icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: bupatitapteng


Dilanda Cuaca Ekstrem, Banjir Bandang Kembali Terjang Tapteng

LensaDaily - Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) kembali diterjang banjir bandang usai hujan deras yang melanda daerah tersebut Rabu sore, 11 Februari 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Dampak banjir bandang ini meluas di tiga kecamatan Kabupaten Tapteng.Berdasarkan data diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapteng, mencatat hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan meluapnya sungai di Kecamtan Sarudik, Kecamatan Tukka, Pandan dan Kecamatan Barus. Akibatnya, juga menyebabkan di tiga kecamatan banjir.Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu menjelaskan sebelumnya, cuaca di daerah dia pimpinan cerah dan panas. Kemudian, masuk sore hari tiba-tiba mendung lalu turun hujan deras."Kondisi di Tapanuli Tengah ada perubahan cuaca sangat ekstrem hari ini. Yang mana, cuaca itu cerah dan panas. Lalu, sore tiba-tiba mendung dan hujan sangat deras. Begitu pun, dari hulunya di perbukitan," kata Masinton Pasaribu, Rabu malam, 11 Februari 2026.Masinton mengungkapkan atas curah hujan yang tinggi menyebabkan tanggul-tanggul darurat, yang dibuat kembali jebol. Kemudian, merendam sejumlah wilayah pemukiman warga di Kabupaten Tapteng."Jadi, sore tadi sekitar jam 5 atau hujan deras, mengakibatkan daerah di Tapanuli Tengah yang sebelumnya terdampak banjir, kembali mengalami banjir. Air meluap tinggi, sedimen yang dibersihkan dari sungai, air kembali penuh. Tanggul-tanggul darurat, yang dibuat kembali jebol," jelas Bupati Tapteng. Masinton mengimbau masyarakat untuk menjauh daerah pinggiran sungai yang meluap dan perbukitan, yang sangat berpotensi terjadi longsor. Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng sudah melakukan mengevakuasi warga ke tempat lebih aman dan melakukan pemantauan titik-titik banjir."Air mengalir sangat deras disertai dengan kayu. Masyarakat, sudah kita evakuasi dan kita imbau untuk menyelamatkan diri, untuk menghadiri daerah-daerah banjir dan mewaspadai potensi adanya longsor," sebut Bupati Tapteng.Bupati Tapteng mengatakan sejauh ini belum ada laporan warga menjadi korban bencana alam ini."Makanya, kami bekerja dari sore tadi, untuk melakukan evakuasi dan pemantauan titik-titik banjir," sebut Masinton. 

12 Februari 2026

Bencana Alam di Tapteng, Ibu dan 3 Anak Tertimbun Longsor

LensaDaily - Empat orang dilaporkan meninggal dunia korban bencana alam yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Keempat korban jiwa merupakan korban tanah longsor di Dusun 1, Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapteng, Selasa 25 November 2025."Sudah (dapat informasi), di Tapsel, tadi di Tapteng, ngabari dan dilaporkan pak Bupati Tapteng ada korban jiwa, 4 orang. Saya bilang tolong di monitor kondisinya," kata Bobby Nasution kepada wartawan, Selasa sore, 25 November 2025.Berdasarkan informasi dihimpun, bahwa keempat korban jiwa merupakan korban tanah longsor terjadi di Dusun 1, Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapteng, dan korban berhasil ditemukan dan dievakuasi tim gabungan SAR.Keempat korban itu, Dewi Hutabarat (33), bersama ketiga anaknya, masing-masing bernama Arta Rouli Lumbantobing (7), Vania Aurora Lumbantobing (4), Ilona Lumbantobing (3). Poliman Lumbantobing (37) merupakan suami Dewi sedang bekerja ke luar kota sebagai sopir. Lanjut, Bobby Nasution berpesan kepada seluruh kepala daerah yang sedang dilanda bencana untuk mengutamakan keselamatan masyarakatnya. Ia dalam waktu dekat akan turun langsung ke lokasi bencana alam tersebut.Bobby Nasution mengatakan beberapa waktu lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut bersama BMKG sudah membuat rapat kordinasi terkait potensi dan imitigasi bencana alam, di Kabupaten Langkat."Sebenarnya, dari kemarin sudah kita sampaikan ya. Seperti kita di Langkat kemarin kita sudah rapat ya, dengan BMKG untuk menyampaikan pesan bulan 11 dan bulan 12, itu intensitas hujan sangat tinggi. Yang menyampaikan bukan Gubernur, tapi BMKG. Ini sudah kita sampaikan beberapa bulan lalu," jelas Bobby Nasution.Bobby Nasution mengingatkan kepada kepala daerah dan OPD di masing-masing daerah, untuk melakukan imitigasi potensi bencana alam. Agar bisa dilakukan penanganan dan penanggulangan secara dini dan cepat."Memang, kita undang seluruh Kabupaten/Kota, salah satunya Langkat titik krusial. Kedepannya, mohon kepala daerah, terkhusus OPD yang menangani ini. Kalau masyarakatnya mau mendengar potensi bencana, Kepala daerahnya dulu tahu duluan potensi bencana. Kalau kami undang, mohon hadir, tolong di imitigasi, tolong di sampaikan kepada masyarakat. Ini yang perlu dilakukan kepala daerahnya," sebut Bobby Nasution.Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut tercatat Kota Sibolga terjadi longsor dan banjir, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), terjadi longsor dan banjir.Lalu, Kabupaten Nias Selatan terjadi longsor, Kota Gunungsitoli terjadi longsor, Kabupaten Mandailing Natal terjadi banjir, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terjadi banjir dan tanah longsor dan Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) banjir bandang.

26 November 2025