icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: ketuakonisumut


Gelombang Pertama Kontingen Sumut PON Bela Diri 2025 Berangkat, Terakhir Ju Jitsu

LensaDaily - Gelombang pertama 53 atlet, pelatih dan official Kontingen Sumut bertolak menuju Kudus, Jawa Tengah guna mengikuti PON Bela Diri II/2025 yang berlangsung 12 hingga 26 Oktober mendatang, Jumat 10 Oktober 2025.Ketua Umum KONI Sumut Kolonel (Purn) Hatunggal Siregar di sela-sela melepas keberangkatan kontingen menjelaskan, keberangkatan kontingen ke Kudus dibagi dalam tiga gelombang, setiap gelombang ada dua penerbangan.“Penerbangan perdana gelombang pertama berintikan atlet, pelatih dan manajer dari cabor judo dan taekwondo, plus pengurus KONI Sumut, total berjumlah 53 orang,” jelasnya.Selanjutnya penerbangan kedua Sabtu (11/10) Hatunggal Siregar akan langsung memimpin rombongan yang berjumlah 38 orang yang berintinkan atlet gulat serta taekwondo. Kemudian, penerbangan gelombang kedua 15 Oktober  memberangkatkan atlet pencak silat, dilanjutnya 16 Oktober berintikan atlet sambo dan kempo.Sedangkan gelombang terakhir, penerbangan pertama 21 Oktober diisi oleh atlet dan pelatih dari cabor wushu serta karate, dan terkahir 22 Oktober cabor Ju Jitsu.Hatunggal bersyukur, keberangkatan perdana kontingen Sumut berlangsung aman dan lancar. “Saya tadi baru komfirmasi ke official kita yang ada di Kudus, seluruh anggota kontingen telah tiba, semuanya dalam kondisi sehat dan happy,” jelas Ketua KONI Sumut itu.Pria yang senantiasa tampil energik ini berharap, kemudahan dan kelancaran kontingen Sumut tidak sekadar dalam perjalanan menuju Kudus, tetapi juga di arena pertandingan nanti.Secara terpisah Ketua Umum Pengprov PJSI Sumut Muhammad Arief Fadhillah ketika dihubungi via telepon memanjatkan syukur, perjalanan kontingen Sumut berjalan mulus, aman dan lancar.“Alhamdulillah, perjalanan lancar. Dari Medan, transit di Jakarta, untuk selanjutnya menuju Semarang. Rombongan selanjutnya dengan menggunakan bus menempuh perjalanan darat sekira dua jam menuju Kudus,” ujar Arief.Arief juga mengapresiasi KONI Sumut yang mengemas perjalanan kontingen dengan baik. “Soal komsumsi tidak ada masalah. Kami makan siang di bandara, disiapkan oleh KONI Sumut, dan setibanya di Kudus juga langsung disuguhi makan malam. Alhamdulillah semua lancar,” ujar Arief seraya menyebutkan, kondisi  pejudonya juga baik.

10 Oktober 2025

KONI Sumut Siapkan Atlet untuk PON 2028, Gelar Program Pembinaan Intensif

LensaDaily - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara (Sumut) mulai melakukan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional XXII/2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) - Nusa Tenggara Timur (NTT). Persiapan tersebut, KONI Sumut mulai menggelar Program Pembinaan Intensif (PPI) Juli 2025.“PPI tahap awal ini ditandai dengan tes fisik yang akan dilakukan 5 Juli mendatang di Stadion Unimed. Selanjutnya penetapan SK atlet, pelatih dan wasping,” ujar Ketua Umum KONI Sumut Kolonel (Purn) Hatunggal Siregar dalam rapat konsultasi Pengurus Pengprov peserta PPI, Rabu 2 Juli 2025 sore di Ruang Rapat KONI Sumut Jalan Pancing (Williem Iskandar) Medan Estate.Didampingi Ketua I Bambang Kencono Wahono, Wakil Ketua III Irwan Pulungan S.Sos MSi, Wakil Ketua IV M Syahrir M.Ikom dan Kabid Binpres Prof. Dr. Indra Kasih, S.Pd M.Or, Hatunggal Siregar lebih lanjut mengatakan, untuk tahap awal ini. PPI belum melibatkan semua cabor, atau hanya diikuti 131 atlet dari 18 cabor olahraga perorangan peraih medali emas, perak dan perunggu pada PON XXI/2024 Aceh-Sumut.“Kita maunya PPI langsung melibatkan semua cabor. Namun mengingat minimnya anggaran, maka  untuk tahap awal ini prioritas kepada cabor perorangan penyumbang medali PON XXI/2024,” jelas Hatunggal.Adapun 18 cabor yang diikutkan dalam program perdana PPI ini, yakni atletik 10 atlet, boling (8), golf (7), gulat (8), karate (14), kick boxing (11), pencak silat (12), ski air (6), taekwondo (7), tenis meja (3), tinju (10), wushu (sanda 6, taolu 2= 8), angkat besi (1), judo (7), menembak (8), panahan (5), panjat tebing(3) dan akuatik (1).Hatunggal lebih lanjut menjelaskan, PPI memang harus segera digelar. Hal ini mengingat pelaksanaan PON XXII/2028 semakin dekat. Apalagi PPI ini merupakan amanah Rapat Kerja KONI Sumut Desember 2024 lalu di Medan, dan salah satu putusan musyawarah KONI Sumut April 2025, hasil  tim perumus program KONI Sumut 2025-2028 serta hasil rapat pleno KONI Sumut 1 Juli 2025.“Mengingat out put dari PPI sangat penting, dan merupakan amanah dari beberapa rangkaian kegiatan sebelumnya, karenanya dengan segala keterbatasan khususnya anggaran, KONI Sumut bersikukuh tetap  menggelar PPI,” tegas Hatunggal.“Kita tidak ingin akibat minimnya anggaran program jadi tidak berjalan. KONI Sumut berupaya terus bergerak. Kami berharap PPI ini sebagai sarana menjaga dan merawat atlet-atlet Sumut tidak berpaling ke provinsi lain,” ujar Ketua KONI Sumut itu.Menyinggung tanggapan Pengprov olahraga akan minimnya dana pengganti transport atlet dan pelatih seperti disampaikan Sekum FORKI Sumut Zulkarnaen Purba, Wakil Ketua III KONI Sumut Irwan Pulungan sangat memahami hal ini. Apalagi sebagai mantan atlet, ia mengakui angka yang dianggarkan ini memang kurang pas.Namun Irwan memohon pengertian dan kerjasama Pengprov peserta PPI untuk dapat memahami kondisi yang ada sekarang ini. â€śNiatan kita bagaimana PPI bisa berjalan. Kami mohon dukungan semua Pengprov. Apalagi KONI Sumut mengajukan PAPBD 2025. Kita berharap ke depan ada perbaikan dan pengganti transport, terkhusus untuk anggaran PPI 2026,” jelas Irwan Pulungan.Kabid Binpres Prof Indra Kasih juga menjelaskan, atlet yang direkomendasikan masuk  program PPI selain peraih medali di PON 2024, juga juga dinilai masih dapat bertanding pada PON 2028, menyesuaikan batas usia merujuk pada technical hand book (THB) PON 2024.Atlet juga harus bersedia minimal berlatih enam sesi dalam seminggu.Sementara untuk pelatih  mesti diusulkan Pengprov cabor cabor masing. Pelatih minimal  kualifikasinya tingkat nasional, disesuaikan dengan nomor pertandingan. Pelatih juga dituntut bersedia melatih enam kali seminggu, dan memberikan laporan tertulis dan program latihan per triwulan.

03 Juli 2025