LensaDaily - Seorang pria di Kabupaten Toba, Sumatera Utara ditangkap Tim Jatanras Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Toba perkara kasus tindak pidana pembakaran yang terjadi di Jangga Dolok, Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara pada hari Senin 9 Februari 2026 sėkira pukul 09.00 WIB.Ps Kasi Humas Ipda Khairuddin Sukriyanto, mengungkapkan bahwa pelaku, Iqbal Sarif Sarumpaet (33), Wiraswasta, Islam, warga LK.I.PU Gunting Saga Kelurahan Gunting Saga, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, telah ditangkap di Desa Tanjung Toram, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padanglawas Utara pada Sabtu (30/5/2026) sekira pukul 10.00 WIB "Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motif pembakaran dipicu karena pelaku cekcok mulut dengan istrinya lalu pelaku kesal dan membakar rumah milik mertuanya. Pelaku ternyata merupakan menantu dari pemilik rumah," ungkap Ipda Khairuddin Sukriyanto, dalam keterangannya Minggu 31 Mei 2026.Khairuddin menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pada hari Senin tanggal 9 Februari 2026, sekira pukul 09:00 WIB, tepatnya di Desa Jangga Dolok, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba. Korban adalah Hisar Manurung (67), yang saat kejadian pergi ke ladang sawahnya untuk mengambil cangkul.Pada saat diladang sawahnya, Pelapor mendapat informasi dari Sarjono Sirait yang memberitahukan bahwa rumahnya terbakar kemudian ia langsung bergegas untuk melihat rumahnya dan benar Pelapor mendapati rumahnya sudah terbakar.Diketahui Taruli Boru Sitorus yang merupakan kakak ipar dari Pelapor yang berada di dalam rumah tersebut melihat Terlapor Iqbal Sarif Sarumpaet yang sebelumnya berada dirumah tersebut membakar tumpukan kain yang ada didalam kamar rumah tersebut sehingga rumah tersebut terbakar. Kemudian Taruli Boru Sitorus langsung keluar dari rumah tersebut untuk meminta tolong. Taruli Boru Sitorus melihat Terlapor langsung melarikan diri. Atas kejadian tersebut Hisar Manurung tidak terima dan melaporkannya ke Polres Toba.Pelaku diamankan setelah Sat Reskrim Polres Toba melakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi di lokasi kejadian. Petugas mengamankan barang bukti berupa 1 seng bekas dari rumah yang terbakar, 2 batang kecil kayu terbakar bekas rumah yang terbakar dan 1 kain terbakar bekas sisa dari rumah terbakar.
5 hari yang laluTag: padanglawasutara
LensaDaily - Jembatan Aek Sipange Jalan Sipagimbar Kecamatan Aek Bilah, Tapanuli Selatan resmi dapat dilintasi usai diresmikan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution, Kamis 5 Maret 2026. Jembatan sepanjang 50 meter tersebut dibangun dengan anggaran sebesar Rp21 miliar. Pembangunannya dimulai sejak Juni 2025, dengan lebar total 8 meter yang terdiri dari 6 meter badan jalan dan masing-masing 1 meter trotoar di kedua sisi. Jembatan ini juga menghubungkan Kabupaten Tapanuli Selatan dengan Padanglawas Utara.Gubernur Bobby Nasution menyampaikan, pembangunan Jembatan Aek Sipange merupakan simbol semakin dalamnya pembangunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut di wilayah Tapanuli Bagian Selatan. Dengan hadirnya jembatan ini, pembangunan di desa-desa sekitar diharapkan semakin mudah dilakukan.“Kami sudah lihat, keliling untuk membangun desa-desa yang kita lewati tadi, salah satu kunci utamanya adalah jembatan ini, untuk akses masuk material dan barang-barang, makanya jembatan ini diprioritaskan dibangun," kata Bobby.Bobby juga menegaskan komitmen pembangunan di wilayah Tapanuli Bagian Selatan. Ia mengungkapkan, awalnya pembangunan direncanakan dilakukan sekaligus dari sisi Tapanuli Selatan dan Padanglawas Utara, namun rencana tersebut terkendala ketersediaan material di wilayah tersebut."Kalau mau langsung dikerjakan satu ruas nggak cukup bukan uangnya, tapi material sekitaran Tapsel,” kata Gubernur Sumut itu.Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Bobby Nasution atas pembangunan Jembatan Aek Sipange. Ia berharap keberadaan jembatan tersebut dapat memperlancar konektivitas wilayah dan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat."Mudah-mudahan meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat kita, terutama di Kecamatan Aek Bilah dan daerah sekitarnya,” kata Gus Irawan.Menurutnya, visi Gubernur Bobby Nasution dalam membangun Sumatera Utara sangat luar biasa. Ia juga meyakini, di bawah kepemimpinan Bobby, Sumut akan semakin maju.Sebelum jembatan tersebut dibangun, masyarakat harus menyeberangi sungai untuk melintas. Sungai tersebut bahkan pernah memakan korban jiwa. Beberapa tahun lalu, sebuah mobil terbawa arus sungai yang mengakibatkan delapan orang meninggal dunia. Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian pemerintah provinsi hingga akhirnya dialokasikan anggaran pembangunan jembatan.“Pak Gubernur mendengar peristiwa itu lalu mengalokasikan anggaran dan memprogramkan pembangunan jembatan ini. Hari ini jembatan itu sudah selesai dan diresmikan,” ujarnya.
06 Maret 2026


