Lainnya
LensaDaily - Musyawarah Provinsi Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara menetapkan Harun Mustafa Nasution sebagai ketua Umum IMI Sumut periode 2026-2030 yang ditetapkan secara aklamasi yang digelar di Le Polonia Hotel Medan, Selasa 2 Juni 2026. Penetapan ini, Harun Nasution memimpin IMI Sumut untuk kedua kalinya.Harun Nasution, Ketua IMI Sumut periode 2021-2026, ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua IMI Sumut periode 2026-2030 karena menjadi satu-satunya calon yang diusung dalam Musprov. Selanjutnya Harun Nasution bersama tim formatur akan menyusun kepengurusan dalam waktu 30 hari.Musprov dibuka Gubernur Sumatera Utara diwakili Kadispora Mahfullah Pratama Daulay. Hadir Ketua Dewan Pembina IMI Sumut Musa Rajekshah yang juga Anggota DPR RI, Wakil Ketua Bidang Organisasi PP IMI John Ismadi Lubis, Ketua Umum KONI Sumut Hatunggal Siregar, dan undangan lain.Harun Nasution di kesempatan ini menyatakan terima kasih karena kembali dipercaya menakhodai IMI Sumut empat tahun ke depan. "Terima kasih kepada jajaran pengurus terdahulu yang telah bekerja bersama. Memang dirasa masih ada kekurangan, untuk itu saya mohon maaf. Ke depan, marilah kita bekerja untuk IMI Sumut yang lebih baik lagi," ujar Harun Nasution.Dikatakan, di periode lalu IMI Sumut dua kali menyabet predikat Terbaik meraih dua trofi Nasional. "Ini merupakan pencapaian luar biasa. Menjadi kehormatan dan kebanggaan bagi kami pengurus dan klub-klub yang telah bahu-membahu bekerja untuk kemajuan IMI Sumut," papar pereli senior ini. "Selanjutnya, terima-kasih terkhusus kepada Ketua Dewan Pembina bapak Musa Rajekshah atas dukungannya, yang memberi motivasi dan semangat dalam bekerja memajukan IMI Sumut," ungkap dia."Juga terima kasih kepada KONI Sumut yang banyak membantu. Kami telah bekerja keras membuat IMI lebih baik ke depan, termasuk memperjuangkan event event nasional bergulir di Sumut, baik di roda 2 dan roda 4. Kami di roda 4 terus berupaya menghadirkan kembali kejuaraan dunia reli (WRC) ke Sumut," paparnya.Dalam visi misinya, Harun ingin mewujudkan IMI Sumut sebagai organisasi otomotif yang profesional, berprestasi, solid, modern dan berdaya saing nasional maupun internasional dalam pembinaan olahraga otomotif, keselamatan berkendara, serta pengembangan industri otomotif daerah.Ketua Dewan Pembina IMI Sumut Musa Rajekshah (Ijeck) mengatakan, kekompakan perlu karena tidak mungkin ketua jalan sendiri, harus bersama sama. "Aklamasi itu karena kesepakatan dan kesepahaman," sebut Ijeck.Gubsu dalam kata sambutannya menyatakan apresiasinya dan penghargaan setinggi tingginya kepada jajaran pengurus IMI Sumut atas terselenggaranya Musprov. Musprov dapat dijadikan sebagai sarana evaluasi bagi organisasi yang telah dijalankan selama satu periode.Musprov IMI Sumut 2026 ditutup Wakil Ketua Bidang Organisasi PP IMI John Ismadi Lubis.
3 hari yang laluLensaDaily - Sebanyak 752 pelari dari 33 negara akan meramaikan ajang Trail of The Kings by UTMB 2026 di kawasan Danau Toba, Kabupaten Samosir pada 12 sampai 14 Juni 2026. Event internasional ini diharapkan menunjukkan Danau Toba sebagai destinasi dunia.Hal tersebut terungkap pada Rapat Persiapan Penyelenggaraan Trail of The Kings by UTMB 2026 yang dihadiri seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Kabupaten Samosir, di Aula Raja Inal Siregar, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa 12 Mei 2026.Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution melalui Asisten Administrasi Umum Pemprov Sumut Muhammad Suib mengatakan, event lari internasional ini harus menjadi momentum untuk menunjukkan kesiapan Danau Toba sebagai destinasi dunia yang profesional dan berkelas.“Mari kita tunjukkan bahwa Danau Toba bukan hanya indah, tetapi juga mampu menjadi destinasi dunia yang profesional dan berkelas. Jadikan event ini sebagai kebanggaan masyarakat Sumatera Utara sekaligus momentum kebangkitan ekonomi daerah kita,” kata Suib.Ia menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan event tersebut merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, seluruh perangkat daerah dan stakeholder diminta mempersiapkan pelaksanaan kegiatan secara maksimal.Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Sumut Yuda Pratiwi Setiawan mengatakan, kembali digelarnya Trail of The Kings by UTMB semakin memperkuat posisi Sumatera Utara sebagai destinasi unggulan sport tourism.Hingga saat ini, sebanyak 752 pelari dari 33 negara telah mendaftar sebagai peserta. Negara peserta antara lain Malaysia, Singapura, Prancis, Jepang, Inggris, Vietnam, China, Taiwan, Australia, Hong Kong, Rusia, Afrika Selatan, Swiss, Oman, Irlandia, Indonesia, dan negara lainnya.Adapun kategori yang diperlombakan yakni 100K, 60K, 28K, 10K, 5K, serta kategori kids.Yuda juga mengungkapkan, penyelenggaraan Trail of The Kings by UTMB tahun 2025 memberikan dampak signifikan terhadap sektor ekonomi dan pariwisata di Sumatera Utara.Pada 2025, event tersebut diikuti 1.081 peserta dari 26 negara dan 21 provinsi di Indonesia. Kegiatan itu turut memberikan dampak positif bagi UMKM, hotel, transportasi, kuliner, hingga kerajinan lokal dengan output ekonomi mencapai Rp101,96 miliar.“Event ini menjadi momentum emas untuk mempromosikan keindahan alam, adat, dan budaya Sumatera Utara, sekaligus mengokohkan Danau Toba sebagai destinasi sport tourism kelas dunia,” ujar Yuda.Rapat persiapan tersebut turut dihadiri perwakilan Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, Pimpinan Event Organizer Creation Andre Ginting, perangkat daerah Pemprov Sumut dan Pemkab Samosir, serta instansi vertikal lainnya.
13 Mei 2026LensaDaily - Lebih dari 50 atlet dikabarkan mengajukan permohonan pindah ke provinsi lain dampak dari mulai kehilangan motivasi setelah merasa kurang dihargai secara finansial. Honor yang diterima atlet Pelatda yang Program Pembinaan Intensif (PPI) KONI Sumut disebut hanya sekitar Rp1,966 juta per bulan.Angka itu dinilai jauh dari cukup untuk menunjang kebutuhan hidup, apalagi bagi atlet yang harus menjalani latihan intensif dan meninggalkan pekerjaan lain. “Iya, kali gaji segitu dengan aturan yang makin ribet,” ujar seorang atlet peraih medali PON 2024 yang enggan disebutkan namanya, Senin 11 Mei 2026.Kondisi ini memicu dilema. Di satu sisi, mereka ingin tetap membela daerah. Namun di sisi lain, kebutuhan hidup dan masa depan menjadi pertimbangan realistis. Tak sedikit yang mulai melirik provinsi lain yang dinilai lebih menjanjikan dari segi kesejahteraan dan pembinaan.Keresahan para atlet juga ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak yang menilai kepindahan atlet adalah hal wajar di tengah minimnya perhatian terhadap kesejahteraan.“Wajar atlet pindah, mereka cari yang jelas. Hidup gak ada yang gratis sekarang,” tulis salah satu netizen.Sedangkan Ketua Ikatan Atlet Nasional Indonesia (IANI) Sumatera Utara, Lamhot Simamora meminta agar KONI Sumut menambah honorium yang diterima atlet Program Pembinaan Intensif (PPI) tersebut. Sebab jumlah Rp1,96 juta dinilai jauh dari cukup."Saya sebagai mantan atlet sangat paham dengan kebutuhan atlet. Dengan Rp1,96 juta, apa yang bisa dilakukan atlet? Sangat kurang itu," tegas Lamhot ketika dihubungi, Senin 11 Mei 2026.Lamhot mengaku kaget bahwa atlet PPI KONI Sumut hanya menerima Rp1,96 juta per bulan. Jumlah itu jauh di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Utara Tahun 2026 sebesar Rp3,2 juta."Kondisi atlet Sumut sekarang ini tentu sangat memprihatinkan karena honor mereka jauh dari UMP," tegas mantan petinju juara Asia Pasifik (OPBF) tersebut.Dengan kondisi ini, Lamhot menilai wajar saja banyak atlet minta pindah dari Sumut. Sebab mereka merasa tidak dihargai. Apalagi ada provinsi lain yang menjanjikan lebih tinggi dari Sumut."Ini harus menjadi perhatian bagi pengurus KONI Sumut. KONI Sumut harus berjuang agar honor atlet PPI tersebut bisa ditambah," harapnya.Lamhot berharap agar KONI Sumut bisa fokus kepada program PPI tersebut. Anggaran-angaran yang tidak perlu berupa kegiatan seremoni bisa dialikan ke PPI."Kegiatan-kegiatan KONI Sumut yang bersifat seremoni dan honorium bisa dialihkan ke PPI. Atau mungkin bisa usulkan ke Pemprov Sumut untuk menambah anggaran," saran Lamhot. Sedangkan Ketua PPI KONI Sumut Prof Indra Kasih membenarkan honor atlet PPI Sumut sebesar Rp1,96 juta. "Para atlet sebenarnya menerima Rp2 juta, namun karena harus dipotong pajak maka menjadi Rp1,96 juta. Itu sesuai aturan Inspektorat dan BPK," ungkap Indra Kasih.Soal honor tersebut sangat minim dan jauh dari UMK, Indra Kasih menyebutkan jumlah itu sesuai dengan kemampuan anggaran yang ada. Anggaran yang ada harus dibagi dengan jumlah atlet yang menjalani program PPI. "Bukan asal-asalan kita tentukan itu besarannya. Tapi rasionya dari anggaran yang ada dibagi dengan jumlah atlet. Semua tergantung kemampuan anggaran yang ada," jelasnya.Indra Kasih menambahkan, jumlah atlet yang menjalani program PPI juga akan bertambah. Untuk tahap pertama ini sebanyak 14 cabor, kemudian bertambah 12 cabor pada Juni nanti, dan tambah cabor beregu pada Oktober."Jumlah atlet dan cabor akan bertambah nanti. Kita berharap honor atlet PPI bisa bertambah pada tahun 2027 mendatang," harapnya.
12 Mei 2026LensaDaily - Perhelatan Piala AFF U-19 yang digelar di Sumatera Utara menjadi sejarah baru bagi provinsi ini, yang tentunya pemerintah serta seluruh pihak bersiap untuk menjadi tuan rumah dan menyambut tamu dari 11 negara ASEAN dan juga Australia. Ajang ini menjadi pertaruhan bagi Garuda Muda untuk mempertahankan gelar dan tentunya sangat berdampak bagi ekonomi Sumatera Utara.Hal tersebut dikatakan Tokoh Pemuda Sumut, El Adrian Shah saat bertemu dengan pengurus Komunitas Jurnalis Anak Medan (KoJAM), yang dipimpin Joko Irawan sebagai ketua dan Muhammad Fahmi sebagai sekretaris bersama anggota lain di Medan, Senin 11 Mei 2026 sore.El Adrian Shah menilai jika penunjukkan Sumut sebagai tuan rumah oleh PSSI sangat beralasan dan patut diapresiasi. Secara infrastruktur, Sumut tentu sangat siap dengan tiga stadion yang jadi venue pertandingan ajang bertajuk ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 ini."Dengan kesiapan Stadion Utama Sumatera Utara, Stadion Teladan dan Stadion Mini Dispora Sumut siap mengelar pertandingan, bukti bahwa pemerintah Provinsi Sumatera Utara sangat siap sebagai tuan rumah Piala AFF U-19 ini," ungkap pria yang dikenal sahabat semua golongan itu.Dikatakan pria yang akrab disapa El itu, kesiapan Sumut sebagai tuan rumah ajang prestisius seperti Piala AFF tak perlu diragukan lagi. Sebab, lanjut El, tahun lalu Sumut sukses mengelar Piala Kemerdekaan 2025. Ajang ini diikuti Mali, Uzbekistan, dan Tajikistan, sebagai pemanasan menjelang Piala Dunia U-17 2025 di Qatar."Bukti kesuksesan Sumut sebagai tuan rumah sudah ada dan sangat berdampak pada sektor ekonomi, terutama UMKM. Tentunya harapan kita bersama, Piala AFF U-19 ini juga berdampak positif bagi Sumut, terutama sektor ekonomi yang kiranya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama sekitar stadion, penginapan dan juga kuliner," harap sosok yang dikenal aktif dalam bidang sosial itu.Mantan Ketua KNPI Sumut itu pun berharap PSSI, Kemenpora, Pemprov Sumut, Pemko Medan dan Pemkab Deli Serdang, serta TNI dan Polri, juga seluruh pihak yang terlibat untuk bersiap menyambut kesebelasan dari 11 negara. Tak hanya fokus pada infrastruktur pertandingan, kiranya hal lain yang sebagai penopang kesuksesan Piala AFF U-19 ini juga turut diperhatikan."Saya berharap tidak ada masalah yang dialami tim tamu mau pun Timnas Indonesia, baik teknis maupun non teknis. Semoga kita menjadi tuan rumah yang baik dan memberikan pengalaman yang baik pula bagi tim tamu Piala AFF U-19 ini," kata sosok yang dikenal supel ini.Soal prestasi, El berharap Garuda Muda mampu memanfaatkan dukungan publik sendiri untuk meraih hasil terbaik di bawah asuhan kepala pelatih Nova Arianto dengan mempertahankan gelar juara Piala AFF U-19 ini. Pada seri sebelumnya, Garuda Muda mengalahkan Thailand dengan skor 1-0 pada partai final yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin 29 Juli 2024."Harapan kita semuanya, tentunya juara Piala AFF U-19 ini dapat dipertahankan Timnas Indonesia U-19. Sehingga secara prestasi kita berhasil, dari sisi sebagai tuan rumah kita sukses. Mari kita dukung Timnas Garuda ini dengan hari nurani," pungkas El.Laga pembuka turnamen akan mempertemukan Indonesia melawan Myanmar pada Senin 1 Juni 2026 di Stadion Utama Sumatera Utara, pukul 20.00 WIB. Pada hari yang sama, Vietnam menghadapi Timor-Leste di venue yang sama.
12 Mei 2026LensaDaily - Kontingen Polda Sumut yang akan tampil dalam ajang Kemala Run 2026 di Bali dilepas Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto di Aula Tribrata Polda Sumut, dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat, Rabu 15 April 2026. Polda Sumut mengirimkan kontingen yang terdiri dari 15 atlet Polwan, 6 Bhayangkari, serta didukung tim pelatih, official, dan puluhan personel lainnya.Dalam sambutannya, Kapolda Sumut menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam Kemala Run 2026 bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum mempererat kebersamaan dan soliditas keluarga besar Polda Sumut.“Keikutsertaan kita bukan hanya soal siapa yang tercepat mencapai garis akhir, tetapi bagaimana kita saling mendukung dan memperkuat kekompakan sebagai satu keluarga besar,” ujar Kapolda.Ajang Kemala Run 2026 sendiri akan berlangsung pada 16 hingga 19 April 2026 di Bali United Training Center, Gianyar, Bali, dengan jumlah peserta mencapai 10.000 orang dari berbagai kategori lomba, yakni half marathon, 10K, dan 5K.Polda Sumut mengirimkan kontingen yang terdiri dari 15 atlet Polwan, 6 Bhayangkari, serta didukung tim pelatih, official, dan puluhan personel lainnya. Partisipasi tersebut menjadi wujud nyata komitmen dan kesiapan Polda Sumut dalam mengikuti kompetisi secara maksimal.Kapolda juga menekankan sejumlah pesan penting kepada seluruh peserta, di antaranya menjaga kesehatan, menjunjung tinggi sportivitas dan disiplin, serta mengedepankan sikap humanis selama kegiatan berlangsung.“Jaga kondisi, junjung tinggi etika dan kehormatan institusi, serta tampilkan performa terbaik dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.Lebih lanjut, Kapolda mengajak seluruh peserta untuk menjadikan ajang ini sebagai sarana memperluas silaturahmi dengan peserta dari berbagai daerah, sekaligus menunjukkan bahwa personel Polri tidak hanya solid dalam tugas, tetapi juga kompak dan penuh semangat dalam kebersamaan.Kapolda Sumut berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan lancar, kembali dalam keadaan sehat, serta membawa hasil terbaik yang membanggakan bagi Polda Sumut.“Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, hari ini saya secara resmi melepas kontingen Polda Sumatera Utara untuk mengikuti Kemala Run 2026 di Bali. Selamat bertanding, junjung tinggi sportivitas, dan semoga sukses,” pungkasnya.
16 April 2026


