LensaDaily - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak mahasiswa dan pelajar untuk bersama-sama memerangi narkoba. Ajakan tersebut disampaikan saat buka puasa bersama Aliansi Cipayung Plus dan Poros Pelajar Sumut di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu 18 Maret 2026.Pada kesempatan itu, Bobby menekankan pentingnya peran generasi muda dalam upaya pemberantasan narkoba di daerah.“Mahasiswa yang jadi gerakan penting, gerakan setiap daerah, kepada anak muda di sini ayo kita mulai sama-sama, narkoba itu musuh kita, musuh pemerintah narkoba, musuh mahasiswa narkoba, musuh pelajar narkoba,” kata Bobby.Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki peran dalam memerangi narkoba dan harus bergerak bersama.“Semua elemen kita harus bergerak, semua punya peran masing-masing, pemerintah, anak muda dan semua elemen lain,” ujarnya.Selain itu, Bobby juga mengajak anak muda untuk memberikan kontribusi terbaik bagi daerah serta aktif berkolaborasi dengan pemerintah dalam menjalankan program pembangunan.“Berikan hal terbaik untuk daerah kita, berikan yang ikhlas, berikan yang bisa kita lakukan dengan tupoksi kita, kala ada dari kami Pemprov yang silap, sampaikan, kalau ada yang bagus itu bisa kita jadikan program, bisa dirasakan oleh masyarakat Sumut,” ujar Bobby.Perwakilan Aliansi Cipayung Plus, Muhammad Yusril Mahendra, menyatakan pihaknya siap mendukung upaya pemberantasan narkoba. Organisasi mahasiswa, kata dia, telah memiliki sejumlah program, termasuk turun langsung ke masyarakat untuk memberikan pemahaman mengenai hukum.Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Sumut Surya, Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumut, serta perwakilan organisasi mahasiswa.
19 Maret 2026Tag: puasa
LensaDaily - Rasa membersamai dilakukan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution yang membagikan tunjangan hari raya (THR) kepada masyarakat di Kota Medan, Selasa 17 Maret 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di depan Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan.Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok (sembako) dan santunan uang tunai. Sasaran penerima bantuan umumnya masyarakat yang melintas di kawasan tersebut, seperti pengendara ojek online, sopir bajaj, penyapu jalan, hingga ibu rumah tangga.“Tadi saya berbagi dengan masyarakat yang sedang mencari nafkah menjelang hari raya Idulfitri dan berbuka puasa. Sebagai kebersamaan, kami berbagi sembako kepada masyarakat yang masih mencari nafkah di jam yang sebentar lagi berbuka puasa,” kata Bobby Nasution.Bobby berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat merasakan kebahagiaan selama Ramadan dan dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.Salah seorang penerima THR, Iwan, mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia menerima paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula, teh, dan mi instan, serta uang tunai.“Saya mau pulang, tiba-tiba diberhentikan, disuruh minggir. Rupanya ada bagi-bagi sembako. Terimakasih bantuannya pak Gub,” kata Iwan, seorang sopir bajaj.
18 Maret 2026LensaDaily - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menggelar buka puasa bersama jajaran pimpinan dan anggota DPRD Sumut yang menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam mendukung pembangunan di Sumatera Utara.Acara ini turut dihadiri Wakil Gubernur Sumut Surya, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Sulaiman Harahap, Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, para anggota DPRD Sumut, serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sumut di Restoran Pondok Indah, Jalan Hasanuddin, Medan, Minggu 15 Maret 2026.Bobby Nasution menyampaikan bahwa pertemuan dalam suasana kekeluargaan seperti ini menjadi ruang yang baik untuk memperkuat kebersamaan di tengah kesibukan menjalankan tugas pemerintahan daerah."Bulan suci Ramadan mengajarkan kita kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian. Nilai-nilai inilah yang sesungguhnya sangat penting dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan daerah," ujar Bobby Nasution.Menurutnya, hubungan yang harmonis antara eksekutif dan legislatif merupakan fondasi utama dalam memastikan setiap kebijakan pembangunan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Ia menilai komunikasi yang selama ini terjalin melalui musyawarah dan kerja sama konstruktif telah berjalan dengan baik."Tantangan pembangunan ke depan semakin besar. Sumut memiliki potensi luar biasa di sektor pertanian, perkebunan, industri, hingga pariwisata. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, kita membutuhkan kolaborasi yang solid," tambahnya.Bobby juga mengingatkan agar perbedaan pandangan yang mungkin muncul dalam proses pengambilan kebijakan tidak menjadi penghambat, melainkan menjadi kekuatan untuk menghasilkan keputusan terbaik bagi kesejahteraan masyarakat."Mari kita jadikan kebersamaan ini sebagai energi untuk terus bekerja lebih baik, melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh, serta bersama-sama mewujudkan Sumatera Utara yang unggul, maju, dan berkelanjutan melalui kolaborasi Sumut Berkah," pungkasnya.
16 Maret 2026LensaDaily - Seluruh daerah di Sumatera Utara diminta untuk menjaga ketersediaan stok bahan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri, yang akan terjadi peningkatan harga dan menjadi tradisi tiap tahunnya. Upaya tersebut penting agar inflasi tetap terkendali dan harga kebutuhan pokok tidak melonjak.Hak ini dikatakan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution pada kegiatan high level meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut di Aula Raja Inal Siregar, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat 6 Februari 2026. Peningkatan harga ini juga disebabkan tingginya permintaan, tidak hanya dari Sumut, tetapi juga dari provinsi lain.“Jaga betul barang-barangnya, seluruh wilayah di Sumut sama-sama puasa, semua meningkat kebutuhan bahan pokoknya, daerah lain sering meminta supply bahan pokok dari kita, jangan sampai kita kekurangan dan harga-harga jadi naik di daerah kita sendiri,” kata Bobby Nasution.Bobby Nasution menyarankan salah satu upaya agar bahan pokok tidak keluar ke provinsi lain, yakni dengan memanfaatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Sejumlah komoditas yang kerap menjadi penyebab inflasi di Sumut antara lain cabai, cabai rawit, tomat, bawang merah, daging sapi, telur, dan ayam. Menurutnya, BUMD dapat membeli langsung dari petani dengan harga yang bersaing sehingga komoditas tersebut tidak bergerak keluar daerah.“Perhatikan betul-betul distribusinya, saya juga minta tolong kepada Pak Kapolda dan Pak Kajati ikut memonitor ini, Pemda bisa memanfaatkan BUMD-nya, beli langsung ke petani dengan harga yang kompetitif,” kata Bobby Nasution.Berdasarkan data per 2 Januari 2026, inflasi Sumut berada di angka 3,81 persen (yoy), menurun signifikan dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 4,66 persen (yoy). Menurut Bobby Nasution, capaian tersebut menunjukkan kuatnya kolaborasi dalam pengendalian inflasi di Sumut.“Akhir tahun lalu, kita di urutan keempat inflasi tertinggi, dan sekarang 3,81 persen, angka ini bukan sekadar angka, tetapi menunjukkan lebih dari itu, menunjukkan kolaborasi kuat kita menjaga inflasi, menjaga harga-harga barang tetap stabil,” katanya.Sementara itu, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumut Rudy Brando Hutabarat menegaskan perlunya komitmen setiap daerah dalam pengendalian inflasi. Hal tersebut tertuang dalam enam kesepakatan road map Pengendalian Inflasi Sumut menjelang Ramadan dan Idulfitri.Keenam kesepakatan tersebut meliputi peningkatan frekuensi gerakan pasar murah, penambahan pasokan daging sapi/kerbau, serta kerja sama dengan produsen daging ayam ras dan telur. Selain itu, juga direncanakan pengendalian kenaikan tarif administered price, early warning inflasi, serta kerja sama TPID–SPPG agar menu Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak monoton.“Pasar murah misalnya harus dilakukan di pasar tradisional, bukan di kantor kecamatan, kantor wali kota, karena dampaknya akan berbeda, kemudian tarif air, transportasi, distribusi juga perlu dikendalikan, jangan malah naik saat tekanan inflasi tinggi dan juga kita bersinergi dengan SPPG agar menunya tidak melulu telur, ayam, agar permintaan komoditi ini tidak meningkat,” kata Rudy Brando Hutabarat.Hadir dalam high level meeting tersebut Wakil Gubernur Sumut Surya, Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, Kajati Sumut Harli Siregar, dan Wakil Ketua DPRD Sumut Salman Alfarisi. Turut hadir Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap, seluruh kepala daerah kabupaten/kota se-Sumut, serta OPD terkait Pemprov Sumut dan kabupaten/kota.
07 Februari 2026


