LensaDaily - Tuntutan warga Bukit Malintang, Kecamatan Binge Kabupaten Langkat, Sumatera Utara terhadap PT Langkat Nusantara Kepong (LNK) soal ganti untung yang sama sekali tidak memiliki dasar hukum. Hal ini membuat LNK yang memegang prinsip GCG (Good Corporate Gavernance), tata kelola perusahaan yang baik tidak akan memenuhi tuntutan tersebut.Hal itu dijelaskan Penasehat Hukum PT LNK, Sastra SH, MKn, usai melakukan mediasi dengan warga yang dipimpin langsung Bupati Langkat Syah Afandin, SH di Kantor Bupati Langkat di Stabat, Rabu sore 8 Oktober 2025.Dalam mediasi yang juga dihadiri warga Bukit Malintang yang dikoordinir Sugiono, diungkapkan bahwa PT LNK selalu perusahaan yang melakukan KSO dengan PTPN 1 Regional 1 (d/h PTPN II) telah melakukan pengrusakan terhadap tanaman warga yang ada di atas lahan yang mereka kuasai. Bahkan warga mengaku memiliki alas hak berupa SKT yang dikeluarkan Lurah Bukit Malintang, padahal Areal tersebut jelas merupakan HGU dari PTPN 1, Regional 1.Namun menurut Sastra, perseteruan dengan warga yang sudah berlangsung sejak tahun 2013 lalu sebenarnya sudah berulangkali dilakukan mediasi untuk penyelesaiannya. Namun tidak mendapatkan solusi penyelesaian. Sebab areal yang diklaim masyarakat tersebut sudah dibuktikan di lapangan oleh pihak BPN Langkat sebagai areal HGU PTPN I Regional 1 (PTPN II).Karena itulah kemudian PT LNK melakukan pembersihan areal untuk ditanami kelapa sawit tahun 2014."Dari fakta-fakta yang ada itu, maka tidak mungkin PT LNK bisa memenuhi tuntutan warga. Sebab sama sekali tidak berdasar, malah bisa berdampak pelanggaran hukum," jelas Sastra lagi.Sastra berharap pihak Sugiono dan puluhan warga lainnya di Bukit Malintang segera menyudahi persoalan yang berlarut larut seperti ini. "Tapi kalau tetap tidak puas juga, silahkan menempuh jalur hukum, sehingga apa pun putusan hukum diatasnya harus ditaati para pihak. Lebih fair kan?," tambah Sastra.Pertemuan mediasi yang berlangsung siang hingga sore itu berjalan baik dan kondusif. Bupati langkat Syah Affandi berharap perselisihan antara warga dengan PT.LNK bisa segera diselesaikan. "Satu sisi pemerintah harus bisa menjaga dan memberikan rasa aman bagi perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Langkat," tutup Bupati.Selain Bupati dan Sekda Kabupaten Langkat, Amril hadir dalam pertemuan mediasi, jajaran direksi dan manager kebun PT.LNK, Kabag Hukum PTPN 1 Regional 1, Edi Ginting serta Humas PTPN 1 Regional 1.
09 Oktober 2025Tag: Bupatilangkat
LensaDaily - Tempat hiburan malam (THM) New Blue Star di Emplasemen Kwala Mencirim Kecamatan Sei Bingei Kabupaten Langkat dijadikan sebagai tempat peredaran narkoba yang terstruktur diungkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut. Pengungkapan tersebut, modus operandi dan sistem pengamanan berlapis yang digunakan oleh sindikat narkoba.Pengungkapan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut ini berawal dari laporan masyarakat yang resah. Tim Polda Sumut, dipimpin oleh Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, langsung merespons dengan melakukan penyelidikan mendalam. Hasilnya, tim berhasil membongkar praktik transaksi narkotika yang terstruktur rapi. Di dalam THM New Blue Star, tim mengamankan dua orang, RZ dan KP, serta menyita 5 butir ekstasi. Temuan paling mengejutkan adalah adanya ruangan khusus yang dimodifikasi menjadi loket transaksi narkoba, lengkap dengan kode dan harga.Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak, menjelaskan dalam serangkaian operasi terpisah, tim berhasil menangkap total enam tersangka dari tiga kasus berbeda.Tangkapan ini menghasilkan barang bukti yang sangat besar, yakni 1,43 kg ganja, 16,02 gram sabu siap edar, 19 bong (alat hisap), 6 unit timbangan elektrik, uang tunai hasil penjualan Rp 5,5 juta, 2 unit HT (radio komunikasi) yang digunakan tim pengawas."Penemuan HT tersebut menjadi bukti kuat bahwa jaringan ini beroperasi dengan sistematis, memiliki pengawas, dan berlapis, bahkan setelah beberapa barak sebelumnya dibongkar dan dibakar oleh aparat," ungkap Kombes Pol Dr Jean Calvijn, Rabu 13 Agustus 2025.Keberhasilan Polda Sumut tidak berhenti di THM saja. Operasi ini juga mengungkap jaringan yang lebih luas hingga ke barak-barak narkoba di kawasan perkebunan belakang, yang dikenal sebagai Barak Babi dan Barak Kuda. Hal ini menunjukkan determinasi kuat dari Polda Sumut untuk terus membongkar jaringan meskipun menghadapi perlawanan yang terorganisir.Calvijn menambahkan, pihaknya telah mengirim surat resmi kepada Bupati Langkat untuk menutup dan mencabut izin operasional THM New Blue Star Entertainment. Langkah ini diambil karena tempat hiburan tersebut menimbulkan keresahan, mendapat banyak pengaduan masyarakat, viral di berita online serta media sosial, dan menjadi lokasi peredaran narkoba yang berpotensi memicu tindak pidana lainnya.“Penutupan ini kami rekomendasikan demi mencegah bertambahnya korban penyalahgunaan narkotika, menjaga keamanan, dan memelihara ketertiban di Kabupaten Langkat,” tegas Calvijn.Publik menantikan langkah-langkah tegas yang memastikan bahwa lokasi yang telah disegel tidak akan beroperasi kembali, serta berharap pengungkapan dalang utama di balik jaringan ini agar wilayah tersebut benar-benar bersih dari narkoba.
13 Agustus 2025Kunjungi Daerah Penghasil Terasi, Bobby Nasution akan Bangun Puskesmas Rawat Inap, Jalan dan Dermaga
LensaDaily - Gubernur Sumut, Bobby Nasution berjanji akan merealisasikan permintaan masyarakat Desa Pulau Kampai, Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat. Secara langsung, masyarakat mengharapkan adanya Puskesmas rawat inap, insfratruktur jalan, serta dermaga pelabuhan.Hal tersebut menjawab permintaan masyarakat setempat yang menggeluhkan pelayanan kesehatan serta kurang memadainya sarana dan prasarana, baik darat dan juga angkutan laut, saat Bobby Nasution mengunjungi desa penghasil terasi atau belacan tersebut, Senin 21 Juli 2025."Puskesmas yang sudah ada ini akan kita tingkatkan lagi jadi Puskesmas Rawat Inap, agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan nantinya dengan mudah," ucap Bobby Nasution, saat berdialog dengan warga setempat.Menurut Bobby, perencanaan pembangunan Puskesmas, pembangunan infrastruktur seperti jalan dan juga pelabuhan akan segara direncanakan. Dimana nantinya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat dalam merencanakan pembangunan tersebut."Untuk Puskesmas kita akan meminta Pemkab untuk segera menyediakan lahan, yang nantinya Pemprov Sumut akan menyiapkan anggaran untuk pembangunan tersebut, berupa dana hibah," katanya.Demikian juga pembangunan jalan juga akan direncanakan terlebih dahulu, yang nantinya akan berkolaborasi dengan TNI untuk melakasanakan pembangunan jalan di daerah Pulau Kampai.Begitu pula untuk Dermaga dan Pelabuhan nantinya akan di kelola oleh BUMD milik Pemprov Sumut yang akan menyediakan kapal laut untuk sarana dan prasarana transportasi laut bagi masyarakat Desa Pulau Kampai dan sekitarnya.Sebelumnya, Gubernur Sumut Bobby Nasution didampingi Bupati Langkat Syah Afandin beserta OPD Sumut meninjau fasilitas kesehatan di desa tersebut. Kemudian melanjutkan meninjau UMKM home industri pengolahan terasi milik AB Atha Baroe, peninggalan situs sejarah religi makam Panjang, serta salat berjamaah dengan anak pengajian di Dusun V Damar Seratus Pulau Kampai.Bupati Langkat Syah Afandin yang memberikan keterangan pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih pada Bobby Nasution yang memberikan perhatian penuh pada masyarakat Kabupaten Langkat, terutama masyarakat Desa Pulau Kampai."Tentunya memberikan apresiasi pada Gubernur yang begitu perhatian pada masyarakat Langkat. Secara professional kami akan melaksanakan apa yang menjadi tanggung jawab kami lalu berkolaborasi dengan Pemprov Sumut nantinya," katanya.
22 Juli 2025LensaDaily - Keluhan warga Kecamatan Tanjungpura Kabupaten Langkat yang kerap langganan banjir puluhan tahun dijawab Gubernur Sumut, Bobby Nasution dengan melakukan pengerukan sedimen waduk. Bobby Nasution pun meninjau pengerukan sedimen waduk di Kelurahan Pekan, Kecamatan Tanjungpura, Langkat, Senin 21 Juli 2025.Peninjauan tersebut, Bobby juga menyerahkan bantuan dua buah mesin pompa penghisap air. Kunjungan tersebut merupakan kunjungan kedua kali oleh Bobby Nasution. Pada kunjungan pertama, ia berjanji akan membenahi waduk tersebut. Menurut masyarakat di sekitar waduk, sudah puluhan tahun mereka terkena banjir akibat waduk yang tidak bekerja dengan baik.Salah seorang warga bernama Upik, merasakan betapa kesulitannya ia saat banjir. Ia mengaku rumahnya pernah kebanjiran selama lima bulan baru surut. Namun setelah pengerukan sedimen waduk dimulai, Upik tidak lagi merasakan banjir, meski dua malam berturut-turut turun hujan.“Alhamdulillah, ini udah ada pengerukan, hujan pun dua malam ngga ada banjir, kalau nggak banjir bisa semata kaki saya, berapa sedih kami orang nggak ada, lima bulan baru surut, tidur kadang numpang di ujung sana, takut ular,” ungkap Upik.Ia pun sangat bersyukur, Gubernur Bobby Nasution menepati janjinya. Pada kunjungan Bobby yang pertama, Upik menyampaikan langsung aspirasinya pada Bobby, agar waduk dibenahi.“Jadi Alhamdulillah, Pak Bobby mau menunaikan amanahnya, janjinya, mudah-mudahan panjang rezekinya, kalau mau nangis, nangis saya sedih, bukan di buat-buat, tapi ini Alhamdulillah, sudah ada pengorekan,” kata Upik.Selain Upik, Bupati Langkat Syah Afandin juga mengungkapkan terima kasihnya pada Gubernur Bobby Nasution, lantaran turut membenahi waduk tersebut. Menurut Afandin, banjir adalah salah satu permasalahan terbesar di Tanjungpura.“Kita terima kasih dengan kehadiran Pak Gubernur, salah satu masalah besar di Tanjungpura ini adalah banjir. Saya atas nama masyarakat Langkat mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya,” kata Afandin.Sebagai informasi, pengerukan sedimen waduk dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sumut atas arahan Gubernur Bobby Nasution. Sedimen akan diangkat lalu dibuang. Setelah itu, aliran yang mengarah ke sungai akan dinormalisasi. Selain menyerahkan bantuan mesin pompa penghisap, Bobby juga menyapa masyarakat dan anak-anak sekitar waduk. Ia juga membagikan bingkisan pada anak-anak, yang disambut dengan gembira. **
21 Juli 2025


