LensaDaily - Status Tanggap Darurat Bencana di Sumatera Utara (Sumut) diperpanjang, yang ditetapkan Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution melalui Surat Keputusan (SK) tentang Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana selama dua pekan kedepan, terhitung sejak 11 Desember 2025 sampai dengan tanggal 24 Desember 2025."Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana sebagaimana dimaksud berlaku selama 14 hari, terhitung tanggal 11 Desember 2025 sampai dengan tanggal 24 Desember 2025," tulis dalam SK ditandatangani langsung oleh Gubernur Sumut, Bobby Nasution tertanggal 10 Desember 2025. Dalam SK itu, menyebutkan perpanjangan status tanggap darurat bencana banjir, tanah longsor dan gempa bumi terkait untuk melanjutkan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam menangani situasi dan keadaan tanggap darurat dalam rangka pelayanan penyelamatan dan evakuasi korban bencana."Serta tindakan penanggulangan dan penanganan tanggap darurat lainnya di wilayah yang terdampak bencana dengan tetap mempedomani peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam satu kesatuan Komando Penanganan Tanggap Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Gempa Bumi Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025," tulis SK itu.Selain itu, hasil rapat evaluasi penanganan dan penanggulangan bencana di Sumut. Pemprov Sumut merekomendasikan perpanjangan masa Tanggap Darurat Banjir dan Longsor Sumut selama dua minggu ke depan. Rekomendasi tersebut disampaikan setelah laporan menunjukkan bahwa 18 kabupaten/kota masih belum berada dalam kondisi aman.Ketua Harian Posko Darurat Bencana Sumut Basarin Yunus Tanjung menyampaikan bahwa perpanjangan status ini diperlukan untuk menyempurnakan dan mempercepat tindakan tanggap darurat di daerah terdampak.“Kita merekomendasikan untuk memperpanjang status darurat bencana di beberapa kabupaten selama dua minggu ke depan. Dari rapat evaluasi, masih ada 18 kabupaten/kota yang belum menyatakan daerahnya aman dari ancaman bencana ini,” ujar Basarin Yunus Tanjung di Posko Darurat Bencana Sumut, Jalan AH Nasution, Kota Medan, Rabu 10 Desember 2025.Basarin menjelaskan bahwa beberapa wilayah masih memerlukan perhatian serius, termasuk Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Curah hujan yang masih tinggi, seperti di Desa Garoga, membuat langkah tanggap darurat tetap dibutuhkan.Sejumlah daerah yang direkomendasikan perpanjangan status Tanggap Darurat Bencana antara lain Tapsel, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sibolga, dan Langkat. Selain perpanjangan masa darurat, rapat evaluasi juga membahas persiapan logistik untuk mengantisipasi prakiraan cuaca ekstrem.“Kami mempersiapkan langkah distribusi logistik, baik dari posko di provinsi hingga kabupaten, untuk menghadapi prakiraan curah hujan yang cukup tinggi antara tanggal 8 hingga 15 Desember 2025,” tambahnya.Prioritas penanganan saat ini mencakup percepatan penanganan pengungsi serta pemulihan wilayah di area terdampak banjir dan longsor.“Pemulihan fasilitas yang belum normal dan dibutuhkan langkah percepatan para pengungsi beserta pelayanan kesehatan dan juga pendidikan agar proses belajar dan mengajar dapat berjalan seperti semula,” katanya.Selain itu, pemulihan jaringan penting seperti listrik, air bersih, dan distribusi logistik terus diupayakan. Akses menuju beberapa desa terdampak juga masih terbatas karena hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki.
10 Desember 2025Tag: gempabumi
LensaDaily - Kabupaten Nias Selatan diguncang gempabumi magnitudo 4.9 selasa (2/12/2025) pukul 20.16 WIB. Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini berpusat di laut.Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, mengatakan gempa magnitudo M4,9 Nias Selatan dan Episenter gempa terletak pada koordinat 0,39° LU dan 98,62° BT, sekitar 91 kilometer tenggara Nias Selatan, dengan kedalaman hiposenter 33 kilometer. “BMKG menyatakan gempa ini termasuk kategori dangkal dan dipicu oleh aktivitas zona subduksi, di mana Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Mekanisme sumber menunjukkan pergerakan geser naik (oblique thrust),”kata Dr. Daryono.Dikatakannya. Getaran gempa dirasakan di beberapa wilayah. Di Sibolga dan Humbang Hasundutan, guncangan tercatat pada skala III MMI. Sementara itu, di Nias Barat, intensitas gempa berada pada skala II MMI dan dirasakan oleh sebagian warga. “BMKG memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, berdasarkan hasil pemodelan. Hingga pukul 20.30 WIB, tidak terdeteksi adanya gempa susulan,” ucapnya.Dr. Daryono, mengimbau masyarakat tetap tenang serta mengutamakan informasi dari sumber resmi BMKG melalui kanal yang telah diverifikasi.“Informasi dari sumber Media sosial @infoBMKG, situs bmkg.go.id, aplikasi mobile InfoBMKG dan WRS-BMKG, serta kanal Telegram InaTEWS_BMKG,” tutupnya.
02 Desember 2025LensaDaily - Gempabumi magnitudo 3.9 menguncang Kabupaten Nias Barat dan sekitarnya pada Senin 6 Oktober 2025 pukul 08.32 WIB. BMKG menyebut, gempa ini guncang barat laut, Nias Barat, Sumatera Utara.Dalam rilis BMKG, gempa tersebut memiliki kekuatan magnitude 3.9. BMKG menginformasikan bahwa waktu terjadinya gempa sekitar pukul 07:41:51 WIB.Lokasi gempa ini berada di 1.03 Lintang Utara (LU) 97.12 Bujur Timur (BT). BMKG sebut pusat gempa berada 37 di bagian barat laut, Nias Barat, Sumatera Utara. Gempa bumi ini terjadi di kedalaman 19 Km."#Gempa Mag:3.8, 06-Oct-2025 07:41:51 WIB, Lok:1.03LU, 97.12BT (37 km BaratLaut NIASBARAT-SUMUT), Kedlmn:17 Km #BMKG, Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG, dilansir dari akun X BMKG.BMKG mengimbau masyarakat yang terdampak atau pun merasakan gempabumi untuk tetap tenang. Lakukan hal ini bila merasa adanya getaran gempa.Jika di dalam bangunan: Keluar dari bangunan tersebut dengan tertib; Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa; Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K; Telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.Periksa lingkungan sekitar: Periksa apabila terjadi kebakaran; Periksa apabila terjadi kebocoran gas; Periksa apabila terjadi hubungan arus pendek listrik; Periksa aliran dan pipa air; Periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan (mematikan listrik, tidak menyalakan api dll)Jangan mamasuki bangunan yang sudah terkena gempa, karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan. Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.Dengarkan informasi mengenai gempabumi dari radio (apabila terjadi gempa susulan). Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.
06 Oktober 2025LensaDaily - Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), bergetar akibat gempabumi magnitudo 5,3 pada Kamis malam, 7 Agustus 2025, sekitar pukul 22.29 WIB. Titik gempabumi tercatat di laut pada jarak 50 Km BaratDaya, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara pada kedalaman 84 km.Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengungkapkan gempabumi magnitudo 5,3 tersebut tidak berpotensi tsunami. BMKG terus melakukan pemantauan terkait dengan aktivitas gempabumi susulan."Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,0. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,25° LU ; 98,77° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 50 Km BaratDaya, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara pada kedalaman 84 km," sebut Daryono. Daryono menjelaskan bahwa hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun atau oblique normal. Gempabumi ini, berdampak dan dirasakan guncangan di daerah Doloksanggul, Pandan, Sibolga dan Sarudik, daerah Sidikalang dan Gunung Sitoli. Lalu, Nias Selatan dan Nias Utara."Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan, akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi Tsunami," ucap Daryono. Atas gempabumi ini, Daryono mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. "Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," kata Daryono.
08 Agustus 2025LensaDaily - Aceh Selatan, Aceh, diguncang gempabumi magnitudo 5,2 tepatnya berlokasi di laut 11 Km Tenggara Kabupaten Aceh Selatan, pada kedalaman 12 km pada Jumat malam, 11 Juli 2025, sekitar pukul 19.45 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempabumi tersebut, tidak berpotensi tsunami.Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan mengatakan Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3,19° LU ; 97,27° BT."Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike-slip," ucap Daryono, dalam keterangan persnya. Berdasarkan data BMKG, gempabumi ini, berdampak dan dirasakan di daerah Aceh Selatan dengan skala intensitas IV MMI atau bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, daerah Aceh Tenggara, Kab. Gayo Lues, Aceh Barat Daya, Subussalam dan Nagan Raya dengan skala intensitas III MMI atau fetaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu.Kemudian, daerah Medan, Karo, Aceh Singkil dan Deli Serdang dengan skala intensitas II-III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu."Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini, tidak berpotensi tsunami," ungkap Daryono.Hingga pukul 20.15 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan atau aftershock.Daryono mengimbau kepada masyarakat, agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. "Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," imbau Daryono.
11 Juli 2025


