icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: bankindonesia


Kukuhkan Kepala Kantor Perwakilan LPS I Sumatera, Wakil Ketua Dewan Komisioner Tekankan Ini

LensaDaily - Kepala Kantor Perwakilan LPS I Wilayah Sumatera dikukuhkan Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Farid Azhar Nasution yang kini dipimpin Jimmy Ardianto. Pengukuhan turut disaksikan Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution dan juga Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Polis LPS, Ferdinan D. Purba yang berlangsung di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur Sumut, Senin 4 Mei 2026.Farid Azhar Nasution mengatakan, pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan LPS I tersebut merupakan bagian dari komitmen LPS dalam mendorong pengembangan talenta internal dan bagian dari reorganisasi untuk memperkuat kesiapan kelembagaan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi, serta pencapaian visi dan misi LPS.“Pengukuhan ini bukan hanya penugasan jabatan, melainkan juga penegasan tanggung jawab. Kepala Kantor Perwakilan LPS I diharapkan dapat menjadi wajah LPS di daerah dengan membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri, akademisi, media, dan masyarakat luas," jelas Farid.“Stabilitas sistem keuangan tidak bisa dijaga oleh satu lembaga saja. Diperlukan sinergi erat antara LPS, pemerintah daerah, BI, OJK, industri perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan. Kantor perwakilan adalah titik temu koordinasi itu,” sambungnya.Pengukuhan pejabat baru di Kantor Perwakilan LPS I dihadiri secara langsung oleh Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution yang turut memberikan sambutan dalam acara pengukuhan tersebut.“Berdasarkan data terkini, terdapat 462 ribu jiwa penduduk usia produktif di Sumatera Utara yang belum memiliki rekening bank (unbanked). Data tersebut menunjukan adanya peluang dan kesempatan untuk kita semua baik pemerintah daerah maupun lembaga/instansi vertikal di Sumatera Utara agar dapat berkolaborasi dalam menurunkan jumlah penduduk yang masih unbanked melalui program literasi dan edukasi keuangan kepada generasi muda di Sumatera Utara,” jelas Bobby.Selama hampir 2 tahun berdiri di Sumatera Utara, Kantor Perwakilan LPS I selalu berupaya untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi melalui kegiatan dan program edukasi serta literasi keuangan yang inklusif bagi masyarakat untuk sebagian besar kabupaten/kota di Sumatera Utara.Selain itu, Kantor Perwakilan LPS I juga aktif dalam menjalin kerja sama strategis dan sinergi dengan Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, OJK, maupun industri pada seluruh provinsi di Sumatera. â€śSehingga besar harapan kami, LPS di Sumatera Utara dapat senantiasa memberikan dukungan nyata yang lebih luas bagi masyarakat Sumatera Utara melalui program-program strategis sehingga kehadiran LPS benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Sumatera, khususnya Sumatera Utara," tutup Bobby Nasution.Muhamad Yusron, Kepala Kantor Perwakilan LPS I Periode Februari 2024 – Februari 2026, selama ini dikenal sebagai pimpinan LPS yang kreatif dalam menyelenggarakan kegiatan literasi dan inklusi keuangan.Ia juga aktif dalam membangun sinergi dengan pemerintah daerah, BI, OJK, industri, akademisi, media, maupun komunitas masyarakat di Sumatera.Selama dua tahun kepemimpinannya, Kantor Perwakilan LPS I telah melakukan edukasi di 10 provinsi di Sumatera. Hal tersebut merupakan pesan bahwa LPS senantiasa hadir, melindungi, dan menjaga kepercayaan masyarakat di Sumatera.Adapun figur penerus jabatan Kepala Kantor Perwakilan LPS I juga luar biasa. Jimmy Ardianto yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Lembaga dikukuhkan sebagai Kepala Kantor Perwakilan LPS I sejak Maret 2026. Jejak pengalaman Jimmy dalam melakukan edukasi dan literasi keuangan di berbagai wilayah di Indonesia, diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas Kantor Perwakilan LPS I secara efektif sehingga berdampak positif bagi perkembangan industri perbankan dan asuransi di daerah.

04 Mei 2026

Tangani Inflasi, Pemprov Sumut Gelontorkan 50 Ton Cabai Merah dari Jawa

LensaDaily - Sebanyak 50 ton cabai merah dari Jawa Tengah dan Jawa Timur didatangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) sebagai upaya pemerintah daerah mengendalikan laju inflasi yang saat ini masih tergolong tinggi.Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi Pengamanan Distribusi Komoditas Cabai Merah sebagai salah satu penyumbang inflasi di Sumut, yang digelar di Ruang Rapat II Kantor Gubernur Sumut, Jumat 10 Oktober 2025.Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Togap Simangunsong mengatakan, pasokan cabai merah tersebut akan didistribusikan dalam tiga tahap. “PT AIJ, Dirga Surya dan PPSU sudah ke Jawa Timur untuk mendapatkan pasokan dari sana. Ada 50 ton cabai yang akan didistribusikan dalam tiga tahap,” ujarnya.Pada tahap pertama, sebanyak 16 ton cabai merah dari Jember akan disalurkan, sisanya disusul tahap kedua dan ketiga. Distribusi cabai akan dipusatkan di Pasar Induk Lau Cih, bekerja sama dengan PD Pasar Medan dan BUMD Deliserdang sebagai tempat penampungan sementara.Dari 16 ton cabai tahap pertama, 10 ton akan didistribusikan ke Pasar Induk Lau Cih, 1,5 ton ke Deliserdang, dan sisanya ke Kedai Kolaborasi Pasar Medan. “Para distributor nantinya akan membeli cabai dari Lau Cih. Harga jual di tingkat konsumen ditetapkan Rp55.000/kg, sesuai Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024,” jelas Togap.Ia berharap langkah ini berdampak nyata dalam menekan harga cabai merah dan menjaga inflasi daerah agar tetap terkendali.Sementara itu Plt Dirut Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Medan Agus Saputra menyampaikan siap berkolaborasi dalam menjaga inflasi di Sumut agar terkendali. Dia mengatakan di Pasar Induk Lau Cih saat ini mempunyai tempat penyimpanan untuk cabai merah dengan kapasitas 10 ton. "Ketahanannya bisa sampai dua hari. Kami sebagai transformer antara PT AIJ ke pedagang distributor," katanya.Ia menyebutkan harga terkini cabai merah di pasar tersebut dijual dengan harga Rp75.000/kg untuk cabai merah gunung, Rp65.000/kg untuk cabai merah dari Jawa.Di tempat terpisah, pada Temu Pers yang diselenggarakan Dinas Kominfo Sumut di Aula Dekranasda, Jumat (10/10/2025), Kepala Biro Perekonomian Sumut Poppy Marulita Hutagalung menyampaikan, pemerintah dalam hal mengintervensi inflasi di Sumut juga akan memaksimalkan peran BUMD yang mengelola terkait pangan, seperti PT Aneka Industri dan Jasa (AIJ), Dirga Surya, dan Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU) sebagai penyaluran utama.Kemudian melalui distributor hingga ke pedagang pasar. Penyaluran cabai merah ini juga melalui Bulog melalui Rumah Pangan Kita (RPK) dan Toko Pangan Kita (TPK).Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi Sumut (yoy) pada September 2025 mencapai 5,32%, naik dari 4,42% pada Agustus 2025. Komoditas penyumbang inflasi terbesar di antaranya cabai merah, emas perhiasan, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, cabai hijau, beras, dan daging ayam.Sementara Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara Abdul Khalim menyampaikan bahwa program intervensi yang dilakukan merupakan kolaborasi Pemprov dengan kabupaten/kota sebagai aksi cepat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut, dengan segera mendatangkan dari wilayah lain saat mengalami defisit. "Posisi pasokan kita secara tahunan surplus. Khusus bulan ini mengalami defisit. Dengan adanya intervensi, harga cabai merah di pedagang diharapkan akan turun di harga jual wajar, tentunya tanpa merugikan para petani," ujarnya.Melalui intervensi yang dilakukan, katanya, akan menimbulkan kepercayaan masyarakat bahwa pemerintah hadir dalam menjaga ketersediaan pasokan. Inflasi dilakukan di dua daerah seperti Medan dan Deliserdang lantaran di daerah ini penyumbang inflasi tertinggi di Sumut.Rakor tersebut turut dihadiri Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut Poppy Marulita Hutagalung, Kadis Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Fitra Kurnia, Kadis Ketahanan Pangan Rajali, Kadis Kominfo Sumut Erwin Hotmansah Harahap, Kasatpol PP Sumut Muttaqien Hasrimy, serta perwakilan PT AIJ, PPSU, Bank Indonesia, Bulog, BPS Sumut, Satgas Pangan, dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) kabupaten/kota.

10 Oktober 2025

Bobby Nasution Sebut Penyelenggaraan Event Picu Pertumbuhan Ekonomi Sumut

LensaDaily - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menilai penyelenggaraan berbagai event besar di Sumut, sangat positif memicu pertumbuhan ekonomi daerah, melalui dampak multiplier. Karenanya, Bobby berharap Sumut ke depannya semakin dikenal sebagai provinsi tujuan penyelenggaraan event bergengsi, mengingat telah berhasil menyelenggarakan berbagai event bertaraf nasional maupun internasional.Hal itu disampaikan Gubernur Bobby Nasution saat bertemu dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Sumut Rudy Brando Hutabarat di Ruang Kerjanya, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (15/7)."Saya mengucapkan terima kasih kepada BI, sudah mau membuat event yang mendorong pergerakan ekonomi di Sumut," kata Bobby, menyikapi event Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) yang akan diselenggarakan BI dalam waktu dekat.Bobby mengatakan, untuk tahun 2025 ini ada sejumlah event besar yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, di antaranya event 3rd International Pencak Silat Indonesia Open Championship 2025, yang akan diikuti 70 negara. Kemudian akan dilaksanakan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), serta Kejuaraan  F1 Power Boat (F1H2O) di Danau Toba. Sumut juga telah berhasil menggelar dua kali Aquabike Jetski World Championship  yang diikuti pembalap jetski mancanegara. Disamping itu, Pekan Olahraga Nasional (PON) yang digelar di Sumut dan Aceh juga termasuk dalam  catatan keberhasilan event di daerah ini.Kepala BI Perwakilan Sumut Rudy Brando Hutabarat menyampaikan bahwa ada penurunan tingkat konsumsi masyarakat pada triwulan I tahun 2025. Untuk itu, BI Perwakilan Sumut juga akan melaksanakan event Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) pada 18-20 Juli di Delipark Mall Medan. "Tujuan acara ini untuk memperkuat ekonomi lokal dan mendorong UMKM agar bisa bersaing di pasar yang lebih luas, bahkan hingga pasar global," ujarnya.KKSU biasanya meliputi pameran produk UMKM, fashion show, talkshow, kompetisi, dan business matching, dengan fokus pada perluasan akses pasar dan kolaborasi. Selain itu, KKSU juga memberikan kesempatan bagi UMKM untuk mendapatkan akses pembiayaan dan business matching langsung dengan lembaga keuangan. "Saya berharap dengan event seperti ini mendorong roda perekonomian di Sumut, baik di sektor perhotelan, penerbangan dan lainnya. Kami berharap tingkat konsumsi masyarakat meningkat," katanya.BI juga akan melaksanakan event di luar Kota Medan seperti di Kota Sibolga akan diadakan Toba Jojo, dan Pematangsiantar event UMKM. "Kami menggerakkan roda ekonomi dengan memperbanyak event," pungkasnya.Turut hadir Plt Asisten Administrasi Umum Candra Dalimunte, Inspektur Sumut Sulaiman Harahap, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumut Naslindo Sirait, Kepala Badan Aset Keuangan Daerah (BKAD) Sumut Timur Tumanggor, dan Kepala Divisi UMKM BI Sumut Indra Kuspriyadi. (Medan)

15 Juli 2025