icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: penjarahan


Para Penyintas Terduga Pelaku Penjarahan di Sibolga Dibebaskan

LensaDaily - Aksi penjarahan di minimarket ritel oleh sejumlah terduga penyintas bencana di Kota Sibolga tak diproses hukum. Satuan Reserse Kriminal Polres Sibolga membebaskan 16 orang terduga pelaku penjarahan Rabu 3 Desember 2025."Sudah dipulangkan ya, untuk16 orang yang menjarah itu," ungkap Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Sumut AKBP Siti Rohani Tampubolon, Rabu malam, 3 Desember 2025.Siti mengungkapkan bahwa pihak Polres Sibolga juga menghentikan proses hukum ke-16 orang tersebut. Karena, dari 7 gerai yang mengalami penjarahan. Tidak ada membuat laporan resmi ke Polres Sibolga."Ya dihentikan (proses hukumnya). Karena tidak ada toko minimarket membuat laporan resmi ke Polres Sibolga," ucap Siti.Ke-16 orang yang sempat diamankan polisi masing-masing berinisial (20), SS (24), AZ (27), ZR (24), OFH (18), ART (19), DH (20), ISS (18), A (18), MS (18), BA (18), ER (21), DAM (18), ABS (18), D (18) dan BNH (17). Belasan orang itu melakukan penjarahan di 7 gerai minimarket di Kota Sibolga, pada Minggu 30 November 2025. Dimana, 7 gerai minimarket yang dijarah itu, yakni Indomaret di Jalan Sisingamangaraja depan SPBU Kebun Jambu. Indomaret di Jalan Suprapto, Indomaret di Jalan Sibolga-Barus.Lalu, Alfamidi di Jalan Singamaraja dan Alfamart di Jalan Imam Bonjol, di Jalan Suprapto dan Jalan Merpati, Kota Sibolga, hingga terjadi penjarahan pada Sabtu 29 November 2025.

04 Desember 2025

Gudang Bulog Sibolga Dijarah: Kami Paham Masyarakat dalam Situasi Darurat

LensaDaily - Aksi penjarahan sejumlah warga terjadi di Kota Sibolga, yang terpaksa mengambil bahan kebutuhan pokok di Gudang Bulog Sarudik, Kota Sibolga, yang terjadi Sabtu sore, 29 November 2025. Aksi ini viral di media sosial yang merekam detik-detik warga memaksa masuk ke Gudang Bulog dan melakukan penjarahan.Peristiwa itu, dibenarkan oleh Pemimpin Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto. Menyikapi peristiwa penjarahan itu, Budi mengatakan memahami kondisi dialami warga atas bencana alam, banjir, banjir bandang hingga tanah longsor. â€śKami memahami bahwa masyarakat, sedang berada dalam situasi darurat akibat bencana banjir yang menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan terputusnya akses pangan,” ucap Budi, Sabtu malam, 29 November 2025.Budi menjelaskan kronologi gudang Bulog Sibolga dijarah puluhan warga, terjadi sekitar pukul 15.50 WIB. Tiba-tiba massa berkumpul di depan Gudang Bulog Sarudik Sibolga. Massa memaksa masuk dengan merobohkan pagar gerbang, merusak gembok gudang."Lalu, mengambil beras serta minyak goreng yang tersimpan di dalam gudang. Aparat telah berupaya melakukan penghalauan namun massa tidak terkendali karena desakan kebutuhan pangan," jelas Budi.Budi mengungkapkan bahwa pihak Bulog Sibolga sudah berkoordinasi dengan TNI/Polri setempat untuk melakukan pengamanan. Karena, jumlah massa lebih banyak. Sehingga peristiwa itu, tidak bisa terbendung dan terjadi penjarahan tersebut."Seiring berkembangnya situasi dan meningkatnya potensi kerawanan, Pinca Bulog Sibolga telah meminta penambahan personel kepada Kodim dan Polresta Sibolga. Selain itu, koordinasi lanjutan dilakukan oleh Kantor Wilayah BULOG Sumatera Utara dengan Kodam dan Polda Sumatera Utara agar bantuan personel dapat tiba lebih cepat," jelas Budi.Disinggung berapa kerugian akibat penjarahan tersebut. Budi mengatakan belum bisa dihitung secara detail. Karena, komunikasi terbatas. Namun, ia memastikan pasokan aman untuk Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), karena Bulog segera akan melakukan penambahan pasokan ke Bulog Sibolga.“Perhitungan jumlah beras dan minyak goreng yang diambil dari Gudang Sarudik masih dalam proses pendataan. Kami meminta dukungan semua pihak agar penanganan pasca kejadian ini dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran demi kepentingan masyarakat yang terdampak,” pungkas Budi.

30 November 2025

Bantuan Tak Kunjung Datang, Sejumlah Warga Terpaksa Menjarah Minimarket di Tapteng

LensaDaily - Kesabaran warga yang terdampak banjir, banjir bandang dan longsor yang melanda di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menunggu bantuan yang tak kunjung tiba berakhir sudah. Warga akhirnya melakukan aksi penjarahan ritel minimarket, yang terekam dan viral di media sosial.Hal tersebut, dibenarkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Ferry Walintukan, Sabtu malam, 29 November 2025."Kami dari Polda Sumut, menyikapi video penjarahan yang terjadi di Tapanuli Tengah. Kasus itu, sudah ditangani Polres Tapanuli Tengah," kata Ferry.Ferry berharapkan kepada masyarakat Kabupaten Tapteng dengan kondisi saat ini, untuk bersabar. Karena, dari pihak BNPB dan pihak Polda Sumut, TNI dan instansi terkait, sedang mengirim bantuan logistik ke daerah di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga. Ferry mengungkapkan penyaluran bantuan logistik tersebut, terkendala dengan akses jalan tertutup dengan material longsor. Namun, sedang dilakukan pembersihan dan pembukaan akses kembali secara normal. "Saat ini, terkendala bencana tanah longsor, di Tapanuli Utara ke Tapanuli Tengah, mengharapkan untuk bersabar. Kasus ini, ditangani Polres Tapanuli Tengah, demikian dan terima kasih," sebut Ferry.Sebuah video viral memperlihatkan puluhan warga melakukan penjarahan minimarket di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Hal itu, buntut dari batuan logistik bagi masyarakat tidak merata didapatkan, bencana alam terjadi sejak 24 hingga 29 November 2025.Bencana alam di Kabupaten Tapteng ini, berupa banjir bandang, tanah longsor hingga banjir. Daerah ini, merupakan lokasi terkena dampak besar. Begitu juga, banyak warga meninggalkan rumahnya dan mengungsi.Seorang warga Tapteng, Damai membenarkan insiden penjarahan minimarket itu. Ia tidak membantah bahwa bantuan logistik tidak merata didapatkan masyarakat terkenda bencana alam tersebut."Chaos (penjarahan) didepan mata sekarang ini," ungkap Damai saat dikonfirmasi Sabtu malam, 28 November 2025.Damai mengungkapkan sejauh ini, aku tak dapat informasi manajemen penyaluran logistik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng, Pemprov Sumut maupun Pemerintah Pusat. Karena, warga harus berjuang sendiri memenuhi kebutuhan makan dalam situasi bencana alam ini."Kami terutama di komplek aku tinggal, berjuang sendiri cari pasokan makanan dan air bersih. Tak ada informasi apapun soal bantuan logistik itu," kata Damai.Damai menjelaskan bahwa banyak faktor masyarakat terdampak bencana alam, yang melakukan penjarahan minimarket itu. Sehingga banyak warga nekat melakukan hal itu, untuk kebutuhan pokok didapatkan secara terbatas itu."Ya, itu tentu salah satu penyebabnya.. selain sebab sebab lain. Kondisi keterisoliran ini akan juga memicu angka kriminalitas," ungkap Damai.Damai mengatakan selain pasokan pangan yang terbatas untuk dikonsumsi. Masyarakat terkena dampak bencana alam itu, terkait dengan kesehatan. Sudah banyak warga mengalami sakit dan perlu penanganan medis."Potensi buruk lain adalah di kesehatan, ribuan rumah sedang bersih-bersih dan sampahnya banyak dibakar," ungkap Damai. Atas hal ini, Damai berharap kepada pemerintah untuk segera menyalurkan bantuan kepada masyarakat secara keseluruhan dan penuhi segera penanganan medis terhadap warga yang sakit.

29 November 2025

Kemendagri Apresiasi Sumut Kondusif Demo Agustus, Gubernur Bobby Nasution Siap Aktifkan Siskamling

LensaDaily - Aksi demonstrasi di Sumatera Utara pada Agustus lalu tidak membuat provinsi ini bergejolak besar hingga menyebabkan kerusuhan. Demo yang terjadi di Sumut, tidak anarkis dan tidak menimbulkan penjarahan.Hal ini diapresiasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) oleh Staf Khusus Bidang Keamanan dan Hukum Wahyu Bintoni Hari Bawono saat bertemu Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Tim Kemendagri pada acara Asistensi, Monitoring dan Evaluasi Pasca Aksi Unjuk Rasa di Beberapa Daerah, yang diselenggarakan di Anjungan Lantai 9, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (12/9/2025).“Memang kita sadari bahwa dengan kejadian kemarin, terjadi aksi-aksi anarkis dan penjarahan. Di sini kami memastikan bagaimana situasi di setiap daerah. Kami mengapresiasi Provinsi Sumut yang telah menetapkan langkah-langkah dalam mengantisipasi demo kemarin, sehingga Sumut kondusif,” ujar Staf Khusus Bidang Keamanan dan Hukum Kemendagri Wahyu Bintoni Hari Bawono.Pada pertemuan itu, Wahyu menyebutkan, sesuai arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada rapat kabinet, telah menyampaikan sembilan langkah strategis dalam mengantisipasi terjadinya demo. Salah satunya adalah dengan mengaktifkan sistesiskamlm keamanan lingkungan (Siskamling) untuk menjaga lingkungan masing-masing.Menanggapi hal itu, Gubernur Sumut Bobby Nasution menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut bersama unsur Forkopimda, tokoh agama, dan masyarakat bersama-sama berupaya agar aksi yang terjadi beberapa waktu lalu berjalan dengan kondusif.Bobby menyampaikan, salah satu upayanya adalah dengan melaksanakan doa bersama, menemui dan mengajak berdialog para pendemo, menampung aspirasi para buruh, menyalurkan beras SPHP kepada pengemudi ojek online atau Ojol, memberikan pengobatan kepada mereka yang terdampak (luka-luka) demo, melaksanakan pasar murah di seluruh kabupaten/kota se-Sumut, dan lainnya.Unsur Forkopimda, kata Bobby, juga melakukan hal sama dengan menemui para pendemo, mengajak berdialog, dan menyalurkan sejumlah bantuan. “Alhamdulillah, di Sumut sudah lebih tertib, khususnya dalam menyampaikan aspirasi dari pertama aksi,” ucapnya.Terkait Siskamling, Bobby pun siap mengaktifkan Siskamling. Pemprov Sumut akan berkoordinasi dengan seluruh kabupaten/kota untuk pengaktifan Pos Kamling di setiap daerah.Bobby menceritakan pengalamannya pada saat menjadi Walikota Medan, bahwa pernah mengaktifkan Siskamling saat mengatasi tawuran yang terjadi di Belawan.“Kami juga akan berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk pengaktifan Pos Kamling. Karena menjaga kondusivitas di Sumut adalah tanggungjawab kita bersama,” pungkasnya.Pertemuan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Sumut, FKUB, pada pimpinan OPD Pemprov Sumut, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Sumut, Forum Pembauran Kebangsaan Sumut, dan undangan lainnya. 

12 September 2025