LensaDaily - Upaya menekan angka kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) dengan menyalurkan bantuan sarana usaha yang membantu meningkatkan produktivitas dan pendapatan keluarga. Penyaluran dalam Program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) ini, sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.Salah satu penerima manfaat adalah Ussaniawan, pelaku usaha pangkas rambut di Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai. Melalui program UEP yang dijalankan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara, ia menerima bantuan berupa kursi pangkas, alat cukur, gunting, sisir, semprotan rambut, dan perlengkapan kerja lainnya.Menurut Ussaniawan, bantuan tersebut sangat membantu pengembangan usahanya karena sesuai dengan kebutuhan yang selama ini dihadapi. "Alhamdulillah sangat bermanfaat bagi kami. Dulu saya hanya punya satu kursi pangkas, sekarang jadi dua kursi. Pelanggan bisa dilayani lebih cepat dan lebih banyak. Pendapatan juga bertambah, sekitar 50 persen dibanding sebelumnya," ujarnya belum lama ini saat menerima kunjungan monitoring tim Dinas Sosial Provinsi dan Kota Binjai.Ia menjelaskan, sebelumnya pelanggan kerap harus menunggu lama karena hanya tersedia satu kursi pangkas. Kondisi tersebut membuat sebagian pelanggan memilih pergi sebelum mendapat giliran. "Kalau satu kursi, orang menunggu lama dan kadang bosan. Sekarang dengan dua kursi, pelanggan bisa dilayani lebih cepat. Alhamdulillah penghasilan juga ikut bertambah," katanya.Ussaniawan berharap program bantuan usaha produktif dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak pelaku usaha kecil yang memperoleh kesempatan mengembangkan usahanya. "Kalau bisa program seperti ini terus berlanjut supaya teman-teman usaha kecil lainnya yang belum mendapat bantuan juga bisa merasakan manfaatnya," tambahnya.Manfaat serupa juga dirasakan Irma Wahyuni, pelaku usaha jahit rumahan yang menerima bantuan mesin jahit multifungsi dari Program UEP. Irma mengaku sebelumnya hanya memiliki mesin jahit konvensional dengan fungsi yang terbatas. Kehadiran mesin jahit baru yang lebih modern membuat pekerjaannya menjadi lebih mudah dan efisien."Mesin yang diberikan lebih modern dan banyak fungsinya. Kalau mesin lama hanya satu fungsi, sementara yang baru bisa untuk jahit lurus, lubang kancing, bordir, dan berbagai motif lainnya," ujarnya.Menurut Irma, bantuan tersebut sangat berarti karena harga mesin jahit modern relatif mahal dan sulit dijangkau oleh pelaku usaha kecil."Kalau membeli sendiri cukup berat karena harganya mahal. Dengan bantuan ini pekerjaan menjadi lebih mudah dan peluang menerima lebih banyak pesanan juga semakin terbuka," katanya.Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara, Ilyan Chandra Simbolon mengatakan, Program UEP dan KUBE merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui bantuan usaha produktif yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat."Program ini kami dorong sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat agar keluarga penerima manfaat memiliki peluang mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan sesuai potensi daerah masing-masing," ujarnya, Senin 22 Juni 2026.Ilyan menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi dari perkembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan masyarakat penerima manfaat."Yang paling penting adalah ketika bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga. Cerita seperti yang dialami Pak Ussaniawan dan Ibu Irma menjadi semangat bagi kami untuk terus memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat," katanya.
22 Juni 2026Tag: ekonomi
LensaDaily - Petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut mendatangi Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya untuk pemutakhiran data keluarga serta ekonomi, sekaligus menandai pencanangan sensus serentak di Sumatera Utara.Kunjungan tersebut berlangsung di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Rabu 17 Juni 2026. Pada kesempatan itu, Surya menjawab seluruh pertanyaan petugas sensus secara kooperatif. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi petugas BPS yang turun langsung melakukan pendataan."Kami berterima kasih kepada petugas sensus yang sudah berkenan hadir di sini. Jika diperlukan untuk memperbarui atau melengkapi data lebih lanjut, kami juga mempersilahkan petugas untuk datang meninjau langsung ke kediaman," ujar Surya.Menurut Wagub Sumut, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pencanangan sensus keluarga dan ekonomi yang diawali dari pimpinan daerah sebelum dilaksanakan secara serentak kepada seluruh lapisan masyarakat di Sumatera Utara.Sementara itu, Kepala BPS Sumut Asim Saputra, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari tugas resmi BPS untuk mengonfirmasi sekaligus memperbarui data ekonomi dan keluarga para pimpinan daerah."Tujuan kami adalah mengonfirmasi beberapa data mengenai ekonomi dan keluarga. Sifatnya adalah konfirmasi dan pembaruan (update) dari data yang sebagian besarnya sebenarnya sudah ada pada kami," kata Asim.Ia menjelaskan, sensus keluarga tahun ini dilaksanakan bersamaan dengan sensus ekonomi yang digelar setiap sepuluh tahun. Melalui kegiatan tersebut, BPS akan memetakan klasifikasi keluarga secara lebih rinci sekaligus memutakhirkan berbagai variabel ekonomi masyarakat."Pada sensus ini, kelompok keluarga akan diklasifikasikan hingga 40 kelompok. Sementara untuk sensus ekonomi, kami akan memastikan kembali variabel-variabelnya. Petugas kami saat ini sudah bergerak di lapangan, dan pelaksanaan sensus ini akan terus berlangsung hingga bulan Agustus 2026 mendatang," katanya.
17 Juni 2026LensaDaily - Sebanyak 353 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Sumatera Utara sudah siap beroperasi. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Sumut terus berupaya mempercepat capaian program pembangunan KDKMP.“Saat ini telah terbentuk total 6.100 badan hukum Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan di 33 kabupaten/kota se- Sumatera Utara,” ujar Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Sumut, Ady Putra Parlaungan, Senin 25 Mei 2026.Dijelaskan Ady, dari sisi akuntabilitas, 98% dari koperasi yang terbentuk sudah terintegrasi dalam sistem digital SIMKOPDES (Sistem Informasi Koperasi Desa). Saat ini sedang dilakukan percepatan infrastruktur yaitu pembangunan fisik dan gerai KDKMP.“Sebanyak 1.685 titik lahan sedang dalam proses pembangunan dan 353 gerai sudah selesai 100% dan siap melayani masyarakat,” kata Ady.Lebih lanjut dikatakannya, koperasi yang sudah berjalan tidak hanya menjadi lembaga keuangan, melainkan juga pusat ekonomi desa dengan adanya 337 gerai sembako, apotek, hingga klinik desa. Bahkan, di beberapa daerah progres pembangunan sangat cepat dilakukan seperti contohnya Labuhanbatu Selatan, progresnya sangat menggembirakan dengan persentase mencapai lebih dari 64% dari target.Begitu pun, target pembangunan bukan hanya fisik bangunan koperasi, tetapi juga kesiapan kelembagaan dan keberlanjutan usaha. “Kami terus mendorong agar koperasi yang sudah dibangun dapat segera beroperasi dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Ady.Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Sumut juga akan memfokuskan pada penguatan SDM koperasi mengingat sebagian besar pengurus masih membutuhkan pelatihan teknis dan pendampingan kelembagaan dan kemitraan. Pembinaan intensif akan terus dilakukan agar modal kolektif yang sudah terkumpul dari simpanan anggota dapat dikelola secara profesional untuk kesejahteraan warga Sumatera Utara.“Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis koperasi Merah Putih dapat segera hadir sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat dan ekosistem simpan pinjam serta unit layanan lainnya,” kata Ady.
27 Mei 2026LensaDaily - Sebanyak 752 pelari dari 33 negara akan meramaikan ajang Trail of The Kings by UTMB 2026 di kawasan Danau Toba, Kabupaten Samosir pada 12 sampai 14 Juni 2026. Event internasional ini diharapkan menunjukkan Danau Toba sebagai destinasi dunia.Hal tersebut terungkap pada Rapat Persiapan Penyelenggaraan Trail of The Kings by UTMB 2026 yang dihadiri seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Kabupaten Samosir, di Aula Raja Inal Siregar, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa 12 Mei 2026.Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution melalui Asisten Administrasi Umum Pemprov Sumut Muhammad Suib mengatakan, event lari internasional ini harus menjadi momentum untuk menunjukkan kesiapan Danau Toba sebagai destinasi dunia yang profesional dan berkelas.“Mari kita tunjukkan bahwa Danau Toba bukan hanya indah, tetapi juga mampu menjadi destinasi dunia yang profesional dan berkelas. Jadikan event ini sebagai kebanggaan masyarakat Sumatera Utara sekaligus momentum kebangkitan ekonomi daerah kita,” kata Suib.Ia menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan event tersebut merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, seluruh perangkat daerah dan stakeholder diminta mempersiapkan pelaksanaan kegiatan secara maksimal.Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Sumut Yuda Pratiwi Setiawan mengatakan, kembali digelarnya Trail of The Kings by UTMB semakin memperkuat posisi Sumatera Utara sebagai destinasi unggulan sport tourism.Hingga saat ini, sebanyak 752 pelari dari 33 negara telah mendaftar sebagai peserta. Negara peserta antara lain Malaysia, Singapura, Prancis, Jepang, Inggris, Vietnam, China, Taiwan, Australia, Hong Kong, Rusia, Afrika Selatan, Swiss, Oman, Irlandia, Indonesia, dan negara lainnya.Adapun kategori yang diperlombakan yakni 100K, 60K, 28K, 10K, 5K, serta kategori kids.Yuda juga mengungkapkan, penyelenggaraan Trail of The Kings by UTMB tahun 2025 memberikan dampak signifikan terhadap sektor ekonomi dan pariwisata di Sumatera Utara.Pada 2025, event tersebut diikuti 1.081 peserta dari 26 negara dan 21 provinsi di Indonesia. Kegiatan itu turut memberikan dampak positif bagi UMKM, hotel, transportasi, kuliner, hingga kerajinan lokal dengan output ekonomi mencapai Rp101,96 miliar.“Event ini menjadi momentum emas untuk mempromosikan keindahan alam, adat, dan budaya Sumatera Utara, sekaligus mengokohkan Danau Toba sebagai destinasi sport tourism kelas dunia,” ujar Yuda.Rapat persiapan tersebut turut dihadiri perwakilan Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, Pimpinan Event Organizer Creation Andre Ginting, perangkat daerah Pemprov Sumut dan Pemkab Samosir, serta instansi vertikal lainnya.
13 Mei 2026LensaDaily - Perhelatan Piala AFF U-19 yang digelar di Sumatera Utara menjadi sejarah baru bagi provinsi ini, yang tentunya pemerintah serta seluruh pihak bersiap untuk menjadi tuan rumah dan menyambut tamu dari 11 negara ASEAN dan juga Australia. Ajang ini menjadi pertaruhan bagi Garuda Muda untuk mempertahankan gelar dan tentunya sangat berdampak bagi ekonomi Sumatera Utara.Hal tersebut dikatakan Tokoh Pemuda Sumut, El Adrian Shah saat bertemu dengan pengurus Komunitas Jurnalis Anak Medan (KoJAM), yang dipimpin Joko Irawan sebagai ketua dan Muhammad Fahmi sebagai sekretaris bersama anggota lain di Medan, Senin 11 Mei 2026 sore.El Adrian Shah menilai jika penunjukkan Sumut sebagai tuan rumah oleh PSSI sangat beralasan dan patut diapresiasi. Secara infrastruktur, Sumut tentu sangat siap dengan tiga stadion yang jadi venue pertandingan ajang bertajuk ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 ini."Dengan kesiapan Stadion Utama Sumatera Utara, Stadion Teladan dan Stadion Mini Dispora Sumut siap mengelar pertandingan, bukti bahwa pemerintah Provinsi Sumatera Utara sangat siap sebagai tuan rumah Piala AFF U-19 ini," ungkap pria yang dikenal sahabat semua golongan itu.Dikatakan pria yang akrab disapa El itu, kesiapan Sumut sebagai tuan rumah ajang prestisius seperti Piala AFF tak perlu diragukan lagi. Sebab, lanjut El, tahun lalu Sumut sukses mengelar Piala Kemerdekaan 2025. Ajang ini diikuti Mali, Uzbekistan, dan Tajikistan, sebagai pemanasan menjelang Piala Dunia U-17 2025 di Qatar."Bukti kesuksesan Sumut sebagai tuan rumah sudah ada dan sangat berdampak pada sektor ekonomi, terutama UMKM. Tentunya harapan kita bersama, Piala AFF U-19 ini juga berdampak positif bagi Sumut, terutama sektor ekonomi yang kiranya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama sekitar stadion, penginapan dan juga kuliner," harap sosok yang dikenal aktif dalam bidang sosial itu.Mantan Ketua KNPI Sumut itu pun berharap PSSI, Kemenpora, Pemprov Sumut, Pemko Medan dan Pemkab Deli Serdang, serta TNI dan Polri, juga seluruh pihak yang terlibat untuk bersiap menyambut kesebelasan dari 11 negara. Tak hanya fokus pada infrastruktur pertandingan, kiranya hal lain yang sebagai penopang kesuksesan Piala AFF U-19 ini juga turut diperhatikan."Saya berharap tidak ada masalah yang dialami tim tamu mau pun Timnas Indonesia, baik teknis maupun non teknis. Semoga kita menjadi tuan rumah yang baik dan memberikan pengalaman yang baik pula bagi tim tamu Piala AFF U-19 ini," kata sosok yang dikenal supel ini.Soal prestasi, El berharap Garuda Muda mampu memanfaatkan dukungan publik sendiri untuk meraih hasil terbaik di bawah asuhan kepala pelatih Nova Arianto dengan mempertahankan gelar juara Piala AFF U-19 ini. Pada seri sebelumnya, Garuda Muda mengalahkan Thailand dengan skor 1-0 pada partai final yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin 29 Juli 2024."Harapan kita semuanya, tentunya juara Piala AFF U-19 ini dapat dipertahankan Timnas Indonesia U-19. Sehingga secara prestasi kita berhasil, dari sisi sebagai tuan rumah kita sukses. Mari kita dukung Timnas Garuda ini dengan hari nurani," pungkas El.Laga pembuka turnamen akan mempertemukan Indonesia melawan Myanmar pada Senin 1 Juni 2026 di Stadion Utama Sumatera Utara, pukul 20.00 WIB. Pada hari yang sama, Vietnam menghadapi Timor-Leste di venue yang sama.
12 Mei 2026


