icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: sumbar


7.321 Huntap Diajukan di Sumut, Pemprovsu Dorong Percepatan Validasi Data

LensaDaily - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mempercepat validasi data spesifik penerima manfaat bagi masyarakat terdampak bencana. Hal ini guna percepatan pembangunan hunian tetap (Huntap) dan realisasi pembangunan di lapangan.Hal tersebut mengemuka usai Rapat Koordinasi (Rakor) Pendataan Hunian Tetap (Huntap) untuk wilayah Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat (Sumbar) yang digelar secara daring, Rabu 15 April 2026. Rakor dipimpin Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Muhammad Tito Karnavian."Kita ingin pembangunan hunian tetap ini dipercepat. Tahun ini kalau bisa sudah selesai. Kecepatan bisa diselesaikan melalui data spesifik. Kami perlukan kecepatan data yang kemudian akan divalidasi, apakah betul penerima manfaat," kata Tito.Ia meminta para gubernur segera mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk menyampaikan data spesifik calon penerima Huntap.Tito menjelaskan, pembangunan Huntap akan dilakukan melalui tiga mekanisme. Pertama, skema insitu, yakni pembangunan kembali di lokasi asal milik warga. Kedua, eksitu mandiri, yaitu relokasi ke lahan baru yang disediakan atau dicari sendiri oleh warga. Ketiga, eksitu komunal, yakni relokasi bersama ke kawasan baru yang lebih aman dalam satu hamparan lahan terpusat.Secara keseluruhan, pemerintah pusat telah menerima rencana pembangunan Huntap untuk tiga provinsi sebanyak 39.016 unit. Dari jumlah tersebut, yang akan dibangun meliputi 3.221 unit insitu, 7.091 unit eksitu mandiri, dan 6.996 unit eksitu komunal.Khusus untuk Sumatera Utara, rencana pembangunan Huntap yang telah diajukan mencapai 7.321 unit, dengan target pembangunan sebanyak 6.350 unit. Rinciannya, 1.478 unit insitu, 851 unit eksitu mandiri, dan 4.021 unit eksitu komunal."Kami imbau kabupaten/kota untuk segera mengajukan data tersebut. Kami akan mengerjakan bagi yang mengajukan saja," ucapnya.Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution yang mengikuti Rakor tersebut menegaskan komitmennya dalam mempercepat pembangunan Huntap. Ia bahkan turun langsung ke daerah terdampak banjir dan longsor untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.Berbagai langkah percepatan dilakukan, mulai dari verifikasi data korban, percepatan pembangunan fisik, penyediaan lahan strategis, hingga penguatan kolaborasi lintas sektor. Selain itu, gubernur juga aktif berkoordinasi dengan Forkopimda dan kepala daerah serta memberikan instruksi langsung di lapangan, termasuk dukungan penambahan anggaran penanggulangan pascabencana.Rakor tersebut turut dihadiri Menteri PKP Maruarar Sirait, Kepala BPS Pusat Amalia Adininggar Widyasanti, kepala daerah dari tiga provinsi, serta sejumlah instansi terkait.

16 April 2026

Aliran Sungai Terparah Terdampak Bencana di Tapteng Sudah Kembali Normal

LensaDaily - Sungai terdampak paling parah di Tapanuli Tengah tepatnya di Kelurahan Hutanabolon Kecamatan Tukka disebut telah kembali normal. Sungai yang melintasi kelurahan ini dipenuhi lumpur, batu dan kayu sehingga air tumpah ke pemukiman warga.Hal ini dikatakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, selaku Ketua Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera, mengapresiasi kinerja Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution dan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu. Tito salut dengan kinerja dan ide menggunakan sedimen sungai di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah untuk menjadi tanggul.Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) dan pusat segera melakukan normalisasi sungai ini sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas. Sedimen sungai yang menumpuk beserta material yang menyumbat sungai dijadikan tanggul penahan sungai.“Saya salut dengan ide ini, air lancar dan sedimennya dijadikan tanggul. Model seperti ini perlu kita kerjakan bukan cuma di Sumut, tetapi juga di Aceh dan Sumbar,” kata Tito Karnavian, usai meninjau pengerjaan normalisasi sungai di Kecamatan Tukka, Tapteng, Sabtu 24 Januari 2026.Selain mengubah sedimen menjadi tanggul, Pemkab Tapteng dan Pemprov Sumut juga bekerja sama membangun jembatan penyeberangan manusia untuk mempermudah mobilitas warga. Jembatan tersebut menghubungkan pemukiman dan lahan sawah serta kebun masyarakat.“Jembatan temporer tetapi sangat bermanfaat, mempermudah mobilitas masyarakat di sini, ide dan kerja samanya sangat bagus,” kata Tito.Bobby Nasution menambahkan tanggul yang dibangun akan dipermanenkan untuk memberikan keamanan maksimal kepada masyarakat setempat. Tanggul yang dibangun tersebut sepanjang 10,5 Km, bekerja sama dengan Kementerian PUPR, Pemkab Tapteng, TNI dan Polri.“Sekarang lagi pengerjaan, sungainya statusnya provinsi, tanggul kanan kiri ini nanti akan dipermanenkan bekerja sama dengan Kementerian PUPR, TNI, Polri dan Pemkab Tapteng,” kata Bobby Nasution.Selain meninjau normalisasi sungai di Tukka, rombongan juga meninjau rehabilitasi PLTA Sipansipahoras, Tapanuli Tengah. PLTA ini juga terdampak banjir dan longsor, namun saat ini sudah kembali beroperasi kembali

25 Januari 2026

Taksa Family Adventure #1: 80 Raider Trail dari 3 Provinsi Jelajahi 6 Kabupaten

LensaDaily - Sebanyak 80 raider motor trail 2x1 dari tiga provinsi, yakni Sumut, Sumbar, dan Riau, ambil bagian dalam Taksa Family Adventure #1: Explore Rantau Prapat – Sipagimbar yang digelar Indonesia Off-road Federation (IOF) Pengcab Labuhanbatu, 2x1 Division yang berlangsung selama dua hari, 6–7 September 2025. Start Sabtu 6 September 2025 dimulai dari pelataran Taksa Coffee, Jalan Rantau Lama, Rantau Prapat, menempuh jarak 200 km.Dengan semangat petualangan, para raider menaklukkan jalur terabas ekstrem yang membentang melintasi enam kabupaten: Labuhanbatu, Labusel, Labura, Tapsel, Padang Lawas, dan Padang Lawas Utara. Rute penuh lumpur, tanjakan terjal, turunan licin hingga hutan lebat menjadi arena uji nyali, sekaligus ajang silaturahmi pecinta trail dengan panorama alam Bukit Barisan.Tak hanya uji adrenalin, peserta juga menjalankan misi sosial dengan menyalurkan bantuan kepada masyarakat sekitar jalur, termasuk salah satu  pesantren di wilayah yang mereka lintasi.“Jalur ini memang kami siapkan untuk memacu adrenalin sekaligus memperlihatkan keindahan alam kita dengan view Bukit Barisan yang masih alami. Para peserta sangat antusias,” ujar Ketua IOF Pengcab Labuhanbatu, M. Iqbal Panglimunan.Iqbal mengaku bangga dengan antusias peserta dan dukungan sponsor. Menurutnya, offroad tidak sekadar adventure keluar masuk hutan, tetapi juga memiliki peran sosial yang nyata.“Alhamdulillah, hari ini kita menunjukkan kepada Indonesia bahwa Labuhanbatu baik-baik saja, tetap tertib dan damai. Adventure ini juga sarana silaturahmi dan bukti bahwa hobi otomotif bisa memberi manfaat luas. Lebih dari itu, komunitas offroader selalu siap membantu warga, mulai dari evakuasi bencana hingga pendistribusian logistik ke daerah terpencil,” jelasnya.Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita yang hadir langsung, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan kegiatan ini dan menyambut baik komunitas ekstrem dari berbagai daerah.“Event ini bukan hanya ajang olahraga komunitas, tetapi juga membawa nilai positif bagi masyarakat melalui kegiatan sosial. Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut lebih besar lagi dan menjadi bagian dari promosi wisata alam serta Kabupaten Labuhanbatu,” kata Maya.Selain Bupati, kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Polres Labuhanbatu diwakili Kabag SDM Kompol S. Tarigan, Kasat Intelkam AKP Rubenta Tarigan, PerwakilanDandim 0209 Labuhanbatu, serta para sponsor. Sejumlah pejabat Pemkab turut hadir, di antaranya Kadis Kominfo, Kadis BPKAD, Kepala BKD, Kepala Bapenda, serta Camat Rantau Selatan.Taksa Family Adventure #1 akhirnya bukan sekadar ajang memacu adrenalin, tetapi juga simbol solidaritas, persaudaraan, dan kepedulian sosial pecinta otomotif trail di tiga provinsi.

07 September 2025