LensaDaily - Anggaran sebesar Rp1,3 triliun digelontorkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) untuk pembangunan infrastruktur pada tahun 2026. Anggaran tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Pembangunan Infrastruktur Terintegrasi (INSTANSI) yang diusung Gubernur Sumut, Bobby Nasution.“Anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan di tahun 2026 ini ada sebesar Rp1.372.497.925.000. Anggaran ini dibagi untuk program PHTC, dukungan program Proyek Strategis Daerah (PSD) dan lainnya,” ujar Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya (BMBKCK) Sumut, Chandra Dalimunthe, dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa 26 Mei 2026.Chandra menjelaskan, untuk mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Pembangunan Infrastruktur Terintegrasi (INSTANSI), Pemprov Sumut mengalokasikan anggaran sebesar Rp672,22 miliar untuk pembangunan dan peningkatan jalan serta jembatan strategis melalui 52 kegiatan utama.“Anggaran ini diperuntukkan pembangunan jalan sepanjang 86 kilometer, pemeliharaan berkala jalan sepanjang 11,91 kilometer, rehabilitasi jalan sepanjang 1 kilometer, pembangunan turap/talud/bronjong sebanyak 17 titik, pembangunan jembatan sepanjang 32 meter, penggantian lantai jembatan sepanjang 25 meter dan pembangunan saluran drainase sepanjang 250 meter,” kata Chandra.Sementara itu, untuk dukungan Proyek Strategis Daerah (PSD), khususnya pembangunan ruas jalan baru penghubung wilayah terisolir dan kawasan strategis, dialokasikan anggaran sebesar Rp320,2 miliar. Program tersebut mencakup pembangunan jalan sepanjang 55 kilometer melalui delapan kegiatan utama.“Hingga saat ini jalan mantap di Sumut itu 74,12 persen atau 3.006 kilometer dan jalan yang kondisinya rusak berat dan ringan ada 25,88 persen. Untuk pembangunan jalan di Sumut ini kita lakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran keuangan daerah. Untuk tahun ini dari program PHTC dan PSD ada 141 kilometer jalan yang akan kita bangun,” papar Chandra.Untuk penanganan infrastruktur pascabencana, Pemprov Sumut juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp137 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk 24 kegiatan utama, meliputi pembangunan turap/talud/bronjong di 19 titik, pembangunan jembatan sepanjang 20 meter, penggantian lantai jembatan sepanjang 30 meter, rehabilitasi satu unit jembatan, dan pembangunan tiga unit box culvert.Selain itu, Pemprov Sumut turut menyiapkan anggaran afirmasi untuk pembangunan di Kepulauan Nias sebesar Rp83,875 miliar. Program tersebut mencakup pembangunan jalan sepanjang 8,4 kilometer dan pembangunan jembatan sepanjang 70,6 meter.“Kita juga mengalokasikan pendanaan untuk pembangunan infrastruktur dari Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit sebesar Rp16.200.000.000 untuk pembangunan jalan sepanjang 2,7 kilometer dan penambahan dana Transfer Keuangan Daerah (TKD) sebesar Rp143.000.000.000 dengan target pembangunan jalan sepanjang 22 kilometer dan pembangunan turap/talud/bronjong sebanyak dua titik,” ujar Chandra.Tak hanya fokus pada jalan dan jembatan, Dinas BMBKCK Sumut tahun ini juga melaksanakan pembangunan penyediaan infrastruktur dasar melalui sektor keciptakaryaan. Program tersebut antara lain penyusunan dokumen perencanaan penyediaan infrastruktur air minum dan air limbah di kawasan afirmasi Kepulauan Nias dengan anggaran Rp3,9 miliar.Selain itu, Pemprov Sumut juga mengalokasikan anggaran Rp12 miliar untuk peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Cemara dengan target peningkatan kapasitas pengelolaan sebesar 100 meter kubik.
26 Mei 2026Tag: jembatan
LensaDaily - Jembatan Aek Sipange Jalan Sipagimbar Kecamatan Aek Bilah, Tapanuli Selatan resmi dapat dilintasi usai diresmikan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution, Kamis 5 Maret 2026. Jembatan sepanjang 50 meter tersebut dibangun dengan anggaran sebesar Rp21 miliar. Pembangunannya dimulai sejak Juni 2025, dengan lebar total 8 meter yang terdiri dari 6 meter badan jalan dan masing-masing 1 meter trotoar di kedua sisi. Jembatan ini juga menghubungkan Kabupaten Tapanuli Selatan dengan Padanglawas Utara.Gubernur Bobby Nasution menyampaikan, pembangunan Jembatan Aek Sipange merupakan simbol semakin dalamnya pembangunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut di wilayah Tapanuli Bagian Selatan. Dengan hadirnya jembatan ini, pembangunan di desa-desa sekitar diharapkan semakin mudah dilakukan.“Kami sudah lihat, keliling untuk membangun desa-desa yang kita lewati tadi, salah satu kunci utamanya adalah jembatan ini, untuk akses masuk material dan barang-barang, makanya jembatan ini diprioritaskan dibangun," kata Bobby.Bobby juga menegaskan komitmen pembangunan di wilayah Tapanuli Bagian Selatan. Ia mengungkapkan, awalnya pembangunan direncanakan dilakukan sekaligus dari sisi Tapanuli Selatan dan Padanglawas Utara, namun rencana tersebut terkendala ketersediaan material di wilayah tersebut."Kalau mau langsung dikerjakan satu ruas nggak cukup bukan uangnya, tapi material sekitaran Tapsel,” kata Gubernur Sumut itu.Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Bobby Nasution atas pembangunan Jembatan Aek Sipange. Ia berharap keberadaan jembatan tersebut dapat memperlancar konektivitas wilayah dan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat."Mudah-mudahan meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat kita, terutama di Kecamatan Aek Bilah dan daerah sekitarnya,” kata Gus Irawan.Menurutnya, visi Gubernur Bobby Nasution dalam membangun Sumatera Utara sangat luar biasa. Ia juga meyakini, di bawah kepemimpinan Bobby, Sumut akan semakin maju.Sebelum jembatan tersebut dibangun, masyarakat harus menyeberangi sungai untuk melintas. Sungai tersebut bahkan pernah memakan korban jiwa. Beberapa tahun lalu, sebuah mobil terbawa arus sungai yang mengakibatkan delapan orang meninggal dunia. Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian pemerintah provinsi hingga akhirnya dialokasikan anggaran pembangunan jembatan.“Pak Gubernur mendengar peristiwa itu lalu mengalokasikan anggaran dan memprogramkan pembangunan jembatan ini. Hari ini jembatan itu sudah selesai dan diresmikan,” ujarnya.
06 Maret 2026LensaDaily - Jembatan Idano Noyo yang menghubungkan Kabupaten Nias Barat dan Kabupaten Nias Selatan kini sudah mulai beroperasi lagi usai rusak sejak Maret 2025 dan dibangun ulang. Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meresmikan jembatan Noyo di Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, Rabu 11 Februari 2026 malam.Sebelumnya, jembatan yang menghubungkan Nias Barat dan Nias Selatan tersebut putus diterjang banjir pada Maret 2025 lalu. Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, hingga akhirnya pembangunan jembatan ini selesai di tangan Bobby Nasution.Jembatan tipe A dengan struktur baja, panjang 95 meter, dan lebar 9 meter ini dibangun dengan anggaran sekitar Rp46,7 miliar. Lebih dari 1.000 masyarakat sekitar tidak ingin melewatkan peresmian jembatan yang sudah lama mereka idam-idamkan tersebut.“Pas ini mulai dibangun banyak yang nakut-nakuti, habis masa jabatan tak akan siap, anggaran tak cukup-cukup, tapi di awal 2026 ini kita selesaikan dan sudah bisa digunakan secara umum,” kata Bobby Nasution saat peresmian Jembatan Noyo di Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, Rabu 11 Februari 2026 malam.Tidak hanya jembatan, Bobby Nasution juga meningkatkan ruas jalan provinsi dari Gunungsitoli menuju Mandrehe sepanjang sekitar 50 kilometer. Perbaikan ini mempercepat waktu tempuh dari Gunungsitoli ke Nias Barat menjadi kurang dari satu jam, yang sebelumnya memakan waktu sekitar dua jam.“Total Pemprov Sumut tahun 2025 mengucurkan sekitar Rp250 miliar untuk Kepulauan Nias. Tidak usah berterima kasih karena ini kewajiban kami, kami yang berterima kasih pekerjaan kami dibantu daerah hingga berjalan lancar,” kata Bobby Nasution.Tahun depan, menurut Bobby, Pemprov Sumut akan mengucurkan anggaran sekitar Rp300 miliar untuk Kepulauan Nias. Ia berharap upaya pemerataan pembangunan di Sumatera Utara dapat terwujud.“Semoga upaya pemerataan pembangunan ini bisa lebih menggerakkan perekonomian masyarakat, kami titip ini kepada masyarakat dan pemerintah setempat,” kata Bobby.Salah seorang pedagang kebutuhan sehari-hari, Christina Gulo, mengaku omzet dagangannya meningkat hingga 50% setelah jalan menuju Mandrehe dan Jembatan Noyo diperbaiki. Selain itu, ia juga merasa sangat terbantu karena tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk ongkos anak sekolah.“Makin banyak orang yang lewat sini, meningkatnya sampai 50%, saya, anak saya juga tak perlu bayar uang sampan untuk nyeberang lagi,” kata Christina.Hadir pada peresmian tersebut Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu, Bupati Nias Yaatulo Gulo, pimpinan DPRD setempat, dan Forkopimda. Hadir pula OPD terkait Pemprov Sumut dan OPD pemerintah daerah setempat, tokoh masyarakat, serta tokoh agama.
12 Februari 2026LensaDaily - Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) Nasution membenahi infrastruktur jalan provinsi dengan peningkatan struktur jalan sepanjang 44,95 kilometer yang tersebar di berbagai wilayah Sumut. Upaya tersebut merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Gubernur Sumut Bobby Nasution melalui program Pembangunan Infrastruktur Terintegrasi (INSTANSI).Sejumlah ruas jalan yang telah dibenahi di antaranya Hilimbuasi–Mandrehe, Gunungsitoli–Afia, Lolowua–Dola, Dola–Duria, Afia–Tuhemberua, Miga–Lolowua, Silimbat–Parsoburan, Onan Ganjang–Pakkat, Perbaungan–Pantai Cermin, Simpang Belidahan–Dolok Masihul, Tanjung Beringin–Bandar Khalifah, serta Simpang Beringin–Tandem Hilir.“Sepanjang 44,9 km jalan provinsi (dibenahi), termasuk jembatan Idano Noyo (Nias Barat). Ditargetkan bulan ini atau bulan depan sudah dilakukan peresmian, dan sudah bisa digunakan masyarakat,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbang) Sumut Dikky Anugrah pada temu pers yang diselenggarakan Dinas Kominfo Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu 22 Januari 2026.Selain perbaikan jalan, di Kepulauan Nias juga dilakukan pembenahan box culvert di Kota Gunungsitoli guna memperlancar aliran air dan mencegah kerusakan jalan akibat banjir. Sementara itu, Jembatan Aek Batang Angkola di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Jembatan Aek Pardomuan di Kabupaten Tapanuli Utara turut direhabilitasi untuk memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik yang lebih efisien.Tidak hanya infrastruktur jalan dan jembatan, Gubernur Bobby Nasution juga membenahi saluran irigasi. Pembenahan dilakukan pada saluran irigasi sepanjang 420 meter di Daerah Irigasi Pekan Kamis, Kecamatan Dolokmasihul, Kabupaten Serdangbedagai, serta rehabilitasi jaringan irigasi di Daerah Irigasi Bah Kora II/Negeri Bosar, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun. Kegiatan tersebut mencakup perbaikan saluran dan pembangunan terjunan saluran irigasi sepanjang hingga 100 meter.Komitmen Pemerintah Provinsi Sumut dalam memperluas akses hunian terjangkau juga ditunjukkan melalui penerbitan Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2025. Pergub ini menekankan kolaborasi strategis dengan pengembang perumahan (REI) dan Bank Sumut untuk memperluas akses hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat.Program penyediaan hunian tersebut telah menjangkau berbagai kabupaten dan kota, antara lain Tapanuli Tengah, Asahan, Langkat, Karo, Deliserdang, Simalungun, Labuhanbatu, Dairi, Pakpak Bharat, Serdangbedagai, Batubara, Labuhanbatu Selatan, serta Kota Medan, Pematangsiantar, Tanjungbalai, Binjai, Tebingtinggi, dan Padangsidimpuan. Total capaian mencapai 10.039 unit rumah melalui penyediaan hunian murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan ASN melalui skema KPR subsidi FLPP.Selain itu, program ini juga memastikan perbaikan 400 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di kawasan permukiman kumuh seluas 10 hingga kurang dari 15 hektare yang tersebar di Kabupaten Batubara, Humbang Hasundutan, Labuhanbatu Utara, Mandailing Natal, Nias Utara, Samosir, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, serta Kota Padangsidimpuan dan Pematangsiantar.
22 Januari 2026LensaDaily - Akses transportasi vital yang terputus akibat bencana alam di Kabupaten Tapanuli Tengah, mulai membangun jembatan darurat penghubung Tapteng-Padangsidimpuan. Kerusakan akses tersebut menghambat mobilitas warga, distribusi bantuan, hingga arus logistik.Jembatan yang dikerjakan secara kolaboratif dengan peralatan seadanya ini merupakan akses penting yang menghubungkan Pandan dengan Kalangan, sekaligus menjadi ruas vital pada Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) Tapteng–Padangsidimpuan. Meski bekerja dengan kondisi terbatas dan medan yang cukup berat, tim gabungan terus melakukan upaya percepatan agar jalur darurat dapat segera digunakan masyarakat dan kendaraan darurat yang membawa bantuan.Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan menegaskan bahwa langkah cepat semua unsur yang diterjunkan merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam membantu percepatan penanganan bencana.“Polda Sumut tidak membiarkan masyarakat terisolasi. Hari ini, berbagai satuan kami turun langsung membangun jembatan darurat agar Pandan dan Kalangan kembali terhubung. Ini juga demi memulihkan mobilitas di Jalinsum yang merupakan jalur strategis pergerakan logistik,” ujar Ferry.Ia menambahkan bahwa kehadiran aparat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan percepatan pemulihan infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada masyarakat.“Dengan peralatan seadanya, personel bekerja keras demi kepentingan warga. Ini adalah bentuk nyata aksi kemanusiaan Polri. Polda Sumut akan terus berada di lapangan sampai akses benar-benar pulih dan masyarakat dapat beraktivitas kembali dengan aman,” lanjutnya.Polda Sumut memastikan bahwa setelah jembatan darurat ini selesai, distribusi bantuan dan aktivitas warga dapat kembali berjalan normal secara bertahap.
03 Desember 2025


