icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: golkar


Terpilih Pimpin Golkar Sumut, Andar Amin Harahap: Dinamika Selesai, Rangkul Semua Potensi

LensaDaily - Ketua terpilih DPD Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut), Andar Amin Harahap mengharapkan Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI Golkar Sumut yang telah selesai dengan keputusan dirinya memimpin partai berlambang pohon beringin di Sumatera Utara berakhir pula dinamika dan mengajak seluruh kader bersatu.Hal tersebut dikatakan Andar Amin Harahap pada penutupan Musda Golkar Sumut di Hotel JW Marriott, Jalan Putri Hijau, Medan, Minggu 1 Februari 2026 malam. Dalam sambutannya, Andar mengapresiasi seluruh kader dan pengurus Golkar Sumut yang mampu menyelesaikan Musda dengan suasana sejuk, tenang, dan penuh kekeluargaan."Menyelesaikan Musda dengan sejuk, tenang, dan riang gembira. Sekali lagi saya ucapkan apresiasi dan penghargaan kepada kita semua. Ini menggambarkan bagaimana jajaran Partai Golkar di Sumatera Utara mampu mengelola dinamika internal menjadi kekuatan. Insya Allah, ini akan kita buktikan di tahun 2029," ujar Andar.Andar juga menyampaikan rasa terima kasih atas amanah yang diberikan kepadanya sebagai Ketua DPD Golkar Sumut. Ia menegaskan bahwa jabatan tersebut merupakan tanggung jawab besar, baik secara pribadi maupun organisasi."Amanah ini adalah tanggung jawab dan tantangan. Selain saya pertanggungjawabkan kepada Allah SWT, tentu juga kepada organisasi. Karena itu, saya mengajak dan mengharapkan dukungan dari seluruh keluarga besar Partai Golkar di Sumatera Utara," katanya.Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan kolaborasi untuk memenangkan seluruh tahapan politik di Sumatera Utara. Menurutnya, Golkar harus bergerak sebagai satu kesatuan pasca-Musda."Saya yakin dengan kebersamaan dan keinginan bersama, Partai Golkar bisa memenangkan semua tahapan politik di Sumatera Utara. Setelah Musda ini, dinamika harus selesai. Saya ingin mengonsolidasikan dan merangkul semua potensi dalam tubuh Golkar Sumut untuk menjadi kekuatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.Andar juga menyebut bahwa Musda merupakan forum konsolidasi formal tertinggi partai yang harus melahirkan program kerja dan gagasan strategis untuk lima tahun ke depan."Saya berharap dari Musda ini tumbuh rencana kerja, ide, dan kreasi, sehingga lima tahun ke depan hasil Musda benar-benar bisa kita laksanakan," ujarnya.Di bagian akhir, Andar menyinggung prinsip politiknya yang mengedepankan etika dan kekeluargaan."Saya berasal dari keluarga yang berpolitik, tetapi orang tua saya selalu menanamkan politik yang santun dan beretika. Bagi saya, berpolitik itu secukupnya dan seperlunya. Kekeluargaan dan persahabatan jauh lebih penting dari segalanya," katanya.Ia juga membuka diri terhadap masukan dari para senior partai."Walaupun hari ini saya menjabat sebagai Ketua DPD, saya tetap mengharapkan saran dan masukan. Saya sangat menghargai perbedaan pendapat, sepanjang itu konstruktif dan untuk kejayaan Partai Golkar Sumut," tutup Andar.Musda ke-XI Golkar Sumut sendiri berlangsung sejak pagi hingga malam hari dan ditutup dengan suasana penuh keakraban antar kader.

02 Februari 2026

Aklamasi, Andar Amin Harahap Terpilih Ketua Golkar Sumut Periode 2025-2030

LensaDaily - Andar Amin Harahap ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumut periode 2025-2030 yang diputuskan dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI Partai Golkar Sumatera Utara yang digelar di JW Marriott Hotel, Jalan Putri Hijau, Medan, Minggu 1 Februari 2026.Andar diputuskan sebagai ketua setelah dinyatakan sebagai satu-satunya calon yang memenuhi syarat (MS) dalam proses penjaringan dan verifikasi yang dilakukan panitia Musda.Dengan demikian, forum menetapkan dirinya tanpa melalui mekanisme pemungutan suara. Dalam keputusan sidang Musda, Andar diberikan tugas dan wewenang penuh untuk menyusun serta menetapkan komposisi dan personalia DPD Partai Golkar Sumut masa bakti 2025-2030 bersama tim formatur. Langkah ini menandai dimulainya proses penataan kepengurusan baru di tubuh Golkar Sumut. Selain itu, Andar juga diberi mandat untuk bersama Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Sumut menetapkan susunan personalia Dewan Pertimbangan Partai Golkar Sumut untuk periode yang sama.Keputusan ini ditegaskan mulai berlaku sejak ditetapkan di Medan pada 1 Februari 2026. Sidang Musda dipimpin oleh Wakil Ketua DPP Partai Golkar, Hakim Kamaluddin, didampingi sejumlah pimpinan sidang lainnya, yakni Syamsul Qamar, Hakim Qomaruddin, Fernando, Mangatas Silalahi, dan Masni.Terpilihnya Andar secara aklamasi menegaskan konsolidasi politik Golkar Sumut yang relatif solid menjelang kepengurusan baru, sekaligus menjadi titik awal bagi agenda penguatan mesin partai di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, TB Ace Hasan Syadzily yang membuka Musda Golkar Sumut mengatakan, dari prosesi penting ini melahirkan pemimpin yang mampu membawa kemenangan Golkar di Pemilu 2029."Karena itu saya kira penting sekali untuk kita pastikan agar musda ini, akan melahirkan sesuatu yang sangat positif bagi kemajuan Partai Golkar di Sumatera Utara," sebut Ace Hasan.Lebih lanjut ia mengatakan dinamika di dalam tubuh Partai Golkar adalah sesuatu yang biasa terjadi. Namun jika sudah menjadi kebijakan, maka semua kader wajib mengamankan dan melaksanakannya."Saya kira itu prinsip dasar yang harus dimiliki oleh kader-kader Partai Golkar. Kita bisa berdebat, kita bisa berpandangan yang berbeda karena Partai Golkar mengedepankan prinsip berorganisasi sesuai dengan AD/RT," sebutnya.

02 Februari 2026

Musda Golkar Sumut Ricuh, Sekelompok Massa Saling Serang

LensaDaily - Kericuhan terjadi pada Musyawarah Daerah (Musda) DPD Golkar Sumut 2026, yang melibatkan sekelompok massa dengan memakai atribut Partai Golkar. Kejadian jni terjadi di di luar arena Musda di Hotel JW Marriot Medan Jalan Putri Hijau, Minggu sore, 1 Februari 2026, sekitar pukul 14.47 WIB.Dari pantau wartawan di lokasi keributan itu, terjadi sekitar pukul 14.47 WIB. Berawal sejumlah orang dari memakai seragam memaksa masuk ke dalam arena Musda Golkar Sumut di Hotel JW Marriot Medan itu. Namun, dilarang dan dihadang untuk masuk ke dalam lantai 2 hotel tersebut tempat Musda Golkar Sumut berlangsung.Sejumlah pria itu memaksa masuk hingga akhirnya keributan pecah. Akibatnya, saling serang-kejar menggunakan kayu hingga petasan. Namun keributan menyebar di luar hotel. Puluhan orang memakai atribut Golkar, saling kejar. Mereka membawa kayu dan hampir terlibat bentrok dengan massa lainnya.Terlihat sejumlah orang agar membawa kayu dan petasan berlarian juga saling kejar di Jalan Putri Hijau. Hal ini membuat pengguna jalan dan orang-orang sekitar lokasi yang berdekatan dengan pusat perbelanjaan ketakutan dan menjauh dari titik kerusuhan.Sekretaris SC Musda Golkar Sumut, Muhammad Asril membenarkan bahwa keributan itu, dipicu sejumlah orang tersebut, dilarang masuk ke dalam arena musda itu."Kalau sudah masuk tahapan sidang dan paripurna, itu kan yang di luar peserta dan peninjauan kita minta menyesuaikan diri. Dan di dalam forum ada yang bukan peserta," ungkap Asril kepada wartawan. Asril mengatakan bahwa pihaknya sudah memberikan penjelasan, yang bisa masuk ke dalam arena Musda, hanya memiliki undangan khusus. Tapi, situasi berhasil dikendalikan dan kondusif ditenangkan petugas kepolisian. "Kita tadi sudah mengimbau, dan ada juga instruksi untuk tetap menjaga kondusifitas berjalannya Musda kali ini. Kita harus jaga kekompakan dan soliditas," jelas Asril.Hingga saat ini, tahapan Musda Golkar Sumut masih berlangsung. Meski suasana mulai kondusif, ratusan massa masih berada di sekitar hotel.

01 Februari 2026

Musda Januari 2026, Survei Polling Kita: Muncul Sejumlah Nama Calon Kuat Pimpin Golkar Sumut

LensaDaily - Partai Golongan Karya Sumatera Utara (Golkar Sumut) akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) pada Januari 2026 mendatang. Sejumlah nama mencuat yang diprediksi akan meramaikan bursa pencalonan yang akan memimpin partai lambang Pohon Beringin itu di Sumut.Hingga Jumat 26 Desember 2025, laman pollingkita.com, survei online berjudul “Calon Ketua Golkar Sumut yang Pantas Memimpin Partai Golkar Prov. Sumatera Utara berdasarkan Prestasi dan Loyalitas Kepada Partai”, memunculkan nama-nama beken.Antara lain, Akbar Himawan Buchori (Ketua Umum BPP HIPMI), Andar Amin Harahap (Anggota DPR RI), Rahmaddian Shah (Anggota DPRD Sumut), Dtk Ilhamsyah (Sekretaris DPD Golkar Sumut), Aswin Parinduri (Anggota DPRD Sumut), Darma Putra Rangkuti (Anggota DPRD Sumut) dan Victor Silaen (Anggota DPRD Sumut).Survei itu terlihat dibuat pada pada 25 Desember 2025 itu sudah menghimpun sekitar 584 suara. Dari survei itu, nama Rahmaddian Shah meraih poling tertinggi (65%) disusul Andar Amin Harahap. Kemudian ada nama Aswin Parinduri, Dtk Ilhamsyah, Ichwan Habib Nasution, Darma Putra Rangkuti, Victor Silaen, Akbar Himawan dan Edi S Sinuraya. Dari survei itu, sekitar 29% pemberi suara memilih opsi 'nama lain'. Nama-nama yang muncul dalam survei tersebut relatif dikenal sebagai kader yang tidak terseret isu atau dugaan korupsi, sebuah faktor yang kini menjadi perhatian serius di tubuh partai yang dipimpin Bahlil Lahadalia itu. Di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap transparansi dan integritas partai politik, figur pemimpin yang bersih dinilai menjadi kunci penting bagi masa depan Golkar Sumut.Dari perkembangan partai politik kontemporer, Golkar Sumut memiliki peluang besar untuk kembali memperkuat basis elektoralnya jika Musda mampu melahirkan kepemimpinan yang kredibel, berintegritas, dan mampu menyatukan mesin partai hingga ke tingkat bawah. Kepemimpinan yang bersih bukan hanya memperbaiki citra partai, tetapi juga memperluas kepercayaan publik menjelang kontestasi politik ke depan. Dari poling ini terlihat, aspirasi kader dan simpatisan Golkar Sumut mengarah pada figur yang tidak hanya loyal dan berprestasi, tetapi juga memiliki rekam jejak bersih sebagai modal utama membawa Partai Golkar Sumatera Utara bangkit dan terus menang di masa depan.Diketahui dari survei itu, sekitar 29% pemberi suara memilih opsi “nama lain”. "Memang nama-nama kader senior seperti Ahmad Yasyir Ridho Loebis (mantan Sekretaris Golkar Sumut), Rolel Harahap (mantan Wakil Walikota Tanjungbalai), Syamsul Qomar dan Dhody Thahir (Anggota DPRD Sumut) sangat mungkin muncul dalam opsi lain itu," kata Khairul Indra, salah seorang kader Golkar Sumut menyikapi poling yang muncul itu.Disadari dalam konteks politik saat ini, figur pemimpin partai yang bersih dari persoalan hukum dinilai menjadi prasyarat utama untuk menjaga soliditas internal sekaligus membangun kembali kepercayaan publik. Kepemimpinan yang bebas dari isu hukum diyakini mampu memberikan rasa aman bagi kader serta memperkuat posisi Golkar Sumut dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.Selain faktor popularitas, figur-figur ini dianggap mampu menjaga stabilitas internal partai di tengah kebutuhan Golkar Sumut untuk melakukan konsolidasi dan penataan ulang mesin organisasi menjelang agenda politik ke depan. Di sisi lain, nama Hendri Yanto Sitorus yang kerap disebut-sebut di sejumlah media massa sebagai salah satu kandidat Ketua DPD Golkar Sumut. Namun demikian, dinamika di ruang publik menunjukkan bahwa nama Hendri Yanto Sitorus juga sering dikaitkan dengan berbagai aksi unjuk rasa atau pernyataan publik yang membawa isu dugaan kasus hukum. Meski belum ada penetapan hukum yang mengikat, kemunculan isu-isu tersebut dinilai berpotensi menjadi beban politik tersendiri dalam konteks kontestasi Musda, mengingat sensitivitas Partai Golkar terhadap isu integritas dan citra publik.Situasi internal Golkar Sumut dapat dikatakan belum sepenuhnya kondusif. Pasca penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Sumut, muncul potensi konflik internal yang bersumber dari perbedaan kepentingan dan manuver politik antar kelompok kader. “Kondisi ini menuntut figur pemimpin ke depan tidak hanya memiliki popularitas, tetapi juga kemampuan rekonsiliasi dan kepemimpinan yang kuat,” ujar Ketua AMDI Sumut ini.Karena itu menurutnya, saat ini Golkar Sumut berada pada persimpangan penting. Musda yang akan diantarkan oleh Ahmad Doli adalah momentum untuk menentukan arah partai besutan Bahlil Lahadalia ini. Dalam situasi internal dan meningkatnya tuntutan publik terhadap partai politik yang bersih, figur yang minim polemik, kuat secara organisasi, dan mampu menyatukan faksi-faksi internal untuk mendapatkan dukungan luas bagi Golkar di Sumut.

26 Desember 2025