icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: judionline


Ngaku Dibegal, Pria di Dairi Gelapkan Uang Perusahaan Rp297 Juta Main Judol Facebook Berhadiah88

LensaDaily - Viral di media sosial seorang pria di Kabupaten Dairi mengaku dibegal oleh 3 orang, dan mengambilnuang perusahaan  tempatnya bekerja mencapai hampir Rp 300 juta. Kasus ini dilaporkan ke polisi dan terungkap bila adanya rekayasa penggelapan uang demi main judi online (Judol).Kasus yang ditangani Sat Reskrim Polres Dairi ini mengamankan seorang pria berinisial WG, yang sebelumnya melapor menjadi korban pembegalan oleh tiga orang di Jalan Sumbul Karo Desa Palding Jaya Kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi. Laporan kasus tersebut ternyata merupakan hasil rekayasa dari WG, bukan korban begal melainkan pelaku penggelapan uang. Kapolres Dairi, AKBP Otniel Siahaan mengatakan bahwa WG ternyata menggelapkan uang milik perusahaan tempatnya bekerja sebesar Rp 297 juta, dan menggunakannya untuk bermain judi online. "Tersangka mendapat arahan dari pimpinannya untuk membayar pajak bumi bangunan PT tempatnya bekerja, namun uang tersebut ternyata digunakan bermain judi online," ujar Otniel, Rabu 10 Juni 2026.Awalnya WG mengaku sudah dibegal oleh 3 orang, dan sempat melakukan pemukulan dengan balok kayu ke arah wajahnya. Sejumlah harta benda milik WG dibawa kabur oleh 3 pelaku fiktif tersebut. WG mengklaim para pelaku membawa kabur uang perusahaan sebesar Rp297 juta yang disimpan dalam tas bersama laptop dan telepon genggam miliknya.Tak hanya itu, WG juga melaporkan sejumlah barang berharga lain turut hilang, antara lain buku tabungan, telepon seluler, dompet berisi uang tunai, dokumen pribadi, hingga perhiasan emas. Total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp343,49 juta.Namun, dalam hasil penyelidikan pihak Kepolisian menemukan beberapa kejanggalan. Salah satunya terdapat bercak darah di sebuah batu. Bahkan, petugas juga menemukan tas milik WG di aliran sungai Lae Renun. "Tas yang awalnya disebut dirampok oleh pelaku, namun berhasil ditemukan di aliran Sungai Lae Renun yang berisikan 1 buah laptop, dan beberapa handphone," kata Otniel. Tim gabungan dari Sat Reskrim Polres Dairi dan Polsek Tigalingga juga menemukan adanya kejanggalan pada aliran transaksi bank milik WG. Uang ratusan juta tersebut ternyata sudah ditransfer oleh WG ke beberapa bank miliknya, dimana uang tersebut ternyata berasal dari atasan WG diperusahaan, yang seharusnya digunakan untuk membayar pajak bumi dan bangunan. Drama perampokan tersebut akhirnya terbongkar, dan WG pun mengakui perbuatannya. Dirinya mengaku bahwa uang tersebut sudah digunakan untuk membayar judi voucher, setelah admin judi voucher di Facebook undian Berhadiah88. "Tersangka kemudian menggunakan kembali uang tersebut untuk bermain judi online, dan berharap bisa meraup keuntungan kembali," kata Otniel. Karena uang tersebut sudah habis tak bersisa, WG pun memutuskan untuk pergi kerumah orangtuanya. Namun, dalam perjalanan WG menabrak sebuah gubuk, dan menyebabkan kerusakan pada sepeda motor dan mengalami luka pada bagian wajah. Usai kecelakaan, timbul niat WG untuk memanipulasi bahwa seolah - olah dirinya menjadi korban begal agar perbuatannya tidak diketahui. Bahkan, WG sempat memukul wajahnya dengan kayu agar terlihat seperti korban pembegalan. Atas perbuatannya, WG kini harus mendekam di sel tahanan Polres Dairi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kapolres pun meminta kepada masyarakat untuk tidak mencoba bermain judi online, meskipun dengan iming - iming mendapat keuntungan yang besar. "Ini menjadi pengingat kita semua bahwa judi online dapat merusak hidup bahkan lingkungan sekitar kita. Jangan mudah tergiur untuk mendapat keuntungan yang berlipat ganda dalam waktu singkat," tutup Kapolres.

10 Juni 2026

Silaturahmi Bersama Forkopimda Sumut, Menko Polkam Soroti Narkoba hingga Judol

LensaDaily - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago mengingatkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Utara agar tetap kompak dalam menjalankan tugas pemerintahan.Hal tersebut disampaikannya saat silaturahmi bersama Forkopimda Sumut, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Makodam I/Bukit Barisan, Jalan Gatot Subroto, Medan, Minggu 15 Maret 2026.“Forkopimda harus kompak bekerja. Pada akhirnya semua yang kita lakukan adalah untuk mensejahterakan rakyat. Jangan membawa perasaan masing-masing, karena rakyat membutuhkan kita. Curahkan perhatian kita sepenuhnya untuk rakyat,” tegasnya.Ia juga menyoroti sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama, seperti peredaran narkoba, premanisme, penyebaran berita hoaks, hingga praktik judi online yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.Selain itu, Djamari menekankan pentingnya peran Forkopimda dan tokoh agama dalam merangkul generasi muda agar terlibat aktif menjaga persatuan dan stabilitas daerah.“Bagaimana kita melibatkan anak-anak muda, merangkul mereka, serta memberikan ruang untuk berkontribusi dalam pembangunan dan menjaga persatuan,” ujarnya.Ia juga meminta tokoh masyarakat dan jajaran Forkopimda untuk segera meluruskan berbagai isu hoaks yang beredar di tengah masyarakat, seperti isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) maupun krisis pangan. Menurutnya, pemerintah memastikan ketersediaan energi dan pangan nasional tetap aman dan mencukupi bagi masyarakat.Sedangkan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) untuk terus menjaga kondusivitas dan stabilitas daerah melalui sinergi dengan pemerintah pusat.Menurut Surya, stabilitas daerah tidak hanya dibangun melalui kekuatan institusi pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga melalui peran aktif tokoh masyarakat sebagai penyejuk dan pengayom di tengah masyarakat.Surya menambahkan, Sumut merupakan provinsi yang majemuk dengan beragam suku, agama, budaya, dan adat istiadat. Keberagaman tersebut menjadi kekuatan besar yang harus dijaga melalui nilai-nilai toleransi.“Peran tokoh agama dan tokoh adat sangat penting sebagai penjaga harmonisasi dan kerukunan di tengah masyarakat,” kata Surya.Ia juga menyampaikan bahwa Pemprov Sumut mengusung visi pembangunan daerah Kolaborasi Sumut Berkah. Melalui visi tersebut, pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga memerlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan tokoh masyarakat.Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemprov Sumut mendorong sejumlah langkah strategis pembangunan, antara lain penguatan infrastruktur dan konektivitas wilayah, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta peningkatan kualitas pelayanan publik.Turut hadir dalam kegiatan tersebut mantan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, unsur Forkopimda Sumut, Anggota DPR RI Musa Rajekshah, Wali Kota Medan Rico Waas, serta para tokoh masyarakat dan tokoh agama di Sumut

15 Maret 2026

Website Unimed Diretas, Diklik Jadi Situs Judol 'Toto22'

LensaDaily - Peretasan diduga dialami situs resmi Universitas Negeri Medan (Unimed) https:///portal.unimed.ac.id yang bukan menampilkan informasi kegiatan resmi kampus, namun tampilan berubah menjadi judi online (judol). Tampilan website bertuliskan 'Toto22' mempromosikan perjudian.Saat alamat website https:///portal.unimed.ac.id diklik langsung menampilkan login atau daftar dengan promo situs judi online situs slot gacor."Toto22 adalah situs slot777 mudah maxwin 2026 yang membagikan bonus ampao imlek untuk semua member slot gacor hari ini. Cari link toto22 terbaru, resmi," tulis dalam website https:///portal.unimed.ac.id, saat dicek Rabu 18 Februari 2026.Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Unimed, Dr. Isli Iriani I. Pane, M.Hum membenarkan bahwa website Unimed sedang diretas dan pihak Kampus Unimed melalui tim IT proses maintenance untuk mengembalikan situs tersebut, secara normal.Atas kejadian ini, Isli mengatakan dirinya sudah melakukan kordinasi dengan pimpinan Unimed untuk melakukan tindakan langkah selanjutnya, dalam peretasan website Unimed tersebut. "Terima kasih atas informasinya, pak. Setelah berkoordinasi dengan pimpinan Universitas, website saat ini memang sedang dalam proses maintenance," kata Isli saat dikonfirmasi Rabu 18 Februari 2026.Lalu, Isli mengungkapkan saat ini tim IT Unimed sedang melakukan evaluasi intensif untuk mengidentifikasi penyebab dan dampak insiden ini. Isli mengatakan pihaknya juga memperkuat keamanan website, dengan tujuan kejadian serupa tidak terulang kembali kemudian hari. Yang bisa mengganggu pelayanan Unimed melalui website itu."Hasil evaluasi akan digunakan sebagai bahan perbaikan dan penguatan sistem keamanan website Unimed agar kejadian serupa tidak terulang. Akan saya update segera terkait arahan pimpinan akan hal ini," ungkap Isli.

18 Februari 2026

Antisipasi Terjerat Judol, Bobby Nasution Dorong ASN Pemprov Sumut Terjun ke Pasar Modal

LensaDaily - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong ASN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mengeluti pasar modal, agar terhindar dari judi online (Judol) dan kegiatan ilegal lainnya. Langkah ini, Bobby Nasution akan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melatih ASN terjun ke pasar modal.Hal ini disampaikan Bobby Nasution saat menerima Audiensi Kepala OJK Sumut Khoirul Muttaqien di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Kamis (20/11/2025). Langkah ini menurutnya bisa jadi alternatif bagi ASN untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan cara yang legal.“Saya harap OJK bisa mengajak ASN kami ke pasar modal, latih mereka agar mahir ketimbang main judi online atau yang tidak legal, mohon diarahkan misalnya dibuatkan kelas atau yang lain,” kata Bobby Nasution.Pasar modal Sumut menurut OJK merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia. Bukan hanya itu, pasar modal syariah Sumut juga salah satu yang terbaik secara nasional, dan dinobatkan 5 kali sebagai Pasar Modal Syariah terbaik.“Dari yang saya perhatikan, banyak masyarakat Sumut yang memang terjun ke pasar modal, tetapi belum begitu paham akan ilmunya, dan ketika gagal kata mereka itu ‘uang sekolah’ jadi mereka-mereka ini main dulu sambil belajar, mudah-mudahan dengan komitmen OJK ilmu masyarakat kita bertambah untuk pasar modal,” kata Bobby Nasution.Kepala OJK Sumut Khoirul Muttaqien mengaku siap untuk membantu Pemprov Sumut meningkatkan pengetahuan ASN di Pasar Modal. Diharapkan lebih pertumbuhan pasar modal Sumut bisa terus meningkat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.“Kita siap dan memang selalu terus berkoordinasi dengan Bu Poppy (Kabiro Perekonomian Pemprov Sumut), apalagi pasar modal syariah Sumut salah satu yang paling tinggi pertumbuhannya, kita berharap ini terus meningkat,” kata Khoirul Muttaqien.

21 November 2025

1.037 ASN dan Non ASN Pemprov Sumut Main Judol, Bobby Nasution: Teguran Ringan

LensaDaily - Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Nasution mengungkapkan tengah menelusuri 1.037 aparatur sipil negara (ASN) dan non ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut yang terindikasi terlibat dalam permainan Judi Online (Judol). Semuanya itu sudah diberikan teguran.Bobby Nasution mengungkapkan bahwa Pemprov Sumut sudah memberikan teguran secara tertulis atau dalam bentuk teguran kepada masing-masing ASN dan non ASN yang terlibat permainan judol tersebut. "Terkait sebanyak 1.037 ASN yang diduga terlibat judi online berdasarkan data PPATK, sudah menyurati satu-satu, dan sudah memberikan teguran ringan masing-masing," ungkap Bobby Nasution kepada wartawan, di Loby Kantor Gubernur Sumut, Kamis sore, 30 Oktober 2025.Bobby Nasution mengatakan pihaknya sudah menelusuri satu per satu, berapa lama seluruh ASN dan non ASN itu terlibat permainan judol tersebut. Untuk mengetahui berapa lama sudah bermain dan nilai transaksi dalam judol itu."Kemudian, sudah dilakukan pengecekan, main judolnya dari kapan (bermain judol), sampai bulan berapa, transaksinya berapa, nanti disitu akan ketahuan," kata Bobby Nasution. Mantan Wali Kota Medan itu, mengingatkan kepada seluruh ASN dan non ASN yang terlibat permainan judol, untuk berhenti. Bila tetap bermain judol, Pemprov Sumut akan memberikan sanksi tegas."Setelah kita berikan surat teguran itu, nanti akan kita cek lagi, mana yang masih main judol, nanti akan kita lakukan teguran yang lebih keras," ungkap Gubernur Sumut.

30 Oktober 2025