icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: nias


Forwakum Sumut Terbitkan Mandat, Kepengurusan di Kepulauan Nias Segera Dibentuk

LensaDaily - Forum Wartawan Hukum Sumatera Utara (Forwakum Sumut) menerbitkan surat mandat pembentukan kepengurusan Forwakum di wilayah Kepulauan Nias sebagai bagian dari penguatan organisasi di tingkat daerah.“Melalui surat mandat tersebut, Forwakum Sumut menunjuk Eriusman Duha dari media Sumut Pos dan Syahputra Nainggolan dari Harian SIB untuk melaksanakan pembentukan kepengurusan FORWAKUM di wilayah Kepulauan Nias,” kata Ketua Forwakum Sumut Aris Rinaldi Nasution, SH, di Medan, Sabtu 25 April 2026.Surat mandat bernomor 36/MT/FWS/MDN/IV/2026 tersebut, ditetapkan di Medan pada 20 April 2026 dan ditandatangani oleh Ketua Forwakum Sumut Aris Rinaldi Nasution, SH, bersama Sekretaris Sumardiansyah Tarigan, A.Md.Aris mengatakan pembentukan kepengurusan di daerah merupakan langkah strategis untuk memperluas jaringan organisasi sekaligus memperkuat peran wartawan hukum di Sumatera Utara.“Pembentukan Forwakum Kepulauan Nias ini diharapkan mendorong lahirnya insan pers yang profesional, independen, berkualitas, berintegritas, serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam pemberitaan hukum,” tegasnya.Sementara itu, Eriusman Duha menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh pengurus Forwakum Sumut.“Kami mengucapkan terima kasih atas mandat yang diberikan. Ini merupakan amanah yang akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab untuk membentuk kepengurusan Forwakum di Kepulauan Nias secara profesional dan solid,” ujarnya.Senada dengan itu, Syahputra Nainggolan juga menyatakan kesiapan untuk menjalankan mandat tersebut bersama tim.“Kami siap menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya, termasuk melakukan konsolidasi dengan rekan-rekan wartawan di Kepulauan Nias serta membangun sinergi dengan aparat penegak hukum dan berbagai pihak terkait,” kata Syahputra.Sekretaris Forwakum Sumut Sumardiansyah Tarigan menambahkan bahwa pembentukan Forwakum Kepulauan Nias diharapkan dapat menjadi wadah yang memperkuat profesionalitas wartawan hukum serta meningkatkan kualitas pemberitaan yang berimbang dan bertanggung jawab.Surat mandat tersebut, lanjut dia, berlaku sejak tanggal ditetapkan hingga terbentuknya kepengurusan definitif Forwakum di wilayah Kepulauan Nias.“Forwakum Sumut berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menciptakan ekosistem pemberitaan hukum yang berintegritas dan profesional di Sumatera Utara,” ujarnya.Sementara itu, Penasehat Forwakum Sumut Tuah Armadi Tarigan yang akrab disapa Opung menegaskan bahwa pembentukan kepengurusan di daerah harus dijalankan secara serius dan bertanggung jawab.“Organisasi ini harus menjadi wadah yang solid, menjaga marwah profesi wartawan, serta mampu bersinergi dengan seluruh pihak dalam mengawal informasi hukum yang objektif dan terpercaya,” jelasnya.

25 April 2026

Fokus Enam Basis Pembangunan, Bobby Nasution Ungkap Nias Prioritas di Musrembang RKPD 2027

LensaDaily - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memfokuskan arah pembangunan daerah pada enam basis utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Sumut tahun 2027. Enam basis tersebut meliputi akselerasi pertumbuhan berkualitas, peningkatan produktivitas, peningkatan investasi, pengembangan industri berbasis potensi daerah, penguatan daya saing daerah, serta pemulihan pascabencana.Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution saat membuka Musrenbang RKPD Sumut 2027 di Hotel Santika Dyandra, Medan, Rabu 22 April 2026. Dalam paparannya, Bobby menegaskan salah satu fokus utama adalah percepatan pembangunan di Kepulauan Nias guna mengurangi kesenjangan antarwilayah.“Ini solusi yang harus kita lakukan, salah satunya yang akan kami lakukan di tahun 2027, di antaranya  di Kepulauan Nias,” kata Bobby.Untuk mendukung pengembangan wilayah tersebut, Pemprov Sumut menetapkan tiga klaster pembangunan di Kepulauan Nias, yakni kawasan produksi, logistik, dan pariwisata.“Untuk jalur logistik ini paling penting, kami coba membangun pergudangan logistik, cold storage atau gudang, (logistik) akan kita stok di satu titik," ujarnya.Bobby juga menjelaskan bahwa rencana pembangunan tahun 2027 merupakan fase ekspansi dari program yang telah dimulai sejak 2025, dengan harapan memberikan dampak berkelanjutan hingga 2029.Selain sektor pembangunan fisik, Pemprov Sumut juga menggulirkan kebijakan pendidikan gratis yang akan dimulai pada tahun ajaran baru 2026. Program ini menyasar Kepulauan Nias dan wilayah terdampak bencana.“Perencanaan di 2026 itu untuk sekolah gratis contohnya hanya di wilayah Kepulauan Nias, seluruh SMA, SMK, SLB itu tidak ada lagi iuran apapun, termasuk di sekolah kita ini biasanya ada komite komite, ada komite komite yang mungkin secara nominalnya tidak ditetapkan sama setiap sekolah, ini juga kami larang, awalnya hanya di Kepulauan Nias, tapi karena ada bencana di akhir tahun 2025 kami perluas jadi kepulauan Nias dan daerah terdampak bencana,” kata Bobby.Di sektor kesehatan, Pemprov Sumut juga memberikan beasiswa bagi calon dokter spesialis, dengan prioritas penempatan di Kepulauan Nias. Saat ini, terdapat 18 dokter yang tengah menempuh pendidikan spesialis di Universitas Sumatera Utara.Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai indikator pembangunan Sumut menunjukkan tren positif, meskipun pemerataan masih perlu ditingkatkan. Ia juga menyoroti capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumut yang berada di atas rata-rata nasional."IPM menunjukkan kualitas masyarakat di Sumut, pendidikan, kesehatan dan lain lain, IPM Sumut ini tinggi 76,47, lebih tinggi daripada angka IPM nasional, 75,90, artinya kualitas SDM Sumut relatif bagus dibanding nasional,” kata Tito.Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti, Wakil Gubernur Sumut Surya, Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap, serta para bupati dan walikota se-Sumatera Utara.

23 April 2026

Terima Usulan Pembangunan di Nias, Bobby Nasution: Prioritas dan Berdampak ke Masyarakat

LensaDaily - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menerima sejumlah usulan pembangunan dari Pemerintah Kabupaten Nias untuk pelaksanaan tahun 2026. Meskipun adanya penyesuaian anggaran tahun depan, Bobby memastikan Pemprov Sumut akan tetap memberikan dukungan terhadap program-program prioritas yang berdampak langsung kepada masyarakat.Ada beberapa usulan yang disampaikan Bupati Kabupaten Nias Ya'atulo Gulo, antara lain, pembangunan rumah sekolah, kantor, infrastruktur jalan, normalisasi sungai dan pengembangan pertanian."Kita akan lihat mana yang bisa kita dukung, mungkin 2-3 kegiatan, kita evaluasi mana yang benar-benar prioritas dan berdampak langsung ke masyarakat," kata Bobby Nasution, saat menerima kunjungan Bupati Nias di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa 4 November 2025.Pemprov Sumut sendiri telah menyusun beberapa kegiatan pembangunan di Nias, seperti, pembangunan sekolah, program uang sekolah gratis, program pembangunan pertanian, intervensi masyarakat miskin dan beberapa program lainnya."Kami berharap bisa dilaksanakan semuanya, tetapi tentu anggaran kita juga terbatas, walau begitu kita akan berinovasi, memaksimalkan apa yang kita bisa dan walau tidak bisa tahun depan kita akan lakukan bertahap," kata Bobby Nasution.Bupati Nias Ya'atulo Gulo mengatakan, pembangunan SMK Negeri 1 serta aksesnya, dan gedung DPRD merupakan program paling prioritas. Dia berharap, usulan ini bisa dilaksanakan di tahun depan."Kedua hal ini yang paling prioritas untuk tahun depan, kami sangat berharap pembangunan SMK dan gedung DPRD bisa dilaksanakan tahun depan," kata Ya'atulo Gulo.Hadir pada pertemuan ini Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Basarin Yunus Tanjung dan Asisten Administrasi Umum M Suib. Hadir juga Kadis PUPR Hendra Dermawan Siregar, Kepala Bappelitbang Dikky Anugerah, Kadis Kominfo Erwin Hotmansah Harahap dan OPD terkait lainnya.

05 November 2025

Polres Nias Juara 2 Pelayanan Polri 110, Bersaing dengan 34 Polres Wakili Polda se-Indonesia

LensaDaily - Kepolisian Resort (Polres) Nias menjadi terbaik kedua Pelayanan Polri 110 Tingkat Nasional tahun 2025, dalam rangka HUT Bhayangkara ke-79 Tahun 2025. Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan dalam acara Apresiasi Kreasi Polri untuk Masyarakat di Auditorium Mutiara STIK-PTIK, Jakarta Selatan, pada Selasa, 22 Juli 2025.Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79 Tahun 2025. Lomba Pelayanan Polri 110 dilaksanakan sejak 1 hingga 20 Juni 2025 dan diikuti oleh perwakilan Polres dari 34 Polda se-Indonesia. Kompetisi ini bertujuan mengevaluasi efektivitas, kecepatan, dan kualitas layanan darurat 110 yang diberikan Kepolisian kepada masyarakat.Kapolres Nias, AKBP Agung hadir langsung dan menerima penghargaan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajarannya atas dedikasi dan kerja keras dalam memberikan pelayanan terbaik.“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya saya sampaikan kepada seluruh anggota Polres Nias atas loyalitas dan kerjasama yang luar biasa," ujar Kapolres Nias.Keberhasilan ini menjadi cerminan komitmen Polres Nias dalam menghadirkan pelayanan publik yang responsif, profesional, dan humanis. "Prestasi ini adalah bukti dari semangat kebersamaan dan komitmen kita dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar AKBP Agung.Tidak hanya mengharumkan nama Polda Sumut, prestasi ini juga menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran Kepolisian di Indonesia untuk terus berinovasi dan membangun kepercayaan publik.

23 Juli 2025

Tinjau Jembatan Ambruk di Nias Barat, Bobby Nasution: Kita Bangun Tahun Ini

LensaDaily - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution meninjau jembatan ambruk di di Desa Tuwuna, Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, akibat diterjang sungai yang meluap 4 hari lalu. Bobby berjanji bakal membangun jembatan tersebut tahun ini. Hal itu disampaikan Bobby usai meninjau dan melakukan rapat bersama OPD dan Bupati Nias Barat Ellyunus Waruwu di dekat lokasi. Dalam rapat tersebut, Kepala Dinas PUPR Sumut Topan Ginting memaparkan rencana pembangunan jembatan dan jumlah anggaran yang dibutuhkan. "Jadi pertama melihat dulu untuk memastikan pembangunan yang akan kita lakukan, insyaallah kita bangun tahun ini," kata Bobby Nasution, Minggu (9/2/2025) malam. Pembangunan bakal dimulai dalam waktu dekat. Rencananya, lama pelaksanaan pembangunan bakal berlangsung 9-10 bulan. "Dalam beberapa bulan ini rencana pembangunan akan dimulai, tapi memang memakan waktu yang agak lama, perkiraan 9-10 bulan," ucapnya. Bobby menyebutkan dalam rapat tersebut terdapat sejumlah masukan untuk jalan alternatif selain yang ada saat ini. Pihaknya bakal mengecek opsi tersebut sebelum menentukan alternatif yang dipilih. "Makanya tadi kita diskusi tentang alternatif masyarakat untuk melalui jalan yang lain, tadi sudah ada beberapa alternatif, mana nanti opsi yang paling tepat akan kita ambil," sebutnya.Pembangunan jembatan tersebut diperkirakan bakal menghabiskan sekitar Rp 40 miliar. Selain jembatan, Pemprov Sumut juga bakal memperbaiki jalan dari simpang Miga sampai Sirombu yang melewati jembatan itu. "Untuk jembatan sendiri kurang lebih Rp 40 miliar, untuk jalan dari simpang Miga sampai Sirombu kurang lebih 60 kilometer kurang lebih Rp 350 miliar," tutupnya. Untuk diketahui, jembatan ambruk di Desa Tuwuna, Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, akibat diterjang sungai yang meluap. Bobby Nasution ternyata sempat meninjau jembatan ambruk itu saat kampanye Pilgub Sumut 2024."Iya benar (Bobby Nasution) pernah datang (meninjau jembatan saat kampanye)," kata Bupati Nias Barat Ellyunus Waruwu.Bobby meninjau jembatan yang membelah Sungai Noyo ini pada Sabtu (2/11/2024). Saat itu Bobby berjalan di atas jembatan yang dialasi papan dan balok itu.Lebih lanjut, Ellyunus menjelaskan jika tidak ada korban jiwa dalam peristiwa jembatan ambruk. Keberadaan jembatan itu disebut merupakan akses utama masyarakat."Jembatan merupakan akses utama menuju Nias Barat dan sangat penting bagi mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa. Putusnya jembatan ini menyebabkan gangguan signifikan, terutama dalam pengangkutan bahan kebutuhan pokok, akses pendidikan, serta pelayanan kesehatan," ucapnya.Meski tak ada korban jiwa, namun warga di 97 desa dari 105 desa yang ada di sana terdampak. "Wilayah Nias Barat ini terdiri dari 8 kecamatan, 105 desa dengan jumlah penduduk 97.257 orang dan dengan jembatan ini putus maka desa yang terganggu 97 berada di 7 kecamatan, artinya tinggal 8 desa yang tidak terganggu dengan jembatan Noyo," kata Ellyunus.Terdapat 2 jalan alternatif yang ada pasca jembatan ambruk. Namun menambah waktu tempuh 1,5 jam hingga 2 jam lebih. "Setelah kami lalui, dari kondisi normal jalan ada sekitar 1,5 jam paling cepat kalau perjalanan kita kendaraan biasa, tapi yang bawa logistik lebih dari 2 jam pertambahan waktu dari kondisi normal," ujarnya. Ellyunus mengusulkan jalan alternatif yang lebih dekat, namun masih butuh perbaikan sekitar 4 kilometer. Bobby pun merespons bakal mengecek opsi jalan alternatif itu terlebih dahulu. (Nias Barat)

10 Maret 2025