LensaDaily - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menekankan kualitas penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprov Sumut) XII Tahun 2026 harus lebih baik dari edisi sebelumnya, terutama terkait akomodasi, konsumsi, dan transportasi. Pelaksanaan Porprov Sumut pun ditegaskan tanpa menyisakan keluhan dari atlet maupun peserta.Hal itu disampaikan Bobby Nasution saat menerima audiensi jajaran Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut di Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa 14 Juli 2026. Pertemuan tersebut membahas kesiapan teknis pelaksanaan Porprovsu XII 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 7-15 November 2026. Turut mendampingi Gubernur, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Sulaiman Harahap."Saya minta agar keluhan yang sifatnya kritikal seperti akomodasi penginapan, makanan, hingga transportasi dipastikan ‘clean’. Jangan sampai ada kendala di lapangan. Kita harus memastikan pelaksanaan Porprovsu kali ini kualitasnya jauh lebih baik dari edisi-edisi sebelumnya," tegas Bobby Nasution.Dalam arahannya, Bobby mengapresiasi gerak cepat kepengurusan KONI Sumut yang baru dalam mempersiapkan ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Ia kembali menegaskan pentingnya menjaga kualitas kompetisi sekaligus memastikan hak dan fasilitas dasar para atlet serta peserta dari seluruh kabupaten/kota terpenuhi dengan baik.Selain itu, Bobby mengingatkan agar struktur kepanitiaan disusun secara efektif dan efisien, tanpa melibatkan terlalu banyak personel. Menurutnya, anggaran harus lebih difokuskan untuk pembinaan atlet dan mendukung keberhasilan penyelenggaraan kompetisi.Sementara itu, Ketua KONI Sumut Hatunggal Siregar menjelaskan, Porprov Sumut XII 2026 merupakan tindak lanjut hasil Rapat Kerja KONI Sumut pada Desember 2025. Ajang multi-event tingkat provinsi tersebut diproyeksikan diikuti 8.525 orang, terdiri atas 5.393 atlet (3.737 putra dan 1.656 putri), 1.079 ofisial, serta 2.056 panitia yang akan mempertandingkan 28 cabang olahraga."Sebanyak 28 cabor yang memenuhi syarat minimal keikutsertaan 17 kabupaten/kota akan dipertandingkan. Pelaksanaan pertandingan akan disebar di tiga daerah utama yang telah diverifikasi, yaitu Medan, Deli Serdang, dan Binjai," katanya.Ia menjelaskan, panitia telah menyiapkan 1.449 nomor pertandingan dengan total 2.742 medali yang akan diperebutkan. Untuk mendukung mobilitas peserta, disiapkan 624 unit minibus dan 161 unit bus.Di sektor kesehatan, KONI Sumut juga telah berkoordinasi dengan sejumlah rumah sakit rujukan, di antaranya Rumah Sakit Haji dan RS Hermina, guna memastikan layanan penanganan medis darurat selama pelaksanaan Porprov Sumut."Event ini akan diintegrasikan dengan sektor UMKM dan Dinas Koperasi/PPKUMKM untuk menggeliatkan sektor kuliner, perhotelan, dan pariwisata daerah selama kompetisi berlangsung," katanya.Hatunggal menambahkan, Porprovsu XII 2026 menjadi ajang strategis untuk menjaring dan memetakan atlet-atlet potensial Sumut. Para atlet terbaik nantinya akan dipersiapkan melalui program pemusatan latihan daerah (Pelatda) jangka panjang menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).Terkait lokasi pembukaan (opening ceremony), KONI Sumut telah menyiapkan beberapa opsi, termasuk Stadion Utama Sumut. Pemilihan lokasi akan mempertimbangkan kapasitas dan kenyamanan untuk menampung sekitar 13.340 penonton dan peserta.***
15 Juli 2026Tag: konisumut
LensaDaily - Musyawarah Provinsi Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara menetapkan Harun Mustafa Nasution sebagai ketua Umum IMI Sumut periode 2026-2030 yang ditetapkan secara aklamasi yang digelar di Le Polonia Hotel Medan, Selasa 2 Juni 2026. Penetapan ini, Harun Nasution memimpin IMI Sumut untuk kedua kalinya.Harun Nasution, Ketua IMI Sumut periode 2021-2026, ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua IMI Sumut periode 2026-2030 karena menjadi satu-satunya calon yang diusung dalam Musprov. Selanjutnya Harun Nasution bersama tim formatur akan menyusun kepengurusan dalam waktu 30 hari.Musprov dibuka Gubernur Sumatera Utara diwakili Kadispora Mahfullah Pratama Daulay. Hadir Ketua Dewan Pembina IMI Sumut Musa Rajekshah yang juga Anggota DPR RI, Wakil Ketua Bidang Organisasi PP IMI John Ismadi Lubis, Ketua Umum KONI Sumut Hatunggal Siregar, dan undangan lain.Harun Nasution di kesempatan ini menyatakan terima kasih karena kembali dipercaya menakhodai IMI Sumut empat tahun ke depan. "Terima kasih kepada jajaran pengurus terdahulu yang telah bekerja bersama. Memang dirasa masih ada kekurangan, untuk itu saya mohon maaf. Ke depan, marilah kita bekerja untuk IMI Sumut yang lebih baik lagi," ujar Harun Nasution.Dikatakan, di periode lalu IMI Sumut dua kali menyabet predikat Terbaik meraih dua trofi Nasional. "Ini merupakan pencapaian luar biasa. Menjadi kehormatan dan kebanggaan bagi kami pengurus dan klub-klub yang telah bahu-membahu bekerja untuk kemajuan IMI Sumut," papar pereli senior ini. "Selanjutnya, terima-kasih terkhusus kepada Ketua Dewan Pembina bapak Musa Rajekshah atas dukungannya, yang memberi motivasi dan semangat dalam bekerja memajukan IMI Sumut," ungkap dia."Juga terima kasih kepada KONI Sumut yang banyak membantu. Kami telah bekerja keras membuat IMI lebih baik ke depan, termasuk memperjuangkan event event nasional bergulir di Sumut, baik di roda 2 dan roda 4. Kami di roda 4 terus berupaya menghadirkan kembali kejuaraan dunia reli (WRC) ke Sumut," paparnya.Dalam visi misinya, Harun ingin mewujudkan IMI Sumut sebagai organisasi otomotif yang profesional, berprestasi, solid, modern dan berdaya saing nasional maupun internasional dalam pembinaan olahraga otomotif, keselamatan berkendara, serta pengembangan industri otomotif daerah.Ketua Dewan Pembina IMI Sumut Musa Rajekshah (Ijeck) mengatakan, kekompakan perlu karena tidak mungkin ketua jalan sendiri, harus bersama sama. "Aklamasi itu karena kesepakatan dan kesepahaman," sebut Ijeck.Gubsu dalam kata sambutannya menyatakan apresiasinya dan penghargaan setinggi tingginya kepada jajaran pengurus IMI Sumut atas terselenggaranya Musprov. Musprov dapat dijadikan sebagai sarana evaluasi bagi organisasi yang telah dijalankan selama satu periode.Musprov IMI Sumut 2026 ditutup Wakil Ketua Bidang Organisasi PP IMI John Ismadi Lubis.
02 Juni 2026LensaDaily - Lebih dari 50 atlet dikabarkan mengajukan permohonan pindah ke provinsi lain dampak dari mulai kehilangan motivasi setelah merasa kurang dihargai secara finansial. Honor yang diterima atlet Pelatda yang Program Pembinaan Intensif (PPI) KONI Sumut disebut hanya sekitar Rp1,966 juta per bulan.Angka itu dinilai jauh dari cukup untuk menunjang kebutuhan hidup, apalagi bagi atlet yang harus menjalani latihan intensif dan meninggalkan pekerjaan lain. “Iya, kali gaji segitu dengan aturan yang makin ribet,” ujar seorang atlet peraih medali PON 2024 yang enggan disebutkan namanya, Senin 11 Mei 2026.Kondisi ini memicu dilema. Di satu sisi, mereka ingin tetap membela daerah. Namun di sisi lain, kebutuhan hidup dan masa depan menjadi pertimbangan realistis. Tak sedikit yang mulai melirik provinsi lain yang dinilai lebih menjanjikan dari segi kesejahteraan dan pembinaan.Keresahan para atlet juga ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak yang menilai kepindahan atlet adalah hal wajar di tengah minimnya perhatian terhadap kesejahteraan.“Wajar atlet pindah, mereka cari yang jelas. Hidup gak ada yang gratis sekarang,” tulis salah satu netizen.Sedangkan Ketua Ikatan Atlet Nasional Indonesia (IANI) Sumatera Utara, Lamhot Simamora meminta agar KONI Sumut menambah honorium yang diterima atlet Program Pembinaan Intensif (PPI) tersebut. Sebab jumlah Rp1,96 juta dinilai jauh dari cukup."Saya sebagai mantan atlet sangat paham dengan kebutuhan atlet. Dengan Rp1,96 juta, apa yang bisa dilakukan atlet? Sangat kurang itu," tegas Lamhot ketika dihubungi, Senin 11 Mei 2026.Lamhot mengaku kaget bahwa atlet PPI KONI Sumut hanya menerima Rp1,96 juta per bulan. Jumlah itu jauh di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Utara Tahun 2026 sebesar Rp3,2 juta."Kondisi atlet Sumut sekarang ini tentu sangat memprihatinkan karena honor mereka jauh dari UMP," tegas mantan petinju juara Asia Pasifik (OPBF) tersebut.Dengan kondisi ini, Lamhot menilai wajar saja banyak atlet minta pindah dari Sumut. Sebab mereka merasa tidak dihargai. Apalagi ada provinsi lain yang menjanjikan lebih tinggi dari Sumut."Ini harus menjadi perhatian bagi pengurus KONI Sumut. KONI Sumut harus berjuang agar honor atlet PPI tersebut bisa ditambah," harapnya.Lamhot berharap agar KONI Sumut bisa fokus kepada program PPI tersebut. Anggaran-angaran yang tidak perlu berupa kegiatan seremoni bisa dialikan ke PPI."Kegiatan-kegiatan KONI Sumut yang bersifat seremoni dan honorium bisa dialihkan ke PPI. Atau mungkin bisa usulkan ke Pemprov Sumut untuk menambah anggaran," saran Lamhot. Sedangkan Ketua PPI KONI Sumut Prof Indra Kasih membenarkan honor atlet PPI Sumut sebesar Rp1,96 juta. "Para atlet sebenarnya menerima Rp2 juta, namun karena harus dipotong pajak maka menjadi Rp1,96 juta. Itu sesuai aturan Inspektorat dan BPK," ungkap Indra Kasih.Soal honor tersebut sangat minim dan jauh dari UMK, Indra Kasih menyebutkan jumlah itu sesuai dengan kemampuan anggaran yang ada. Anggaran yang ada harus dibagi dengan jumlah atlet yang menjalani program PPI. "Bukan asal-asalan kita tentukan itu besarannya. Tapi rasionya dari anggaran yang ada dibagi dengan jumlah atlet. Semua tergantung kemampuan anggaran yang ada," jelasnya.Indra Kasih menambahkan, jumlah atlet yang menjalani program PPI juga akan bertambah. Untuk tahap pertama ini sebanyak 14 cabor, kemudian bertambah 12 cabor pada Juni nanti, dan tambah cabor beregu pada Oktober."Jumlah atlet dan cabor akan bertambah nanti. Kita berharap honor atlet PPI bisa bertambah pada tahun 2027 mendatang," harapnya.
12 Mei 2026LensaDaily - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut diminta pertahankan posisi Sumatera Utara pada Pekan Olahraga Nasional (PON) NTB-NTT 2028 dan memperkuat pembinaan serta integritas atlet dalam menghadapi berbagai kejuaraan di seluruh cabang olahraga (cabor). Pembinaan atlet selama ini sudah berjalan baik dan menunjukkan hasil signifikan.Hal tersebut dikatakan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution saat menerima audiensi pengurus KONI Sumut di ruang kerjanya, Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa 7 April 2026. Turut hadir Ketua Umum KONI Sumut Hatunggal Siregar bersama jajaran pengurus, antara lain, Indra Kasih, Bambang Kencono, dan Irwan Pulungan.Dalam pertemuan itu, Bobby Nasution menilai pembinaan atlet selama ini sudah berjalan baik dan menunjukkan hasil signifikan. Hal tersebut terlihat dari capaian Sumut pada beberapa ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), yakni peringkat 8 pada PON Riau 2012, peringkat 9 pada PON Jawa Barat 2016, peringkat 12 pada PON Papua 2021, hingga menembus peringkat 4 nasional pada PON Aceh–Sumut 2024.“Untuk mendapatkan tren positif, setidaknya kita harus mempertahankan peringkat nasional sampai tiga atau empat kali. Tetapi untuk menjaga itu, perlu pembinaan atlet melalui cabang olahraga (cabor) yang intensif,” ujar Bobby Nasution.Ia juga menyoroti potensi perpindahan atlet berprestasi ke provinsi lain, meskipun sebelumnya dibina sebagai atlet asal Sumut. Menurutnya, capaian peringkat empat nasional pada PON 2024 harus diiringi dengan upaya menjaga agar atlet tidak berpindah atau “dibajak” daerah lain.“Bagaimana atlet kita tidak tertarik untuk pindah ke daerah lain, itu harus dijaga. Bila perlu ada semacam penyemangat agar mereka merasa senang di Sumut. Misalnya seperti menjadikan atlet kita brand ambassador sebuah produk nasional, atau memberikan keistimewaan seperti diskon khusus dan sebagainya,” jelasnya.Selain itu, Bobby Nasution juga mendorong KONI untuk melihat olahraga sebagai sektor potensial penggerak ekonomi. Ia menilai, olahraga dapat menjadi industri yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, sebagaimana yang terjadi di sejumlah negara.Sementara itu, Hatunggal Siregar menyampaikan pihaknya tengah merancang Program Pembinaan Intensif (PPI) 2026 untuk mempersiapkan atlet unggulan menuju PON 2028. Program tersebut meliputi latihan, try out, hingga training camp.PPI 2026 direncanakan terbagi dalam dua kelompok. Untuk kategori perorangan, sebanyak 118 atlet akan mengikuti tahap pertama dan 67 atlet tahap kedua. Sementara kategori beregu melibatkan 130 atlet, sehingga total mencapai 315 atlet. Program ini juga didukung 84 pelatih serta 52 tim pengawas dan pendamping, dan akan berlangsung pada April, Juli, serta Oktober 2026.Pihaknya pun mengapresiasi perhatian serta arahan Gubernur dalam memajukan olahraga di Sumatera Utara, termasuk melalui penyelenggaraan berbagai turnamen, baik tingkat profesional maupun umum.
08 April 2026LensaDaily - Gelombang pertama 53 atlet, pelatih dan official Kontingen Sumut bertolak menuju Kudus, Jawa Tengah guna mengikuti PON Bela Diri II/2025 yang berlangsung 12 hingga 26 Oktober mendatang, Jumat 10 Oktober 2025.Ketua Umum KONI Sumut Kolonel (Purn) Hatunggal Siregar di sela-sela melepas keberangkatan kontingen menjelaskan, keberangkatan kontingen ke Kudus dibagi dalam tiga gelombang, setiap gelombang ada dua penerbangan.“Penerbangan perdana gelombang pertama berintikan atlet, pelatih dan manajer dari cabor judo dan taekwondo, plus pengurus KONI Sumut, total berjumlah 53 orang,” jelasnya.Selanjutnya penerbangan kedua Sabtu (11/10) Hatunggal Siregar akan langsung memimpin rombongan yang berjumlah 38 orang yang berintinkan atlet gulat serta taekwondo. Kemudian, penerbangan gelombang kedua 15 Oktober memberangkatkan atlet pencak silat, dilanjutnya 16 Oktober berintikan atlet sambo dan kempo.Sedangkan gelombang terakhir, penerbangan pertama 21 Oktober diisi oleh atlet dan pelatih dari cabor wushu serta karate, dan terkahir 22 Oktober cabor Ju Jitsu.Hatunggal bersyukur, keberangkatan perdana kontingen Sumut berlangsung aman dan lancar. “Saya tadi baru komfirmasi ke official kita yang ada di Kudus, seluruh anggota kontingen telah tiba, semuanya dalam kondisi sehat dan happy,” jelas Ketua KONI Sumut itu.Pria yang senantiasa tampil energik ini berharap, kemudahan dan kelancaran kontingen Sumut tidak sekadar dalam perjalanan menuju Kudus, tetapi juga di arena pertandingan nanti.Secara terpisah Ketua Umum Pengprov PJSI Sumut Muhammad Arief Fadhillah ketika dihubungi via telepon memanjatkan syukur, perjalanan kontingen Sumut berjalan mulus, aman dan lancar.“Alhamdulillah, perjalanan lancar. Dari Medan, transit di Jakarta, untuk selanjutnya menuju Semarang. Rombongan selanjutnya dengan menggunakan bus menempuh perjalanan darat sekira dua jam menuju Kudus,” ujar Arief.Arief juga mengapresiasi KONI Sumut yang mengemas perjalanan kontingen dengan baik. “Soal komsumsi tidak ada masalah. Kami makan siang di bandara, disiapkan oleh KONI Sumut, dan setibanya di Kudus juga langsung disuguhi makan malam. Alhamdulillah semua lancar,” ujar Arief seraya menyebutkan, kondisi pejudonya juga baik.
10 Oktober 2025


