LensaDaily - Lahan pertanian seluas 37.318 hektare terdampak bencana di Sumatera Utara pada November 2025 lalu akan direhabilitasi. Pemulihan lahan pertanian ini, Kementerian Pertanian memberikan bantuan senilai total Rp78,5 miliar untuk di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menegaskan komitmen penuh Pemprov Sumut dalam memulihkan sektor pertanian pascabencana alam yang melanda sejumlah wilayah. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Groundbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Terdampak Bencana yang dipusatkan di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kamis 15 Januari 2026.Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual bersama Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto. Turut hadir di lokasi mendampingi, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu serta Staf Ahli Mentan Bidang Infrastruktur Pertanian Ali Jamil.Dalam arahannya, Wagub Sumut Surya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi titik balik penguatan ketahanan pangan di Sumut. Ia mengungkapkan, kerusakan lahan sawah di Sumut mencapai 37.318 hektare, dengan rincian 22.274 hektare rusak ringan, 10.690 hektare rusak sedang, dan 4.354 hektare rusak berat. Khusus di Kabupaten Tapteng, kerusakan lahan mencapai 3.205 hektare yang tersebar di berbagai kecamatan."Kecamatan Tukka adalah bagian penting dari sentra pertanian rakyat. Gangguan pada lahan dan irigasi di sini menurunkan produktivitas dan pendapatan petani secara drastis. Oleh karena itu, groundbreaking hari ini adalah komitmen nyata untuk memulihkan kembali fungsi lahan dan sistem irigasi," ujar Surya.Surya juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam program rehabilitasi tersebut. Menurutnya, pembangunan pertanian tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga hasil pembangunan.Sementara itu, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dalam arahannya menyampaikan bahwa pemerintah pusat bergerak cepat memberikan bantuan senilai total Rp78,5 miliar untuk pemulihan sektor pertanian di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan tersebut meliputi pupuk, benih, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga kebutuhan pokok masyarakat. Mentan menekankan agar pelaksanaan rehabilitasi menggunakan skema padat karya."Saudara-saudara kita yang punya sawah yang bekerja (rehabilitasi), kemudian upahnya dibayar oleh pusat. Kami ingin masyarakat punya lapangan kerja di tengah masa sulit ini," tegas Amran.Amran juga memerintahkan jajarannya untuk tetap berada di lokasi hingga proses pemulihan selesai. Jangan pernah mengosongkan personel di Aceh, Sumut, dan Sumbar.“Saya tugaskan direktur dan tim untuk standby. Tolong dipercepat, saudara kita butuh uluran tangan segera," pungkasnya.Sebelumnya, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto memberikan apresiasi atas langkah sigap dan sinergi pemerintah daerah. Menurutnya, upaya tersebut berdampak signifikan terhadap stabilitas nasional dan daerah."Pak Mentan melaksanakan hal yang sangat signifikan dalam pemulihan lahan pertanian di Sumatera. Kita apresiasi kegiatan ini, karena tentunya akan berdampak positif bagi Indonesia dan juga pemerintah kabupaten. Kita harapkan pemulihan ini berjalan cepat, terutama pada sektor pertanian agar membawa keberkahan bagi masyarakat," tutur Bima Arya.Kegiatan ini menandai dimulainya perbaikan besar-besaran terhadap infrastruktur pertanian yang rusak, termasuk penyediaan traktor roda empat, rotavator, serta pembangunan kembali jalan usaha tani di wilayah terdampak.
15 Januari 2026Tag: sumaterautara
LensaDaily - Polda Sumut gelar upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah Pejabat Utama dan Kapolres jajaran Polda Sumut di Aula Tribrata Polda Sumut, Rabu 9 Juli 2025. Sertijab ini, 4 pejabat dilepas dan sambut 11 pejabat baru.Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sumut, Irjen. Pol. Whisnu Hermawan Februanto, dan dihadiri Wakapolda Sumut, Irwasda Polda Sumut, Ketua Bhayangkari Daerah Sumut beserta pengurus, serta seluruh Pejabat Utama dan Kapolres jajaran.Dalam amanatnya, Kapolda Sumut menyampaikan apresiasi dan rasa hormat kepada para pejabat lama atas dedikasi dan kerja keras selama bertugas di wilayah Sumatera Utara. “Dedikasi dan prestasi yang telah diukir oleh pejabat lama ini akan terus menjadi bagian dari fondasi yang kuat bagi Polda Sumatera Utara dalam melangkah ke depan,” ujar Kapolda di hadapan para undangan.Empat pejabat yang dilepas di antaranya:Kombes Pol Dwi Indra Maulana, S.I.K. (Dirintelkam Polda Sumut) yang akan bertugas sebagai Kabagjianpolmas Waketbid PPITK STIK Lemdiklat Polri; Kombes Pol Yus Nurjaman, S.I.K., M.Si. (Dirbinmas Polda Sumut) sebagai Penata Kebijakan Kapolri Madya Tk. I Sahli Kapolri;Kombes Pol dr. Martinus Ginting, Sp.P. (Kabiddokkes Polda Sumut) menjadi Kabiddokkes Polda Metro Jaya; serta AKBP Faisal Andri Pratomo, S.H., S.I.K., M.M., M.Si. (Kapolres Dairi) yang akan mengemban tugas sebagai Kasibinyan SIM Subdit SIM Ditregident Korlantas Polri.Kapolda berharap para pejabat lama selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam pengabdian selanjutnya. “Semoga rekan-rekan selalu diberikan kesehatan, kemudahan, serta kesuksesan di manapun saudara bertugas,” ucapnya.Selain melepas pejabat lama, Polda Sumut juga resmi menyambut kedatangan 11 pejabat baru, di antaranya Kombes Pol Decky Hendersono, S.I.K., M.Si. sebagai Dirintelkam Polda Sumut, Kombes Pol H. Y. Arief Satriyo, S.I.K. sebagai Dirbinmas Polda Sumut, dan Kombes Pol dr. Mardi Sudarman, M.M. sebagai Kabiddokkes Polda Sumut, bersama delapan pejabat baru lainnya termasuk Kapolres di beberapa wilayah.Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumut menegaskan pentingnya loyalitas dan komitmen seluruh jajaran, tanpa membeda-bedakan latar belakang. “Saya tidak pernah melihat dari mana datangnya Anda, siapa latar belakang Anda. Bagi saya, kita semua adalah satu untuk memajukan Polri melalui panji Polda Sumatera Utara,” tegasnya.Di penghujung amanat, Kapolda mengingatkan tantangan dan dinamika ke depan yang kian kompleks, namun optimistis dapat dihadapi bersama. “Mari kita jadikan Sumatera Utara sebagai rumah kita bersama, tempat kita mengabdi dengan sepenuh hati, serta memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” tutupnya.
10 Juli 2025LensaDaily - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan mengeluarkan peringatan dini terkait potensi terjadinya cuaca ekstrem di berbagai wilayah di Provinsi Sumatera Utara, Senin (16/6/25). Cuaca buruk ini diperkirakan berlangsung hingga pukul 15.45 WIB, ditandai dengan hujan berintensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir, kilat, dan hembusan angin kencang.Kepala Balai Besar BMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, mengimbau masyarakat di Sumut untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, genangan air, serta pohon tumbang yang kerap menyertai kondisi cuaca ekstrem seperti ini.“Cuaca buruk ini bisa memicu berbagai bencana. Kami mengingatkan warga agar tetap waspada dan senantiasa memantau informasi terkini dari BMKG sebagai langkah antisipasi,” ujar Hendro dalam keterangannya.BMKG memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem tersebut, mencakup sebagian besar kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Daerah-daerah yang diprediksi akan mengalami hujan deras disertai angin kencang di antaranya adalah:Kabupaten Langkat: mencakup wilayah Sei Bingei, Stabat, Wampu, Hinai, Bahorok, Kuala, Tanjung Pura, hingga Pangkalan Susu dan Besitang.Kabupaten Deli Serdang: meliputi Sibolangit, Kutalimbaru, Pancur Batu, Namorambe, Gunung Meriah, Tanjung Morawa, serta Lubuk Pakam, Batang Kuis, dan Pantai Labu.Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan: meliputi Sorkam, Pinangsori, Kolang, Muara Batang Toru, dan Angkola Sangkunur.Kabupaten Karo: mencakup Kabanjahe, Berastagi, Barusjahe, Merek, Tigapanah, Tigabinanga, hingga Mardingding dan Kutabuluh.Kabupaten Simalungun dan Dairi: termasuk Raya Kahean, Purba, Dolok Silau, serta Tanah Pinem dan Gunung Sitember.Kabupaten Mandailing Natal: seperti Batahan, Natal, Muara Batang Gadis, dan Sinunukan.Kabupaten Serdang Bedagai: meliputi Pantai Cermin, Perbaungan, Dolok Masihul, hingga Sei Rampah dan Tebing Tinggi.Kota Medan: Seluruh kecamatan di Kota Medan juga masuk dalam wilayah yang diperkirakan terdampak. Antara lain Medan Sunggal, Medan Helvetia, Medan Deli, Medan Johor, Medan Marelan, hingga Medan Amplas dan Medan Tuntungan.Kota Binjai, Tebing Tinggi, dan Gunungsitoli: seperti Binjai Utara, Bajenis di Tebing Tinggi, serta seluruh kecamatan di Kota Gunungsitoli.Hendro mengingatkan bahwa intensitas hujan lebat yang dibarengi dengan angin kencang sangat berpotensi memicu banjir di kawasan rawan genangan air, tanah longsor di wilayah perbukitan, dan pohon tumbang di daerah perkotaan. Oleh karena itu, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, khususnya pengendara kendaraan bermotor, diimbau untuk lebih berhati-hati guna mengantisipasi kecelakaan akibat pohon tumbang atau jalanan licin."Tak hanya di daratan, masyarakat pesisir Sumatera Utara juga diingatkan untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya gelombang tinggi di perairan akibat tiupan angin kencang. Aktivitas pelayaran, terutama kapal nelayan dan kapal kecil, disarankan untuk menghindari pelayaran jika kondisi cuaca memburuk," tutup Hendro.(Medan)
16 Juni 2025


