icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: bank


Pentingnya Peran LPS di Sumut, Bobby Nasution Dorong Perkuat Kepercayaan Nasabah dan Stabilitas Perbankan

LensaDaily - Kehadiran Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) I Medan diharapkan semakin memberikan rasa aman dan mendekatkan layanan kepada masyarakat, bagi nasabah menyimpan uang di bank. LPS pun diharapkan membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan.Hal tersebut dikatakan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution saat pengukuhan Kepala Kantor LPS I Medan di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Senin 4 Mei 2026.“Tugas LPS bukan hanya soal teknis penjaminan saat ada bank yang tidak sanggup lagi, tapi bagaimana memperkenalkan diri melalui program-program yang edukatif. Masyarakat harus tahu bahwa uang mereka aman karena ada LPS yang menjamin,” ujar Bobby Nasution.Bobby juga menegaskan bahwa menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan di Sumut tidak dapat dilakukan secara sendiri. Diperlukan kolaborasi antara LPS dengan 33 kabupaten/kota, serta berbagai instansi terkait, dengan pendekatan yang memperhatikan kearifan lokal di masing-masing daerah.28,78 Juta Rekening di Sumut Dilindungi LPSSementara itu, Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution menyampaikan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan fondasi utama industri keuangan. Ia mengibaratkan likuiditas sebagai darah, sementara kepercayaan adalah jantung yang memompanya.“LPS hadir lebih dekat dan aktif membangun kepercayaan masyarakat. Secara nasional, 99,9% rekening perbankan atau sekitar 677 juta rekening telah terlindungi oleh LPS. Di Sumut sendiri, cakupannya juga mencapai 99,9% dari total 28,78 juta rekening,” papar Farid.Farid juga memaparkan peran strategis Sumut dalam perekonomian nasional. Pada tahun 2025, kontribusi ekonomi Sumut terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 5,19%, tertinggi di Pulau Sumatera. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di Sumut hingga Februari 2026 tercatat sebesar Rp340,68 triliun.Kepada Kepala Kantor Perwakilan (KPW) LPS I Medan yang baru dikukuhkan, Jimmy Ardianto, Farid berpesan agar menjadikan sinergi sebagai landasan utama kerja. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan sektor perbankan.Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait syarat penjaminan simpanan, memahami dinamika wilayah Sumatera yang luas, serta menjaga standar pelayanan di tengah perkembangan era digital yang semakin cepat. 

04 Mei 2026

Dorong Naik Kelas Menengah, Bobby Nasution Pacu Modal Bank Sumut Rp6 Triliun

LensaDaily - PT Bank Sumut (Perseroda) ditargetkan naik kelas menjadi Kelompok Bank dengan Modal Inti (KBMI) 2. Sampai saat ini, Bank Sumut masih di kategori KBMI I, sementara itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana akan mengkonsolidasi bank-bank kategori KBMI 1 di 2029.Hal ini dikatakan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution usai RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 PT Bank Sumut di Lantai 10 Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Nomor 18, Medan, Senin 6 April 2026. Demi memacu naik kelas itu, KBMI 2 merupakan kelompok bank menengah dengan modal inti Rp6 triliun hingga Rp14 triliun.“Aturan OJK di 2029 untuk bank itu minimal Rp6 triliun, Rp6 triliun itu sudah masuk KBMI 2, Jadi, ini sebagai pemegang saham, pemerintah daerah sepakat, kita harus mengejar modal Rp6 triliun,” kata Bobby Nasution.Saat ini, modal inti Bank Sumut mencapai Rp5,2 triliun dan masih membutuhkan Rp800 miliar untuk masuk kekategori KBMI 2. Untuk mencapai itu, pemegang saham (Pemprov Sumut dan kabupaten/kota) sepakat menyetorkan kembali 15% deviden 2025 sebagai modal di tahun 2026. Selain deviden 15%, Pemprov Sumut juga menambahkan modal Rp100 miliar tahun ini, sedangkan Tapanuli Selatan sekitar Rp70 miliar. â€śAda (Pemkab) yang menganggarkan, seperti Tapsel perencanaannya di 2025, dituangkan ke APBD akan menambahkan kurang lebih Rp70 miliar, termasuk 15% (deviden), dan kami dari Provinsi Sumut selain inbreng aset kemarin ada penambahan Rp100 miliar lagi,” kata Bobby Nasution.Bobby Nasution juga berharap besar kepada Bank Sumut agar tidak terlalu bergantung pada APBD. Salah satu caranya adalah memperbanyak produk yang bisa bersaing dengan bank-bank lainnya.“Upaya yang kita harapkan tentu kita minta untuk dari sisi uangnya dulu, pihak ketiga jangan kemahalan, yang kedua produknya harus banyak, jangan cuma mengandalkan APBD dan juga ASN,” kata Bobby Nasution.RUPS kali ini dihadiri seluruh kepala daerah kabupaten/kota se-Sumut, komisaris serta jajaran direksi Bank Sumut. Hadir juga OPD-OPD terkait Pemprov Sumut dan juga kabupaten/kota se-Sumut. 

07 April 2026

LPS Menjamin Tabungan Penyintas Korban Bencana di Rekening Bank Aman

LensaDaily - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjamin dana nasabah korban bencana banjir, banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat di rekening bank aman. Nasabah dapat mengajukan keberatan bila nilai dana di rekening tidak sesuai.Hal ini garansi LPS kepada masyarakat yang menjadi penyintas atau keluarga korban yang meninggal dunia dalam bencana was-was dengan dana di rekening berkurang bahkan hilang. Sedangkan dokumen untuk mengurus data bank hilang karena musibah bencana tersebut."Pasti LPS menjamin. Karena ada catatan sistemnya di bank. Meskipun bukunya tidak ada, sistem bank ada," ungkap Kepala Divisi Edukasi, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Lembaga Kantor Perwakilan LPS I - Medan, Pramuji Novri Harlyanto saat Media Gathering LPS di The Heritage Resort Bukit Lawang 10 Desember 2025.Dikatakannya, bila dokumen kependudukan atau terkait tetap diperlukan untuk kepengurusan rekening di bank bila ada transaksi  yang mencurigakan. Namun, lanjut Pramuji, Walau pun tidak ada sama sekali, bank pasti ada catatannya, karena semua transaksi terdokumen dengan jelas oleh pencatatan bank."Bank akan melakukan rekonsiliasi simpanan bank nasabahnya. Untuk memastikan keabsahan dari kepemilikan dana, bank pasti akan meminta dokumen bukti atau pendukung jika nasabah tersebut benar pemilik dana rekening tersebut," jelasnya.Namun, bila benar adanya transaksi mencurigakan tanpa sepengetahuan atau tidak dilakukan pemilik rekening, nasabah dapat mengajukan keberatan kepada LPS. "Apabila terjadi selisih atau perbedaan jumlah, nasabah bisa mengajukan keberatan kepada LPS dengan melampirkan bukti atau dokumen yang dimiliki. Jika hilang kita akan melihat atau memperdalam investigasi melihat historis dari transaksi," jabarnya.Sedangkan media gathering LPS 2025 ini, Pramuji yang mewakili Kepala Kantor Perwakilan LPS I - Medan Muhammad Yusron, bila pertemuan ini merupakan sarana bagi untuk menjalin silaturahmi juga mempererat kita dan memperkuat hubungan LPS dengan rekan media di Sumut.Kesempatan tersebut Pramuji juga mengajak untuk turut memanjatkan doa dan turut berempati atas bencana yang melanda Aceh, Sumut dan Sumbar. "Banyak korban jiwa yang meninggal bahkawan masih banyak keluarga yang kehilangan orang terkasih. Bencana ini kita harus berempati yang terjadi ini. Kami mengajak untuk kita semua menjaga kepekaan kita dan berempati dengan musibah ini," pungkasnya.Mewakili jurnalis, Budi Hermansyah mengatakan, kiranya media gathering ini semakin mempererat hubungan LPS dengan wartawan. Terutama dalam hal memberikan atau menyampaikan edukasi literasi keuangan kepada masyarakat."Peran dan tanggungjawab LPS sebagai penjamin simpanan nasabah bank ini kiranya sebagai jurnalis harus kita sampaikan kepada masyarakat. Jadi masyarakat harus tahu bila uang kita di tabungan bank itu di jamin oleh LPS," ucapnya.Media gathering LPS ini diikuti sekitar 30 an wartawan dari berbagai media, baik cetak, televisi dan online, yang berlangsung di The Heritage Resort Bukit Lawang 10 sampai 12 Desember.

10 Desember 2025