LensaDaily - Apresiasi tinggi disampaikan kepada Pasukan Pengibaran Bendera Pusaka (Paskibraka) Sumut 2025 yang berhasil melaksanakan tugas mengibarkan bendera pada detik-detik Peringatan HUT 80 Kemerdekaan Republik Indonesia dan juga penurunan bendera di Lapangan Astaka, 17 Agustus 2025.Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya saat melepas secara resmi kepulangan 71 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sumut yang telah sukses mengibarkan bendera pada detik-detik Peringatan HUT RI tingkat Sumut tahun 2025.Acara pelepasan berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Senin 18 Agustus 2025). Acara tersebut juga ditandai dengan pemberian sertifikat kepada anggota Paskibraka, pelatih, pembina, dan panitia, yang langsung diserahkan oleh Wagub Surya.Dalam sambutannya, Surya menyampaikan harapan agar para anggota Paskibraka tidak berhenti hanya pada tugas yang telah mereka laksanakan, tetapi terus menjadi pelopor dan agen perubahan di masyarakat, terutama dalam memerangi Narkoba. Menurut Surya, tantangan terbesar yang dihadapi generasi muda saat ini adalah terjeratnya mereka dalam penyalahgunaan narkoba.“Anak-anakku, jadilah agen perubahan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Apa yang kalian pelajari selama pelatihan dan tugas kemarin bisa menjadi benteng untuk terhindar dari narkoba. Bantu pemerintah dengan memulai dari teman-teman kalian,” ujar Wagub Sumut itu.Surya juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap semangat, kedisiplinan, dan kekompakan yang telah ditunjukkan oleh para anggota Paskibraka selama menjalankan tugas mulia tersebut. ”Pemprov Sumut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan kerja keras kalian. Terus jaga nilai-nilai Pancasila, kedisiplinan, serta semangat cinta Tanah Air,” lanjut Surya.Pada kesempatan tersebut, Surya juga memberikan motivasi kepada para Paskibraka melalui kuis, sebagai hadiah, para pemenang mendapatkan buku inspiratif berjudul “ANAK KEBON”, yang berisi kisah inspiratif dirinya saat menjabat sebagai Bupati Asahan.Kepala Badan Kesbangpol (Sumut), Mulyono, menyampaikan bahwa tahun ini, jumlah Paskibraka yang terpilih berjumlah 71 orang. Mereka merupakan putra-putri terbaik dari 33 Kabupaten/Kota se Sumut.Sebelum terpilih menjadi Paskibraka, mereka menjalani seleksi yang ketat dan pelatihan intensif selama 12 hari yang dilaksanakan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumut. Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi yang beragam, baik yang disampaikan di ruang kelas maupun di lapangan. Materi tersebut diberikan oleh pelatih dari unsur TNI, Polri, pamong, serta alumni Paskibraka Sumut dan Ikatan Alumni Lemhanas.Selain itu, para peserta juga mendapatkan pendampingan dari Rumah Sakit Haji Medan untuk memastikan kondisi kesehatan mereka selama masa pelatihan.“Alhamdulillah, pada 17 Agustus 2025 kemarin, para Paskibraka berhasil menjalankan tugas mulia mereka dengan sempurna, yaitu mengibarkan Bendera Merah Putih saat detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Sumut di Lapangan Astaka dan dilanjutkan dengan penurunan bendera pada sore hari,” jelasnyaMulyono juga menyampaikan sebagai bentuk apresiasi mereka diberikan sertifikat penghargaan serta uang saku dan kegiatan rekreasi dan pembelajaran ke Pulau Samosir, Kabupaten Samosir sebelum kembali kedaerah asal dan bertemu kembali dengan keluarga tercinta.Mewakili rekan-rekan Paskibraka Sumatera Utara 2025, Alif Kurniawan Ritonga yang berasal dari SMAN 4 Kisaran (Asahan) dan Aurora Jasmine Humaira Santosa dari SMAS AL-Azhar Medan, menyampaikan kesan dan pesan mereka selama menjalani proses pembinaan, pelatihan, dan pelaksanaan tugas mulia ini.Alif Kurniawan Ritonga mengungkapkan banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi, baik fisik maupun mental. Namun, semua itu menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi peserta paskibraka.” Kami belajar banyak hal, tidak hanya tentang kedisiplinan, tetapi ko juga tentang pentingnya kerjasama dan rasa tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.”ucapnya.Senada dengan Alif, Aurora Jasmine Humaira Santosa juga menyampaikan, pelatihan yang sangat intensif memberikan banyak pelajaran tentang kepemimpinan, semangat kebangsaan, dan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan.“Kami merasa sangat bangga bisa menjadi bagian dari Paskibraka Sumut 2025 Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumut yang telah memberikan kesempatan berharga ini. Semoga pengalaman ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi kami untuk terus berkontribusi positif bagi bangsa dan negara,” pungkas Aurora.
18 Agustus 2025Tag: hutri
LensaDaily - HUT Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia tahun 2025 menjadi spesial bagi 20.145 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sumatera Utara (Sumut) yang mendapat remisi umum. Narapidana yang mendapatkan remisi diharapkan untuk dapat terus berperilaku baik dan mengikuti program pembinaan dengan sungguh-sungguh.Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Togap Simangunsong saat menghadiri acara pemberian remisi HUT RI yang berlangsung di Lapas Kelas I Medan, Jalan Lembaga Pemasyarakatan Tanjunggusta, Medan, Minggu 17 Agustus 2025.“Saya ucapkan selamat bagi para narapidana yang mendapatkan remisi, sekaligus memperoleh kebebasan. Selamat merajut tali persaudaraan di tengah keluarga dan lingkungan. Jadilah pribadi yang baik dan taat hukum, serta tidak mengulangi kembali perbuatan pelanggaran hukum nantinya,” ucap Togap Simangunsong.Menurutnya, pemberian remisi bukan semata diberikan secara sukarela oleh pemerintah. Namun merupakan bentuk apresiasi bagi narapidana yang telah bersungguh-sunguh mengikuti program binaan.“Program binaan merupakan proses yang sangat komplek dan multisektor, termasuk pendidikan, pelatihan keterampilan, kegiatan keagamaan dan interaksi sosial. Semua ini dilakukan untuk menyadari semua kesalahan yang telah diperbuat,” katanya.Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumut Yudi Suseno mengatakan, sebanyak 20.145 narapidana yang mendapatkan remisi ini terbagi pada kriminal umum 7.929 orang, PP 28 tahun 2006 sebanyak 177 orang dan PP 99 tahun 2012 sebanyak 12.039 orang.Selain itu, menurut Yudi Suseno, Pemerintah pada tahun ini juga memberikan remisi Dasawarsa bagi narapidana dan pengurangan masa pidana Dasawarsa bagi anak binaan sebanyak 21.388 orang narapidana.Diketahui dasawarsa adalah remisi yang diberikan pada setiap 10 tahun. Besaran Kepmen, remisi Dasawarsa adalah 1/12 dari masa pidana, dengan maksimum pengurangan 3 bulan.Hadir pada kegiatan ini, Forkopimda Sumut, OPD Sumut, Kakanwil Direktorat Jenderal Imigrasi, Kalapas serta lainnya.
17 Agustus 2025LensaDaily - Pakaian adat kompak dikenakan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution, Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya, dan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Togap Simangunsong saat upacara HUT Kemerdekaan ke-80 RI di Astaka, Jalan William Iskandar Deliserdang, Minggu 17 Agustus 2025.Gubernur Bobby Nasution memakai baju adat Pakpak, Wagub Surya memakai baju adat Toba, sedangkan Sekdaprov Togap Simangunsong memakai baju adat Karo. Beragam baju adat ini menggambarkan bahwa Provinsi Sumut memiliki ragam suku dan budaya.Menjadi inspektur upacara, Bobby Nasution berdiri gagah dengan bulang-bulang (penutup kepala) berwarna merah. Ditambah setelan jas dan celana panjang yang dibalut dengan kain khas Pakpak di pinggang berwarna biru. Penampilannya semakin gagah akan hiasan borgot, kalung berwarna emas yang melingkar di dada."Ini dari Pakpak Bharat. Saya pakai ini kebetulan kemarin dari Pakpak," jawab Bobby.Bobby pun berpesan pada pada HUT RI kepada generasi muda agar menjauhi narkoba, menjauhi perbuatan-perbuatan negatif. "Mari kita bangun generasi emas 2045," katanya.Pada upacara tersebut, Bobby juga menyerahkan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada enam ASN. Penghargaan ini sebagai tanda kehormatan yang diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai bentuk penghargaan atas kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, dan kedisiplinan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Tanda kehormatan ini diberikan kepada PNS yang telah mengabdi selama 10, 20, atau 30 tahun secara terus menerus. Pada upacara tersebut, terdapat 71 pasukan pengibar bendera merah putih (Paskibraka). Regina Rifqah Batubara, siswi SMAN 2 Plus, asal Panyabungan, Kabupaten Mandailingnatal (Madina) sebagai pembawa baki. Menjadi Paskibraka pada HUT ke-80 Kemerdekaan RI menjadikannya pengalaman yang tidak terlupakan. Apalagi, ia langsung dihadapkan dengan orang nomor satu di Sumut. "Saya sangat senang dan bahagia. Saya bangga bisa menjadi pembawa baki, bendera merah putih yang dikibarkan pada HUT ke-80 Kemerdekaan RI," ucapnya.Turut hadir pada upacara itu Forkopimda Sumut, Pimpinan BUMN dan BUMD, Konjen negara sahabat, tokoh agama, masyarakat, pimpinan perangkat daerah Pemprov Sumut, dan lainnya. Upacara juga dihadiri oleh Ketua Tim PKK Sumut Kahiyang Ayu dan Staf Ahli 1 PKK Sumut Titiek Sugiharti. Pada kesempatan itu Kahiyang dan Titiek juga kompak mengenakan baju adat Toba.
17 Agustus 2025LensaDaily - Gubernur Sumut, Bobby Nasution tidak mempersoalkan pengibaran bendera One Piece yang belakangan marak terjadi menjelang perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 tahun. Bobby mengajak seluruh masyarakat Sumut, untuk terus mengelorakan rasa nasionalisme."Ini kan kita mau 17-an, rasa nasionalis kebanggaan kita perjuangan kita, baik yang berjuang untuk bisa mengibarkan bendera merah putih dan mempertahankan merah putih, harus terus ditanamkan," kata Bobby Nasution kepada wartawan di Kota Medan, Selasa 5 Agustus 2025.Dengan adanya rasa nasionalisme di dalam jiwa. Bobby Nasution mengatakan yakin seluruh masyarakat di Sumut mengibarkan bendera merah putih jelang HUT RI 17 Agustus 2025 ini."Jadi, saya harap semua masyarakat tetap mengibarkan bendera merah putih," ungkap mantan Walikota Medan itu.Sebagai bentuk rasa nasionalisme kepada tanah air ini. Bobby Nasution mengimbau masyarakat Sumut untuk mengibarkan bendera merah putih di masing-masing rumahnya. "Saya harap di Sumut belum ada, saya harap di Sumut tak ada. Kita berharap semua rasa nasionalisme di Sumut, harus bisa bertumbuh," tutur Bobby Nasution.Fenomena maraknya pengibaran bendera bajak laut dari anime 'One Piece' ini banyak dikibarkan oleh sebagian masyarakat Indonesia jelang HUT ke-80 RI, terutama oleh para sopir truk. Dimana, fenomena pengibaran bendera One Piece ini makin masif jelang 17 Agustus 2025 ini. Di media sosial, bahkan juga beredar foto pengibaran bendera One Piece di bawah bendera Merah Putih.
05 Agustus 2025


