LensaDaily - Ciptakan situasi yang aman dan kondusif di dalam lingkungan lembaga pemasyarakatan, Polsek Labuhan Ruku menggelar razia bersama di Lapas Kelas II A Labuhan Ruku pada hari Senin 6 April 2026 mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai. Razia digelar mencegah terjadinya aktivitas yang tidak diizinkan di dalam lapas dan memastikan bahwa semua prosedur pemasyarakatan berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.Personel Polsek Labuhan Ruku dipimpin Kanit Reskrim Ipda B.Z Manik bersama dengan Bripka Tony S, Bripka Kasno Suryadi, Briptu Ozi S Simatupang, serta beberapa pegawai Lapas Kelas II A Labuhan Ruku. Kolaborasi antara pihak kepolisian dan pegawai lapas dilakukan untuk memastikan pelaksanaan razia berjalan secara terkoordinasi dan efektif.Dalam pelaksanaannya, kegiatan razia dilakukan secara menyeluruh untuk memeriksa kondisi di dalam lapas, termasuk area hunian narapidana, ruangan kerja, serta fasilitas pendukung lainnya. Tujuan utama dari razia ini adalah untuk mencegah terjadinya aktivitas yang tidak diizinkan di dalam lapas dan memastikan bahwa semua prosedur pemasyarakatan berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.Selama pelaksanaan razia bersama berlangsung, situasi di Lapas Kelas II A Labuhan Ruku dalam keadaan aman dan baik. Tidak ditemukan adanya hal yang mencurigakan atau pelanggaran peraturan yang dapat mengganggu ketertiban di dalam lembaga. Kolaborasi yang baik antara pihak kepolisian dan lapas menjadi faktor penting dalam keberhasilan kegiatan ini.Pihak Polsek Labuhan Ruku menyampaikan bahwa razia bersama seperti ini akan terus dilakukan secara berkala untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas, serta mendukung proses pemulihan dan pembinaan narapidana agar dapat kembali berintegrasi dengan masyarakat dengan baik.
07 April 2026Tag: lapas
LensaDaily - Direktur Pengamanan dan Intelijen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Tatan Dirsan Atmaja, melaksanakan peninjauan program ketahanan pangan di Lahan Air Joman sekaligus monitoring dan evaluasi (monev) aspek pengamanan di Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, pada Kamis 26 Maret 2026.Program ini bertujuan memastikan program pertanian berjalan optimal serta menilai penerapan standar keamanan dan kesiapsiagaan petugas sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan pemasyarakatan. Dalam peninjauan di Lahan Air Joman, Dirpamintel memberikan apresiasi atas keberhasilan Lapas Labuhan Ruku dalam memanfaatkan lahan kosong menjadi area pertanian produktif sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.Tercatat sebanyak 3.100 tanaman pisang serta 75 kilogram bibit jagung tumbuh dengan baik dan memberikan nilai positif bagi penguatan program ketahanan pangan sekaligus peningkatan keterampilan warga binaan.Dikatakan Tatan Dirsan Atmaja, pemanfaatan lahan produktif merupakan langkah strategis dalam mendukung pembinaan yang berorientasi pada kemandirian dan reintegrasi sosial warga binaan setelah menjalani masa pidana.Selain meninjau sektor pertanian, Dirpamintel juga melaksanakan monitoring dan evaluasi sistem pengamanan guna memastikan seluruh pelaksanaan tugas berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pemeriksaan sarana dan prasarana pengamanan meliputi pengecekan senjata api dan amunisi, pemeriksaan jadwal piket petugas pengamanan, serta peninjauan langsung kondisi blok hunian warga binaan.Hasil monitoring menunjukkan bahwa sarana dan prasarana pengamanan di Lapas Labuhan Ruku berada dalam kondisi baik dan mendukung pelaksanaan tugas pengamanan secara optimal.“Secara umum, sarana dan prasarana pengamanan sudah memadai dan pelaksanaan tugas pengamanan telah berjalan sesuai SOP. Hal ini perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujar Tatan Dirsan Atmaja.Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Hamdi Hasibuan, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian yang diberikan oleh Dirpamintel Ditjenpas.Menurutnya, kegiatan monitoring dan evaluasi menjadi bentuk dukungan nyata dari Ditjenpas dalam meningkatkan kualitas pengamanan serta pelaksanaan pembinaan di Lapas.“Kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Monev yang dilakukan memberikan banyak masukan konstruktif guna memperkuat sistem keamanan, meningkatkan kesiapsiagaan petugas, sekaligus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian melalui pertanian di Lahan Air Joman,” kata Hamdi Hasibuan.Melalui kegiatan ini, Lapas Labuhan Ruku berkomitmen terus memperkuat tata kelola pengamanan dan pembinaan secara profesional, akuntabel, serta selaras dengan arah kebijakan pemasyarakatan yang produktif dan humanis.
28 Maret 2026LensaDaily - Inspeksi mendadak yang dilakukan Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno dengan melakukan penggeledahan kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kelas IIB Kabanjahe diapresiasi Anggota DPR RI Komisi XIII, Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H.Sidak dilakukan sebagai upaya penguatan keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan. Kegiatan ini melibatkan Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan dan Kepatuhan Internal, Kepala Rutan Kelas IIB Kabanjahe beserta jajaran, serta tim dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara pada 30 Desember 2025.Dalam kegiatan tersebut dilakukan penggeledahan badan dan barang warga binaan pada Blok B dan Blok C. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang terlarang, antara lain dua unit telepon genggam, satu unit headset nirkabel, dua buah senjata tajam rakitan, tujuh sendok besi, empat gunting kuku, serta satu set kartu remi. Seluruh barang temuan tersebut telah dimusnahkan sesuai ketentuan yang berlaku.Maruli Siahaan menilai langkah cepat dan terukur tersebut menunjukkan keseriusan jajaran Kanwil Pemasyarakatan Sumatera Utara dalam menegakkan aturan dan mencegah potensi gangguan keamanan di dalam rutan. Ia juga menegaskan bahwa warga binaan yang disebut dalam pemberitaan sebagian telah dipindahkan sebelum informasi tersebut beredar, sementara sebagian lainnya dipindahkan ke lapas lain untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.Selain itu, Maruli menyampaikan bahwa pembinaan di Rutan Kabanjahe tetap berjalan, termasuk persiapan kegiatan panen raya sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan. Ia juga mengapresiasi adanya upaya penegakan disiplin terhadap sejumlah pegawai sebagai bagian dari pembenahan internal.“Penegakan hukum dan tata tertib di lingkungan pemasyarakatan harus dilakukan secara konsisten, profesional, dan berkeadilan. Apa yang dilakukan Kanwil Pemasyarakatan Sumatera Utara merupakan langkah yang tepat dan patut didukung,” ujar Maruli Siahaan.
09 Januari 2026LensaDaily - Banjir yang melanda Sumatera Utara (Sumut) turut terdampak rumah tahanan (Rutan) dan lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Kabupaten Langkat, yang mengharuskan evakuasi terhadap warga binaan yang tengah menjalani masa hukuman. Ada empat rutan dan lapas di Langkat yang terdampak banjir.Keempatnya, Rutan Tanjung Pura, Lapas Pemuda Langkat, dan Lapas Narkotika Langkat. Sedangkan Lapas Pangkalan Brandan sudah dikosongkan dengan kondisi air terus naik. Ketinggian air mencapai 1 meter hingga 1,5 meter hingga meredam seluruh fasilitas Lapas dan Rutan tersebut. Akibatnya, seluruh fasilitas tidak lepas terkena dampak banjir tersebut.Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumut, Yudi Suseno langsung turun ke Rutan Tanjung Pura melihat kondisi rutan yang tergenang air. Saat terjadi banjir itu, Yudi mengungkapkan bahwa sebagian wargabinaan dilakukan evakuasi ke Lapas dan Rutan sekitar yang tidak berdampak."Air sudah tembus Rutan Tanjung Pura, yang masih bertahan sekitar 234, setelah dievakuasi. Sama petugas bahu membahu untuk mengurangi resiko di Rutan Tanjung Pura ini diakibatkan dampak banjir ini," kata Yudi, Senin 1 Desember 2025.Yudi mengatakan pihaknya, akan menembus banjir untuk mendatangi Lapas Pemuda Langkat, dan Lapas Narkotika Langkat. Namun, saat kondisi cukup tinggi. "Kami belum sampai ke Lapas Narkotika Langkat dan Lapas Pemuda Langkat, medannya cukup lumayan tinggi airnya," kata Yudi.Selain keempat Lapas dan Rutan di Kabupaten Langkat itu. Berdasarkan data diperoleh, Kantor Ditjenpas Sumut juga terendam banjir, membuat fasilitas perkantoran hingga dokumen hancur terkena air.Kemudian, berdasarkan laporan Ditjenpas Sumut, Lapas Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terkena dampak bencana alam itu. Seluruh wargabinaan dalam kondisi aman. Tapi, stok pangan dalam kondisi memprihatinkan.Tim Ditjenpas Sumut tengah menembus lokasi bencana alam di Kabupaten Tapteng untuk sampai di Lapas Barus. Ditambah lagi, komunikasi terputus dengan pihak Lapas Barus.
01 Desember 2025LensaDaily - Polres Tapanuli Tengah bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sibolga melaksanakan razia gabungan di lingkungan Lapas pada Sabtu malam 25 Oktober 2025. Razia bertujuan memberantas peredaran narkoba serta mencegah masuknya barang-barang terlarang ke dalam sel tahanan Lapas Kelas IIA Sibolga.Razia yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Sibolga Tri Purnomo, didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Ibnu Taqwin, serta personel gabungan dari Satuan Samapta Polres Tapteng dan petugas Lapas.Kasat Samapta Polres Tapteng AKP Kando Hutagalung, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Permohonan Razia Gabungan dari Kalapas dan Surat Perintah dari Kapolres Tapteng.Dalam pelaksanaan razia, petugas gabungan menyisir setiap ruang sel dan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap narapidana, tahanan, serta barang-barang milik mereka.“Hasil dari razia gabungan ini, petugas berhasil menemukan dan mengamankan sejumlah barang terlarang yang tidak diperbolehkan berada di dalam sel, berupa alat cukur, gunting, dan pisau cutter,” ungkap AKP Kando Hutagalung.Selain menyita barang-barang tersebut, petugas juga mengecek kondisi ruang tahanan serta memberikan pengarahan langsung kepada para narapidana dan tahanan. Mereka diimbau untuk tidak membawa atau menyimpan barang-barang yang dapat membahayakan keamanan dan ketertiban Lapas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Secara keseluruhan, kegiatan razia gabungan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Sinergi antara Polres Tapteng dan Lapas Kelas IIA Sibolga ini menjadi bukti nyata komitmen kedua institusi dalam menjaga keamanan serta menegakkan disiplin di lingkungan pemasyarakatan.Menanggapi kegiatan tersebut, Kapolda Sumut melalui Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, memberikan apresiasi atas sinergi yang dibangun antara Polres Tapteng dan pihak Lapas.“Razia gabungan ini merupakan langkah konkret untuk memastikan Lapas bebas dari narkoba dan barang berbahaya. Kolaborasi antara kepolisian dan lembaga pemasyarakatan adalah wujud nyata dari komitmen Polri dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung program pemerintah mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan tertib,” ujar Kombes Ferry.
26 Oktober 2025


