses evakuasi korban sedang dilakukan petugas kepolisian bersama masyarakat. Untuk seluruh korban dilarikan ke rumah sakit terdekat, dari lokasi tabrakan itu.Widodo menjelaskan saat ini pihak kepolisian bersama pihak terkait masih melakukan proses evakuasi para korban. Jumlah korban masih dalam pendataan."Informasi sementara satu orang meninggal, mudah-mudahan tidak bertambah," ungkap AKBP Widodo SL.Petugas kepolisian masih melakukan pengumpulan data, melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti serta memeriksa saksi-saksi."Mohon waktu, saat ini sedang olah TKP di lokasi kejadian," sebut AKBP Widodo SL.Hingga berita ini dimuat, jumlah pasti korban akibat kecelakaan beruntun tersebut belum dapat termonitor secara mendetail. Petugas di lapangan masih fokus melakukan penanganan terhadap para korban, mengevakuasi kendaraan dari badan jalan dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).***
4 hari yang laluLensaDaily - Viral di media sosial seorang pria di Kabupaten Dairi mengaku dibegal oleh 3 orang, dan mengambilnuang perusahaan tempatnya bekerja mencapai hampir Rp 300 juta. Kasus ini dilaporkan ke polisi dan terungkap bila adanya rekayasa penggelapan uang demi main judi online (Judol).Kasus yang ditangani Sat Reskrim Polres Dairi ini mengamankan seorang pria berinisial WG, yang sebelumnya melapor menjadi korban pembegalan oleh tiga orang di Jalan Sumbul Karo Desa Palding Jaya Kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi. Laporan kasus tersebut ternyata merupakan hasil rekayasa dari WG, bukan korban begal melainkan pelaku penggelapan uang. Kapolres Dairi, AKBP Otniel Siahaan mengatakan bahwa WG ternyata menggelapkan uang milik perusahaan tempatnya bekerja sebesar Rp 297 juta, dan menggunakannya untuk bermain judi online. "Tersangka mendapat arahan dari pimpinannya untuk membayar pajak bumi bangunan PT tempatnya bekerja, namun uang tersebut ternyata digunakan bermain judi online," ujar Otniel, Rabu 10 Juni 2026.Awalnya WG mengaku sudah dibegal oleh 3 orang, dan sempat melakukan pemukulan dengan balok kayu ke arah wajahnya. Sejumlah harta benda milik WG dibawa kabur oleh 3 pelaku fiktif tersebut. WG mengklaim para pelaku membawa kabur uang perusahaan sebesar Rp297 juta yang disimpan dalam tas bersama laptop dan telepon genggam miliknya.Tak hanya itu, WG juga melaporkan sejumlah barang berharga lain turut hilang, antara lain buku tabungan, telepon seluler, dompet berisi uang tunai, dokumen pribadi, hingga perhiasan emas. Total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp343,49 juta.Namun, dalam hasil penyelidikan pihak Kepolisian menemukan beberapa kejanggalan. Salah satunya terdapat bercak darah di sebuah batu. Bahkan, petugas juga menemukan tas milik WG di aliran sungai Lae Renun. "Tas yang awalnya disebut dirampok oleh pelaku, namun berhasil ditemukan di aliran Sungai Lae Renun yang berisikan 1 buah laptop, dan beberapa handphone," kata Otniel. Tim gabungan dari Sat Reskrim Polres Dairi dan Polsek Tigalingga juga menemukan adanya kejanggalan pada aliran transaksi bank milik WG. Uang ratusan juta tersebut ternyata sudah ditransfer oleh WG ke beberapa bank miliknya, dimana uang tersebut ternyata berasal dari atasan WG diperusahaan, yang seharusnya digunakan untuk membayar pajak bumi dan bangunan. Drama perampokan tersebut akhirnya terbongkar, dan WG pun mengakui perbuatannya. Dirinya mengaku bahwa uang tersebut sudah digunakan untuk membayar judi voucher, setelah admin judi voucher di Facebook undian Berhadiah88. "Tersangka kemudian menggunakan kembali uang tersebut untuk bermain judi online, dan berharap bisa meraup keuntungan kembali," kata Otniel. Karena uang tersebut sudah habis tak bersisa, WG pun memutuskan untuk pergi kerumah orangtuanya. Namun, dalam perjalanan WG menabrak sebuah gubuk, dan menyebabkan kerusakan pada sepeda motor dan mengalami luka pada bagian wajah. Usai kecelakaan, timbul niat WG untuk memanipulasi bahwa seolah - olah dirinya menjadi korban begal agar perbuatannya tidak diketahui. Bahkan, WG sempat memukul wajahnya dengan kayu agar terlihat seperti korban pembegalan. Atas perbuatannya, WG kini harus mendekam di sel tahanan Polres Dairi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kapolres pun meminta kepada masyarakat untuk tidak mencoba bermain judi online, meskipun dengan iming - iming mendapat keuntungan yang besar. "Ini menjadi pengingat kita semua bahwa judi online dapat merusak hidup bahkan lingkungan sekitar kita. Jangan mudah tergiur untuk mendapat keuntungan yang berlipat ganda dalam waktu singkat," tutup Kapolres.
10 Juni 2026


