icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: pengungsian


Pemprov Sumut Klaim Zero Pengungsi di Tenda Pengungsian, Sudah Tempati Huntara dan Huntap

LensaDaily - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memastikan seluruh pengungsi akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara (Sumut) dipastikan sudah tidak lagi menempati tenda pengungsian. Para korban kini telah berpindah ke hunian yang lebih layak, baik hunian sementara (Huntara), hunian tetap (Huntap), maupun rumah kontrakan yang difasilitasi pemerintah.Hal tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut, Basarin Yunus Tanjung, kepada wartawan di Medan, Senin 30 Maret 2026. “Sumut sudah zero pengungsi. Pengungsi yang sebelumnya berada di tenda, sudah menghuni huntara, huntap, ada juga yang mengontrak rumah sementara dengan dana yang disediakan pemerintah,” ujar Basarin.Ia menjelaskan, saat ini pembangunan hunian tetap masih terus dipercepat di berbagai wilayah terdampak bencana di kabupaten/kota se-Sumut. Pemerintah menargetkan seluruh korban segera menempati hunian permanen.Sebagai bagian dari percepatan tersebut, sebanyak 120 unit huntap di Desa Hapesong, Kabupaten Tapanuli Selatan, telah diserahkan kepada masyarakat terdampak.“Minggu lalu telah diserahkan 120 unit huntap di Desa Hapesong, Tapsel, kepada masyarakat terdampak. Sisa hunian tetap lainnya terus dikebut pembangunannya,” katanya.Basarin menambahkan, pembangunan huntap dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, institusi negara, hingga sektor swasta.“Percepatan terus kita lakukan bersama swasta dan institusi negara. Kita berharap kolaborasi ini terus terjaga, sehingga masyarakat terdampak bencana dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal,” pungkasnya.

31 Maret 2026

Huntara Pengungsi Bencana di Sumut Dikebut, Lebaran Ditarget Zero Pengungsi

LensaDaily - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memastikan 1.427 unitbhunian sementara (Huntara) yang tersebar di berbagai titik di Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Tapanuli Selatan (Tapsel) saat ini tengah dipercepat pembangunannya sebagai upaya mewujudkan zero pengungsi pascabencana. Saat ini, jumlah masyarakat yang masih berada di pengungsian tercatat sebanyak 909 kepala keluarga atau 3.506 jiwa.Hal tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Basarin Yunus Tanjung pada temu pers yang diselenggarakan Dinas Kominfo Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu 25 Februari 2026.Sebelumnya, beberapa titik Huntara telah dihuni masyarakat terdampak bencana. Di Lapangan Bola Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, tersedia 186 unit; Dusun Aek Latong, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok sebanyak 118 unit; Adiankoting 40 unit; Asrama Haji Pinangsori 52 unit; Lahan Balerong Pasar Tukka 12 unit; serta Lahan Rusunawa Pandan sebanyak 90 unit. Sementara itu, sejumlah titik pembangunan Huntara lainnya masih dalam tahap penyelesaian.“Dengan demikian penyediaan atau pembangunan selesai, semua akan tertampung di huntara, mudah-mudahan mereka lebaran bisa tinggal di huntara,” kata Basarin yang juga Ketua Harian Posko Tanggap Bencana Sumut.Selain pembangunan Huntara, Pemprov Sumut juga telah menyalurkan bantuan pengganti sewa rumah kepada 313 kepala keluarga. Bantuan tersebut diberikan sembari menunggu pembangunan hunian tetap rampung.Masih terdapat masyarakat yang akan menerima bantuan pengganti uang sewa. Bantuan ini awalnya disalurkan oleh Pemprov Sumut, kemudian dilanjutkan dengan dana tunggu hunian selama tiga bulan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selanjutnya, masyarakat yang saat ini menempati Huntara akan direlokasi ke hunian tetap yang proses pembangunannya sedang berjalan.Pemprov Sumut juga telah merampungkan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Dalam dokumen tersebut, kebutuhan anggaran untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi diestimasikan sebesar Rp30,5 triliun. Program ini direncanakan berlangsung mulai 2026 hingga 2028.Basarin menambahkan, hingga saat ini masih terdapat 40 orang yang dinyatakan hilang. Meski pencarian secara masif telah berakhir, tim tetap akan melakukan pencarian apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.“Total korban meninggal dunia tercatat 376 jiwa. Angka ini bertambah satu setelah ditemukan korban terbaru. Sementara itu, 40 orang masih dinyatakan hilang,” kata Basarin.

26 Februari 2026

Bobby Nasution Pastikan Perbaikan Rumah Korban Bencana di Sumut, Catat Ini Nominalnya

LensaDaily - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan korban terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara yang mengalami kerusakan rumah akan diganti pemerintah. Korban terdampak akan menerima uang tunai untuk perbaikan rumah dengan nominal berbeda tergantung kerusakan yang dialami bahkan hingga rumah hancur atau hilang.Hal ini dikatakan Bobby Nasution saat bertemu korban banjir dan longsor di Hutanabolon, Tapanuli Tengah, Jumat 26 Desember 2025. Di Tapanuli Tengah, daerah paling terdampak yaitu Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah.Hutanabolon sempat terisolir karena akses ke kelurahan ini tertimbun lumpur cukup tinggi. Hampir dua minggu, kelurahan ini sulit diakses karena banyaknya material di jalan termasuk kayu dan batu-batu besar.Saat aksesnya terbuka, Gubernur Sumut langsung meninjau daerah ini dan memastikan Hutanabolon akan segera di rehabilitasi. Bukan hanya rumah, tetapi juga infrastruktur dan juga fasilitas-fasilitas publik.“Rumah-rumah inang rusak ringan, sedang, berat, hilang akan diganti Bapak Presiden, jumlahnya nanti kita coba lebih banyak lagi. Rusak ringan diberi Rp15 juta per rumah, sedang Rp30 juta, rusak berat Rp60 juta, hilang rumah dan tanah disiapkan rumah layak huni, termasuk infrastruktur dan juga fasilitas umum akan kita perbaiki,” kata Bobby Nasution.Saat ini pembangunan hunian tetap Tapanuli Tengah sedang berlangsung di Pinangsori sebanyak 118 unit. Bobby Nasution berharap lokasi yang ditentukan untuk pembangunan hunian tetap korban di Hutanabolon aman dari ancaman bencana.“Lokasinya diserahkan ke Pak Bupati, tetapi yang pasti jauh dari bencana, aman dari longsor, aman dan banjir dan layak dihuni,” kata Bobby Nasution didampingi Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu.Pada kesempatan ini Bobby Nasution juga memberikan bantuan logistik, hadiah Natal untuk anak-anak di Hutanabolon dan juga bantuan untuk Posko di Masjid Al-Huda. Bobby berharap bisa mengobati sedikit kesedihan para korban banjir dan longsor.“Ini ketiga kalinya saya ke sini dan perbedaannya sangat jauh (akses jalan, pemukiman dan fasilitas umum yang mulai membaik) sangat luar biasa, TNI, Polri, masyarakat semua, bekerja sama untuk pemulihan bencana, saya harap apa yang sudah dilakukan pemerintah, Pak Bupati bisa menjadi sedikit pengobat hati,” kata Bobby Nasution.Salah satu warga Huntanabolon, Irma Tanjung mengaku sudah satu bulan tinggal di pengungsian karena rumahnya sudah hilang. Dia berharap relokasi untuk huntap korban bencana tidak terlalu jauh dari rumahnya yang hilang.“Rumah saya sudah hilang, sudah tersapu longsor dan juga sudah ketanam lumpur, kalau ditanyapun ga bisa lagi saya pastikan persis di mana lokasinya, lagian di area dekat rumah kami banyak batu besar-besar, gimana lagipun bersihkannya, tapi kalaupun direlokasi jangan jauh-jauh kali dari sini,” kata Irma.

27 Desember 2025

5 Truk Bantuan Kemanusiaan Dikirim Polri untuk Masyarakat ke Tapteng dan Sibolga

LensaDaily - Lima truk bantuan kemanusiaan untuk korban terdampak bencana dikirimkan wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga, Kamis 4 Desember 2025. Penyaluran dilakukan melalui Posko Logistik “Polri untuk Masyarakat” di Gudang Pamobvit Polda Sumut.Adapun setiap truk membawa bantuan berupa 400 karung beras, 100 pcs minuman mineral, 150 dus air mineral, 300 kotak mi instan, 20 kotak biskuit, delapan kotak sarden, dua kotak popok bayi, 50 lembar tikar, serta 10 unit kasur single. Seluruh bantuan tersebut diprioritaskan untuk warga yang terdampak langsung dan berada di titik pengungsian.Direktur Pamobvit Polda Sumut, Kombes Pol Parhorian Lumban Gaol menyampaikan bahwa pendistribusian logistik ini merupakan komitmen Polda Sumut dalam menjamin pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.“Hari ini, Kamis 4 Desember 2025 pukul 22.00, kami dari Polda Sumatera Utara kembali mengirimkan bantuan kepada masyarakat kita yang terdampak bencana alam, terutama di wilayah Kabupaten Tapteng dan Sibolga,” ujar Kombes Pol Parhorian.Beliau menambahkan bahwa bantuan ini dikirim dalam jumlah besar dan berisi kebutuhan pokok serta perlengkapan harian yang paling dibutuhkan korban terdampak.“Bantuan ini sebanyak lima truk yang berisi bahan makanan, peralatan mandi, hingga perlengkapan untuk beristirahat. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” katanya.Selain itu, ia mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang turut menyalurkan bantuan melalui Polda Sumut.“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mempercayakan penyaluran bantuan ini. Semoga distribusi berjalan lancar dan semuanya tiba di tujuan tanpa kendala,” tegasnya.Keberangkatan truk bantuan dilakukan malam hari untuk mempercepat proses distribusi, mengingat beberapa titik lokasi terdampak membutuhkan suplai logistik segera.Polda Sumut memastikan proses pengiriman dilakukan secara terkoordinasi, termasuk dengan petugas di lapangan, pemerintah daerah setempat, serta unsur TNI–Polri yang berada di lokasi terdampak. Bantuan ini diharapkan dapat segera diterima masyarakat yang kini masih bertahan di titik pengungsian dan wilayah yang sulit akses logistiknya.

05 Desember 2025

Wapres Gibran Tinjau Kerusakan Bencana di Tapsel, Kapolda Sumut Tegaskan Polri Siaga 24 Jam Layani Masyarakat

LensaDaily - Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung kondisi kerusakan jembatan Sungai Garoga dan lokasi pengungsian warga terdampak banjir di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis 4 Desember 2025.Kehadirannya merupakan langkah nyata untuk memastikan penanganan bencana dan distribusi bantuan berjalan dengan baik. Kehadiran Wapres RI disambut Forkopimda Sumatera Utara, di antaranya Wakil Gubernur Sumut H. Surya, Pangdam I/BB Mayjen TNI Rio Firdianto, dan Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto. Selain meninjau akses jalan yang rusak, rombongan juga berdialog langsung dengan masyarakat terdampak.Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto menegaskan kesiapan penuh jajaran kepolisian dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga selama masa pemulihan.“1x24 jam kami siap membantu masyarakat. Kami siap memberikan rasa aman kepada masyarakat, karena kita tahu kondisi di sini. Kita bahu membahu bersama TNI dan Pemda setempat untuk mengembalikan rasa percaya diri serta rasa aman masyarakat,” ujar Kapolda.Kapolda Sumut juga mengonfirmasi bahwa masih terdapat warga yang belum ditemukan akibat banjir bandang dan longsor. Untuk itu, Polri telah mengerahkan tim pencarian hingga memfungsikan K9 bantuan dari Mabes Polri.“Banyak yang sudah menjadi korban, dan masih ada juga yang belum ditemukan. Untuk itu Polri membuat posko kesehatan, posko keamanan, dapur lapangan serta menggunakan K9 untuk membantu pencarian korban,” tegasnya.Kapolda mengungkapkan bahwa Wapres memberikan arahan agar seluruh kebutuhan masyarakat segera dipenuhi, mulai dari dukungan medis, perbaikan hunian, hingga penyediaan area hunian sementara yang aman.“Arahan beliau kepada kami adalah mempercepat pendistribusian bantuan, baik kepada warga yang sakit maupun yang rumahnya tertimbun longsor. Kami bersama semua pihak menyiapkan dapur lapangan dan mendistribusikan makanan setiap hari,” kata Kapolda.Langkah penanganan itu, ditegaskan Kapolda, dilakukan secara berkelanjutan hingga wilayah tersebut kembali pulih secara utuh.

04 Desember 2025