LensaDaily - Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-42 Tahun 2025 tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) disorot tokoh olahraga yang menilai terkesan kurang bergairah. Tiga tahun belakangan, peringatan Haornas hanya sebatas seremoni tanpa pemberian apresiasi dan juga menyatukan tekad meningkatkan prestasi olahraga provinsi ini di tingkat nasional.Ketua Umum KONI Sumut dua periode (2016-2021 dan 2021-2025) John Ismadi Lubis yang kini menjadi Staff Ahli Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, menyebutkan Haornas 2025 bagi Sumut ada duka mendalam, atas meninggalnya karateka masa depan provinsi ini asal Perguruan Shindoka, Muhammad Dhijey Lexsie (17) dan Fahri Akbar Asweet (11) akibat bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan usai mengikuti event di Padang.“Kepergiaan Lexsie dan Fahri merupakan duka bagi masyarakat olahraga Sumut. Kita doakan semoga mereka mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Masa Esa,” ujar pria setengah dari usianya berkecimpung di dunia olahraga ini.John bersama Guru Besar Olahraga FIK Unimed, Prof Agung Sunarno, dan dua pengurus KONI Sumut di masa kepengurusannya, Kisharianto Pasaribu serta Ramli Tarigan SH MH, juga mengapresiasi Pemprovsu memperingati Haornas dengan menggelar upacara di halaman kantor Gubsu, Selasa pagi.Hanya saja John, Agung, Kisharianto dan Ramli Tarigan, juga mengaku prihatian, peringatan Haornas tingkat Sumut kembali hanya sekadar seremony upacara, tidak disertakan dengan bentuk kegiatan yang sifatnya dapat menjadi stimulus bagi pelaku maupun pembina atau stakeholder olahraga, agar membuat olahraga provinsi ini lebih bergairah.“Haornas 2025 seharus menjadi momentum menjadikan Olahraga Sumut lebih bergairah guna mempertahankan prestasi menduduki empat besar pada PON XXII/2028 NTT/NTB mendatang,” ujar John.“Sepertinya sudah tiga tahun ini, Haornas di Sumut sekadar diperingati dalam bentuk upacara tanpa ada pemberian apresiasi bagi atlet, pelatih, wasit, pembina, tokoh maupun guru dan badan atau lembaga yang mendukung olahraga. Hal ini membuat kita prihatin, karena apresiasi dari pemerintah sesungguhnya sangat berarti bagi insan olahraga,” ujar John.Belum ada keterangan pasti dari Pemprovsu mengapa Haornas kembali tanpa pemberian penghargaan Pemerintah terhadap pelaku olahraga. Kalaupun efesiensi dijadikan alasan kiranya juga kurang tepat, karena hal ini bukan baru terjadi tahun ini saja, tapi sudah sejak tiga tahun terakhir.Ketika disebutkan kondisi ini sepertinya tidak hanya terjadi di Sumut, tetapi dari tingkat pusat (Kemenpora) juga tidak seruan ke tingkat provinsi? Prof Agung Sunarno menambahkan, semestinya dalam hal ini perlu kebijakan atau kearifan lokal dari pimpinan provinsi. Apalagi Sumut di akhir 2024 sukses menjadi tuan rumah PON XXI bersama Aceh, bahkan menduduki posisi empat besar.Hanya saja, Pemprovsu memang dituntut bekerja ekstra keras karena pemberian apresiasi ini tidak terlepas dari anggaran.Begitu tambah Guru Besar FIK Unimed ini, pembangunan olahraga merupakan hal tidak dapat ditepikan. Olahraga tidak sekadar bicara kalah menang, tetapi yang terpenting adalah wadah untuk membentuk watak dan karakter anak bangsa yang sportif, tangguh. memiliki daya saing dan berjiwa kompetitif.Di akhir komentarnya, John, Agung, Kisharianto dan Ramli kembali mengucapkan Selamat Hari Olahraga Nasional bagi seluruh insan olaraga provinsi ini.
10 September 2025Tag: haornas
LensaDaily - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-42 tahun 2025 tingkat Provinsi Sumut. Kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa 9 September 2025.“Sejak dicetuskan pada 9 September 1983, Haornas mengingatkan kita bahwa olahraga adalah gerakan kebangsaan yang menyatukan, membentuk karakter, dan menumbuhkan daya juang,” ujar Wagub Sumut itu.Wagub mengatakan, Tema Haornas 2025 yakni “Olahraga Satukan Kita” mengingatkan bahwa olahraga menyatukan perbedaan, menanamkan sportivitas dan menumbuhkan kebersamaan di Indonesia, dan Sumut.“Melalui momentum Haornas ke-42 ini, mari kita bersama-sama membudayakan olahraga sejak dini melalui pendidikan dan lingkungan masyarakat,” ajak Wagub.Di hadapan para peserta upacara yang terdiri dari ASN dan para atlet, Wagub mengapresiasi kepada para pahlawan olahraga Sumut, yang telah berjuang di tingkat nasional dan internasional.“Kita patut berbangga karena pada PON XXI Tahun 2024 di Aceh-Sumut. Kontingen Sumatera Utara berhasil meraih peringkat empat nasional, sebuah prestasi yang membanggakan dan menjadi bukti bahwa olahraga Sumut terus berkembang,” katanya.Wagub berpesan agar prestasi yang diraih pada PON XXI tahun 2024 harus dipertahankan bahkan ditingkatkan pada PON XXII tahun 2028 di NTB-NTT.Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut terus berkomitmen mendukung pembinaan olahraga, mulai dari olahraga masyarakat, olahraga pendidikan, hingga olahraga prestasi. Melalui budaya olahraga, Wagub berharap masyarakat semakin sadar untuk berolahraga.“Semua ini kita lakukan agar pada akhirnya lahir industri olahraga yang mampu berkontribusi bagi ekonomi daerah. Olahraga bukan hanya prestasi, tetapi juga ruang bagi tumbuhnya sport tourism, sport industry, dan kreativitas anak muda Sumatera Utara,” katanyaWagub juga mengatakan, gerakan olahraga bersama telah dilakukan melalui kegiatan car free day setiap Minggu di kabupaten/kota, khususnya di Stadion Utama Sumut, dan Lapangan Astaka Medan sebagai pusat gerakan masyarakat sehat.“Saya mengajak seluruh masyarakat Sumatera Utara untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Mari kobarkan semangat olahraga sebagai sarana kebersamaan, kesehatan, prestasi, dan kebanggan bagi Sumatera Utara dan Indonesia,” pungkasnya.Upacara tersebut turut dihadiri para ASN di lingkungan Setdaprov Sumut, para atlet, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut Hatunggal Siregar, dan insan olahraga.
09 September 2025


