LensaDaily - Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyiapkan tiga lapangan untuk sarana Training Center Timnas Indonesia U-17. Hal itu terungkap setelah pertemuan dengan Exco PSSI Arya Sinulingga, Sabtu (7/6/2025).Pria yang juga Staf Khusus (Stafsus) Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bidang Strategi Komunikasi dan Hubungan Arya Sinulingga, menjelaskan, Timnas U17 sudah lolos Piala Dunia Qatar. Untuk itu dibutuhkan pre match yang cukup mumpuni."Kita akan bikin besar juga. Kemarin PSSI Pak Erick Thohir juga sudah mengundang ada 3 negara lain yang lolos juga piala dunia U-17," ucapnya.Maka di Sumut nanti, akan ada kehadiran negara lain yang akan dipertandingkan di Sumatera Utara, melawan timnas U-17."Momen ini akan membuat gairah sepakbola di Sumut semakin bagus," sambungnya.Untuk itu, pihak PSSI berharap bisa memakai lapangan bola yang ada di Sumatera Utara. Dan tentunya harus ada izin dari Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. "Minta izin sama pak Gubernur, minta support sama pak Gubernur dan pak wakil. Supportnya total, dan kami senang betul di Sumut," jelasnya.Lebih lanjut Arya Sinulingga mengaku sangat senang bisa memakai lapangan bola di Sumatera Utara dan mudah-mudahan berjalan dengan lancar. "Di Sumut dari tanggal 10 sampai 18 Agustus. itu. Event sepak bola kan sudah lama, terakhir kali mungkin Marahalim. Jadi ini bisa menggairahkan kita lagi," bebernya.Dengan begitu, Arya Sinulingga mengaku sudah melihat fasilitas lapangan sepakbola di Sumatera Utara sangat baik. "Tadi kita sudah melihat fasilitas, nanti ada 2 stadion untuk latihan dan 1 stadion untuk pertandingan. Failitas di Sumut cukup baik, dan cukup bagus," tutupnya.Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan pihaknya telah meninjau lapangan kebun bunga. "Tadi minta izin sama pak Wakil Walikota, ini atas pengajuan dari Bang Arya Sinulingga dan PSSI Sumut yang mau mengadakan event di wilayah Sumut. Insya Allah ditanggal 10 sampai 17 Agustus," ujarnya.Tak hanya lapangan kebun bunga yang ada disiapkan oleh Sumatera Utara, akan tetapi ada 2 stadion lagi. "Taman bunga, lapangan Jalan Pancing dan Stadion Utama Sumut di Deliserdang," sebutnya.Sedangkan, Wakil Walikota Medan H. Zakiyuddin Harahap mengatakan sangat menyambut baik event tersebut. "Kami dari Kota Medan menyambut baik event seperti ini, apalagi ini untuk menggairahkan lagi semangat olahraga di Kota Medan," katanya. (Medan)
07 Juni 2025Tag: pemrovsu
LensaDaily - Ketua Youth Toba Geopark UNESCO, Gito Pardede, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan lima hari sekolah yang diterapkan Wali Kota Medan Bobby Nasution. Menurutnya, kebijakan ini bukan hanya menyentuh aspek pendidikan, tetapi juga memberi dampak signifikan terhadap pertumbuhan sektor pariwisata, khususnya di kawasan Danau Toba."Langkah yang diambil Wali Kota Medan patut diapresiasi. Dengan sistem lima hari sekolah, keluarga kini memiliki waktu akhir pekan yang lebih panjang. Ini menjadi peluang besar bagi sektor pariwisata, terutama destinasi unggulan seperti Danau Toba, Langkat, Tapanuli Tengah dan Pesisir Pantai Timur," ujar Gito dalam keterangannya, Jumat (7/6/2025).Menurut Gito, waktu libur dua hari penuh setiap akhir pekan akan mendorong minat masyarakat untuk bepergian ke destinasi wisata terdekat, salah satunya kawasan Toba yang dapat ditempuh dalam waktu kurang dari lima jam. Hal ini diyakini akan meningkatkan angka kunjungan wisata domestik secara signifikan."Kawasan Danau Toba merupakan bagian dari UNESCO Global Geopark yang memiliki potensi luar biasa, bukan hanya secara alamiah tapi juga kultural. Kebijakan ini membuka ruang lebih besar bagi keluarga untuk berwisata sekaligus belajar mengenai warisan geologi, budaya, dan ekologi Danau Toba," tambahnya.Lebih lanjut, Gito menyampaikan bahwa pelaku UMKM, pemandu wisata, serta komunitas lokal di sekitar Danau Toba juga akan mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari meningkatnya kunjungan wisata di akhir pekan. Ia berharap kebijakan tersebut dapat diadopsi oleh daerah lain di Sumut guna menciptakan sinergi antara pendidikan dan pembangunan ekonomi lokal berbasis pariwisata."Kebijakan ini bukan hanya soal sekolah. Ini soal bagaimana kita membangun pola hidup masyarakat yang seimbang, produktif, dan sekaligus mendukung ekosistem wisata yang berkelanjutan," pungkas Gito Pardede.(Medan)
07 Juni 2025LensaDaily – Event balapan malam hari ‘Night Race 2025, yang memperebutkan Piala Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution, berlangsung meriah. Bobby yang menyaksikan langsung event tersebut, memotivasi anak-anak muda untuk mengukir prestasi di dunia otomotif, khusunya balap mobil, sepeda motor hingga gokar.Balapan yang berlangsung di Lapangan Udara (Lanud) Soewondo, Medan, Sabtu (31/5/2025), sore hingga malam, diikuti ratusan peserta. Seribuan penonton pun terlihat antusias menyaksikan aksi para pembalap, sembari menikmati suasana malam eks Bandara Polonia tersebut.Bobby Nasution yang hadir di lokasi berbaur bersama para penonton menyaksikan langsung keseruan para pembalap yang beradu cepat mencapai garis finish. Ia pun memberikan semangat kepada peserta, terutama para anak muda yang bahkan sudah hadir sejak pagi untuk mempersiapkan diri di sekitar arena balapan malam itu.Dari Night Race ini, Bobby menilai bahwa ada hobi anak muda yang bisa tersalurkan di dalam arena khusus. Seperti mereka yang menyukai dunia otomotif, yang identik dengan kecepatan dan suara keras knalpot. Sehingga event seperti ini perlu digelar, agar kegemaran generasi muda lebih terarah.Ia pun mengapresiasi terselenggaranya even Night Race 2025 Piala Gubernur, Kolaborasi Sumut Berkah. Karena tak hanya peserta dan pengunjung, para pelaku usaha mikro juga turut meramaikan suasana di sekitar lokasi balapan dengan menyediakan menu makanan/minuman yang beragam dan terjangkau.Hingga malam hari, suasana lokasi Night Race semakin padat penonton yang ingin menyaksikan para peserta memacu kendarannnya di bawah cahaya temaram lampu perlintasan balap. Ditambah keseruan suara knalpot racing, baik roda dua maupun roda empat.Sebelum beranjak dari lokasi, Gubernur berharap kegiatan yang dapat mengarahkan hobi atau kegemaran anak muda, semakin banyak dan beragam. Sebab usia muda yang penuh semangat, harus dibina sedemikian rupa agar tidak terjebak dalam dunia kelam, terutama narkoba.(Medan)
01 Juni 2025LensaDaily – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) akan turun langsung menangani hama lalat buah yang menghantui petani jeruk Sumut. Ini bertujuan untuk mengembalikan kejayaan Jeruk Karo, yang pernah menjadi primadona di Indonesia.Hama lalat buah yang mengganggu petani Jeruk Karo mulai meresahkan sejak tahun 2014, membuat harga komoditas ini turun drastis. Selain harga, produksi jeruk di Karo juga mengalami depresiasi sekitar 40-50%, sehingga petani enggan menanam jeruk.“Langkah pertama kita akan intervensi serangan lalat buah, tetapi tentu kita akan mendata, menyusun teknis penanggulangannya yang paling tepat dan sosialisasi kepada masyarakat, karena ini harus dilakukan serentak, bersama-sama,” kata Gubernur Sumut Bobby Nasution, saat memimpin Rakor Produksi dan Hilirisasi Komoditas Jeruk di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Rabu (21/5).Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, sampai saat ini 87,1% lahan pertanian jeruk terkena serangan lalat buah. Ini membuat petani-petani jeruk semakin enggan untuk kembali menanam jeruk.“Saat ini produsen terbesar jeruk itu Jawa Timur dan Sumut masih nomor dua, bayangkan dengan keadaan kita seperti inipun kita masih nomor dua, kalau kita maksimalkan kita bisa nomor satu, bahkan diperhitungkan secara internasional,” kata Bobby Nasution.Pakar Kultur Jaringan, Prof Luthfi Aziz Mahmud Siregar mengatakan, selain teknologi, salah satu yang terpenting dalam penanganan hama ini adalah kesadaran petani. Sehingga dibutuhkan pendampingan kepada petani agar mengelola tanaman jeruknya secara profesional.“Penanganan lalat buah ini harus dilakukan bersama-sama, bukan hanya di lahan jeruknya saja, tetapi juga bumpernya, zona di sekitar lahan pertanian jeruk dan juga petani juga paham harus melakukan apa, sadar akan pentingnya mengelola jeruknya dengan baik, misalnya membersihkan buah yang jatuh karena hama, memperhitungkan sanitasi dan lainnya,” kata Luthfi Aziz Mahmud Siregar, yang hadir pada Rakor tersebut.Bupati Karo Antonius Ginting mengatakan, pihaknya sangat bersyukur adanya perhatian pemerintah pusat dan Pemprov Sumut menangani hama jeruk. Menurutnya, mengembalikan kejayaan Jeruk Karo adalah mimpi masyarakatnya, yang sampai saat ini belum terwujud.“Kami sangat bersykur pemerintah pusat, pemerintah provinsi memberikan atensi besar pada masalah ini, mudah-mudahan dalam enam bulan ke depan kita sudah bisa lihat hasilnya, bila sukses, produksi jeruk akan meningkat lebih dari 40%,” kata Antonius Ginting.Hadir pada rakor ini Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih, Wakil Bupati Pakpak Bharat Mutsyuhito Solin dan Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala. Hadir juga Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Rajalai dan OPD terkait Kabupaten Karo, Pakpak Bharat, Dairi, dan Simalungun. (Medan)
21 Mei 2025LensaDaily - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution rapat koordinasi tentang penyelesaian masalah pertanahan di Sumut bersama dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro 30, Medan, Rabu (7/5/2025). Pada rapat tersebut ada beberapa poin pembahasan. Salah satunya mengenai lahan eks HGU PTPN seluas 5.873 hektare. Untuk menyelesaikan hal tersebut, Nusron akan kembali mengadakan rapat khusus bersama dengan Gubernur Bobby Nasution dan bupati/walikota terkait. Menurut Nusron, tanah tersebut tidak lagi milik PTPN. Saat ini tanah tersebut sudah masuk kategori tanah negara bebas. Jika sudah begitu, pemberian tanah menjadi wewenang Kementerian ATR BPN. “Itu akan kami tetapkan sebagai target objek reforma agraria dan kami akan rapat khusus dengan Pak Gubernur lagi, sama Bupati, untuk mengatur ini, supaya tercermin dan tercipta prinsip keadilan dan pemerataan. Jangan sampai orang yang tidak berhak mendapat, sebaliknya juga jangan sampai orang yang berhak mendapat tapi malah tidak mendapat,” kata Nusron. Selain itu, Nusron juga mengungkapkan pada rapat tersebut juga dibahas mengenai penyelesaian konflik pertanahan. Untuk itu, Nusron mengedepankan prinsip win-win solution. Ia juga akan mencari pola penyelesaiannya. “Masyarakatnya bahagia, tetapi pemerintah tidak dirugikan dalam arti tidak ada aset yang terdisrupsi,” kata Nusron.Rapat tersebut juga membahas percepatan sertifikasi tanah yang ada di Sumut. Saat ini, dari total 4 juta hektare, ada kurang lebih 54% atau 2 juta hektare tanah yang belum tersertifikasi. Dalam empat tahun ke depan, Ia menargetkan tanah yang sudah terserfitikasi mencapai 70%.Sementara itu, Gubernur Bobby Nasution dalam sambutannya saat rapat tersebut mengungkapkan permasalahan pertanahan di Sumut, memang banyak. Ia pun mengharapkan kehadiran Menteri ATR/BPN Nusron Wahid ke Sumut dapat menyelesaikan permasalahan pertanahan.(Medan)
07 Mei 2025


