icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: internet


Bobby Nasution Luncurkan Wifi Gratis di 8 Kota, 2029 Semua Daerah Terjangkau

LensaDaily - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution meluncurkan layanan Wifi gratis secara serentak di delapan kota di Sumut, dengan dukungan 49 access point. Program internet gratis ini merupakan salah satu dari enam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Gubernur Bobby Nasution, yakni Digitalisasi Pelayanan Publik Cepat Responsif, Handal, dan Solutif (CERDAS).Peluncuran dipusatkan di pelataran Masjid Agung Al Abror, Padangsidimpuan, Minggu 1  Maret 2026. Delapan daerah tersebut meliputi Taman Kebun Bunga dan Taman Cadika Medan, Masjid Agung Al Abror Padangsidimpuan, Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah Tanjung Balai, Lapangan Haji Adam Malik Pematangsiantar, Lapangan Merdeka Sri Mersing Tebingtinggi, Lapangan Simaremare Sibolga, Alun-Alun Kota Gunungsitoli, serta Taman Merdeka Binjai.“Internet jaringan ini bagian penting yang tidak bisa dipisahkan, oleh karena itu kami mencoba menambahkan atau memastikan masyarakat kita terhubung jaringan internet agar informasi yang didapat bisa lebih baik lagi ke depan,” kata Bobby.Bobby juga meminta kepala daerah di lokasi pemasangan wifi gratis agar memperluas pemanfaatannya, tidak sekadar menyediakan akses internet. Ia mendorong pembangunan fasilitas pendukung di kawasan tersebut.“Bukan hanya dilaunching, tolong betul-betul dijaga, bisa dibuat fasilitas untuk menikmati internetnya, baik untuk bekerja atau bisa dibuat working space, bisa ditambahkan kursi meja juga,” kata Bobby.Salah seorang warga Kota Padangsidimpuan, Winda, mengaku merasakan manfaat internet gratis yang telah dipasang. Ia mengapresiasi langkah Gubernur Sumut Bobby Nasution menghadirkan layanan tersebut di kotanya.“Terima kasih pak Gubernur Bobby Nasution yang telah memberikan internet gratis yang tentunya sangat bermanfaat besar bagi masyarakat Kota Padang Sidempuan," kata Winda.Selain masyarakat, Walikota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe juga mengapresiasi PHTC yang digagas Gubernur Bobby Nasution tersebut, termasuk perhatian yang diberikan kepada daerahnya selama ini.Kepala Dinas Kominfo Sumut Erwin Hotmansah Harahap mengatakan, selain delapan kota tersebut, pihaknya akan menambah wilayah penerima program wifi gratis. Pada tahun 2026, lima kabupaten terdampak bencana juga akan menikmati PHTC Gubernur Bobby Nasution."Wifi gratis akan terus dilanjutkan hingga tahun 2029. Ditargetkan program wifi gratis akan menjangkau seluruh wilayah di Sumut, di 33 kabupaten/kota,” kata Erwin.

02 Maret 2026

100 Persen Sekolah di Sumut Teraliri Listrik dan Internet, Selaraskan Digitalisasi Pendidikan

LensaDaily - Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Utara mengungkapkan seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Sumatera Utara (Sumut) yang berada di bawah kewenangan 100 persen telah teraliri listrik dan internet. Hal ini upaya Pemprov Sumut menyelaraskan digitalisasi pendidikan, sehingga diharapkan kualitas guru dan siswa semakin meningkat serta melek teknologi.Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Rabu 21 Januari 2026.“Realisasi akses listrik dan internet di sekolah yang dibawahi langsung oleh Disdik Sumut yakni SMA/SMK dan SLB di Sumut keseluruhannya 100% sudah teraliri listrik dan internet,” kata Alexander.Ia menjelaskan, untuk akses internet pada tahun 2025 terdapat total 163 sekolah yang dipasang jaringan internet. Sementara untuk kelistrikan, sebanyak tujuh sekolah dipasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), 25 sekolah dilakukan perbaikan instalasi listrik, dan 21 sekolah mendapatkan penambahan daya listrik.Strategi yang dilakukan Disdik Sumut dalam pemenuhan akses listrik dan internet ini, lanjutnya, disesuaikan dengan kondisi wilayah. Untuk daerah yang tidak memiliki tiang listrik, dipasang PLTS. Namun, apabila tersedia jaringan listrik, pihaknya berkolaborasi dengan PLN. Sedangkan untuk akses internet, jika tidak tersedia tiang jaringan, maka digunakan akses internet Starlink, terutama di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) yang dipasang PLTS dan Starlink.Upaya pemenuhan akses listrik dan internet di sekolah ini bertujuan untuk menyelaraskan digitalisasi pendidikan. “Mustahil kita lakukan digitalisasi pendidikan kalau tools-nya belum memadai. Makanya akses listrik dan internet ini harus dipenuhi, sehingga proses belajar digital bisa semakin interaktif, dan output-nya untuk penguasaan internet akan ada kesetaraan, tidak ada perbedaan antara daerah 3T dengan daerah yang gampang akses listrik dan internetnya,” jelas Alexander.Selain itu, melalui pemenuhan akses listrik dan internet ini diharapkan kualitas guru dan siswa semakin meningkat, tidak ada lagi daerah yang tertinggal, serta seluruh siswa dan guru melek teknologi.Sementara itu, terkait Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG), Alexander menyampaikan program tersebut akan diluncurkan pada tahun ajaran baru 2026/2027. PUBG awalnya akan dilaksanakan di lima kabupaten/kota di Kepulauan Nias, namun juga akan diterapkan di lima kabupaten/kota yang paling terdampak bencana, yakni Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, dan Kabupaten Langkat. Kebijakan ini merupakan bentuk intervensi pemulihan bagi daerah terdampak bencana di Sumut.“Jadi pada tahun ajaran baru nanti, PUBG akan kita laksanakan selain di lima kabupaten/kota di Kepulauan Nias juga di lima kabupaten/kota yang paling terdampak bencana,” katanya.Untuk program bersekolah gratis ini, jumlah sasaran di Kepulauan Nias sebanyak 41 ribu siswa dengan pagu anggaran Rp21 miliar. Sementara di lima kabupaten/kota terdampak bencana menyasar 51 ribu siswa dengan total anggaran Rp22 miliar.“Total ada anggaran Rp43 miliar yang akan meng-cover program sekolah gratis. Untuk skemanya nanti akan kita susun Pergub sebagai petunjuk teknisnya dan dananya nanti akan kita transfer ke rekening masing-masing sekolah,” ujar Alexander.

21 Januari 2026

Pemprov Sumut Sediakan Internet Gratis di Sekolah, Memperkecil Kesenjangan Digital

LensaDaily - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyediakan layanan internet gratis di sekolah sebagai bentuk komitmen memastikan seluruh peserta didik memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses teknologi digital. Program ini diharapkan mampu memperkecil kesenjangan digital antarsekolah maupun antarwilayah.Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya mengatakan, penyediaan internet gratis merupakan bagian dari upaya Pemprov Sumut mendorong pemerataan akses pendidikan digital, khususnya bagi daerah yang sebelumnya memiliki keterbatasan jaringan internet.“Penyediaan internet gratis ini juga merupakan upaya untuk memperkecil kesenjangan digital antar sekolah dan antara daerah perkotaan dengan daerah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses internet yang memadai,” ujar Surya pada acara Roketin Generasi Tunas Digital di Dharmawangsa, Medan, Sabtu 13 Desember 2025.Menurut Surya, kehadiran internet gratis tidak hanya membantu siswa dalam memperoleh sumber belajar yang lebih luas, tetapi juga memberi ruang bagi guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan kreatif.Namun demikian, ia menegaskan pembangunan ekosistem digital tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah semata. Dukungan dari dunia usaha, komunitas, sekolah, guru, orang tua, hingga peserta didik sangat dibutuhkan.“Kami menyadari bahwa pembangunan ekosistem digital tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Kita memerlukan dukungan semua pihak,” katanya.Surya menambahkan, masa depan digital Sumut tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kuatnya komitmen bersama dalam membimbing dan melindungi generasi muda.“Teknologi akan terus berkembang dan tantangan akan terus muncul. Namun selama kita berada dalam satu barisan, kita pastikan generasi muda Sumut tumbuh sebagai generasi yang kuat, cerdas, berkarakter, dan siap membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik,” ujarnya.Ia juga menekankan pentingnya literasi dan keamanan digital bagi generasi muda, mengingat teknologi tidak hanya mengubah cara bekerja dan belajar, tetapi juga cara berpikir dan berinteraksi.“Kita ingin memastikan bahwa ketika mereka mengakses teknologi, mereka melakukannya dengan aman, menggunakan internet dengan bijak, serta berkreasi secara produktif dan bertanggung jawab,” kata Surya.Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menyampaikan bahwa pemerintah pusat tengah mempercepat konektivitas internet hingga mencapai 100 persen. Ia juga memperkenalkan visi arah digital Indonesia yang kini mengusung konsep terhubung, tumbuh, dan terjaga.“3T kita ganti menjadi terhubung, tumbuh, dan terjaga, artinya semuanya harus inklusif,” ujar Meutya.

14 Desember 2025

Update Bencana Alam di Sumut: 47 Korban Meninggal di Tapteng, Jalan Putus Total

LensaDaily - Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menelan korban jiwa 47 orang meninggal dunia, 507 orang luka-luka dan 51 orang dinyatakan hilang. Jumlah ini berdasarkan data sementara ini merupakan laporan terbaru per Jumat 28 November 2025 pukul 12.00 WIB.Menurut keterangan dari Humas Polres Tapanuli Tengah dan BPBD Tapteng, daerah ini mengalami kelumpuhan total selama 72 jam terakhir. Listrik padam, air mati, dan jaringan internet terputus di Tapteng dan sekitarnya, termasuk Kota Sibolga, membuat proses penanganan terkendala.Akses Bantuan TerisolasiAkses menuju ibu kota Pandan terhambat karena rusaknya infrastruktur vital di tiga jalur utama:1. Akses Selatan (dari Tapanuli Selatan/Padangsidimpuan): Terputus total akibat ambruknya Jembatan Kalangan dan Jembatan Anggoli.2. Akses Utara (dari Tapanuli Utara/Tarutung): Lumpuh karena banyak titik tanah longsor yang menutupi badan jalan, terutama di Kecamatan Sitahuis.3. Akses Barat (dari Aceh Singkil): Terkendala oleh banjir di Kecamatan Kolang dan terputusnya Jembatan Sorkam.Bencana ini berdampak paling parah di lima kecamatan, dengan jumlah korban yang masih terus bertambah:1. Kecamatan Pandan: Tercatat 11 orang meninggal dunia, 2 orang luka parah, dan 6 orang hilang. Wilayah terdampak mencapai 100%. Pengungsi di wilayah ini mencapai 665 orang.2. Kecamatan Tukka: Merupakan wilayah dengan korban terbanyak, yaitu 26 orang meninggal dunia, 505 orang luka parah, dan 33 orang hilang. Wilayah ini juga terdampak 100%. Data pengungsi dari Tukka masih belum dilaporkan.3. Kecamatan Badiri: Satu orang dilaporkan meninggal dunia dan 12 orang hilang. Wilayah terdampak mencapai 100%, sementara data korban luka belum tersedia.4. Kecamatan Barus: Dua orang meninggal dunia. Laporan mengenai korban luka, korban hilang, dan jumlah pengungsi belum ada, dengan tingkat kerusakan wilayah mencapai 98%.5. Kecamatan Sitahuis: Tujuh orang meninggal dunia. Data korban luka, hilang, dan pengungsi masih belum dilaporkan. Kecamatan ini terdampak sebesar 35%.Secara keseluruhan, jumlah total korban meninggal dunia mencapai 47 orang, 507 orang luka, dan 51 orang hilang. Jumlah pengungsi masih terus bertambah seiring evakuasi.Melihat skala kerusakan dan wilayah yang terdampak, penanganan bencana di Tapanuli Tengah telah ditingkatkan menjadi skala nasional. Lokasi pengungsian telah dipusatkan di GOR Pandan, dan dapur umum telah didirikan untuk menampung kebutuhan logistik para pengungsi.

29 November 2025

Tahun Depan Pemprov Sumut Wujudkan Digitalisasi Pelayanan Publik, Internet Gratis di Ruang Publik Kab/Kota

LensaDaily - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menargetkan realisasi penuh digitalisasi pelayanan publik pada tahun 2026 mendatang. Melalui program Cepat, Responsif, Handal dan Solutif (CERDAS), Pemprov Sumut akan menghadirkan satu portal terpadu yang mengintegrasikan seluruh layanan publik, serta penyediaan internet gratis di ruang publik di berbagai kota dan kabupaten.Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut Erwin Hotmansah Harahap, yang diwakili Sekretaris Dinas Kominfo Achmad Yazid Matondang, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers bertema Digitalisasi Pelayanan Publik CERDAS, di Aula Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis 9 Oktober 2025.Menurut Yazid, digitalisasi pelayanan publik merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Gubernur Sumut yang sejalan dengan Astacita Presiden RI Prabowo, yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, dan teknologi.“Kita harus melaksanakan transformasi digital. Ini menjadi tantangan bagi kita karena masih ada wilayah yang belum terjangkau internet, seperti di Nias. Melalui program CERDAS, kita akan mempercepat pelayanan publik berbasis digital di seluruh Sumut,” ujar Yazid.Sementara itu, Kabid Aplikasi Informatika Diskominfo Sumut T Ahmad Maulana, menjelaskan bahwa program CERDAS diwujudkan melalui pengembangan berbagai aplikasi digital yang solutif. Saat ini, tercatat 31 aplikasi layanan publik yang akan diintegrasikan ke dalam satu platform terpadu berbasis web dan aplikasi mobile.“Portal ini akan menghubungkan berbagai layanan publik seperti kesehatan, perizinan, dan pajak daerah, sehingga masyarakat bisa mengakses semua layanan cukup dari satu pintu,” jelas Maulana.Untuk mendukung keterjangkauan layanan digital, Pemprov Sumut juga menjalankan program penyediaan internet gratis di ruang publik. “Tahun 2026, akan dibangun instalasi di delapan kota, yakni Medan, Binjai, Tebingtinggi, Tanjungbalai, Pematangsiantar, Padangsidimpuan, Sibolga, dan Gunungsitoli. Program ini akan terus diperluas hingga 2030, agar seluruh 33 kabupaten/kota memiliki akses internet gratis,” tambahnya.Maulana juga mengungkapkan, dari total 6.113 desa di Sumut, sebanyak 5.662 desa atau sekitar 92,67% sudah terjangkau sinyal 4G. Namun, masih ada 62 desa yang berada dalam kondisi blank spot (0% sinyal 4G) dan 59 desa dengan sinyal sangat lemah (kurang dari 30%). “Kesenjangan inilah yang menjadi prioritas untuk diselesaikan,” ujarnya.Di sisi lain, Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Sumut, Rismawati Simanjuntak, menegaskan bahwa digitalisasi pelayanan publik juga harus diimbangi dengan keamanan siber yang kuat.“Ruang siber adalah ruang pertahanan yang baru dan ini menjadi konsern dari Pemprov Sumut. Kami meluncurkan program penguatan program siber dengan membentuk tim tanggap insiden siber Sumut,” ujar Rismawati.Saat ini Tim Tanggap Insiden Siber di Sumut sudah terbentuk 100%, tidak hanya di provinsi melainkan juga sudah terbentuk di seluruh kabupaten/kota. “Tim ini melakukan pemantauan dan monitoring sistem aplikasi website yang ada di lingkup provinsi Sumut. Kalau ada insiden siber kita langsung lakukan mitigasi, kemudian melokalisir kejadian, melacak penyebabnya, lalu melakukan penanganan dan setelah itu pemulihan. Selanjutnya, kita juga akan mengambil langkah strategis apa yang dapat mencegah agar insiden tersebut tidak terulang kembali,” papar Rismawati.

09 Oktober 2025