icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: geosite


Geofest ke-7 di Danau Toba, Momentum Perluas Kerja Sama Internasional Antar-Geopark

LensaDaily - Geotourism Festival and International Conference (Geofest) ke-7 akan berlangsung di tiga kabupaten kawasan Danau Toba. Ajang internasional ini menjadi momentum bagi Toba Caldera UNESCO Global Geopark (UGGp) untuk memperluas jaringan dan memperkuat kerja sama dengan berbagai geopark dari sejumlah negara.Penguatan jaringan tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kunjungan wisata serta meningkatkan posisi Kaldera Toba dalam jaringan geopark dunia. Melalui kolaborasi ini, Kaldera Toba berpeluang masuk ke dalam paket perjalanan geopark kawasan Asia Pasifik.“Kita akan memperkuat kerja sama dengan geopark lainnya, misalnya Geopark Lenggong, Langkawi, geopark di Thailand, Filipina dan lainnya. Kerja samanya akan dicanangkan pada saat Geofest ke-7,” kata General Manager (GM) Toba Caldera UNESCO Global Geopark Azizul Kholis saat konferensi pers di Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa 23 Juni 2026.Puncak Geofest ke-7 akan berlangsung pada 1-5 Juli 2026 di tiga kabupaten kawasan Danau Toba, yakni Simalungun, Samosir, dan Karo. Berbagai agenda telah disiapkan, mulai dari penandatanganan kerja sama antar-UGGp, seminar penguatan tata kelola geopark, peresmian geosite baru, hingga forum ilmiah internasional.“Event ini cukup panjang. Sebelumnya pra-event dilakukan di Raja Ampat dan dilanjutkan dengan main event, di mana kita sebagai tuan rumahnya. Kemudian post event di Lenggong. Kita tentu akan memanfaatkan ini semaksimal mungkin untuk membuat Kaldera Toba semakin terkenal di dunia,” ujar Azizul.Pada kesempatan tersebut, Toba Caldera UNESCO Global Geopark juga akan menetapkan sedikitnya 40 geosite baru. Penambahan geosite ini diharapkan dapat memperkaya pilihan destinasi bagi wisatawan sekaligus memperpanjang lama kunjungan mereka di kawasan Danau Toba.“Kita akan tambah Geosite Kaldera Toba 40 lagi, jadi pengunjung punya pilihan yang lebih banyak dan juga akan menambah waktu kunjungan,” katanya.Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Sumut, Adryanta Putra Ginting, mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut akan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Geofest ke-7.Menurutnya, kegiatan berskala internasional tersebut berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat lokal, peningkatan kunjungan wisatawan, serta penguatan citra Danau Toba di tingkat global.“Kita akan berikan dukungan penuh apalagi ini skalanya sudah internasional. Mudah-mudahan akan mendorong perekonomian lokal, jumlah kunjungan dan juga popularitas Danau Toba di dunia,” kata Adryanta.

23 Juni 2026

Terkesan dengan Geosite Taman Eden 100, Asesor UNESCO Kaldera Toba Geopark Terkejut Tahu Biayanya

LensaDaily - Salah satu asesor UNESCO Geopark Kaldera Toba Prof. Jose Brilha terkesan dengan pengalaman dan mengeksplorasi geosite saat mengunjungi Geosite Taman Eden 100. Menurutnya, untuk bisa menikmati pengalaman dan mengeksplorasi geosite ini layak dihargai 10 kali lipat dari harga saat ini.Biaya berkunjung dan mengeksplor Geosite Taman Eden 100 saat ini untuk turis asing sekitar Rp50.000. Dengan harga ini pengunjung bisa menikmati suasana hutan yang asri, pemandangan indah, konservasi anggrek, air terjun dan sungai, flora dan fauna langka, dan suguhan lainnya.“Berkeliling di sini, mempelajari ini semua, menikmati sungai, air terjun, kita bisa meminta mereka 10 kali lipat (dari harga saat ini) dan itu masih tergolong murah bagi turis asing,” kata Jose Brilha usai meninjau Taman Eden 100, Kabupaten Toba untuk revalidasi UNESCO Global Geopark Kaldera Toba, Selasa 22 Juli 2025.Bagi turis lokal menurut pengelola geosite, Made Sirait Taman Eden 100 bahkan mematok harga yang lebih murah untuk mengeksplor area seluas 40 Ha ini, hanya Rp30.000 per orang. “Kita ingin lebih banyak masyarakat yang teredukasi, mengenal lebih dekat alam, flora dan fauna khas Danau Toba, dan kawasan ini terpelihara,” kata Made Sirait.Bukan hanya harga berkunjung ke Taman Eden 100 yang membuat asesor UNESCO Geopark Kaldera Toba terkesan. Jose Brilha dan rekannya Jeon Yongmun juga terkesan dengan makanan yang disuguhkan.Saat mereka berkunjung ke Geosite Huta Ginjang, keduanya mencicipi makanan produk UMKM kawasan Danau Toba. Mereka mencoba ombus-ombus, keripik andaliman, kopi wine yang menjadi welcome drink di G20 serta makanan ringan lainnya.“Selama di sini saya banyak makan, makanan yang diberikan enak-enak dan unik,” kata Dr. Jeon Yongmun yang juga dengan lahap menyantap mangga khas Danau Toba.Selanjutnya di hari kedua tim asesor Geopark Kaldera Toba akan melanjutkan kunjungannya ke Kabupaten Samosir untuk meninjau Huta Sialagan, SMKN 1 Simanondo, Huta Raja dan Sigulati. Kemudian bergerak ke Kabupaten Karo untuk meninjau Simalem Resort, Air Terjun Sipisopiso, Tongging dan berakhir di Silalahi. 

23 Juli 2025