icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: niasselatan


Desa Adat Bawomataluo Nias Selatan Diusulkan Menjadi Situs Warisan Dunia, Masuk Tentative List UNESCO Sejak 2009

LensaDaily - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengusulkan Desa Adat Bawomataluo di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut) menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO. Desa ini dinilai memiliki keunikan budaya megalitik, rumah adat Omo Sebua, serta tradisi lompat batu yang masih lestari hingga kini.Bawomataluo sendiri telah masuk dalam tentative list UNESCO sejak 2009. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut terus berupaya mendorong pengakuan internasional terhadap destinasi wisata tersebut.“Saat ini kami sedang memproses Desa Bawomataluo agar dapat menjadi situs warisan UNESCO. Kita sudah melakukan sosialisasi di Nias dan nanti kita akan melanjutkan penyusunan dossier (dokumen) Bawomataluo,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut, Yuda Pratiwi Setiawan, dalam konferensi pers di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Rabu 1 April 2026.Menurut Yuda, Bawomataluo memiliki nilai budaya tinggi yang tercermin dari kondisi geografis dan kehidupan masyarakatnya. Desa ini berada di ketinggian 324 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan menampilkan permukiman tradisional yang terawat, termasuk Omo Sebua (Rumah Raja) yang telah berusia lebih dari 200 tahun.“Desa ini juga memiliki tradisi lompat batu atau tradisi Fahombo yang masih terjaga keasliannya hingga sekarang dan selama ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung ke Sumatera Utara,” kata Yuda.Setelah tahap sosialisasi, proses pengusulan akan dilanjutkan dengan penyusunan berkas Preliminary Assessment. Sesuai prosedur UNESCO, tahapan ini menjadi syarat sebelum pengajuan nominasi penuh secara resmi.Selain Bawomataluo, Pemprov Sumut juga terus mendorong perlindungan dan pelestarian cagar budaya di daerah. Pada tahun 2025, lima objek telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional, yakni Candi Bahal I, II, dan III, Masjid Azizi di Langkat, serta Istana Maimun di Kota Medan.“Kami mendorong kabupaten/kota untuk melengkapi administrasi yang disyaratkan agar dapat mengusulkan cagar budaya daerah menjadi cagar budaya provinsi,” ujar Yuda.Kabid Perlindungan dan Pemeliharaan Cagar Budaya, Rais Kari, menambahkan bahwa pada tahun 2026, Pemprov Sumut mengusulkan tujuh objek cagar budaya untuk ditingkatkan statusnya menjadi cagar budaya nasional. Usulan tersebut merupakan rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Sumut tahun 2025.Tujuh objek tersebut meliputi Candi Tandihat 1, 2, dan 3, empat sumur minyak di Kabupaten Langkat, Makam Papan Tinggi di Barus, serta Situs Hilimase (Hilima Setano) di Nias Selatan.“Hingga saat ini terdapat sebanyak 894 cagar budaya di kabupaten/kota dan 46 cagar budaya provinsi Sumut,” ujar Rais.Ia menegaskan, peningkatan status menjadi cagar budaya nasional akan memperkuat upaya pelestarian karena adanya dukungan pemerintah pusat.“Rata-rata biaya perlindungan itu besar, sementara kemampuan kita terbatas. Karena itu, pelestarian cagar budaya harus melibatkan kolaborasi pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat,” katanya.

02 April 2026

Dibangun dengan Anggaran Rp46,7 Miliar, Jembatan Idano Noyo Diresmikan Bobby Nasution

LensaDaily - Jembatan Idano Noyo yang menghubungkan Kabupaten Nias Barat dan Kabupaten Nias Selatan kini sudah mulai beroperasi lagi usai rusak sejak Maret 2025 dan dibangun ulang. Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meresmikan jembatan Noyo di Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, Rabu 11 Februari 2026 malam.Sebelumnya, jembatan yang menghubungkan Nias Barat dan Nias Selatan tersebut putus diterjang banjir pada Maret 2025 lalu. Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, hingga akhirnya pembangunan jembatan ini selesai di tangan Bobby Nasution.Jembatan tipe A dengan struktur baja, panjang 95 meter, dan lebar 9 meter ini dibangun dengan anggaran sekitar Rp46,7 miliar. Lebih dari 1.000 masyarakat sekitar tidak ingin melewatkan peresmian jembatan yang sudah lama mereka idam-idamkan tersebut.“Pas ini mulai dibangun banyak yang nakut-nakuti, habis masa jabatan tak akan siap, anggaran tak cukup-cukup, tapi di awal 2026 ini kita selesaikan dan sudah bisa digunakan secara umum,” kata Bobby Nasution saat peresmian Jembatan Noyo di Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, Rabu 11 Februari 2026 malam.Tidak hanya jembatan, Bobby Nasution juga meningkatkan ruas jalan provinsi dari Gunungsitoli menuju Mandrehe sepanjang sekitar 50 kilometer. Perbaikan ini mempercepat waktu tempuh dari Gunungsitoli ke Nias Barat menjadi kurang dari satu jam, yang sebelumnya memakan waktu sekitar dua jam.“Total Pemprov Sumut tahun 2025 mengucurkan sekitar Rp250 miliar untuk Kepulauan Nias. Tidak usah berterima kasih karena ini kewajiban kami, kami yang berterima kasih pekerjaan kami dibantu daerah hingga berjalan lancar,” kata Bobby Nasution.Tahun depan, menurut Bobby, Pemprov Sumut akan mengucurkan anggaran sekitar Rp300 miliar untuk Kepulauan Nias. Ia berharap upaya pemerataan pembangunan di Sumatera Utara dapat terwujud.“Semoga upaya pemerataan pembangunan ini bisa lebih menggerakkan perekonomian masyarakat, kami titip ini kepada masyarakat dan pemerintah setempat,” kata Bobby.Salah seorang pedagang kebutuhan sehari-hari, Christina Gulo, mengaku omzet dagangannya meningkat hingga 50% setelah jalan menuju Mandrehe dan Jembatan Noyo diperbaiki. Selain itu, ia juga merasa sangat terbantu karena tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk ongkos anak sekolah.“Makin banyak orang yang lewat sini, meningkatnya sampai 50%, saya, anak saya juga tak perlu bayar uang sampan untuk nyeberang lagi,” kata Christina.Hadir pada peresmian tersebut Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu, Bupati Nias Yaatulo Gulo, pimpinan DPRD setempat, dan Forkopimda. Hadir pula OPD terkait Pemprov Sumut dan OPD pemerintah daerah setempat, tokoh masyarakat, serta tokoh agama.

12 Februari 2026

Gempabumi Magnitudo 4.9 Guncang Nias Selatan

LensaDaily - Kabupaten Nias Selatan diguncang gempabumi magnitudo 4.9 selasa (2/12/2025) pukul 20.16 WIB. Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini berpusat di laut.Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, mengatakan gempa magnitudo M4,9 Nias Selatan dan Episenter gempa terletak pada koordinat 0,39° LU dan 98,62° BT, sekitar 91 kilometer tenggara Nias Selatan, dengan kedalaman hiposenter 33 kilometer. â€śBMKG menyatakan gempa ini termasuk kategori dangkal dan dipicu oleh aktivitas zona subduksi, di mana Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Mekanisme sumber menunjukkan pergerakan geser naik (oblique thrust),”kata Dr. Daryono.Dikatakannya. Getaran gempa dirasakan di beberapa wilayah. Di Sibolga dan Humbang Hasundutan, guncangan tercatat pada skala III MMI. Sementara itu, di Nias Barat, intensitas gempa berada pada skala II MMI dan dirasakan oleh sebagian warga. â€śBMKG memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, berdasarkan hasil pemodelan. Hingga pukul 20.30 WIB, tidak terdeteksi adanya gempa susulan,” ucapnya.Dr. Daryono, mengimbau masyarakat tetap tenang serta mengutamakan informasi dari sumber resmi BMKG melalui kanal yang telah diverifikasi.“Informasi dari sumber Media sosial @infoBMKG, situs bmkg.go.id, aplikasi mobile InfoBMKG dan WRS-BMKG, serta kanal Telegram InaTEWS_BMKG,” tutupnya.

02 Desember 2025

7 Daerah di Sumut Diterjang Banjir dan Longsor

LensaDaily - Bencana alam terjadi di sejumlah daerah di Sumatera Utara (Sumut) yang diakibatkan curah hujan yang tinggi. Tercatat, 7 kabupaten/kota mengalami banjir dan longsor, bahkan akses jalan lumpuh karena tertutup tanah dan batu juga terputus.Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut tercatat banjir dan longsor terjadi di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Lalu, Kabupaten Nias Selatan dan Kota Gunungsitoli terjadi longsor. Sedangkan di Kabupaten Mandailing Natal dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terjadi banjir. Serta banjir bandang menerjang Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati menjelaskan untuk Kota Sibolga longsor terjadi di Jalan II Nommensen, Kelurahan Angin Nauli, Kecamatan Sibolga Utara. "Pada Senin, 24 November 2025 pukul 21.30 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan tanah longsor yang mengakibatkan tertutupnya akses Jalan II Nomensen," ungkap Sri, Selasa 25 November 2025.Sedangkan, banjir di Kota Sibolga terjadi di empat kecamatan, yakni Kecamatan Sibolga Kota, Kecamatan Sibolga Sambas, Kecamatan Sibolga Selatan, Kecamatan Sibolga Utara."Pengungsi nihil, korban luka-luka nihil dan meninggal dunia nihil di Kota Sibolga ini," tutur Sri.Sri mengatakan Kabupaten Tapsel banjir dialami dua Kecamatan, yakni Kecamatan Angkola Sangkunur dan Kecamatan Batang Angkola. "Pada Senin, 24 November 2025 pukul 21.00 WIB. Akibat curah hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan terjadinya banjir di 2 Kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan ini," jelasnya. Sedangkan, longsor di Tapsel terjadi di Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur dan Kelurahan Sitinjak, Kecamatan Angkola Barat. Akibatnya, ruas jalan Tapsel menuju Kabupaten Mandailing Natal terputus ketutup material longsor. "Pada Senin 24 November 2025 pukul 21.30 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Tanah Longsor yang mengakibatkan tertutupnya akses Jalan Kelurahan rianiate jalan lintas penghubung kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Mandailing Natal putus total," kata Sri.Untuk di Kota Gunungsitoli terjadi longsor di Kecamatan Gunungsitoli Selatan, di Jalan Nias Tengah KM 12 Hiligodu Ombolata dan Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Dusun II Desa Samasi."Pada Senin 24 November 2025 pukul 01.00 WIB. Akibat cuaca ekstrem dan curah hujan yang tinggi dan berlangsung lama mengakibatkan jalan lintas Nias tengah KM 12 Desa Hiligodu Ombolata Kecamatan Gunungsitoli Selatan mengalami longsor sepanjang 25 meter. Serta tembok penahan tebing jalan di Dusun II Desa Samasi mengalami longsor, kejadian longsor juga berdampak pada salah satu rumah warga," katanya. Di Kabupaten Tapteng terjadi banjir di 7 Kecamatan, yakni Kecamatan Pandan, Kelurahan Lubuk Tukko dan Kelurahan Sibuluan Nauli. Kecamatan Sarudik, Kelurahan Sibuluan Nalambok dan Kelurahan Pondok Batu.Kemudian, Kecamatan Badiri, Desa Aek Horsik. Kecamatan Barus, Desa Pasar Terandam dan  Kelurahan Padang Masiang. Kecamatan Kolang, Desa Hurlang Muara Nauli, Desa Satahi Nauli, Kelurahan Pasar Onan Hurlang, Kelurahan Kolang Nauli. Kecamatan Tukka, Kelurahan Hutanabolon. Kecamatan Lumut, Desa Lumut Maju."Pada Minggu, 23 November 2025, Pukul 18.00 WIB, BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah melaporkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada 17 November 2025 hingga 22 November 2025 mengakibatkan banjir di beberapa Desa/Kelurahan di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah," ucap Sri.Di Kabupaten Mandailing Natal, terjadi Kecamatan Muara Batang Gadis Desa Huta Imbaru (Siulang-Aling), Desa Lubuk Kapundung dan Kecamatan Siabu, Desa Tangga Bosi III. Sri menjelaskan Sabtu, 22 November 2025 Pukul 16.13 WIB, BPBD Kab. Mandailing Natal menerima informasi bahwa telah terjadi Banjir setinggi 1,5 Meter yang disebabkan curah hujan dan meluapnya air sungai ke Permukiman Desa Huta Imbaru (Siulang-Aling), Kecamatan Muara Batang gadis."Pada Senin 24 Nov 2025 sekitar Pukul 11.30 WIB. Telah terjadi banjir di Desa Tangga Bosi III Kecamatan Siabu yang disebabkan oleh meluapnya Sungai Aek Badan, yang mengalami peningkatan debit air cukup signifikan akibat tingginya intensitas hujan selama dua hari berturut-turut. Kondisi tersebut menyebabkan arus sungai melampaui kapasitas dan memutuskan dek penahan sungai di salah satu titik rawan," ungkap Sri.Banjir bandang di Kabupaten Taput, menyebabkan Jembatan Aek Puli di Kecamatan Simangumban terputus, Selasa siang, 25 November2025 pukul 14.00 WIB. Jembatan ini merupakan penghubung utama antara Kecamatan Pahae Jae dan Simangumban, sekaligus jalur nasional Tarutung–Sipirok, sehingga akses kini lumpuh.Peristiwa terjadi di Desa Simangumban Julu setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut tanpa henti. Air meluap hingga akhirnya merusak struktur jembatan.BPBD Tapanuli Utara bersama pihak kecamatan langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal dan memberikan imbauan kepada warga agar menjauhi wilayah rawan. Tim TRC BPBD Taput juga sudah berada di lapangan melakukan asesmen.“Dinas Perhubungan Taput mengimbau masyarakat untuk menggunakan jalur Pangaribuan–Silantom sebagai jalur alternatif menuju Tarutung–Sipirok sementara waktu,” kata Staf bidang Pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Taput, Septian Yudiansyah Nasution.BPBD Taput mengimbau warga untuk tetap waspada. Saat ini penanganan darurat melibatkan BPBD, Dinas PUTR, Dinas Perhubungan, aparat kecamatan, aparat desa, TNI–Polri, serta warga sekitar masih terus dilakukan.

25 November 2025

Viral Mobil SPPG di Sumut Angkut Babi, BGN: Sudah Lapor Polisi

LensaDaily - Media sosial dihebohkan dengan video viral dengan narasi mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengangkut hewan babi. Belakangan terungkap bila mobil dengan nomor plat BK 8075 EL bertuliskan pada kacanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu kejadiannya di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara."Mobil SPPG dijadikan pengangkut B4B1 dan ayam ternak. Padahal fungsi mobil SPPG ini, untuk mengangkut makanan bergizi gratis (MBG) namun malah ini lah terjadi," tulis dalam video viral tersebut.Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan pemilik mobil berlabel dan bertuliskan Badan Gizi Nasional yang dipakai untuk mengangkut hewan ternak ayam dan babi ke polisi.“Saya sudah minta Korwil (Koordinator Wilayah) untuk lapor ke polisi, karena penyalahgunaan nama dan merek BGN,” ujar Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang, Kamis (30/10/2025).Wakil Kepala BGN menjelaskan, langkah tegas BGN itu saat menanggapi pertanyaan tentang adanya konten di media massa yang menampilkan sebuah mobil dengan label dan tulisan Badan Gizi Nasional untuk membawa ayam dan babi.“Kami memastikan bahwa mobil itu bukan milik BGN, dan juga bukan milik salah satu dapur BGN,” ujar Wakil Kepala BGN.Berdasarkan pantauan Tim Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan (Tauwas), peristiwa itu terjadi di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Kendaraan itu adalah milik Yayasan Fahasara Dodo Jamejawa Lasori. Sampai saat ini, yayasan itu masih belum menjadi mitra BGN.Wakil Kepala BGN menyebutkan, Yayasan Fahasara Dodo Jamejawa Lasori adalah sebuah yayasan lokal yang baru mengajukan diri sebagai calon mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, sampai saat ini Yayasan itu masih belum terverifikasi.“Mereka masih dalam proses pengajuan. Artinya mereka belum memiliki ikatan kerja sama dengan BGN,” kata Wakil Kepala BGN.Berdasarkan pantauan di media sosial, video yang viral itu diketahui direkam pada 24 Oktober 2025. Video itu kemudian baru diunggah ke laman Facebook pada 30 Oktober 2025. Begitu diunggah di laman Facebook, video itu lalu menyebar ke beberapa platform media sosial.Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Nias Selatan, Sumatera Utara, sudah bertemu dan mengkonfirmasi langsung persoalan ini kepada pemilik mobil. Korwil kemudian meminta pertanggungjawaban pemilik karena menggunakan logo SPPG dan Badan Gizi Nasional sebagai atribut mobil, sementara mereka belum menjadi mitra BGN.

31 Oktober 2025