icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: transportasi


Anggaran Rp91 Miliar Lebih, Jalan Provinsi yang Menghubungkan Toba dan Labura Segera Dibangun

LensaDaily - Perbaikan dan pembangunan dua ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Toba dan Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) akan segera pada tahun ini oleh Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya (BMBKCK) Sumut.“Ada dua ruas jalan provinsi yang menghubungkan atau mengkoneksikan Kabupaten Toba dan Kabupaten Labuhanbatu Utara akan dikerjakan tahun 2026 ini,” ujar Kadis BMBKCK Provinsi Sumatera Utara, Chandra Dalimunthe, Senin 30 Maret 2026.Dua ruas jalan yang akan diperbaiki yaitu jalan provinsi di ruas Jalan Silimbat-Parsoburuan di Kabupaten Toba sepanjang 8,30 Km dengan anggaran sebesar Rp49,8 miliar dan jalan provinsi pada ruas Parsoburuan- batas Labura di Kabupaten Toba sepanjang 7 Km dengan anggaran sebesar Rp42 miliar.Pekerjaan ini diharapkan dapat memperlancar arus transportasi dan mendorong peningkatan ekonomi lokal, terutama untuk distribusi hasil pertanian masyarakat.“Pembangunan dua ruas jalan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah provinsi untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah. Dengan jalan yang lebih baik, mobilitas barang dan jasa, khususnya hasil pertanian dari Kabupaten Toba dan Labuhanbatu Utara, akan lebih lancar sehingga berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat setempat,” kata Chandra.Untuk menjaga kelancaran pelaksanaan proyek, menurut dia, Pemerintah Provinsi akan melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah kabupaten Toba dan Labuhanbatu Utara, aparat keamanan, serta pihak-pihak terkait di tingkat kecamatan dan desa.“Pengawasan kualitas pekerjaan juga akan dilakukan secara rutin agar hasilnya tahan lama dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Chandra.Sebelumnya, masyarakat di Kecamatan Habinsaran, Borbor, dan Nassau (Habornas) yang sudah puluhan tahun merasakan jalan rusak, mendorong percepatan perbaikan jalan tersebut kepada pemerintah provinsi Sumut.Perbaikan dua ruas jalan provinsi ini sangat krusial karena dapat mempercepat distribusi hasil pertanian, mengurangi biaya angkutan, meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan serta mendorong kegiatan ekonomi masyarakat yang selama ini terhambat oleh keterbatasan infrastruktur.

31 Maret 2026

Pemprov Sumut Tawarkan Investor Jepang KEK Sei Mangkei dan BRT

LensaDaily - Dorong pertumbuhan ekonomi daerah, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menawarkan sejumlah peluang investasi kepada investor asal Jepang, di antaranya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei dan pengembangan transportasi massal Bus Rapid Transit (BRT). Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Sulaiman Harahap saat menerima kunjungan pimpinan PT Hankyu Hanshin di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat 27 Maret 2026.“KEK Sei Mangkei merupakan kawasan industri terpadu. Bapak-bapak dan ibu bisa melihat apa saja investasi yang pas, sekaligus bisa mendapatkan informasi yang akurat tentang investasi apa saja di kawasan itu,” kata Sulaiman.Menurut Sulaiman, Provinsi Sumut memiliki banyak potensi investasi, seperti sektor pariwisata, pertanian, perkebunan, pendidikan, kesehatan, hingga sumber daya mineral, baik yang sudah ada maupun terbarukan. Namun, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan sendiri dan memerlukan kolaborasi dengan para investor.“Kami menyambut baik kedatangan PT Hankyu Hanshin di Sumut. Harapannya PT Hankyu Hanshin bisa mengembangkan investasinya yang sudah ada di Sumut, bukan hanya di sektor properti dan residensial saja,” ujarnya.Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumut Nurbaiti Harahap menambahkan, saat ini investasi di Sumut masih didominasi investor asal Malaysia dan Singapura. Ia berharap PT Hankyu Hanshin dapat memperluas investasi ke sektor industri, khususnya di KEK Sei Mangkei.“Sudah ada 25 perusahaan yang berdiri di KEK Sei Mangkei. Unilever adalah perusahaan dengan investasi terbesar di sana. Rencananya ada dua perusahaan Jepang yang juga menyusul dan sedang dalam tahap pembangunan,” katanya.Selain KEK Sei Mangkei, Nurbaiti juga menawarkan peluang investasi di sektor transportasi, seiring pengembangan transportasi massal BRT di Sumut.Sementara itu, President Director PT Hankyu Hanshin Takeda Takashi menyampaikan bahwa selama ini investasi perusahaan diarahkan ke kota-kota yang memiliki potensi besar. PT Hankyu Hanshin, kata dia, selama ini fokus pada sektor properti dan residensial.PT Hankyu Hanshin memiliki investasi di delapan negara, dengan sekitar 50 persen berada di Indonesia. Nilai investasinya di Indonesia mencapai hampir Rp15 triliun. Ia juga menjelaskan bahwa perusahaan tersebut awalnya bergerak di sektor transportasi.“Jadi di Jepang itu awalnya adalah perusahaan yang bergerak di sektor transportasi, BRT, LRT, dan lainnya. Kalau ada transportasi maka ada terminal dan mal, begitu juga ada kawasan hunian yang semuanya terkoneksi,” ujarnya.Di Indonesia, PT Hankyu Hanshin telah berinvestasi pada sejumlah proyek properti premium dan komersial, termasuk kepemilikan mayoritas Central Park Mall dan Neo Soho Mall di Jakarta, serta proyek residensial di BSD dan Sentul. Di Medan, perusahaan tersebut juga telah berinvestasi di Deli Park dan Podomoro.Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kabinda Sumut Brigjen TNI Muhammad Nasrulloh Nasution, Vice President PT Hankyu Hanshin Properties Indonesia Arnes Lukman, Vice President Director PT Central Park Assets Indonesia Ueda Yuji, Anggota Kadin Sumut Iwan Habib Nasution, Kepala Biro Perekonomian Sumut Poppy Marulita Hutagalung, serta pimpinan PT Hankyu Hanshin lainnya.

27 Maret 2026

Bobby Nasution Pastikan Transportasi di Sumut Siap Hadapi Nataru

LensaDaily - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan kesiapan kelancaran arus mudik dan pelayanan transportasi, baik udara maupun darat menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.Kepastian tersebut usai Bobby Nasution melakukan  peninjauan arus penumpang di Bandara Internasional Kualanamu sebagai moda transportasi udara, serta di Stasiun Besar Medan untuk moda transportasi darat (kereta api) Rabu 24 Desember 2025.“Tadi kita meninjau arus mudik di Bandara Kualanamu, dan selanjutnya kita menuju ke Stasiun Besar menggunakan moda transportasi kereta api (Railink),” ujar Bobby, usai peninjauan bersama unsur Forkopimda Sumut.Dari hasil peninjauan, Bobby menyampaikan bahwa arus mudik dan pelayanan moda transportasi berlangsung kondusif dan lancar. Ia juga menyebut adanya pemeriksaan terhadap petugas transportasi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) guna memastikan seluruh petugas bebas dari penyalahgunaan narkoba.“Untuk kesiapan moda transportasi darat seperti bus, kita juga memastikan kesiapannya dalam melayani rute mudik di beberapa daerah. Termasuk jalur ke arah Tapanuli,” sebutnya.Jalur menuju sejumlah kabupaten dan kota di wilayah tersebut, lanjut Bobby, sempat mengalami kendala akibat bencana banjir bandang dan longsor pada akhir November lalu. Namun, saat ini kondisi jalan sudah dapat dilalui kendaraan roda empat hingga roda enam.“Yang pasti, jalur mana yang bisa digunakan dan bagaimana kapasitas jalannya. Sehingga akan menyesuaikan jenis bus yang melintas. Dan setiap pertimbangan akan disampaikan oleh tim yang bersiaga,” jelas Bobby.Untuk itu, Bobby mengimbau para pemudik, baik yang menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi, khususnya yang menuju wilayah Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga, agar tetap mengantisipasi potensi kerawanan, terutama saat melintasi kawasan dataran tinggi.“Ya untuk mengantisipasi segala kemungkinan, terutama di kawasan yang tinggi curah hujannya. Dan untuk Nataru ini pengamanan sudah berjalan,” katanya.Turut hadir dalam peninjauan tersebut Ketua DPRD Sumut Erni Aryanti, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa, serta Wali Kota Medan Rico Waas.

25 Desember 2025

Cek Pospam Nataru 2026, Kapolda Sumut Pastikan Keamanan Penumpang Bandara Kualanamu

LensaDaily - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto melakukan pengecekan guna memastikan keamanan dan kenyamanan Bandara Internasional Kualanamu terhadap masyarakat khususnya para penumpang yang melakukan perjalanan udara selama periode Natal dan Tahun Baru 2026.Pengecekan tersebut dilakukan  langsung Kapolda Sumut dengan meninjau langsung Pos Pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, pada Selasa, 23 Desember 2025, sekitar pukul 13.00 WIB. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari pengawasan dan pengendalian pelaksanaan pengamanan Nataru, khususnya di objek vital transportasi udara yang menjadi salah satu pusat mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun.Kapolda Sumut meninjau langsung kesiapan personel, sarana dan prasarana pendukung, serta sistem pengamanan terpadu yang diterapkan di kawasan Bandara Kualanamu. Selain itu, Kapolda juga memberikan arahan dan motivasi kepada personel yang bertugas agar tetap menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab.Dalam keterangannya, Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto menegaskan bahwa kehadiran Polri di Bandara Kualanamu bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya para penumpang yang melakukan perjalanan udara selama periode Natal dan Tahun Baru.“Bandara Kualanamu merupakan salah satu objek vital nasional dengan tingkat aktivitas masyarakat yang tinggi, terutama pada momen Natal dan Tahun Baru. Oleh karena itu, pengamanan harus dilaksanakan secara maksimal agar seluruh aktivitas penerbangan dan arus penumpang dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Irjen Pol. Whisnu Hermawan.Lebih lanjut, Kapolda Sumut menyampaikan bahwa seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Natal dan Tahun Baru telah diinstruksikan untuk mengedepankan pelayanan yang humanis serta respons cepat terhadap setiap potensi gangguan kamtibmas.“Kami memastikan seluruh personel siap siaga dan bersinergi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi segala bentuk potensi gangguan keamanan. Polri hadir untuk melayani dan memberikan perlindungan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.Kegiatan pengecekan Pos Pengamanan Nataru ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap kesiapan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya di Bandara Kualanamu, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan menyambut Tahun Baru 2025 dengan aman dan nyaman.

23 Desember 2025

Dua Pelaku Pencurian Rel Bekas Kereta Api di Binjai Ditangkap, Satu Orang Umur 15 Tahun

LensaDaily - Dua pelaku pencurian rel bekas kereta api ditangkap saat tengah mengangkat aset perkeretaapian itu di kawasan emplasemen Stasiun Binjai. Aksi kedua pelaku itu diamankan petugas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara.Peristiwa tersebut bermula ketika tim pengamanan KAI yang tengah berpatroli mencurigai aktivitas tiga orang di area penyimpanan rel bekas pada Senin 22 September 2025 dini hari sekitar pukul 00.00 WIB. Saat didekati, mereka terlihat tengah mengangkat besi rel yang memiliki bobot cukup berat. Menyadari kehadiran petugas, para pelaku langsung berusaha kabur.“Petugas kami langsung melakukan pengejaran. Dua orang berhasil diamankan, sementara satu orang lainnya melarikan diri,” ungkap Manager Humas KAI Divre I Sumut, M. As’ad Habibuddin.Dua pelaku yang ditangkap masing-masing berinisial AR (19) dan OR (15). Dari tangan mereka, petugas turut mengamankan barang bukti berupa dua batang rel bekas sepanjang dua meter. Untuk proses hukum lebih lanjut, kedua pelaku kemudian diserahkan ke Polsek Binjai Timur dengan berkoordinasi bersama Balai Teknik Perkeretaapian Medan.As’ad menegaskan bahwa rel, meski sudah berstatus bekas, tetap merupakan aset negara yang harus dijaga dan dilindungi. “Rel kereta api adalah bagian penting dari infrastruktur transportasi. Sekalipun bekas, statusnya tetap aset negara. Mencuri rel sama saja merugikan negara dan membahayakan keselamatan perjalanan kereta api. Ini tindak pidana yang akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegasnya.Pencurian rel, bantalan, hingga komponen perkeretaapian lainnya bukanlah kasus baru. Praktik ini seringkali terjadi di sejumlah wilayah dan berpotensi membahayakan jalannya operasional kereta api. Jika bagian-bagian penting jaringan rel hilang atau rusak, kereta bisa tergelincir dan mengakibatkan kecelakaan fatal.Selain itu, besi rel bekas memiliki nilai jual cukup tinggi di pasaran barang rongsokan. Inilah yang kerap menjadi motif utama pencurian. Namun, tindakan tersebut jelas berdampak besar terhadap keberlangsungan transportasi massal yang sehari-hari digunakan ribuan penumpang.KAI Divre I Sumut menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap aksi-aksi serupa. Pengawasan dan patroli rutin terus ditingkatkan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.“Kami berkomitmen menjaga keamanan seluruh aset perkeretaapian demi kelancaran perjalanan kereta api. Namun, kami juga tidak bisa bekerja sendiri. Peran aktif masyarakat sangat kami harapkan,” kata As’ad.Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan ke pihak berwenang jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar jalur kereta api. “Keselamatan dan kenyamanan bersama hanya bisa terwujud bila ada kerja sama antara KAI dan masyarakat. Mari sama-sama kita jaga agar transportasi kereta api tetap andal, nyaman, dan selamat,” pungkasnya.

22 September 2025