LensaDaily - Kabupaten Nias Selatan diguncang gempabumi magnitudo 4.9 selasa (2/12/2025) pukul 20.16 WIB. Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini berpusat di laut.Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, mengatakan gempa magnitudo M4,9 Nias Selatan dan Episenter gempa terletak pada koordinat 0,39° LU dan 98,62° BT, sekitar 91 kilometer tenggara Nias Selatan, dengan kedalaman hiposenter 33 kilometer. “BMKG menyatakan gempa ini termasuk kategori dangkal dan dipicu oleh aktivitas zona subduksi, di mana Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Mekanisme sumber menunjukkan pergerakan geser naik (oblique thrust),”kata Dr. Daryono.Dikatakannya. Getaran gempa dirasakan di beberapa wilayah. Di Sibolga dan Humbang Hasundutan, guncangan tercatat pada skala III MMI. Sementara itu, di Nias Barat, intensitas gempa berada pada skala II MMI dan dirasakan oleh sebagian warga. “BMKG memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, berdasarkan hasil pemodelan. Hingga pukul 20.30 WIB, tidak terdeteksi adanya gempa susulan,” ucapnya.Dr. Daryono, mengimbau masyarakat tetap tenang serta mengutamakan informasi dari sumber resmi BMKG melalui kanal yang telah diverifikasi.“Informasi dari sumber Media sosial @infoBMKG, situs bmkg.go.id, aplikasi mobile InfoBMKG dan WRS-BMKG, serta kanal Telegram InaTEWS_BMKG,” tutupnya.
02 Desember 2025Tag: tsunami
LensaDaily - Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), bergetar akibat gempabumi magnitudo 5,3 pada Kamis malam, 7 Agustus 2025, sekitar pukul 22.29 WIB. Titik gempabumi tercatat di laut pada jarak 50 Km BaratDaya, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara pada kedalaman 84 km.Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengungkapkan gempabumi magnitudo 5,3 tersebut tidak berpotensi tsunami. BMKG terus melakukan pemantauan terkait dengan aktivitas gempabumi susulan."Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,0. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,25° LU ; 98,77° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 50 Km BaratDaya, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara pada kedalaman 84 km," sebut Daryono. Daryono menjelaskan bahwa hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun atau oblique normal. Gempabumi ini, berdampak dan dirasakan guncangan di daerah Doloksanggul, Pandan, Sibolga dan Sarudik, daerah Sidikalang dan Gunung Sitoli. Lalu, Nias Selatan dan Nias Utara."Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan, akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi Tsunami," ucap Daryono. Atas gempabumi ini, Daryono mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. "Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," kata Daryono.
08 Agustus 2025LensaDaily - Aceh Selatan, Aceh, diguncang gempabumi magnitudo 5,2 tepatnya berlokasi di laut 11 Km Tenggara Kabupaten Aceh Selatan, pada kedalaman 12 km pada Jumat malam, 11 Juli 2025, sekitar pukul 19.45 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempabumi tersebut, tidak berpotensi tsunami.Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan mengatakan Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3,19° LU ; 97,27° BT."Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike-slip," ucap Daryono, dalam keterangan persnya. Berdasarkan data BMKG, gempabumi ini, berdampak dan dirasakan di daerah Aceh Selatan dengan skala intensitas IV MMI atau bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, daerah Aceh Tenggara, Kab. Gayo Lues, Aceh Barat Daya, Subussalam dan Nagan Raya dengan skala intensitas III MMI atau fetaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu.Kemudian, daerah Medan, Karo, Aceh Singkil dan Deli Serdang dengan skala intensitas II-III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu."Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini, tidak berpotensi tsunami," ungkap Daryono.Hingga pukul 20.15 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan atau aftershock.Daryono mengimbau kepada masyarakat, agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. "Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," imbau Daryono.
11 Juli 2025


