icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: titokarnavian


Percepat Penyaluran Bantuan, Pemprov Sumut– Pemkab Tapteng Bentuk Tim Validasi Data Korban Bencana

LensaDaily - Pastikan tepat sasaran, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) membentuk Tim Percepatan Pendataan Korban Bencana. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan sosial, stimulan ekonomi, dan perbaikan rumah tepat sasaran, valid, dan cepat.Hal tersebut terungkap dalam Rapat Percepatan Pendataan by name by address Kabupaten Tapteng yang dipimpin Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, Sulaiman Harahap. Rapat berlangsung secara daring dari ruang kerja Sekdaprov Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa 28 April 2026.Sulaiman mengatakan, pembentukan tim percepatan ini merupakan tindak lanjut arahan Pemerintah Pusat melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera.“Mendagri memerintahkan dan menyetujui Gubernur Sumut untuk membentuk tim percepatan pendataan dan verifikasi data by name by address. Pemprov Sumut akan membantu merampungkan data-data yang dibutuhkan oleh kementerian,” ujar Sulaiman.Menurutnya, pembentukan tim ini menjadi langkah strategis agar bantuan yang disalurkan lebih tepat dan cepat kepada masyarakat terdampak. Untuk itu, tim dari provinsi akan turun langsung ke Tapteng guna berkolaborasi mempercepat validasi data. Tim tersebut melibatkan Pemprov Sumut, Pemkab Tapteng, serta instansi vertikal seperti Badan Pusat Statistik dan BNPB di tingkat provinsi maupun kabupaten.Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Basarin Yunus Tanjung berharap pada 30 April 2026 tim dari Pemprov Sumut sudah turun ke Tapteng untuk merumuskan tata cara kerja hingga tingkat kecamatan dan kelurahan, sehingga pada pekan berikutnya data hasil verifikasi dapat diperoleh secara valid.“Saat ini sedang menunggu persetujuan pendamping dari pemerintah pusat yang akan menjadi perwakilan Kasatgas. Pada Kamis mendatang diharapkan akan dilakukan pertemuan antara Pemprov Sumut dengan Pemkab Tapteng, termasuk Forkopimda dan instansi vertikal, untuk membahas mekanisme kerja,” ucapnya.Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Tapteng Binsar Tua Hamonangan Sitanggang mengapresiasi pembentukan tim percepatan yang melibatkan pemerintah pusat dan provinsi. Meski demikian, Pemkab Tapteng tetap mengoptimalkan pendataan yang saat ini masih terus diperbaiki secara intensif.“Kami anggap pendataan ini belum sempurna. Dengan adanya kebijakan pemerintah pusat ini, kami mengucapkan terima kasih banyak. Kami sangat bersedia untuk membentuk tim yang diharapkan dapat menyempurnakan pendataan, sehingga penyaluran bantuan, stimulan, dan bantuan peralatan rumah tangga segera diselesaikan untuk tahap dua dan tiga,” harapnya.Rapat tersebut turut dihadiri Kepala BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragih, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumut Rahmat Hidayat Siregar, Kepala Dinas Sosial Sumut Illyan Chandra Simbolon, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Parlindungan Pane, serta jajaran OPD Pemkab Tapteng.

29 April 2026

120 Huntap di Tapsel Siap, 107 Masih Dibangun

LensaDaily - Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di tiga provinsi (Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat) Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau progres pembangunan Hunian Tetap (Huntap) pascabencana di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Jumat 27 Maret 2026.Pembangunan Huntap di Desa Hapesong Baru ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Tapsel, serta lembaga kemanusiaan Yayasan Buddha Tzu Chi.Tito Karnavian yang juga Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menegaskan pentingnya kecepatan pemerintah daerah dalam menyediakan data by name by address sebagai kunci percepatan penyaluran bantuan kepada masyarakat."Kita apresiasi Bupati yang sangat cepat memberikan data sehingga bantuan segera tersampaikan. Ini kerja yang tidak ringan. Saya meminta daerah lain juga mencontoh kecepatan ini agar bantuan pemerintah tepat sasaran dan cepat diterima rakyat," tegas Tito yang turut didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya dan Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu. Menteri PKP Maruarar Sirait mengungkapkan apresiasinya terhadap kualitas hunian yang dibangun. Ia menyoroti peran Yayasan Buddha Tzu Chi yang tidak hanya membangun rumah, tetapi juga melengkapinya dengan berbagai fasilitas."Ini kolaborasi luar biasa. Tanahnya dari PTP, listrik dari PLN, rumahnya dari Buddha Tzu Chi," kata Maruarar.Wagub Sumut Surya menyampaikan apresiasi kepada kementerian terkait dan para donatur. Menurutnya, Huntap tersebut bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kepedulian negara terhadap masyarakat terdampak bencana."Pembangunan ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan kepastian tempat tinggal yang layak dan aman. Kami berkomitmen mendukung penuh kebijakan pusat guna mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di sektor perumahan dan kami mengapresiasi kecepatan progres pembangunan huntap ini," ujar Surya.Sementara itu, Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menyampaikan terima kasih atas monitoring dari pemerintah pusat."Dukungan pusat memotivasi kami untuk bekerja cepat dalam verifikasi data penerima, sehingga masyarakat bisa segera menempati hunian yang nyaman," ungkapnya.Diketahui, terdapat 227 unit Huntap di kawasan tersebut, dengan rincian 120 unit telah selesai dan 107 unit lainnya masih dalam proses pembangunan. Seluruh unit ditargetkan rampung pada 20 April 2026.Turut hadir dalam peninjauan tersebut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, unsur Forkopimda Tapsel, serta perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi.

29 Maret 2026

Aliran Sungai Terparah Terdampak Bencana di Tapteng Sudah Kembali Normal

LensaDaily - Sungai terdampak paling parah di Tapanuli Tengah tepatnya di Kelurahan Hutanabolon Kecamatan Tukka disebut telah kembali normal. Sungai yang melintasi kelurahan ini dipenuhi lumpur, batu dan kayu sehingga air tumpah ke pemukiman warga.Hal ini dikatakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, selaku Ketua Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera, mengapresiasi kinerja Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution dan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu. Tito salut dengan kinerja dan ide menggunakan sedimen sungai di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah untuk menjadi tanggul.Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) dan pusat segera melakukan normalisasi sungai ini sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas. Sedimen sungai yang menumpuk beserta material yang menyumbat sungai dijadikan tanggul penahan sungai.“Saya salut dengan ide ini, air lancar dan sedimennya dijadikan tanggul. Model seperti ini perlu kita kerjakan bukan cuma di Sumut, tetapi juga di Aceh dan Sumbar,” kata Tito Karnavian, usai meninjau pengerjaan normalisasi sungai di Kecamatan Tukka, Tapteng, Sabtu 24 Januari 2026.Selain mengubah sedimen menjadi tanggul, Pemkab Tapteng dan Pemprov Sumut juga bekerja sama membangun jembatan penyeberangan manusia untuk mempermudah mobilitas warga. Jembatan tersebut menghubungkan pemukiman dan lahan sawah serta kebun masyarakat.“Jembatan temporer tetapi sangat bermanfaat, mempermudah mobilitas masyarakat di sini, ide dan kerja samanya sangat bagus,” kata Tito.Bobby Nasution menambahkan tanggul yang dibangun akan dipermanenkan untuk memberikan keamanan maksimal kepada masyarakat setempat. Tanggul yang dibangun tersebut sepanjang 10,5 Km, bekerja sama dengan Kementerian PUPR, Pemkab Tapteng, TNI dan Polri.“Sekarang lagi pengerjaan, sungainya statusnya provinsi, tanggul kanan kiri ini nanti akan dipermanenkan bekerja sama dengan Kementerian PUPR, TNI, Polri dan Pemkab Tapteng,” kata Bobby Nasution.Selain meninjau normalisasi sungai di Tukka, rombongan juga meninjau rehabilitasi PLTA Sipansipahoras, Tapanuli Tengah. PLTA ini juga terdampak banjir dan longsor, namun saat ini sudah kembali beroperasi kembali

25 Januari 2026