LensaDaily - Bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Utara dan Aceh sejak Rabu 26 November 2025 dini hari, TelkomGroup tanggap melakukan langkah percepatan pemulihan layanan telekomunikasi digital. Bencana yang terjadi menyebabkan terganggunya sejumlah infrastruktur telekomunikasi TelkomGroup yang berdampak pada penurunan kualitas layanan mobile dan fixed broadband serta layanan digital lainnya.Ham ini terjadi di beberapa titik terdampak, mencakup wilayah Sumatera Utara Kabupaten Tapanuli Tengah, Sibolga, Gunung Sitoli, Nias, Bukittinggi, 10 Kabupaten / Kota Aceh, dan sekitarnya. Adapun infrastruktur telekomunikasi digital TelkomGroup yang terdampak antara lain kantor STO Telkom yang merupakan pusat operasi perangkat layanan komunikasi terpusat, infrastruktur fiber optic, tower, dan BTS.Hingga saat ini tercatat sejumlah 4 STO di wilayah Sumatera Utara dan 13 STO di wilayah Aceh down, serta fiber optic yang terputus sejak bencana banjir bandang dan longsor yang melanda. Hal ini menyebabkan terjadinya blackout atau terhentinya akses telekomunikasi di beberapa area yang juga diakibatkan oleh pemadaman listrik di lokasi setempat.EVP Telkom Regional 1 (Sumatera) Dwi Pratomo Juniarto menyampaikan bahwa Telkom bergerak cepat untuk melakukan pemulihan layanan dan proses perbaikan. “Sejak kejadian bencana alam terjadi, kami dengan sigap melakukan asesmen dan mengupayakan adanya layanan backup sekaligus pemulihan bertahap. TelkomGroup berkomitmen memulihkan seluruh layanan secepat mungkin agar pelanggan dapat kembali menikmati konektivitas dengan normal,” ujar Tomi.Saat ini, tim teknis TelkomGroup telah diterjunkan ke lapangan dan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait sebagai upaya pemulihan jaringan. Telkom senantiasa melakukan langkah percepatan pemulihan dan mengerahkan seluruh sumber daya yang diperlukan agar layanan telekomunikasi digital di wilayah terdampak dapat segera normal kembali.Telkom menargetkan STO di wilayah Sibolga sudah dapat beroperasi kembali pada hari ini, disusul dengan wilayah lainnya apoabila kondisi lokasi sudah cukup aman dan tidak berisiko tinggi. Sementara itu, Telkom juga mengaktifkan sejumlah backup link melalui layanan satelit dan IP radio dengan kapasitas terbatas.“Sejumlah infrastruktur telekomunikasi mengalami dampak langsung akibat bencana, termasuk akses transport jaringan yang terputus dan tidak stabilnya pasokan listrik. Hal ini berpengaruh pada kualitas layanan yang dirasakan pelanggan di sejumlah lokasi dan titik bencana," jelas Tomi."Dengan mengutamakan keselamatan kerja, seluruh personil dan tim teknis TelkomGroup berupaya maksimal untuk mempercepat pemulihan layanan dan memastikan pelanggan dan masyarakat di wilayah Sumatra Utara dan Aceh dapat kembali mendapatkan layanan konektivitas yang optimal," tambah Tomi.Telkom menyampaikan empati dan berbelasungkawa kepada masyarakat terdampak di Sumatra Utara dan Aceh atas terjadinya bencana alam ini. Telkom memahami bahwa layanan telekomunikasi digital merupakan kebutuhan vital, dan berkomitmen untuk melakukan pemulihan secara maksimal demi menghadirkan kembali layanan terbaik bagi seluruh pelanggan dan masyarakat.
27 November 2025Tag: telkom
LensaDaily - Aksi pencurian tiang besi milik Telkom yang diduga dilakukan dua pria berakhir tragis, dengan kematian keduanya akibat kesetrum aliran listrik. Kedua pria tersebut tergeletak tak bernyawa berdampingan yang diduga saat hendak mengangkat tiang besi milik Telkom.Keduanya tergeletak di depan Jembatan Timbang 1 Simpang Kayu Besar Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin subuh, 18 Agustus 2025, sekitar pukul 05.10 WIB. Identitas keduanya masing-masing berinisial B (32) warga Dusun 1 Desa Dagangkrawan dan MA (35) warga Dusun 4 Gang Bukit, Desa Buntubedimbar, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deli Serdang.Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Jonni H Damanik mengungkapkan menerima laporan peristiwa itu, pihak kepolisian melakukan pengecekan ke TKP. Kedua korban tewas diantara tiang listrik dan tiang besi milik Telkom. "Polisi mendatangi TKP dan benar ditemukan 2 orang korban dalam keadaan meninggal dunia," ungkap Jonni dalam keterangan tertulisnya, Senin malam, 18 Agustus 2025.Jonni mengatakan pihaknya, melakukan evakuasi korban ke rumah sakit terdekat, dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi di lokasi kejadian. Warga sekitar menyebutkan kedua korban itu, diduga kuat kesetrum saat besi tiang Telkom."Keterangan saksi sempat melihat keduanya mengorek tiang besi milik Telkom dan secara bersamaan mengangkat tiang besi tersebut dari dalam tanah dengan kedalaman sekitar 60 cm sampai 70 cm," kata Jonni.Jonni mengungkapkan saat kedua korban hendak mengangkat besi tiang Telkom, diduga kesetrum terkena kabel listrik bertengger tinggi di dalam tanah tersebut, dekat tiang besi itu."Jadi diduga kedua korban (tewas) tersengat aliran arus listrik," ucap Kapolsek Tanjung Morawa itu.Untuk mengevakuasi korban, Jonni mengatakan pihaknya berkordinasi dengan PLN. Akhirnya, jasad kedua pria itu berhasil dibawa dari lokasi kejadian ke rumah sakit terdekat, sekitar pukul 06.30 WIB."Terhadap kedua korban kini telah diserahkan kepada pihak keluarga dengan menggunakan 2 unit ambulance didampingi personil Polsek Tanjung Morawa," tutur Jonni.
18 Agustus 2025


