icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: kapal


Bank Sumut Perkuat Konektivitas Kepulauan, Hadirkan Kemudahan Pembayaran Tiket Kapal dalam Genggaman

LensaDaily - Inovasi layanan dilakukan PT Bank Sumut dengan menghadirkan pembayaran tiket kapal milik PT Wira Jaya Logitama Lines (WJL) yang terintegrasi langsung dalam aplikasi New Sumut Mobile. Inisiatif ini menjadi langkah strategis Bank Sumut dalam memperluas ekosistem layanan keuangan digital, sekaligus memberikan solusi transaksi yang cepat, aman, dan tanpa hambatan bagi masyarakat yang semakin dinamis.Direktur Utama PT Bank Sumut, Heru Mardiansyah, menegaskan bahwa kehadiran fitur ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan berbasis kebutuhan masyarakat.“Melalui integrasi pembayaran tiket kapal WJL di aplikasi New Sumut Mobile, kami ingin menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih mudah, cepat, dan aman. Ini juga merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendorong percepatan inklusi dan literasi keuangan digital, khususnya di wilayah kepulauan,” ujar Heru.Layanan ini mencakup sejumlah rute strategis yang menjadi urat nadi mobilitas dan distribusi logistik di Sumatera Utara, seperti Sibolga, Gunung Sitoli, dan Teluk Dalam-termasuk konektivitas menuju wilayah Kepulauan Nias.Pada lintasan Singkil-Gunung Sitoli, layanan penumpang dioperasikan oleh kapal Wira Mutiara. Sementara rute Sibolga-Teluk Dalam dilayani oleh armada Wira Ono Niha dan Wira Samaeri. Untuk jalur Sibolga-Gunung Sitoli, tersedia beragam armada seperti Wira Prime, Wira Glory, Wira Victoria, Wira Harmoni, Wira Nauli, hingga kapal cepat Wira Fast9 yang mampu memangkas waktu tempuh menjadi sekitar empat jam.Melalui fitur ini, calon penumpang tidak lagi perlu antre di loket. Proses pembayaran tiket kini dapat dilakukan langsung dari ponsel, kapan saja dan di mana saja. Sistem telah terintegrasi secara host-to-host menggunakan metode virtual account (VA), memastikan transaksi berlangsung real-time, praktis, dan aman.Tidak hanya di Sumatera Utara, layanan ini juga telah terhubung dengan rute Telaga Punggur (Batam)–Mengkapan di Kepulauan Riau melalui kapal Wira Loewisa, memperluas jangkauan kemudahan akses pembayaran lintas wilayah.Menurut Heru, sektor transportasi penyeberangan memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda ekonomi, khususnya di wilayah kepulauan. Oleh karena itu, kemudahan akses pembayaran diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan mobilitas masyarakat dan distribusi barang.“Digitalisasi bukan sekadar transformasi teknologi, tetapi bagaimana kami menghadirkan solusi nyata yang memberi nilai tambah bagi masyarakat. Bank Sumut akan terus memperluas kolaborasi strategis untuk menghadirkan layanan yang relevan dan berdampak,” tambahnya.Kehadiran fitur ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan perjalanan, tetapi juga mempercepat terbentuknya ekosistem transaksi non-tunai di daerah. Di tengah mobilitas yang terus meningkat, kemudahan akses pembayaran menjadi kunci dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih efisien dan modern.Bank Sumut bersama WJL akan terus memperkuat sinergi dan menghadirkan inovasi layanan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menegaskan posisi Bank Sumut sebagai bank pembangunan daerah yang adaptif, progresif, dan berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional.Informasi lebih lanjut mengenai layanan ini dapat diakses melalui aplikasi New Sumut Mobile maupun layanan pelanggan Bank Sumut.

25 April 2026

Angkut 62 Wisatawan, Kapal Nelayan Tenggelam di Pulau Salah Namo Sumut

LensaDaily - Kapal nelayan yang mengangkut 62 wisatawan karam di perairan Pulau Salah Namo, Kabupaten Batubara, pada Senin 24 Maret 2026. Kapal nahas tersebut mengalami kerusakan menuju perjalanan ke Pulau Salah Namo, yang mengakibatkan air laut masuk ke dalam kapal hingga para penumpang terpaksa menyelamatkan diri ke pesisir pulau.Kejadian kapal tenggelam tersebut terjadi Senin 24 Maret 2026 pukul 16.00 WIB, yang diterima personel Polairud Tanjung Tiram. Menindaklanjuti laporan tersebut, sekira pukul 18.00 WIB personel Polairud Tanjung Tiram segera bergerak menuju lokasi dengan menyewa dua unit kapal milik nelayan setempat.Setibanya di lokasi, petugas mendapati satu unit kapal nelayan dalam kondisi karam, sementara seluruh penumpang telah berada di pesisir pantai dalam keadaan selamat. Selanjutnya, pada pukul 20.30 WIB, personel Polairud melaksanakan evakuasi terhadap seluruh penumpang yang terdampar menggunakan dua unit kapal nelayan. Setelah perjalanan laut yang cukup panjang, sekira pukul 02.30 WIB dini hari, seluruh penumpang berhasil tiba dengan selamat di Pelabuhan Tanjung Tiram. Kedatangan para penumpang disambut langsung oleh unsur Forkopimda Kabupaten Batu Bara, di antaranya Bupati Batu Bara, Kapolres Batu Bara, perwakilan Danlanal Tanjung Tiram, para pejabat utama Polres Batubara serta personel Polsek Labuhan Ruku.Para penumpang kemudian diberikan pertolongan berupa makanan, minuman, serta upah-upah sebagai bentuk kepedulian. Adapun jumlah penumpang yang berhasil dievakuasi sebanyak 64 orang, terdiri dari dua rombongan wisatawan asal Medan dan Pekanbaru, serta dua orang anak buah kapal (ABK). "Seluruh penumpang dipastikan dalam kondisi sehat dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut," kata Kepala Unit Polisi Air Batubara, Ipda Hendrico Kaban.Setelah dilakukan pendataan, para penumpang selanjutnya dipulangkan ke daerah masing-masing menggunakan bus yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Batubara maupun kendaraan pribadi.Sementara itu, kedua ABK kapal telah dimintai keterangan oleh personel Sat Reskrim Polres Batu Bara guna keperluan penyelidikan lebih lanjut.Polres Batubara mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang hendak melakukan perjalanan wisata laut, agar memastikan kondisi kapal dalam keadaan layak berlayar serta memperhatikan faktor keselamatan guna menghindari kejadian serupa.Dengan respon cepat dan sinergi antar instansi, situasi dapat ditangani dengan baik sehingga seluruh penumpang dapat diselamatkan tanpa adanya korban jiwa.

24 Maret 2026

Korupsi PNBP Pelabuhan, Kejati Sumut Tahan 3 Eks Kepala KSOP Belawan

LensaDaily - Tiga mantan Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Belawan ditahan penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) terkait kasus dugaan korupsi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Jasa Kepelabuhanan Dan Kenavigasian Pelabuhan Belawan Tahun 2023 hingga 2024.Ketiga tersangka ditahan itu, yakni Wisnu Handoko (WH) selaku Kepala KSOP Belawan Tahun 2023, Marganda LA Sihite (MLS) selaku Kepala KSOP Belawan Tahun 2024 dan Sapril Heston Simanjuntak (SHS) selaku Kepala KSOP Belawan Tahun 2024."Penetapan status tersangka, terhadap ketiga orang tersebut, dilakukan setelah penyidik menemukan minimal dua alat bukti, yang cukup serta perbuatan melawan hukum," ungkap Kepala Seksi Penyidikan Kejati Sumut, Arif Kadarman kepada wartawan di Kantor Kejati Sumut, Jalan AH Nasution, Kota Medan, Selasa 24 Februari 2026.Dalam kasus ini, Arif menjelaskan bahwa pelaksanaan kewajiban penggunaan jasa pandu tunda merupakan kewenangan dari Otoritas Pelabuhan. Apabila Otoritas Pelabuhan atau Unit Penyelenggara Pelabuhan, belum menyediakan jasa pemanduan dan penundaan kapal di perairan wajib pandu dan perairan pandu luar biasa yang berada di alur-pelayaran dan wilayah perairan pelabuhan."Pelaksanaan pelayanan jasa pemanduan dan penundaan kapal dapat dilimpahkan kepada badan usaha pelabuhan yang memenuhi persyaratan atau Pasal 30 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor : PM 57 Tahun 2015 tentang Pemanduan dan Penundaan Kapal. Dimana untuk kegiatan penggunaan jasa pandu tunda oleh KSOP telah dilimpahkan kepada PT Pelindo Regional 1 Belawan," jelas Arif.Arif mengatakan bahwa kapal yang dikenakan kewajiban menggunakan jasa pandu tunda pada perairan yang ditetapkan sebagai perairan wajib pandu adalah kapal berukuran tonase diatas GT 500.Dari data Surat Persetujuan Berlayar (SPB) yang terbit kurun waktu tahun 2023 sampai dengan tahun 2024 diperoleh data kapal yang berukuran Grose Tonase diatas 500 yang masuk keperairan wajib pandu di Pelabuhan Belawan."Ternyata tidak masuk kedalam data rekonsiliasi yang dibuat dan ditandatangani oleh tersangka WH pada tahun 2023, SHS untuk tahun 2024 dan tersangka MLS juga untuk tahun 2024. Dimana pada masanya masing-masing tersangka, merupakan selaku Kepala KSOP atau Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan yang diwajibkan mengendalikan dan memimpin pengaturan dan pendataan sebagaimana dimaksud," jelas Arif.Arif mengungkapkan perbuatan para tersangka diduga telah mengakibatkan kerugian keuangan negara dari sektor PNBP mencapai miliaran rupiah. Namun saat ini, penyidik masih terus berkoordinasi dengan pihak atau lembaga terkait, untuk melakukan pendalaman serta perhitungan kerugian keuangan negara secara detail."Setelah menetapkan status tersangka serta karena alasan subjektif penyidik, kemudian terhadap para tersangka dilakukan penahanan berdasarkan surat perintah penahanan untuk 20 hari pertama sejak hari ini di Rutan Kelas IA Tanjung Gusta Medan," kaya Arif. Atas perbuatannya, ketiga tersangka diduga melanggar pasal Pasal 2 ayat (1) Subsidair Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 603, 604 Jo Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana.Arif menambahkan tim penyidik Kejati Sumut, juga akan terus bekerja untuk menuntaskan proses penyidikan ini, serta jika ditemukan adanya keterlibatan pihak lain, maka akan dilakukan tindakan tegas sesuai aturan hukum yang berlaku."Penyidik Kejati Sumut, pada kesempatan ini menghimbau kepada pihak yang terkait atau diduga terlibat dalam perkara ini, agar bersikap kooperatif. Sehingga tidak menghambat proses penyidikan dan sampai saat ini," ucap Arif.

25 Februari 2026

Nakhoda Kapal KMP Kaldera Toba Bunuh Diri, Diduga Frustasi Sakit Jantung

LensaDaily - Nakhoda kapal KMP Kaldera Toba bernama Tunggul Simanjuntak (52) ditemukan tewas gantung diri di Gudang Wings Ramdor depan Jumat 20 Februari 2026 sekira pukul 14.00 WIB. Kejadian ini membuat suasana di Pelabuhan Mulia Raja Kelurahan Napitupulu Bagasan Kecamatan Balige Kabupaten Toba, mendadak gempar.Kapolres Toba AKBP Vinsensius Jimmy Parapaga, melalui Kapolsek Balige AKP Libertius Siahaan, SH, membenarkan nahkoda kapal ditemukan meninggal dunia bunuh diri dengan cara gantung diri. Dari identitasnya, korban Tunggul Simanjuntak tercatat warga Perum Duta Asri Palem I Blok C/18 RT/RW 001/007 Kelurahan Lerbak Wangi Kecamatan Sepatan Timur Kabupaten Tangerang Provinsi Banten.Katanya, keterangan saksi bernama Pradipta Marbun (23) dan ditemani oleh saksi Joni Andre Manullang (21) yang keduanya merupakan Anak Buah Kapal (ABK) hendak mengambil helm dari Ruangan Gudang Wings Ramdor depan KMP Kaldera Toba. Setelah memasuki ruangan tersebut, Pradipta Marbun melihat korban yang merupakan nahkoda kapal telah tergantung dengan menggunakan sehelai selimut kecil berwarna biru kehijauan di sebatang pipa besi yang melekat pada dinding gudang Wings Ramdor Depan.Dimana sebelumnya pintu Ruangan Gudang Wings Ramdor Depan dalam keadaan tertutup. Melihat kejadian tersebut Pradipta Marbun terkejut serta memberitahukan kejadian nahkoda kapal yang tergantung kepada beberapa awak kapal KMP Kaldera yang berada di KMP Kaldera Toba.Selanjutnya pihak Kepolisian Sektor Balige dan Personil Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Toba melakukan olah TKP serta mengevakuasi jenazah korban serta membawa korban ke Rumah Sakit Umum Porsea untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.AKP Libertius Siahaan mengatakan, keterangan  rekan korban menyebutkan, jika nakhoda kapal tersebut mengalami penyakit jantung dan sudah dilakukan operasi pemasangan ring. Hal ini diyakini menjadi penyebab korban mengakhiri hidupnya karena frustasi dengan penyakit yang dideritanya."Diduga modus korban bunuh diri dikarenakan frustasi akibat penyakit yang dialaminya, dimana sebelumnya korban menceritakan bahwa korban telah disarankan oleh dokter untuk dilaksanakan by pas pada bagian jantung korban," tutur Libertius.Katanya, sebelum ditemukan tewas gantung diri, keterangan para rekan rekan korban di KMP Kaldera Toba pada hari Jumat tanggal 20 Februari 2026, tidak ada yang melihat dan mengetahui keberadaan korban. Pada pagi hari beberapa rekan korban sempat mencari tahu keberadaan korban, namun tidak ada yang melihat dimana pintu kamar korban dalam keadaan tidak terkunci serta HP milik korban terletak di atas meja yang berada di dalam kamar korban.Pengakuan rekan kerja korban yang bekerja di KMP Kaldera Toba, korban tidak ada permasalahan pada pekerjaan korban sebagai Nahkoda Kapal dan juga terhadap rekan rekan korban. Libertius menjelaskan belum diketahui penyebab kematian korban secara pasti namun terhadap jenazah korban tetap dilakukan pemeriksaan luar di Rumah Sakit Porsea. â€ŽPolisi membawa sejumlah barang bukti yang diamankan untuk keperluan penyelidikan yakni sehelai Selimut Kecil berwarna biru  kehijauan (dari TKP), Sepasang sendal jepit berwarna hitam (dari TKP), KTP (dari kamar korban), dan Berbagai macam obat - obatan (dari kamar korban)."Pihak kepolisian menyatakan masih terus mendalami penyebab pasti kejadian ini dan memeriksa sejumlah kru kapal sebagai saksi serta melakukan pemeriksaan terhadap kamar nahkoda dan pemeriksaan terhadap CCTV yang berada di Kapal Motor KMP Kaldera Toba," pungkasnya.

21 Februari 2026

2 Kapal Nelayan Karam Diterjang Ombak di Sumut, 9 Orang Selamat-7 Masih Dicari

LensaDaily - Ombak tinggi menghantam dua kapal nelayan penangkap ikan hingga karam di kawasan perairan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara dan Kuala Tanjung Balai-Asahan, Minggu 23 November 2025. Dari dua kejadian akibat cuaca buruk tersebut, 9 orang selamat dan 7 masih dalam pencarian.Berdasarkan data diperoleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan. Kapal pertama diterima laporannya, hilang akibat perahu karam di kawasan Perairan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, Minggu sore, 23 November 2025, sekitar Pukul 17.00 WIB.Kapal kedua diterima laporannya oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, yakni KM Jaya Mandiri 5 yang dikabarkan karam pasca melaut disekitar Perairan Kuala Tanjung Balai-Asahan pada Minggu malam, 23 November 2025, sekitar Pukul 23.00 WIB.Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, menjelaskan untuk proses pencarian dan evakuasi korban kapal karam itu, pihaknya menurunkan KN SAR Sanjaya, dari Pos SAR Tanjung Balai. Kapal pertama Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi 9 orang nelayan. Sedangkan, satu korban bernama Mukhlis (60) warga Kelurahan Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara, masih dalam pencarian. "Menurut informasi yang diterima dari pihak keluarga dan saksi, korban Mukhlis bersama 9 orang rekannya, berangkat melaut menggunakan perahu kecil pada pada Minggu pagi," ungkap Hery, Selasa 25 November 2025.Hery mengungkapkan diduga saat berada di perairan Tanjung Tiram, cuaca tiba-tiba memburuk dan gelombang tinggi menghantam perahu hingga terbalik. "Rekan-rekan korban berhasil menyelamatkan diri. Namun naas korban terbawa arus sebelum akhirnya menghilang dari pandangan," tutur Hery.Sementara, di kapal kedua terdapat 6 anak buah kapal (ABK). Kini, keenam korban masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan hingga saat ini."Ditempat terpisah, juga melakukan pencarian menggunakan 1 unit Landing Craft Rubber (LCR) terhadap 6 orang ABK KM Jaya Mandiri 5, yang dikabarkan karam pasca melaut disekitar Perairan Kuala Tanjung Balai Asahan," kata Hery.Untuk proses pencarian korban ini, tim SAR gabungan terdiri dari Polairud, TNI AL, BPBD Batubara, nelayan setempat, dan relawan masyarakat. Lanjut, Hery mengatakan pencarian dengan metode pencarian permukaan atau surface search menggunakan perahu karet  di radius beberapa mil laut dari titik duga korban jatuh. Hery menjelaakan bahwa operasi pencarian ini dilakukan dengan mengedepankan kecepatan, ketelitian, dan keselamatan seluruh personel. Ia mengimbau nelayan untuk memastikan kondisi cuaca saat ini. Bila terjadi cuaca ekstrem untuk tidak melaut dulu. "Kami berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban. Seluruh unsur SAR terus bekerja di lapangan untuk melakukan penyisiran baik di permukaan maupun kemungkinan korban terbawa arus lebih jauh. Kami juga mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut. Keselamatan adalah yang utama,” ucap Hery.Hery mengatakan bahwa tantangan dihadapi SAR gabungan terkait cuaca buruk saat proses pencarian korban ini. Namun, proses pencarian akan dilakukan maksimal."Kondisi cuaca yang berubah-ubah, gelombang tinggi, serta arus kuat menjadi tantangan bagi tim di lapangan. Meski demikian, pencarian tetap dilaksanakan secara maksimal dengan pola penyisiran sektoral yang diperluas sesuai perkembangan di lapangan," kata Hery kembali.

25 November 2025