LensaDaily - Pemenuhan hak penyandang disabilitas untuk memperoleh pendidikan yang layak hingga ke jenjang perguruan tinggi didorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut). Ini sejalan dengan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas serta UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Sulaiman Harahap saat menerima kunjungan Komisi Nasional Disabilitas RI bersama Tim Australia Awards Scholarship (AAS) di Ruang Kerjanya, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis 12 Februari 2026.Sulaiman mengapresiasi pelaksanaan program AAS bagi penyandang disabilitas di Sumut. Melalui program beasiswa tersebut, penyandang disabilitas memperoleh kesempatan lebih luas untuk menempuh pendidikan tinggi. Ia berharap, kondisi 46.033 penyandang disabilitas di Sumut dapat menjadi lebih baik ke depannya.“Untuk sekolah kekhususan di Sumut juga tidak banyak, apalagi di kabupaten/kota. Jadi program yang khusus bagi kawan-kawan yang mempunyai keterbatasan ini sangat bermanfaat pastinya, untuk masa depan mereka,” ucapnya.Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut Terang Dewi Susantri Ujung mengatakan, pada tahun ini Pemprov Sumut juga tengah membahas program pendidikan bagi penyandang disabilitas, mulai dari peningkatan sumber daya manusia (SDM) hingga kesiapan infrastruktur, seperti pengembangan sekolah inklusif.“Ada sekitar 40 guru tahun ini yang akan mendapat pendampingan khusus untuk memberikan pendidikan bagi para disabilitas. Begitu pula dengan sekolah khusus yang juga sedang disiapkan, yakni sebanyak 4 sekolah tuna rungu dan 11 sekolah tuna netra,” ujarnya.Ketua Komisi Nasional Disabilitas Dante Rigmalia menyampaikan bahwa penyandang disabilitas masih mengalami ketertinggalan, khususnya dalam bidang pendidikan. Umumnya, mereka hanya bersekolah hingga kelas 5 sekolah dasar. Berdasarkan catatan pihaknya, hanya sekitar 5% yang melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.Oleh karena itu, kehadiran Komisi Nasional Disabilitas bersama Tim AAS bertujuan mendorong pemerintah daerah untuk berkolaborasi dalam memperluas akses pendidikan bagi penyandang disabilitas, salah satunya melalui program beasiswa AAS.“Perlu kita ketahui bahwa ada enam hak para penyandang disabilitas yang perlu kita dukung, yakni tentang stigma, pendataan, kesehatan, pekerjaan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial. Pendidikan yang layak akan memberikan kepercayaan diri para penyandang disabilitas ke depannya,” ucapnya.Sementara itu, Program Manager Department of Foreign Affairs and Trade Kedutaan Besar Australia Tea Naibaho menjelaskan bahwa program beasiswa tersebut dikhususkan bagi penyandang disabilitas dan perempuan. Program ini menyediakan beasiswa inklusif bagi penyandang disabilitas (Kelompok Sasaran Ekuitas/ETG) untuk studi S2 dan S3 di Australia, dengan dukungan khusus melalui Disability Support Agreements (DSA) yang mencakup akomodasi, transportasi, dan pendamping.“Tidak ada batasan usia. Saat ini kami sedang melakukan sosialisasi di Medan, sebelumnya kami telah melakukan sosialisasi di Indonesia bagian timur,” pungkasnya.
12 Februari 2026Tag: beasiswa
LensaDaily - Bencana yang melanda Sumatera, sejumlah Perguruan Tinggi (PT) akan memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang terkena dampak bagi yang berasal dari daerah yang terdampak di provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Barat).Melalui 'Beasiswa Terdampak Bencana Alam', seperti Universitas Negeri Medan (Unimed), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Universitas Sumatera Utara (USU) tengah melakukan pendataan terhadap mahasiswa dan sivitas yang terkena dampak bencana ini.Kepala Humas dan Protokoler UMSU, Dr Ribut Priadi mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengumumkan melalui media sosial UMSU untuk melakukan pendaftaran dan pendataan terhadap mahasiswa dan mahasiswi terkena dampak bencana, banjir bandang, banjir dan tanah longsor. Link pendataan bagi mahasiswa terkena dampak bencana itu, akan berakhir pendaftaran pada 13 Desember 2025 dan akan diumumkan pada 17 Desember 2025."Kita menyiapkan link pendaftaran bagi mahasiswa terkena dampak bencana tersebut. Kita mengarahkan bagi mahasiswa mengalami bencana untuk segera mendaftarkan link tersebut," ungkap Ribut Priadi saat dikonfirmasi medan.viva.co.id, Jumat siang, 12 Desember 2025.Ribut menjelaskan setelah menerima data dampak bencana, yang dialami mahasiswa melalui pendaftaran link tersebut. Pihak UMSU akan melakukan verifikasi data tersebut. "Nanti baru akan dilihat apa yang akan dikasih, bisa jadi pemotongan uang kuliah. Nanti beasiswa akan diberikan bervariasi dengan dampak bencana yang dialaminya," sebut Ribut.Kepala Humas dan Protokoler Unimed, Dr Muhammad Surip menjelaskan bahwa pihaknya juga tengah melakukan pendataan terhadap mahasiswa dan mahasiswi, yang terkena dampak bencana alam tersebut. "Ini lagi pendataan kita akan berikan beasiswa bagi mahasiswa terdampak. Pendataan dan pendaftaran kita lakukan melalui Google Form dari 4 hingga 6 Desember 2025," ungkap Surip.Surip mengungkapkan Unimed bersama Kemendiktisaintek sudah memberikan bantuan kemanusiaan kepada mahasiswa dan sivitas akademika yang terkena dampak bencana."Sudah diberi bantuan, bekerja sama Kementerian dan kampus-kampus di Sumut," katanya. Surip menegaskan bahwa Unimed akan memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang terkena dampak bencana alam itu. Dengan tujuan memberikan keringanan dalam menjalani perkuliahan."Intinya, bantuan dalam bentuk beasiswa," sebutnya. Sementara itu, Kepala Humas, Promosi, dan Protokoler USU, Amalia Meutia, M.Psi, menjelaskan pihaknya akan melakukan rapat pada Senin 8 Desember 2025. Dalam rapat tersebut, akan membahas terkait dengan beasiswa hingga bantuan selanjutnya yang akan diberikan kepada mahasiswa terkena dampak bencana itu."PT agar memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa yang berasal dari daerah terdampak, antara lain melalui kebijakan keringanan UKT, bantuan biaya hidup, fasilitasi pembelajaran atau bentuk dukungan lain sesuai kondisi dan ketersediaan sumber daya di PT masing-masing," kata Amalia.
05 Desember 2025LensaDaily - Empat siswa lulusan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Deli Serdang lolos seleksi ketat meraih beasiswa penuh (full scholarship) untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Shandong University of Finance and Economics, Tiongkok. Prestasi ini menjadi catatan manis sekaligus bukti kualitas pendidikan di madrasah yang terus mengantarkan siswanya menorehkan prestasi hingga ke level internasional. Keempat alumni itu adalah, Yanti Trianita (kelas 12 MIA 2), Dhamar Kesuma (kelas 12 MIA 2), Wan Syakira Fadhila (kelas 12 IIS 3), dan Husna Mufida (kelas 12 IIS 3). Mereka dijadwalkan berangkat menuju Negeri Tirai Bambu pada 28 Agustus 2025. Beasiswa penuh yang diraih mencakup biaya kuliah, akomodasi, serta dukungan pendukung lainnya selama masa studi.Capaian ini tidak lepas dari kerja sama strategis antara Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dengan Shandong University of Finance and Economics. Kolaborasi ini membuka peluang besar bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan tinggi di luar negeri, sekaligus memperluas wawasan global generasi muda.Kepala MAN 2 Deli Serdang, Muhammad Syukur, bersyukur dan mengaku bangga atas pencapaian gemilang ini.“Alhamdulillah, kami sangat bangga atas prestasi keempat alumni yang berhasil meraih beasiswa penuh di Tiongkok. Ini adalah bukti bahwa siswa MAN 2 Deli Serdang memiliki potensi besar untuk bersaing, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. Kami ucapkan selamat kepada mereka berempat, semoga perjalanan ini menjadi awal kesuksesan besar di masa depan,” ujarnya di Deli Serdang, Senin 25 Agustus 2025.Kepada para penerima beasiswa, Syukur berpesan agar tetap menjaga nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di madrasah. “Jangan pernah lupa dengan jati diri sebagai seorang muslim. Dimanapun berada, ibadah tetap yang utama, terutama menjaga salat lima waktu. Prestasi akademik harus sejalan dengan akhlak yang baik,” pesannya.Syukur juga berharap kesempatan ini bukan hanya sekadar untuk belajar ilmu pengetahuan dan teknologi, melainkan juga membawa nama baik madrasah, keluarga, dan daerah di kancah internasional. Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi seluruh siswa MAN 2 Deli Serdang untuk terus berusaha meraih mimpi setinggi-tingginya.Dengan keberangkatan empat alumni ke Shandong University of Finance and Economics, MAN 2 Deli Serdang sekali lagi membuktikan diri sebagai madrasah unggulan yang mampu mencetak generasi berprestasi, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.
26 Agustus 2025


