LensaDaily - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mempercepat validasi data spesifik penerima manfaat bagi masyarakat terdampak bencana. Hal ini guna percepatan pembangunan hunian tetap (Huntap) dan realisasi pembangunan di lapangan.Hal tersebut mengemuka usai Rapat Koordinasi (Rakor) Pendataan Hunian Tetap (Huntap) untuk wilayah Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat (Sumbar) yang digelar secara daring, Rabu 15 April 2026. Rakor dipimpin Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Muhammad Tito Karnavian."Kita ingin pembangunan hunian tetap ini dipercepat. Tahun ini kalau bisa sudah selesai. Kecepatan bisa diselesaikan melalui data spesifik. Kami perlukan kecepatan data yang kemudian akan divalidasi, apakah betul penerima manfaat," kata Tito.Ia meminta para gubernur segera mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk menyampaikan data spesifik calon penerima Huntap.Tito menjelaskan, pembangunan Huntap akan dilakukan melalui tiga mekanisme. Pertama, skema insitu, yakni pembangunan kembali di lokasi asal milik warga. Kedua, eksitu mandiri, yaitu relokasi ke lahan baru yang disediakan atau dicari sendiri oleh warga. Ketiga, eksitu komunal, yakni relokasi bersama ke kawasan baru yang lebih aman dalam satu hamparan lahan terpusat.Secara keseluruhan, pemerintah pusat telah menerima rencana pembangunan Huntap untuk tiga provinsi sebanyak 39.016 unit. Dari jumlah tersebut, yang akan dibangun meliputi 3.221 unit insitu, 7.091 unit eksitu mandiri, dan 6.996 unit eksitu komunal.Khusus untuk Sumatera Utara, rencana pembangunan Huntap yang telah diajukan mencapai 7.321 unit, dengan target pembangunan sebanyak 6.350 unit. Rinciannya, 1.478 unit insitu, 851 unit eksitu mandiri, dan 4.021 unit eksitu komunal."Kami imbau kabupaten/kota untuk segera mengajukan data tersebut. Kami akan mengerjakan bagi yang mengajukan saja," ucapnya.Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution yang mengikuti Rakor tersebut menegaskan komitmennya dalam mempercepat pembangunan Huntap. Ia bahkan turun langsung ke daerah terdampak banjir dan longsor untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.Berbagai langkah percepatan dilakukan, mulai dari verifikasi data korban, percepatan pembangunan fisik, penyediaan lahan strategis, hingga penguatan kolaborasi lintas sektor. Selain itu, gubernur juga aktif berkoordinasi dengan Forkopimda dan kepala daerah serta memberikan instruksi langsung di lapangan, termasuk dukungan penambahan anggaran penanggulangan pascabencana.Rakor tersebut turut dihadiri Menteri PKP Maruarar Sirait, Kepala BPS Pusat Amalia Adininggar Widyasanti, kepala daerah dari tiga provinsi, serta sejumlah instansi terkait.
16 April 2026Tag: huntap
LensaDaily - Pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Tapanuli Tengah (Tapteng) akan dioptimalkan melalui percepatan perbaikan infrastruktur, pembangunan hunian tetap (huntap), normalisasi sungai, serta penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.Hal ini dikatakan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution saat bertemu dengan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Feriyanto Pawenrusi di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat 10 April 2026.“Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut sudah melakukan pendataan serta mengalokasikan anggaran untuk perbaikan infrastruktur di Tapteng dengan fokus utama pada pemulihan konektivitas dan sistem pengairan pascabencana banjir serta longsor yang melanda wilayah tersebut,” kata Gubernur.Ia menegaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk mempercepat pemulihan pascabencana. Pemprov Sumut pun bersinergi dengan BPN, Pangdam I/BB, dan Kapolda Sumut guna mempercepat penanganan di Tapteng.“Jadi Pak Bupati sudah bisalah menampung apa-apa saja aspirasi dari masyarakat dan fokuskan bantuan ke masyarakat,” ucapnya.Sementara itu, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu mengatakan pihaknya saat ini fokus pada pendataan serta percepatan penyaluran Jaminan Hidup (Jadup) dan Dana Tunggu Hunian (DTH) agar tepat sasaran.Selain itu, Pemkab Tapteng juga mempercepat pembangunan hunian tetap (Huntap) dan hunian sementara (Huntara) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Perbaikan infrastruktur mendesak seperti jalan, jembatan, sistem air bersih, dan sanitasi juga terus dilakukan.Ia juga mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menghadirkan inovasi guna membangkitkan kembali sektor pertanian, seperti pencetakan sawah baru, serta menghidupkan kembali UMKM yang terdampak.“Setelah pertemuan ini saya akan berkoordinasi dengan jajaran Forkopimda untuk mengawal pemulihan pasca banjir dan tanah longsor,” ucapnya.
11 April 2026LensaDaily - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memastikan seluruh pengungsi akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara (Sumut) dipastikan sudah tidak lagi menempati tenda pengungsian. Para korban kini telah berpindah ke hunian yang lebih layak, baik hunian sementara (Huntara), hunian tetap (Huntap), maupun rumah kontrakan yang difasilitasi pemerintah.Hal tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut, Basarin Yunus Tanjung, kepada wartawan di Medan, Senin 30 Maret 2026. “Sumut sudah zero pengungsi. Pengungsi yang sebelumnya berada di tenda, sudah menghuni huntara, huntap, ada juga yang mengontrak rumah sementara dengan dana yang disediakan pemerintah,” ujar Basarin.Ia menjelaskan, saat ini pembangunan hunian tetap masih terus dipercepat di berbagai wilayah terdampak bencana di kabupaten/kota se-Sumut. Pemerintah menargetkan seluruh korban segera menempati hunian permanen.Sebagai bagian dari percepatan tersebut, sebanyak 120 unit huntap di Desa Hapesong, Kabupaten Tapanuli Selatan, telah diserahkan kepada masyarakat terdampak.“Minggu lalu telah diserahkan 120 unit huntap di Desa Hapesong, Tapsel, kepada masyarakat terdampak. Sisa hunian tetap lainnya terus dikebut pembangunannya,” katanya.Basarin menambahkan, pembangunan huntap dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, institusi negara, hingga sektor swasta.“Percepatan terus kita lakukan bersama swasta dan institusi negara. Kita berharap kolaborasi ini terus terjaga, sehingga masyarakat terdampak bencana dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal,” pungkasnya.
31 Maret 2026LensaDaily - Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di tiga provinsi (Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat) Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau progres pembangunan Hunian Tetap (Huntap) pascabencana di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Jumat 27 Maret 2026.Pembangunan Huntap di Desa Hapesong Baru ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Tapsel, serta lembaga kemanusiaan Yayasan Buddha Tzu Chi.Tito Karnavian yang juga Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menegaskan pentingnya kecepatan pemerintah daerah dalam menyediakan data by name by address sebagai kunci percepatan penyaluran bantuan kepada masyarakat."Kita apresiasi Bupati yang sangat cepat memberikan data sehingga bantuan segera tersampaikan. Ini kerja yang tidak ringan. Saya meminta daerah lain juga mencontoh kecepatan ini agar bantuan pemerintah tepat sasaran dan cepat diterima rakyat," tegas Tito yang turut didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya dan Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu. Menteri PKP Maruarar Sirait mengungkapkan apresiasinya terhadap kualitas hunian yang dibangun. Ia menyoroti peran Yayasan Buddha Tzu Chi yang tidak hanya membangun rumah, tetapi juga melengkapinya dengan berbagai fasilitas."Ini kolaborasi luar biasa. Tanahnya dari PTP, listrik dari PLN, rumahnya dari Buddha Tzu Chi," kata Maruarar.Wagub Sumut Surya menyampaikan apresiasi kepada kementerian terkait dan para donatur. Menurutnya, Huntap tersebut bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kepedulian negara terhadap masyarakat terdampak bencana."Pembangunan ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan kepastian tempat tinggal yang layak dan aman. Kami berkomitmen mendukung penuh kebijakan pusat guna mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di sektor perumahan dan kami mengapresiasi kecepatan progres pembangunan huntap ini," ujar Surya.Sementara itu, Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menyampaikan terima kasih atas monitoring dari pemerintah pusat."Dukungan pusat memotivasi kami untuk bekerja cepat dalam verifikasi data penerima, sehingga masyarakat bisa segera menempati hunian yang nyaman," ungkapnya.Diketahui, terdapat 227 unit Huntap di kawasan tersebut, dengan rincian 120 unit telah selesai dan 107 unit lainnya masih dalam proses pembangunan. Seluruh unit ditargetkan rampung pada 20 April 2026.Turut hadir dalam peninjauan tersebut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, unsur Forkopimda Tapsel, serta perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi.
29 Maret 2026LensaDaily - Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau pembangunan hunian tetap (Huntap) di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terus dikebut dan meminta sebelum lebaran 50 unit selesai dan sudah dapat ditempati korban bencana. Bobby pun mendorong komitmen pemerintah kabupaten (Pemkab) agar terus berkolaborasi mempercepat pembangunan.Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution saat meninjau pembangunan Huntap di kawasan Asrama Haji Tapanuli Tengah (Tapteng), Minggu 1 Maret 2026. Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur di kawasan Huntap merupakan tanggung jawab kabupaten dan kota.“Ini kan uangnya nggak banyak kali ya, untuk membangun drainase, membangun jalan komplek, kalau jalan menuju kompleknya masih ada yang rusak, kemarin saya sampaikan, ayo sama-sama provinsi mau ikut turun serta," kata Bobby.Bobby juga menyampaikan, sebelum Lebaran sudah ada hunian tetap yang selesai dibangun. Hunian yang rampung dapat langsung ditempati tanpa harus menunggu seluruh unit selesai. Di kawasan tersebut ditargetkan 50 unit Huntap tuntas sebelum Lebaran."Kita masukkan dulu, yang selesai kita masukkan dulu warganya, jadi nggak harus nunggu serentak selesai, kalau nunggu serentak selesai, satu hari saja menunggu berarti ada satu hari korban bencana yang rumahnya masih lontang-lantung, jadi begitu selesai, ini target sebelum Lebaran ada 50 unit dulu yang selesai, silahkan nanti ditempati,” kata Bobby.Selain meninjau pembangunan Huntap, Bobby juga menyapa warga yang menempati hunian sementara (Huntara) di kawasan Asrama Haji tersebut. Ia menyerap berbagai aspirasi masyarakat yang ditemuinya dan memastikan segera menindaklanjutinya.Turut mendampingi Gubernur, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Basarin Yunus Tanjung, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Rahmat Hidayat Siregar, Kepala Dinas Pendidikan Alexander Sinulingga, Kepala Satpol PP Moettaqien Hasrimy, serta Plt Kepala Dinas PUPR Sumut Chandra Dalimunthe.
02 Maret 2026


